MENJAGA JODOHMU

MENJAGA JODOHMU
Episode 5


__ADS_3

Asela sedang istirahat makan siang, ketika hpnya berbunyi, asela melihat siapa yang menelponnya, “vampir” nama yang tertera dipanggilan telponnya.


“halo..” sapa asela, ngapain lagi anak ini, sejak dia memberikan nomor hpnya cowok itu walau hanya sekedar bercanda tapi dia sering menelpon asela.


“sebentar sore  kamu punya acara nggak? Temani aku ya..?” nada suara aldiano terdengar serius.


“temani kemana? aku nggak mau kalau pergi jauh.. besok masih harus ke kantor”


“nggak.. aku mau kekotamu, ada kenalanku yang mengatakan katanya disana ada toko obat kanker yang bagus, mau beli obat buat ibuku” kata aldiano agak sedih.


“oh.. kira mau ngapain.. ok aku temani.. tapi ada ongkosnya,”


“ehm.. siap berapapun ongkosnya aku bayar, asal jangan minta hatiku, hatiku udah ada yang punya..” canda aldiano, dia tersenyum


“ih apaan, siapa juga yang mau hatimu.. aku juga udah punya.. yeeee” asela kesal mendengarnya dia jadi ingat kak dio, cowok idamannya.


“ok.. aku jemput dikantor mu ya..kita pakai mobilku aja.. jam berapa kamu pulang kantor?”


“ehm..jam 4..kak.. trus mobilku gimana?”


“ya titip dikantormu dulu.., atau kalau mau aku jemput dirumahmu juga nggak apa-apa, lebih baguskan..biar jadi tau dimana rumahmu” canda aldiano dan dia tertawa, entah kenapa asela selalu bisa membuat aldi bahagia walaupun dia sedang sedih dengan penyakit ibunya.


“ih.. nggak usah, ok jemput dikantor.. awas kalau terlambat”


“ok.. siap nantikan aku ya.. sayang..” aldi kembali tertawa.

__ADS_1


“yeeew” kata asela langsung mematikan hpnya, dia tersenyum.


Sore itu asela melihat mobil aldiano telah menunggu, selesai kerja asela langsung siap-siap, dia agak malu kalau teman-temannya mengetahui dia dijemput aldiano, padahal kalau mario yang menjemputnya dia cuek saja.


“ayo jalan kak..” kata asela ketika dia telah masuk ke mobil aldiano, aldi hanya senyum melihat tingkah asela.


“bukannya aku tampan, kenapa malu dilihat teman-temanmu..”


“siapa yang malu kak, aku hanya malas harus menjawab semua pertanyaan mereka, teman-temanku hampir semua kepo”


“berarti mereka sayang ya sama kamu, karna kalau mereka seperti itu pasti karena mereka peduli sama kamu..” kata aldi sambil tersenyum dan memandang asela sekilas.


“iya sih.. apalagi bapak-bapak itu, setiap ada yang iseng pasti dipelototin sama mereka, bikin kesal aja, emang aku anak kecil apa..”


“siapa yang anak kecil..mau tau aja umurku berapa, nggak sopan tau kalau bertanya umur seseorang..” asela melirik aldi kesal.


“pingin tau aja, biar tau selisih umur kita..”


“emang kenapa kak kalau tau selisih umur kita, kan katanya tadi udah punya pacar..”


“siapa yang mau jadi pacar kamu.. aku hanya ingin tau selisih umur kita aja..” aldi melirik asela dengan ekor matanya kemudian tersenyum. Asela jadi malu.


“ih bosan bicara sama kakak.. hentikan mobilnya kak.. aku mau turun..” karena malu asela jadi ketus.


“nah kalau kayak gini jadi benar-benar seperti anak kecil..” kata aldi tanpa menghentikan mobilnya, dia melirik asela. Asela jadi cemberut, dia diam dan melihat keluar tak ingin melihat aldi lagi.

__ADS_1


 “sekarang mobilku harus ke mana asela sayang? Jangan sampai salah jalan lagi ya..” canda aldi, senyumnya


tak bisa hilang dari wajahnya melihat tingkah asela. Sampai akhirnya mereka tiba ditoko obat itu. Aldi bertanya kepetugas toko obat itu tentang obat yang hendak dia beli, obatnya lumayan mahal buat orang biasa, tapi bagi aldi beli banyakpun tidak masalah, menjadi seorang pengusaha dibidang IT membuat aldi tidak pernah kekurangan uang lagi, bahkan melimpah.


Asela jadi ingat dengan ibunya mario sahabatnya. Dia langsung menelpon mario bertanya untuk memesan obat itu, karna mahal asela tak mampu membeli sendiri jadi dia patungan dengan sahabatnya itu.


“jadi pemesanan obat ini tiga hari ya baru bisa diterima?” tanya aldi pada petugas itu


“iya Pak.. kan harus di racik dulu.. bapak kasih aja alamatnya, nanti kita kirim kealamat bapak, jadi nggak usah balik kesini untuk mengambil obat pak, ongkos kirimnya juga gratis pak..” kata petugas itu menjelaskan. Aldi menuliskan alamatnya di kertas dan memberikan ke petugas itu.


“ok pesanan bapak telah kami terima.. bapak dapat membayar dikasar yang didepan itu.. terima kasih ya pak..” petugas itu menunjuk dengan tangan ke kasir toko mereka. Sambil berjalan kekasir Aldi mencari asela. Aldi telah selesai membayar ketika asela kembali setelah selesai menelpon.


“aku juga mau memesan obat itu, buat ibu temanku..” katanya pada aldi.


“sini aku yang bayar..” kata aldi


“nggak usah kak, aku masih punya uang.. patungan sih sama teman tapi aku nggak perlu uang kakak..” asela setengah mencibir, aldi hanya tersenyum. Asela gadis yang lucu, polos, jujur, manis dan sepertinya bukan


seperti gadis-gadis yang biasa aldi temui, yang menyukai uangnya. Aldi memandangi punggung asela yang berjalan melewatinya untuk memesan obat itu dan dia sadar dia telah menyukai gadis itu, tapi dia sadar juga dia telah punya pacar yang cantik dan dia cintai pikir aldi.


“pak.. aku juga pesan obat itu untuk ibu sahabatku, gimana ya caranya..” tanya asela pada petugas itu.


“boleh dek, tulis aja alamat kemana kami harus mengirimkan obat itu, dan kami akan mengirimkannya, obat akan diterima sekitar tiga hari lagi dari sekarang..”


“ok..” asela menuliskan alamat rumah sahabatnya, dan memberikannya pada petugas itu. Petugas itu menerima, dan meminta asela untuk membayar obat itu dikasir. Semua proses selesai dan merekapun pergi. Petugas yang menerima pesanan itu menyadari sesuatu yang aneh, sepertinya alamat yang mereka tulis sama, kenapa mereka membelinya secara terpisah? Pikir petugas itu, tapi dia hanya petugas jadi dia mengerjakan tugasnya dengan baik dan tak membahasnya.

__ADS_1


__ADS_2