
Sebulan telah berlalu sejak malam aldiano putus dari pacarnya dan juga terakhir kalinya aldi bertemu dengan asela, beberapa kali aldi sempat mendengar adiknya ngobrol dengan asela ditelpon, ingin rasanya aldi
juga menelpon asela tapi dia tak ingin buat masalah baru. Untuk melupakan rindunya itu aldiano menyibukkan dirinya dengan bekerja dan merawat ibunya. aldi membawa ibunya berobat ke rumah sakit yang lebih besar dan lebih canggih, tapi jawaban mereka semua sama, ibunya tak bisa ditolong lagi. Dan untuk menghabiskan waktu kebersamaan, mereka berlibur ke pulau bali, aldi ingin membawa ibunya berlibur keluar negeri tapi disana lagi musim dingin, cuaca dingin akan membuat ibunya semakin sakit, ini juga keinginan ibunya untuk berlibur di pulau bali. Dan akhirnya disanalah mereka aldiano, mario dan ibu
mereka, claudio tak bisa ikut karena dia harus masuk kerja lagi, masa cutinya telah berakhir, tapi hampir setiap hari dia menelpon ibunya.
“mi.. aku harus pergi kekantor..soalnya ada masalah yang harus aku tangani, mami nggak masalahkan aku tinggal beberapa hari hanya dengan mario?” tanya aldi saat mereka selesai makan malam.
“emang berapa hari kamu disana?”
“dua atau bisa sampai tiga hari mi.. tapi akan aku usahakan selesai secapatnya..”
“pergilah.. mami nggak masalah, Cuma sayang aja.. soalnya mario cerita kalau asela lagi diklat dikota ini dan besok diklatnya selesai, jadi katanya sebelum dia kembali kekotanya dia ingin jalan-jalan dengan mami,
padahal mami ingin memperkenalkan sela padamu.. tapi sudahlah pergilah..” aldi terdiam, ingin berkomentar tapi berakhir dengan diam.
“iya kak nggak apa-apa.. mami biar nanti aku dan sela yang jaga..”
“iya, terima kasih rio..” kata aldi, dia agak gelisah tapi dia tetap tersenyum.
Dua hari asela jalan-jalan bersama mario dan maminya, mereka sangat bahagia, ibunya mario bagi asela adalah salah satu orang yang penting bagi hidupnya setelah neneknya, keceriaan asela membuat mami ketularan ceria, tapi sayang hal itu membuat mami jadi kelelahan, dan di hari kedua, mami harus segera istirahat. Setelah mami tidur asela pamit pada mario karena harus kembali kehotel, mario tak mengantar selain karena harus menjaga mami, dia juga sedang menunggu telpon dari pacarnya. Asela dengan langkah santai dan perlahan berjalan dipinggir pantai menikmati pemandangan matahari tenggelam, dengan kamera
kesayangannya beberapa foto berhasil menambah koleksi foto pemandangannya. Hobi memotretnya kadang menyelamatkan dia dari kesendiriannya. tapi tiba-tiba asela melihat seseorang melambai padanya. Hati asela begitu bahagia melihat siapa yang melambai itu. Dengan setengah berlari asela menghampiri orang itu.
“hai, kenapa jalan sendirian?” aldi tersenyum bahagia menyambut kedatangan asela.
__ADS_1
“iya.. kasian banget ya kak..” kata asela cemberut. Melihat asela cemberut membuat aldi gemes dan ingin menciumnya, tapi kemudian aldi sadar itu nggak boleh.
“tadi aku sama teman dan ibunya, tapi sekarang mereka telah kembali ke hotel dan istirahat, sedangkan aku masih ingin menikmati pemandangan matahari tenggelam sambil memotret..” asela tersenyum.
“boleh kulihat?” aldi menunjuk kamera yang ditangan asela. Dengan bangga asela memberikan kameranya pada aldi. Aldi terpesona melihat foto-foto yang dikamera asela.
“jago juga kamu memotret..ini hobi atau kamu belajar?” aldi tersenyum kagum pada asela.
“terima kasih..atas pujiannya kak..hobi dan juga banyak belajar dari internet” asela tersenyum malu-malu, aldi tersenyum lebar melihat senyum asela Dia kembali melihat foto-foto yang lain. Dia melihat beberapa foto ibunya, foto ibunya bersama sela dan ada juga foto ibunya bersama sela dan mario, melihat foto itu wajah aldi sedikit berubah, hatinya kembali sakit, ada cemburu disana tapi dia hanya diam, dan mengembalikan kamera asela. asela menerima kameranya suasana jadi hening, asela bingung dengan keadaan itu.
“kak vampir kok diam?” tanya sela, dia tidak menyukai suasana diam itu.
“ehm?” aldi kaget, sadar dari lamunannya dan memandang asela.
“nggak, aku lagi mikirin kamu..” kata aldi dengan cuek.
“kok mikirin aku? Emang aku kenapa kak? Makin cantik ya..” kata asela sambil menopang pipinya dengan kedua tangannya dan melirik genit pada aldi, perkataan dan tingkah asela itu membuat aldi tertawa.
“kamu kalau genit terlihat lucu tau..” kata aldi dan mengacak-acak rambut asela. Asela berusaha menghindar dan wajahnya jadi cemberut. Hal itu membuat aldi berhenti dan tawanya hilang, tiba-tiba aldi merasakan keinginan untuk mencium bibir asela tak bisa tertahan lagi tapi kemudian dia sadar dengan apa yang ingin diperbuatnya. Dia terdiam, dan melihat kantong plastik yang dibawa asela tadi.
“kamu bawa apa sih?” tanya aldi sambil melihat isi kantong plastik itu untuk mengalihkan pikirannya.
“bir? Minta satu ya..” aldi mengambil satu kaleng bir mengangkatnya dan melirik asela.
“emang kenapa kalau bir?” asela juga mengambil bir yang dibawanya tadi, membuka dan meminumnya. Asela belum pernah minum bir, tadi dia membelinya karena rasa penasaran dengan rasanya sekaligus juga dia ingin
__ADS_1
menghilangkan rasa sedihnya saat jalan-jalan dengan tante ana, ibunya mario, beliau terlihat semakin parah sakitnya. asela merasa sedih karena tak bisa memenuhi keinginan tante ana menjadikan dia menantunya, kecintaannya pada kak dio dan terlebih kecintaannya pada keluarga itu, membuat sela ingin sekali menjadi menantu dikeluarga itu, tapi semuanya hilang saat kak dio memperkenalkan pacarnya yang super cantik itu.
Sebenarnya bir itu niat asela nanti diminum saat dikamar hotel, tapi karena dia melihat aldi meminumnya diapun ikutan meminum bir itu.
“kak rumah kakak juga pemandangannya sangat indah..” kata sela memulai pembicaraan dia tak suka dengan suasana diam.
“terima kasih.. kalau kamu ingin datang, datang aja..”
“boleh kak?.. kakak udah lama ya tinggal dirumah itu?”
“aku beli rumah itu udah lebih dari sepuluh tahun.. tapi rumah itu lebih cenderung seperti tempat berlibur dan juga kantor buat aku, kalau aku ingin bekerja.. disana lebih tenang dan suasana disana bisa memberikan banyak inspirasi baru untuk kerjaanku..” aldi menjelaskan
“iya kak pemandangannya keren banget... kak rumah itu pemandangannya sunrise atau sunset kak?”
“sunrise.. kalau kamu ingin melihatnya berarti kamu harus tinggal dirumahku dong..” aldi melirik asela dan tersenyum menggoda, tapi aldi jadi sadar asela telah tertidur. Tanpa sadar asela telah meminum tiga kaleng
dan jadi mengantuk berat karena mabuk.
“asela hei.. jangan tidur disini..hei kamu mabuk?” aldi berusaha membangunkan sela, dia tak menyangka asela jadi mabuk hanya dengan minum bir.
“asela.. hei bangun.. kamu harus tidur dikamar kamu..bangun ayo.. hei..” aldi tetap berusaha membangunkan asela, tapi karena asela belum pernah minum minuman beralkohol membuatnya mabuk walaupun itu hanya bir dengan kadar alkohol yang rendah. Dengan berbagai cara aldi berusaha membangunkan sela untuk bertanya dimana dia menginap.
__ADS_1