
Sementara di dunia manusia.
Kakek Cheng terus mengontrol lingkaran iblis yang terbuat dari darah sapi sebagai tinta untuk membuat lingkaran, sementara darah ayam yang berasal dari ayam hidup sebagai pasokan darah agar lingkaran iblis tidak pudar dan menghilang. Kakek Cheng dibuat berkeringat dingin ketika menyadari dua ayam yang sekarat itu akan mati karena kehabisan darah, sementara Revan belum juga keluar dari dunia gaib.
"Apa yang terjadi? kenapa begitu lama dia menyelesaikan kontrak dengan iblis?" tanya kakek Cheng dalam hati dengan khawatir.
Kakek Cheng semakin cemas ketika menyadari bahwa lingkaran iblis mengeluarkan sesosok makhluk hitam yang sangat mengerikan dan berbadan besar dengan tinggi 10 meter, makhluk itu rupanya adalah genderuwo.
Bush!
Kakek Cheng langsung menyerang genderuwo itu dengan api miliknya hingga genderuwo itu terbakar dan berusaha keluar dari lingkaran iblis. Saat berhasil keluar genderuwo itu langsung ditembus oleh tinju api kakek Cheng hingga menghancurkan beberapa pohon di belakangnya, karena kakek Cheng menggunakan kekuatan penuhnya.
"Hosh, hosh, Revan cepatlah keluar." Pinta kakek Cheng dengan nafas tersengal-sengal akibat memaksakan dirinya.
Jailangkung yang berada ditengah segitiga dalam lingkaran bergetar hebat yang menandakan akan muncul iblis kuat yang mencoba keluar dari dunia gaib dengan menerobos lingkaran iblis, karena Jailangkung berfungsi untuk menahan iblis kelas atas.
"Sialan!" Rutuk kakek Cheng dan segera melakukan ritual menutup portal lingkaran iblis agar iblis kuat itu gagal keluar.
"Revan, maafkan kakek!" Teriak kakek Cheng sambil menyatukan kedua telapak tangan setelah menyelesaikan mantra.
Lingkaran iblis itu memudar dengan sendirinya menyisakan segitiga yang merupakan inti portal menuju alam gaib, setelah segitiga itu menghilang, maka ritual pengorbanan dianggap selesai.
"Sedikit lagi..., graha!!!" Teriak kakek Cheng sekuat tenaga.
Segitiga yang terbuat dari darah sapi dan diperkuat oleh darah ayam hidup itu hampir menghilang sebelum terjadi ledakan dahsyat yang tiba-tiba, ledakan itu membuat kakek Cheng terhempas dan segitiga iblis itu kembali menyala terang dan sesosok makhluk bermata merah keluar dari segitiga itu.
"Ghaaargh." Raungan makhluk itu memekakkan telinga sampai-sampai kakek Cheng harus menutup telinganya.
Iblis itu tanpa basa-basi langsung menusuk kakek Cheng dengan jarinya yang tajam dan juga panjang.
"Ah..., apakah ini akhirnya?" Tanya kakek Cheng memuntahkan seteguk darah dengan perutnya yang tembus oleh jari iblis tersebut.
__ADS_1
"Re-revan...," Kakek Cheng terus menatap segitiga pengorbanan sebelum menutup matanya.
Iblis yang mengerikan itu bernama Belzebup, salah satu dari 7 penguasa dunia bawah yang memiliki kekuatan besar dan mampu menekan iblis lainnya. Sebagai salah satu 7 penguasa dunia bawah sudah dapat dipastikan iblis api partner kakek Cheng tidak sanggup melawannya.
Belzebup langsung pergi kearah timur hutan dengan sekelebat bayangan dan menghilang dalam pekatnya malam.
Setelah kepergian Belzebup segitiga iblis kembali bersinar dan Revan tiba-tiba muncul di atas segitiga itu, lalu segitiga iblis itu menghilang dengan cara menguapkan darah yang menjadi tinta untuk membuat segitiga iblis tersebut, dengan ini ritual pengorbanan lingkaran iblis berakhir.
Sementara tubuh kakek Cheng tiba-tiba terbakar dan bangkit dengan api yang meluap-luap, tubuh kakek Cheng yang sudah tua dan sepuh itu perlahan menjadi muda kembali.
"Haha, akhirnya tubuh manusia ini menjadi milikku, haha." kakek Cheng tertawa terbahak-bahak.
Ternyata tubuh kakek Cheng dikuasai oleh iblis api secara penuh setelah iblis api itu berusaha keras menahan kehidupan kakek Cheng sambil merusak segel yang kakek Cheng terapkan untuknya, karena selama kakek Cheng bernafas iblis api bisa mengambil alih tubuhnya untuk dijadikan inang bagi dirinya sendiri.
"Lihatlah manusia, pada akhirnya tubuhmu aku kuasai, hahaha." ujar iblis api yang bernama Apiroh dengan tertawa terbahak-bahak menggelegar di seluruh hutan tersebut.
Kakek Cheng sendiri sudah mati setelah Apiroh berhasil menguasai tubuhnya, karena Apiroh tidak butuh kakek Cheng untuk hidup, dia hanya butuh tubuh fananya saja.
Apiroh berniat membunuh Revan sebelum dia sadar. Saat ingin membunuh Revan, Apiroh merasakan tekanan mengintimidasi dari aura yang dikeluarkan oleh tubuh Revan.
"Anak ini..., dia menjalin kontrak dengan salah satu 7 penguasa dunia bawah?" Apiroh kaget mengetahui fakta bahwa Revan menjalin kontrak dengan salah satu dari tujuh iblis penguasa dunia bawah.
Oleh karena hal itulah Apiroh pergi sejauh mungkin dari Revan, karena dia tahu bahwa sifat tujuh iblis penguasa adalah sangat membenci iblis lemah sepertinya, apalagi iblis yang mencoba membunuh calon inangnya di dunia manusia.
"Lihatlah ulahmu manusia, karena kerakusan dan ambisi kalian akan kekuatan membuat dunia manusia dalam bahaya dengan kehadiran salah satu tujuh penguasa dunia bawah (Belzebup) dan satu yang lainnya masih dalam proses untuk mendapatkan inang (Luci)." batin Apiroh prihatin.
Iblis dapat terlahir atau ke dunia manusia dengan dua cara, yang pertama adalah memaksakan untuk menerobos penghalang antara dunia bawah dan dunia manusia ketika ada manusia yang melakukan ritual pengorbanan, seperti yang Belzebup lakukan. Sementara yang kedua adalah memiliki tubuh inang, seperti yang Apiroh lakukan.
Cara pertama sangatlah beresiko, karena jika ritual pengorbanan berakhir dan iblis itu belum sempat keluar, maka iblis itu dapat dipastikan mati dengan terpotong antara tubuh yang berhasil keluar dan tubuh yang masih di dunia bawah.
Cara kedua memiliki dua syarat, yaitu harus memiliki inang hidup walau beberapa detik kemudian mati setelah dikuasai, syarat kedua inang itu terikat kontrak dan melanggarnya secara sengaja atau tidak sengaja.
__ADS_1
Keesokan harinya.
Revan terbangun ditengah-tengah hutan dengan dikelilingi serigala lapar, bahkan mayoritas serigala lapar itu meneteskan air liurnya.
"Ah!" Revan langsung bangun dari rasa kantuk dan lelahnya ketika melihat wajah serigala dengan gigi bertaring berada tepat diwajahnya.
Serigala itu meraung dan mulai menerkam Revan dengan bersama-sama, Revan tanpa sadar mencoba mengusir para serigala itu sambil berusaha melindungi wajahnya.
Bush!
Lambaian tangan Revan yang sebenarnya bertujuan mengusir itu ternyata membuat serigala yang mencoba mendekatinya terbang terdorong jauh beberapa meter dan membentur pohon, para serigala itu lari ketakutan.
"Apa yang terjadi?" tanya Revan heran melihat para serigala yang kabur ke berbagai arah.
Setelah tenang dan berpikir jernih, Revan akhirnya mengingat bahwa dia sekarang memiliki kekuatan iblis yang bernama Luci, yaitu kekuatan telekinesis.
"Kenapa aku bisa melupakan kekuatan yang kudapatkan tersebut?" ucap Revan pada dirinya sendiri sambil bersandar di salah satu pohon.
"Oh iya, kakek Cheng...," Revan yang mencoba beristirahat dan menenangkan dirinya sendiri seketika teringat kakek Cheng.
"Kakek Cheng, kamu dimana?" teriak Revan memanggil kakek Cheng.
"Kakek kamu dimana?" tanya Revan kembali sambil mencari kakek Cheng dengan melihat ke berbagai arah.
"Tidak mungkin kakek Cheng ketakutan dengan kedatangan para serigala itu, kan?" tanya Revan pada dirinya sendiri.
Revan tidak akan pernah percaya bahwa kakek Cheng ketakutan dengan segerombolan serigala, karena kakek Cheng sendiri memiliki kekuatan iblis api.
"Apapun alasannya kakek Cheng menghilang, kuharap dia baik-baik saja, minta-minta dia sudah menungguku di gubuknya." ucap Revan pada dirinya sendiri dan mulai berjalan ke arah gubuk tua milik kakek Cheng.
Revan tidak menemukan kakek Cheng di gubuknya, oleh karena itu Revan terus mencari dan memanggil kakek Cheng sebelum akhirnya memutuskan kembali ke kota karena menganggap kakek Cheng menghilang karena suatu hal.
__ADS_1