MENJEMPUT PERMAISURI RAJA NERAKA

MENJEMPUT PERMAISURI RAJA NERAKA
JANJI QIN XUAN


__ADS_3

*Episode Sebelumnya...


" Bisakah kau duduk di sini sebentar? ", sambungnya dengan nada kasihan, sembari menepuk pahanya.


.


......................


.


Mendengar nada bicara Qin Xuan yang terdengar sedih, membuat Yun Mi'an menatapnya


" Kenapa? "


" Karna, aku akan tidur sendirian malam ini dan aku pasti akan merindukanmu ", ujarnya dengan wajah memelas.


" Kenapa kau akan tidur sendirian? Bukankah aku akan tidur bersama mu? "


" Jangan-jangan kau ingin menendang ku keluar dan tidak mengizinkan ku ke kamarmu lagi?! "


" Bukan..."


" Benar 'kan!? "


" Tidak..."


" Kenapa?! "


" Bukan begitu, dengarkan aku dulu..."


" Apa kau sudah tidak menyukai ku lagi, karna masa lalu kakak ku?


Yun Mi'an terus berbicara tanpa mendengarkan ucapan Qin Xuan


Hiks...hiks...hiks...


Tangisan Yun Mi'an seketika terdengar oleh Qin Xuan


" Yun'er? ", panggil Qin Xuan mulai cemas.


Yun Mi'an yang mendengar panggilan Qin Xuan pun memandanginya dengan wajah sedih dan air mata yang mengalir ke pipi


Hal itu membuat Qin Xuan tertegun, ia pun dengan cepat menarik tangan Yun Mi'an dan membuat Yun Mi'an duduk di pangkuannya


" Ada apa? Kenapa menangis? ", ujar Qin Xuan sembari mengusap air mata Yun Mi'an.


" Apa kau sudah tidak menyukai ku lagi? ", sahut Yun Mi'an menyender di pundak Qin Xuan sembari memeluk erat Qin Xuan


Mendengar ucapan Yun Mi'an, Qin Xuan hanya menghela nafas dan tersenyum tipis


Kemudian, ia mendorong pelan Yun Mi'an lalu menyentil kening Yun Mi'an


" Aduhh!! ", pekik Yun Mi'an kesakitan


" Kenapa kau menyentil ku?! ", tanya Yun Mi'an kesal sambil menyentuh keningnya yang sakit.


" Karna kau bod*h!! ", jawab Qin Xuan menatap Yun Mi'an dengan serius.


" Aku tidak bod*h!! Kenapa kau bilang aku bod*h?! ", bentak Yun Mi'an dengan wajah kesalnya.


" Kalau begitu! Kenapa kau bilang aku tidak menyukaimu lagi m?! ", tanya Qin Xuan balik kesal dan terus menatap Yun Mi'an.


"...(mengalihkan pandangan)... Bukankah... kau yang bilang tadi? ", jawabnya dengan melihat ke arah lain.


" Kapan?! ", semakin kesal.

__ADS_1


" Barusan! ", sahutnya tanpa memandang Qin Xuan.


" Yun Mi'an!! Tatap mataku saat kau bicara padaku!! ", ujar Qin Xuan yang semakin kesal.


Qin Xuan memegang pipi Yun Mi'an dengan kedua tangannya, dan membuat Yun Mi'an memandangnya


Yun Mi'an pun menatap mata tajam milik Qin Xuan yang mulai berwarna merah


Hal itu membuat Yun Mi'an terkejut dan kemudian ia perlahan menangis


"...(terkejut saat melihat Yun Mi'an menangis)... Ada apa?! Kenapa menangis lagi?! "


" Kau benar-benar tidak mencintaiku lagi! Hiks... hiks... hiks...!! ", ujar Yun Mi'an menangis tersedu-sedu.


" Siapa yang mengatakan aku tidak mencintaimu lagi?! "


" Jiak kau masih mencintai ku, kenapa kau menunjukkan mata itu lagi? Kau tidak pernah menunjukkan merah mu pada ku sejak saat itu, dan sekarang kau menunjukkannya padaku dengan wajah kesal... "


"...(tertegun)... Apa!!? ", batin Qin Xuan.


" Jika kau memang masih mencintai ku, lalu apa maksud dari ekspresi mu? Hiks... hiks... hiks... "


Ia pun memandang kaca yang ada di belakangnya, seketika ia terkejut saat melihat matanya yang tiba-tiba berubah menjadi merah


" Apa yang kulakukan?! Kenapa aku tanpa sadar menunjukkan mata merah ini pada Yun Mi'an?! Apa aku sedang marah padanya?! ",


Qin Xuan adalah klan iblis bermata merah. Sama seperti Jendral Liu, kakak Yun Mi'an. Jika ia Klan Iblis bermata merah sedang marah atau murka yang berlebihan, maka mata mereka akan berbuah menjadi merah seperti darah, tergantung seberapa besar amarah mereka


Meskipun, sebelum sebelum Qin Xuan jatuh cinta pada Yun Mi'an dia pernah menunjukkan mata merah dan amarahnya. Namun, setelah ia jatuh cinta pada Yun Mi'an Qin Xuan tidak pernah menunjukkan lagi mata merahnya pada Yun Mi'an.


Xuan selalu berprilaku lembut dan hangat pada Yun Mi'an serta, ia tidak pernah marah pada Yun Mi'an


Namun, tiba-tiba dia menunjukkan mata merah itu pada Yun Mi'an. Hal itu tentu saja mengejutkan Yun Mi'an dan membuatnya mengira bahwa Qin Xuan sedang marah besar pada dirinya


Suara tangis Yun Mi'an kembali terdengar oleh Qin Xuan


Qin Xuan pun langsung menatap Yun Mi'an dengan rasa bersalah. Ia mengerutkan keningnya karena marah pada diri sendiri dan langsung memeluk Yun Mi'an dengan erat


" Maaf, Yun'er! Maaf...!! ", ujar Qin Xuan menyesal.


" Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku tidak tau apa yang terjadi pada ku, hingga aku secara tak sadar telah menunjukkannya pada mu. "


" Maaf, karna telah membuatmu takut. Aku berjanji jika hal ini tidak akan terulang kembali.. "


"...(menggelengkan kepala)... Aku tidak takut ", sahut Yun Mi'an sedan suara pelan.


" Aku hanya terkejut. Aku pikir kau tidak mencintaiku lagi... "


" Kau pintar menggoda! Mungkin kau sudah menggoda wanita lain dan berencana untuk menikahinya... "


Hufff...


Qin Xuan menghela nafas dengan ekspresi tak berdaya


" Sayang-ku... ", panggil Qin Xuan sembari mengangkat wajah Yun Mi'an.


" Aku memang pintar menggoda. "


" Benarkan... "


" Tapi aku tidak mudah untuk tergoda, hanya kau yang bisa menggoda ku, dan hanya kau yang ingin ku goda. Mengerti?! ", ujar Qin Xuan sambil menatap lembut Yun Mi'an.


Yun Mi'an hanya diam menatap Qin Xuan dengan matanya yang masih berkaca-kaca.


Qin Xuan yang melihat istrinya masih bimbang mencoba meyakinkannya dengan menatapnya dan tersenyum padanya

__ADS_1


Namun sang istri masih diam dan tak bicara


"...(menghela nafas)... Bukankah aku pernah berjanji padamu? "


" Hem? ", bingung.


" Saat aku menikah denganmu, aku pernah berjanji dengan mu. Apa kau masih ingat? "


Yun Mi'an mulai menggerak-gerakkan Boal matanya sambil memikirkan janji yang pernah diucapkan Qin Xuan


" Saat itu aku pernah bilang, jika kau bukan ratu ku... maka aku bukan rajanya. Hanya kau yang bisa menjadi Ratu-ku, baik itu di istana, ataupun di dalam hati ku ", jelasnya saat melihat sang istri sedang kebingungan.


" Apa kau ingat dengan janji itu? ", tanya Qin Xuan lagi sambil menatap Yun Mi'an.


Yun Mi'an terdiam saat mendengarkan ucapan Qin Xuan dan ia mencoba mengingat kembali janji itu


.


•mengingat...


°°Hari pernikahan (kamar pengantin)


Yun Mi'an yang gugup saat duduk dikamar pengantin menunggu Qin Xuan datang


Tap... tap... tap... tap...


Suara langkah kaki Qin Xuan yang memasuki kamar pengantin. Kemudian berhenti di depan Yun Mi'an


" Yun'er? ", membuka penutup kepala Yun'er.


Yun Mi'an pun mendongakkan kepalanya dan melihat Qin Xuan yang berdiri tepat di depannya


Kemudian, Qin Xuan mencium kening Yun Mi'an dengan lembut


" Mulai sekarang, kau adalah milikku ", ujar Qin Xuan sambil tersenyum.


" Tapi... mereka menentangnya? Bagaimana jika mereka mencarikan wanita lain untukmu? ", sahut Yun Mi'an merasa cemas.


" Yun'er? Ingat kata-kata ku ini! Hanya kau yang pantas untuk posisi ini, dan hanya kau yang akan menjadi Ratu disini. "


" Kau Ratu istana ini, kau juga ratu di hati ku. "


" Jika mereka Mei mencari wanita lain untukku. Maka aku akan mengatakan pada mereka, bahwa hanya ada satu orang yang pantas untuk berada di posisi itu. "


" Dan orang itu adalah, Kau Yun'er!! ", ujar Qin Xuan menatap mata Yun Mi'an.


" Ingat itu ", jelas Qin Xuan dengan tegas, sambil mengusap pipi Yun Mi'an.


" Apakah... ini termasuk janjimu... padaku? ", tanya Yun Mi'an.


"...(mengangguk)... Iya! ", jawabnya tegas.


.


*usai mengingat..


" Apa sekarang kau sudah ingat? ", tanya Qin Xuan menatap Yun Mi'an.


Yun Mi'an hanya menatap mata Qin Xuan, kemudian ia menganggukkan kepala sambil menunduk


.


.......


...*****...

__ADS_1


__ADS_2