
*Episode Sebelumnya...
" Kecuali jika kami menggunakan semua kekuatan dan mengorbankan sesuatu yang akan mempengaruhi baik kekuatan atau fisik kami!! ", jawabnya yakin.
" Apa yang Yun'er korbankan? ", bingung sambil berpikir.
" JIWA KAMI!!! ".
"....!!! ", terkejut.
......................
" Apa maksud perkataan mu itu... QIN XUAN!!! ", marah namun juga sedih.
" Apa kau ingat, saat Yun'er di tahan dan di cambuk oleh petugas?!! "
" Ya, aku ingat!! ", jawabnya dengan wajah serius.
" Disaat Yun'er mendapatkan hukuman cambuk, di saat itu juga aku merasakan sakit yang sama!! "
" Aku pikir itu hanya perasaan ku saja. Karena aku terlalu mencintai Yun'er, bahkan aku bisa merasakan sakit yang dia rasakan... "
" Tapi nyatanya... aku semkin merasakan sakit. Dan ketika aku melihat punggungku... aku melihat tanda merah seperti bekas cambukan namun tidak terlalu parah, hanya saja... rasa sakitnya sangat sakit bagaikan kulit punggung ku terkelupas "
" Disaat itu, aku baru menyadari ada yang salah dengan tubuh ku... "
" Setelah aku memeriksa apa yang terjadi pada tubuh ku, aku merasakan sesuatu yang berbeda. Dan, setiap kali aku memejamkan mata ku, aku selalu melihat Yun'er dengan tubuh lemah yang penuh luka dengan darah yang ada di sekujur tubuhnya. "
" Karena aku hanya melihat Yun'er uang tersiska, jadi aku menuju ke penjara untuk memeriksanya "
" Dan... saat aku sampai di sana, aku melihat tubuh Yun'er penuh dengan noda darah, terutama di bagian punggungnya ".
*Ingatan di Masa lalu
• Istana Klan Iblis (penjara bawah tanah)
" BERHENTI!!! ", ujar Raja Xuan, dari arah belakang.
mereka yang mendengar suara itupun menoleh ke belakang
" Yang Mulia!! ", ujar Song Ji'an, lirih
" SALAM YANG MULIA!!! ", sambut mereka sembari berlutut.
Yun'er yang lemah dengan tubuh penuh darah dan kedua tangan dan kaki yang di ikat dengan rantai besi, hanya mendongakkan kepalanya saat mendengar suara yang familiar
" Yang... Mulia!! ", gemetar.
Raja Xuan hanya melihat Yun'er yang berdiri dengan kedua kaki dan tangannya diikat dengan rantai besi dengan tubuh dan wajah penuh luka dan darah. Ia terus menatap Yun'er dengan wajah sedih dan marah
" Yang Mulia... apakah... kau... terluka... atau... apakah... punggung mu... merasa sakit?? ", tanya Yun'er yang lemah.
"....!!! ", Xuan terkejut dengan pertanyaan Yun'er yang tiba-tiba itu.
" Diam kau!! Apa maksud mu dengan "Yang Mulia terluka"!? Jika bukan karna dirimu, Yang Mulia tidak akan terluka!! ", bentak Song Ji'an.
" Bagaimana dia tau kalau punggung ku sakit? "
" Yang Mulia! Kau baik-baik saja 'kan?! Apa yang dia katakan tidak benarkan!? "
" Dia bilang jika kami mencambuknya dengan kuat, maka Yang Mulia juga akan merasa sakit!? Itu tidak benarkan Yang Mulia!? ", ujarnya memastikan dengan cemas.
" ... ", pria itu hanya diam sembari terus menatap Yun'er.
" Katakan padaku... apa... "
" Yang dikatakan Song Ji'an... benar! Bahwa kau... baik... baik... saja... ", terengah-engah.
" DIAM KAU!!! Kau hanya ingin melindungi dirimu sendiri dengan nama Yang Mulia 'kan? ", bentaknya lagi.
" KAU YANG DIAM!! ", bentak Xuan, marah dengan suara tinggi.
Raja Xuan kemudian mendekati Yun'er yang lemah karena mendapat hukuman. Lalu, ia menyentuh pipi Yun'er dan berkata...
" Yun'er... Bagaimana kau tau kalau punggung ku sakit?? ", lembut.
" Apakah... seperti... dicambuk?? ", tanyanya lagi dengan nada bicara semakin lemah.
" Hmm...!! ", mengangguk.
Mendengar jawaban Xuan membuat air matanya yang terbendung sejak ia menerima cambukan mengalir deras ke pipinya, dan mengenai tangan Xuan. Melihat air mata Yun'er, membuat Xuan panik dan cemas.
" Yun'er!!! Ada apa?! Apa hukuman itu terlalu menyakitkan?! Apa luka cambuk itu sangat menyakitkan?! Aku akan meminta tabib memeriksanya!! ", ujarnya panik dan cemas, sembari membuka ikatan rantai besi pada kedua tangan dan kaki Yun'er.
" Xuan... maafkan aku! Aku... akulah yang menyakitimu...!! Seharusnya aku tidak memberikannya padamu!! Aku minta maaf!! Maafkan... aku!! ", ujarnya dengan kondisi semakin lemah.
" Apa yang kau katakan?! ", ujarnya sedikit terkejut, melepas rantai besi yang ada di tangan Yun'er.
" Maafkan aku...!! Maafkan... aku... Xuan...!! ", terbata-bata.
" Jangan bicara lagi! Aku akan membawamu ke habib. ", menopang Yun'er yang lemah.
" Xuan!! Apakah... kau... mau... memaafkan... ku...?? ", menatap Raja Xuan.
" Ya-ya, aku akan memaafkan mu! Tapi sekarang kita harus segera menemui tabib, kau harus baik-baik saja... ", menggendong Yun'er.
__ADS_1
" Tapi... aku... tidak... pantas... dimaafkan... ", ujarnya tersenyum pahit.
" Aku tidak akan memaafkan mu, jika terjadi sesuatu padamu. Karna itu, kau harus baik-baik saja agar aku memaafkan mu... Mengerti!!! ", jawabnya, sembari berjalan menuju kamarnya.
"...(tersenyum)... Yang Mulia... apa aku bisa... meminta sesuatu... (uhuk...uhuk...) padamu? ".
" Katakan!! Apapun permintaan mu aku akan memenuhinya, asalkan kau bisa terus tersenyum dan baik-baik saja... ".
" Jika terjadi sesuatu pada ku... Tolong... (uhuk... uhuk...) tolong jangan beritahu pada kakak ku. Dia masih harus menjalankan tugas yang kau berikan, aku tidak ingin... (uhuk.... uhuk...) dia kembali... sebelum menyelesaikan... tugasnya... hanya... karna ku... ".
" Aku tidak mau... menjadi bebannya... dia... harus berhasil.... dalam tugasnya... (uhuk... uhuk...) bisa kan, Yang Mulia.. (uhuk... uhuk...) ".
" Jangan bicara sembarangan!! ", bentaknya dengan lembut.
" Kau akan baik-baik saja, mengerti?!! ".
" Aku... Mohon... Qin'er?! ", sahutnya menatap Xuan dengan wajah memelas.
"...(tertegun)... Baiklah, baiklah!! Aku akan memenuhi keinginanmu, PUAS!!? ", ujarnya kesal.
" Wanita ini, disaat seperti ini juga bisa menggunakan wajah memelas untuk memohon... ", ujarnya dalam hati, kesal.
"...(tersenyum)... Terima kasih... dan... (menggapai wajah Xuan)... Maaf... Qin'er!! " , meneteskan air mata.
Karena terlalu lemah dan tenaga terkuras habis, Yun Mi'an pun pingsan di pelukan Xuan saat akan di bawa menemui tabib kerajaan. Tangannya yang hampir menggapai wajah Xuan langsung terjatuh sebelum ia berhasil menyentuhnya
Hal itu membuat Xuan tiba-tiba merasakan sakit yang menusuk di dadanya, mendadak batuk darah
" Ugh!! Uhuk...uhuk...!! Apa yang terjadi padaku...?! Aku tidak terluka atau terkena penyakit, tapi kenapa aku bisa batuk darah?! Dan... kenapa dadaku terasa sakit...?!", ujarnya dalam hati, bingung.
Namun, ia mengabaikan rasa sakit itu dan lebih memilih memperhatikan Yun Mi'an yang tidak sadarkan diri di pelukannya
" Yun'er...!! Yun'er...!! Kau dengar aku 'kan Yun'er!! Yun'er jawab aku!! MIA!! ",tak merespon.
" YUN MI'AN KAU HARUS BAIK-BAIK SAJA!! INI ADALAH PERINTAH UNTUKMU, MENGERTI!! ", tetap melihat Yun Mi'an yang diam tak merespon.
Melihat Yun Mi'an yang menutup matanya, membuat Xuan terpaku diam menatap Yun Mi'an yang sudah tak merespon panggilannya
" Yang Mulia? Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bisa batuk darah? Aku yakin, ini semua pasti perbuatan Ratu Yun Mi'an?! Kau baik-baik saja sebelum kau menggendongnya, sekarang kau batuk darah setelah kau menggendongnya... ", ujarnya memprovokasi.
" BENAR!! ", sorak para penjaga penjara.
" Benar! Yang Mulia, ini pasti ulah Ratu Yun Mi'an! Dia yang menjebak mu agar pergi ke gunung salju abadi, sekarang dia ingin membunuh Yang Mulia dihadapan kami!! ", ujar salah seorang yang berkomplot dengan Song Ji'an, mencoba menjelek-jelekkan Yun Mi'an.
Hal itu membuat Xuan tersulut emosi, aura membunuh Qin Xuan kini semakin kuat. Seketika muncul taring kecil di sekitar gigi-giginya. Dan matanya... salah satu matanya berwarna merah cerah. Api amarah terpancar dari matanya, kemudian ia memutar kepalanya dan menatap tajam para bawahan yang mencambuk Yun'er
" DIAM!!!! ", bentaknya dengan suara keras.
" Dia masihlah seorang "Yang Mulia", hanya yang berpangkat lebih tinggi yang bisa memanggilnya tanpa " Yang Mulia " dan orang itu, hanya AKU!! ", tegurnya dengan tatapan tajam.
" MENGERTI YANG MULIA!! ", sahut par penjaga beserta Song Ji'an, gemetar ketakutan sembari berlutut.
" Jika terjadi sesuatu pada Ratu Yun Mi'an... aku akan melenyapkan kalian semua!! ", tegurnya dengan tatapan mematikan.
Tatapan yang menyeramkan membuat mereka gemetar ketakutan. Tidak ada yang berani menatap Raja Neraka saat itu, mereka hanya menunduk ketakutan.
Xuan kembali berjalan, namun tiba-tiba dia berhenti dan melirik ke arah Song Ji'an
" DAN KAU!!! ", menatap Song Ji'an.
" Jika semua hal ini berhubungan dengan mu!! Aku bersumpah di dunia bawah ini, tidak akan ada lagi keluarga Song. " tatapnya mengintimidasi yang kuat.
Song Ji'an yang melihat tatapan Xuan, gemetar ketakutan di buatnya. Keringat bercucuran ditubuhnya, dan nafasnya tidak stabil, kemudian ia mengambil langkah mundur agar tidak terlalu tertekan oleh aura yang di keluarkan Xuan
Kemudian, Xuan kembali meneruskan langkah kakinya menuju kamar raja untuk mengobati Yun Mi'an
" Tadi... itu...?! Apa tadi itu... Xuan?! ", gemetar, dan takut.
" Apa dia Qin Xuan?! Penguasa dunia bawah yang ditakuti 5 alam besar, yang...sebenarnya!? Apa itu tadi... wujud aslinya?! Itu... benar... benar... menyeramkan...!! ", ketakutan.
* Paviliun Xinhua
•Kamar Raja...
Xuan membaringkan tubuh Yun Mi'an yang terluka dengan perlahan dan berhati-hati. Namun, ketika Xuan membaringkan Yun Mi'an tiba-tiba, mendesah kesakitan
" Ughh... ", rintih Yun Mi'an.
"...(tertegun)... Yun'er?! Kau kenapa?! ", cemas.
Namun, Yun'er tidak meresponnya, ia hanya terus mendesah kesakitan. Kemudian, ia menyentuh kening Yun Mi'an, mencoba memeriksa kondisi tubuhnya. Tubuh yang begitu dingin, namun juga ada suhu tinggi yang terasa secara bersamaan. Hal itu semakin membuat Xuan khawatir
" Pengawal!! Panggil tabib... tidak!!
Panggil Panglima Luo kesini, cepat!!! ", perintahnya.
" BAIK YANG MULIA!! ", jawabnya tegas.
.
.
*Beberapa Menit Kemudian...
" Bagaimana keadaannya?! ".
__ADS_1
Panglima Luo hanya diam saat ditanyai Raja Xuan, ia terus menatap Sang Ratu yang terbaring lemah dengan rasa tidak nyaman yang dirasakan
" Luo!! Jawab pertanyaan ku!! ", pintanya tegas.
Kemudian, Panglima Luo menarik nafas panjang
" Kondisi Yang Mulia Ratu saat ini... membahayakan nyawanya, mungkin... ", ragu untuk berbicara.
" Mungkin apa!? ", tidak sabar.
" Mungkin... mungkin Yang Mulia Ratu tidak bisa bertahan dari bahaya itu sampai besok.... Yang Mulia... ", ujarnya tegas dan yakin, sembari menundukkan kepala.
" Apa kau bilang!!? ", tertegun dan khawatir.
" Kenapa!!?", tanyanya dingin.
" Dia hanya di hukum cambuk saja! Kenapa bisa sampai membahayakannya!? ", sedih.
" Kau pasti berbohong' 'kan? Jika kau menyebarkan berita palsu, kau akan di hukum mati. Mengerti?! " tegasnya.
" Yang Mulia, hamba tidak akan pernah berbohong, apalagi...ini menyangkut nyawa Yang Mulia Ratu..", jawabnya juga bersedih.
" Apa alasannya!? Beri aku alasan yang masuk akal!! ", pintanya tegas.
" Alasannya... karena... ", terhenti.
" APA ALASANNYA!!? ", teriaknya marah.
" Itu karena Yang Mulia Ratu kehilangan salah atu Jiwanya!! ", menjawab dengan cepat.
"...!!! ", terkejut.
Xuan hanya terpaku diam kerna jawaban yang diberikan Panglima Zhang Luo, kemudian Panglima Luo meneruskan perkataannya
" Setelah Yang Mulia Ratu melepaskan salah satu Jiwanya, Yang Mulia belum beristirahat dengan baik. "
" Seharusnya, jika seorang Dewa atau Dewi yang melepas Jiwa mereka, mereka harus beristirahat setidaknya satu minggu atau, paling lama satu bulan... ", tuturnya menjelaskan.
" Namun, setelah seminggu pelepasan Jiwa...!!Bukan hanya tidak beristirahat dengan baik, Yang Mulia Ratu malah mendapat luka fisik dan tidak makan selama satu minggu penuh. "
" Apalagi jiwa yang dilepaskan oleh Yang Mulia Ratu adalah Jiwa Ketujuh yang merupakan Jiwa Tertinggi. "
Pernyataan Panglima Luo membuat Xuan tercengang
" Seorang Dewa atau Dewi, pasti akan memiliki Jiwa Ketujuh ini, Jiwa ini merupakan Jiwa Tertinggi yang mampu memberikan kehidupan setelah kematian bagi sang Dewa-Dewi tang memilikinya, karena itulah Jiwa Ketujuh ini juga disebut dengan Jiwa Suci... ", sambungnya.
" Akan tetapi... hanya Dewa-Dewi tingkat tinggi yang memiliki Jiwa Suci ini "
" Apakah ini sama seperti Jiwa Abadi milikku?? ", ujrnya setelah mendengarkan penjelasan Panglima Luo dengan seksama.
" Benar Yang Mulia... ", jawabnya sambil menunduk hormat.
" Jiwa Abadi dan Jiwa Suci memiliki tingkat dan fungsi yang sama yakni, Jiwa Tingkat Tujuh, yang merupakan tingkat jiwa tertinggi. Yang membedakannya hanya asal pemiliknya, karena Yang Mulia Ratu berasal dari dunia Dewa-Dewi, Jiwa Tertinggi disebut itu Jiwa Suci sedangkan Yang Mulia yang berasal dari Dunia Bawah atau Klan Iblis disebut Jiwa Abadi. "
" Aku tidak tau kenapa, dan alasan apa yang membuat Yang Mulia Ratu rela melepaskan jiwa Ketujuhnya... ", berpikir.
"...(tertegun)...!! Apa jangan-jangan...?! ", bisiknya, teringat sesuatu.
" Xuan... maafkan aku! Aku... akulah yang menyakitimu...!! Seharusnya aku tidak memberikannya padamu!! Aku minta maaf!! Maafkan... aku!! ", mengingat kata-kata Yun Mi'an saat dipenjara.
" Apa yang dia maksud dengan "Memberikan" itu... adalah jiwanya?? Tapi kenapa??! ", pikirnya.
" Yang Mulia... ", panggil Panglima Luo.
" Katakan ", menatap Panglima Luo.
" Ada satu hal lagi, yang harus ku katakan padamu. Ini menyangkut nyawa Yang Mulia Ratu... ", sambungnya.
" Apa!? ", dingin, dengan wajah pokernya.
" Yang Mulia Ratu... ", ragu-ragu.
" Terkena Racun Dingin!! ", ujar Panglima Luo, memberanikan diri untuk meneruskan meski takut.
" Racun Dingin? ", ujarnya dengan wajah lesu.
" TUNGGU...!!! ",terkejut.
" Bagaimana mungkin? Kenapa Yun'er bisa terkena racun dingin? Dia tidak menyentuh Bunga Kristal Biru...?! ", tanya Xuan bingung.
" Hamba tidak tahu pasti?! Yang jelas, Yang Mulia Ratu terkena racun dingin setelah pelepasan Jiwa Ketujuhnya... ", jawabnya berasumsi.
" Itu hanya asumsi mu saja.. ", sahutnya dingin.
" Maaf jika hamba lancang Yang Mulia.. "
" Tapi... setahu saya, jika seseorang Dewa-Dewi tingkat tinggi seperti Yang Mulia dan Yang Mulia Ratu terkena racun dingin, hal itu tidak akan terlalu parah jika memiliki jiwa Ketujuhnya. Namun, jika terkena racun dingin setelah kehilangan jiwa Ketujuhnya, maka... ", terhenti sejenak.
" Racun dingin itu akan membahayakan nyawa penderitanya... ", sambungnya.
" Dan saya memiliki asumsi bahwa, Yang Mulia Ratu terkena racun dingin setelah pelepasan jiwa Ketujuhnya ".
.......
...******...
__ADS_1