
* Episode Sebelumnya...
" Aku tau batasannya, kau tenang saja! Tidak perlu terlalu khawatir.. ", ujar Qin Xuan keras kepala.
.
......................
.
Qin Xuan yang keras kepala membuat Jendral Liu kesal, tiba-tiba Jendral Liu melihat sekilas ke arah Yun Mi'an
Jendral Liu mengerutkan keningnya ketika melihat Yun Mi'an yang tertidur dalam pelukan Qin Xuan
" BAHKAN JIKA KAU SANGAT INGIN MENEMUINYA KAU TIDAK BOLEH MENGGUNAKAN KEKUATAN TERLARANG ITU!! "
" APA KAU PIKIR MIA AKAN MEMAAFKAN MU, JIKA DIA TAU APA YANG KAU LAKUKAN INI!!? ", teriak Jendral Liu yang sedang marah besar.
Qin Xuan terkejut dengan kata-kata yang dilontarkan Jendral Liu
Tiba-tiba, Yun Mi'an yang sejak tadi tidur dengan tenang bergumam sambil mengerutkan keningnya dan memeluk erat Qin Xuan
" Ehmm!! "
Hal itu membuat Jendral Liu dan Qin Xuan secara serentak memandang Yun Mi'an
" Kau lihat! Bahkan sampai sekarang dia masih menghawatirkan mu!! "
" Jadi maksud mu... ", menatap dingin Jendral Liu.
" Aku tidak boleh melakukan ini demi Yun'er? "
__ADS_1
" Bukan itu maksud ku... ", sahutnya yang terlihat sulit untuk menjelaskan.
" Maksud ku... "
" Aku melakukan ini juga demi dirimu!! ", sambung Qin Xuan memotong ucapan Jendral Liu.
"..(tertegun).. Apa...!? "
" Apa maksud mu!? ", tanya Jendral Liu yang masih sedikit terkejut.
Qin Xuan terdiam sejenak, lalu ia meneruskan kata-katanya pada Jendral Liu
" Karna aku tau bagaimana sifat Yun'er, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk memberitahumu tentang apa yang terjadi saat itu. "
" Mak.. maksud... mu...! Kau ingin memberitahu ku tentang kebenaran Mia yang di fitnah?! "
" Em... ", jawab Qin Xuan sembari menganggukkan kepala dengan pandangan yang dialihkan.
" Dulu aku pernah berjanji bahwa aku yang akan menggantikan dia menceritakan semuanya padamu. "
" Aku selalu melihat Yun'er gelisah karena belum bisa menceritakannya padamu. Kau sendiri tau jika dia tidak bisa berbohong dan jika dia menyembunyikan sesuatu dia akan bingung bagaimana caranya untuk memberitahukannya. "
" Hal itu membuatku tidak tenang. Kau tau aku paling tidak suka melihat Yun'er cemas dan khawatir. "
" Ketika kau pergi berperang di daerah perbatasan, dia ingin menceritakannya padamu, tapi seperti yang kita tau, tanpa diduga musuh menyerang istana dan Yun'er tertusuk panah. "
" Di situlah aku berjanji padanya untuk menceritakan semua yang tidak sempat dia ceritakan padamu. "
Mendengar penjelasan Qin Xuan, membuatnya terdiam sesaat
" Lagipula... ", ragu-ragu.
__ADS_1
" Kau... kau adalah... kakak ku!! Dulu aku tidak pernah merasakan kehangatan dari keluarga ku dan aku sudah menganggap mu seperti kakak ku sendiri. Karna itulah aku tidak bisa berbohong padamu.. ", gumam Qin Xuan dengan wajah memerah.
"..(tercengang).. Hahh!!? "
" Xuan? Kau bilang apa?! "
" Kenapa wajah mu sampai memerah seperti itu?! "
" Tidak!! Aku tidak mengatakan apapun! Kau salah dengar!! ", bantah Qin Xuan dengan tegas.
" Ooohh!! Ayolah!! Aku tau kau mengatakan sesuatu tadi, aku mendengarnya.. "
" Kau bilang aku sudakh kau anggap seperti kakak mu sendiri... "
" Sudah ku bilang aku tidak mengatakan apapun!! ", bantahnya lagi dengan wajah yang semakin merona.
" Xuan...? "
" Apa kau sedang tersipu?! ", ujar Jendral Liu dengan nada menggoda.
" Tidak!!! ", teriak Qin Xuan membantah.
" Benarkah?! "
" Ya! Itu benar!! "
" Hahaha!!! Aku tidak tau jika raja neraka juga bisa tersipu hanya dengan mengatakan kalimat manis seperti itu... ", ujar Jendral Liu sambil tertawa.
.
.......
__ADS_1
...*****...