
... Usai menyimpan pakaian itu, Yun Mi'an lantas pergi tidur. Namun, seperti biasa ia tidak bisa tidur dengan lelap, ia terus bolak-balik memiringkan tubuhnya agar dapat tidur dengan nyaman, akan tetapi tetap tidak bisa. Yun Mi'an terus berusaha memejamkan matanya agar bisa tidur. Namun, hasilnya tetap tidak bisa, ia pun mengerutkan keningnya karena kesal
Karena sudah berusaha dengan keras namun hasilnya nihil, akhirnya Yun Mi'an membuka matanya kemudian duduk dan dengan kesal berkata
"Kenapa aku tidak pernah tidur setiap malam?! Apa aku benar-benar siluman seperti yang dikatakan teman-teman?!! Bahkan siluman saja memerlukan tidur... Sebenarnya kenapa aku tidak bisa tidur??! Ini sudah berlangsung sejak aku kecil!!",ujarnya dengan kesal.
" Tunggu...!!!", tiba-tiba membatu.
"Aku tidak pernah tidur selama 16 tahun, dan aku tidak pernah sakit atau lemah karna hal itu...!!! Jangan-jangan...!! Aku benar-benar bukan manusia!!!", pikirnya dengan sedikit ketakutan.
" Tidak, tidak!! ...(menggelengkan kepala)... Aku adalah manusia...!!", tegasnya.
"Ya... Aku adalah manusia biasa, sama seperti teman-teman ku....!!", ujarnya meyakinkan diri.
" Tapi....!!", termenung dan berfikir.
"Sejak aku masih kecil, aku tidak pernah tidur!! Dan ketika semua orang tertidur aku hanya bisa berjalan mengelilingi tempat itu dan belajar setiap malam tanpa istirahat... Hanya saja...", mengenang.
"Ketika aku bertemu dengan paman waktu itu...!! Aku bisa tidur dengan nyenyak disampingnya, aku merasa ada kedamaian jika aku tidur disampingnya, sangat nyaman...", mengenang dengan ekspresi rindu.
"Aku sangat suka dengan aroma tubuh paman itu... Aromanya benar-benar sangat wangi... Bahkan sampai sekarang aku belum melupakannya. Apakah... Aku masih bisa bertemu dengannya lagi??? ", pikir Yun Mi'an.
"Aku sangat merindukan paman itu...", sedih.
Memang benar, sejak kecil Yun Mi'an tidak pernah tidur baik itu siang atau malam hari, namun yang membuatnya semakin terlihat aneh dan berbeda dengan orang lain ialah, ia tidak pernah sakit atau merasa lelah walaupun dirinya tidak pernah merasakan tidur. Setelah selesai berbicara dengan dirinya sendiri, ia menggelengkan kepalanya, melupakan apa yang dikatakannya tadi, lalu kembali berbaring dan berusaha keras menutup mata agar bisa tertidur
Saat ia berusaha untuk tidur rumah, ada sesosok bayangan yang mendekatinya. Ternyata, bayangan itu milik seorang pria yang pernah muncul di luar pagar rumahnya dan selalu
mengawasinya.
"Yun'er, kau bukanlah siluman, kau juga bukan manusia...!! Tapi kau Dewi!!! Dewi Keadilan yang sangat cantik...", ujar pria misterius itu.
Pria misterius itu, melihat wajah Yun Mi'an dari dekat, ia tersenyum ketika melihat wajah Yun Mi'an yang mengerutkan kening karena kesulitan untuk tidur. Kemudian ia mengulurkan tangannya dan menyentuh kening Yun Mi'an
"Aku yang membuatmu kesulitan tidur, karena itu... Aku juga yang akan menidurkan mu...", ujarnya sambil tersenyum.
Seketika, dari tangan pria misterius itu keluar sebuah kekuatan yang juga misterius. Selang beberapa detik, Yun Mi'an perlahan mulai tenang dan tertidur dengan nyenyak
"Kau masih seperti dulu, wajahmu seperti anak kecil saat sedang tidur...!! Begitu lolos dan lugu, namun... Ketika kau sadar kau persis seperti iblis kecil...!! Dasar, kau adalah iblis kecilku.... ", bisiknya sambil tersenyum sembari mencubit hidung Yun Mi'an.
Ternyata pria misterius itu sedang membantu Yun Mi'an agar bisa tertidur dengan kekuatannya. Pria itu kemudian mendekat ke wajah Yun'er
"Selamat tidur Yun'er-ku, semoga kau bermimpi indah...", bisik pria misterius itu, sambil tersenyum lalu mencium kening Yun'er.
Setelah membantu Yun'er tidur, ia melangkah mundur dengan senyuman yang masih terukir di wajahnya. Namun ketika dia membalikkan badan, ada sesuatu yang menahannya
Pria itu pun membalikkan badannya kembali. Ia terhanyut dalam pandangannya ketika ia melihat Yun Mi'an menggenggam jari telunjuknya, lalu perlahan pria itu tersenyum
Kemudian, ia mengambil nafas panjang dan menarik pelan tangannya agar tidak membangunkan Yun Mi'an. Namun, Yun Mi'an malah menggenggamnya lebih kuat
__ADS_1
"Jangan pergi... XUAN!! ", ujar Yun Mi'an yang mengigau.
Pria itu terkejut ketika mendengar ucapan Yun Mi'an, ia terus menatap Yun Mi'an yang sedang tertidur sambil menggenggam jarinya. Matanya yang tajam dan jernih itu mulai berkaca-kaca
" Yun'er... ", dengan suara sedikit gemetar.
" Xuan... Jangan pergi...", gumamnya lagi, dengan air mata yang menetes.
Seketika, perasaan pria itu bercampur aduk, sedih, terluka, marah, senang, semuanya tercampur menjadi satu. Ia tidak tega untuk meninggalkan Yun Mi'an
Dengan perlahan pria itu menutup matanya dan berusaha menenangkan hatinya. Kemudian, dengan menggunakan kekuatannya menarik kursi yang ada di meja belajar Yun Mi'an mendekat kepadanya
Ia pun duduk di kursi itu dan tidur di sana, dengan tanpa melepas genggaman tangan Yun Mi'an.
"Baiklah...!!! Aku tidak akan pergi, aku akan tetap di sini menunggumu. Tidurlah dengan nyenyak, semoga kau tidak mengalami mimpi buruk...", bisiknya.
Pria itu seperti sendang menjaga orang sakit, tangannya terus berada dalam genggaman Yun Mi'an dan dia tidak bergerak sama sekali dari tempat duduknya. Perlahan, matanya mulai menutup, ia pun tertidur dengan santai di kursi itu.
Malam semakin larut, suasana kini semakin sunyi. Hanya suara angin yang berhembus yang terdengar, namun tiba-tiba...
"Emh...", suara mendesah.
"Xuan... Xuan...", gumam Yun Mi'an.
Suara Yun Mi'an, membuat pria itu terbangun, ia pun menoleh kearah Yun Mi'an. Yun Mi'an mengerutkan keningnya, dengan nafas yang yang terengah-engah, keringat dingin hampir membasahi seluruh tubuhnya, wajahnya pucat pasi dan gelisah
Tubuhnya tidak tenang dan terus bergerak-gerak, kepalanya terus menoleh kanan dan kiri. Tiba-tiba ia menggenggam tangan pria itu dengan kuat. Ekspresi gelisah yang terlukis pada wajahnya semakin terlihat. Melihat kondisi Yun Mi'an, membuat pria itu khawatir
" Xuan... Jangan pergi...!!"
"Aku di sini, aku tidak pergi kemana-mana. Ada apa Yun'er?? ", seketika menggenggam tangan Yun Mi'an.
"...(terkejut)...!!! Kenapa tangannya sangat dingin??!", pikirnya khawatir.
"Tidak...!! Xuan... Bahaya!!! Jangan... Pergi!!"
"Ada apa? Jangan apa? Kau tidak ingin aku untuk apa? Apanya yang bahaya??!", ujarnya bingung juga cemas.
“Sebenarnya apa yang ada dalam mimpi Yun'er? Kenapa kau bisa se-gelisah ini??”, pikirnya bingung untuk melakukan apa.
"Yun'er, tenanglah... ", ujarnya sembari terus menggengam tangan Yun Mi'an, dan mengusap wajahnya.
"Xuan...!!Tidak...!! JANGANN !!!!", teriak Yun Mi'an, seketika langsung terduduk, dengan mata yang masih tertutup.
Dengan cepat pria itu memeluk Yun Mi'an
" Yun'er, tenaglah... Aku disini, aku tidak akan pergi kemanapun jika kau tidak mengizinkannya, kau tenang saja... ", ujar pria itu menenangkan, sembari mengelus-elus kepala Yun Mi'an.
Kemudian pria itu pun melepas pelukan itu, dan membaringkannya kembali. Yun Mi'an perlahan membuka matanya,dalam keadaan setengah sadar, ia melihat kearah pria itu. Yun Mi'an yang melihat samar-samar wajah pria itu, tanpa disadari Yun Mi'an menyentuh wajahnya
__ADS_1
" Xuan...", ujar Yun Mi'an tersenyum.
"Iya, aku di sini. Aku tidak akan meninggalkanmu. Apa sekarang kau bisa tenang.", sahut pria itu menangkap tangan Yun Mi'an dan membalas senyuman Yun Mi'an.
Perlahan, mata Yun Mi'an pun tertutup. Ia pun kembali tidur. Kemudiaan pria itu menaruh tangan Yun Mi'an di atas tubuhnya.
"Karena kau tidak mengizinkan aku pergi...kalau begitu, aku akan tidur bersamamu malam ini... Aku akan mengusir semua mimpi buruk mu. Mereka tidak akan datang lagi... ", ujar pria misterius itu, lalu mencium kening Yun Mi'an.
Dari kecupan itu, keluar sebuah cahaya semacam kekuatan sihir yang membuat Yun Mi'an tidur lelap dalam satu detik. Pria itu pun tidur disamping Yun Mi'an, ia memeluk Yun Mi'an dari belakang tanpa melepas tangan Yun Mi'an
Tiba-tiba, Yun Mi'an melepas genggamannya dan berpindah posisi, ia memeluk pria misterius yang tertidur disampingnya dengan erat. Sekali lagi, pria itu tersenyum senang, wajahnya berseri, ia pun membalas pelukan Yun Mi'an dengan memeluknya lebih erat
Kini, Yun Mi'an dan pria misterius itu tidur saling berhadapan. Wajah polos Yun Mi'an yang tertidur, membuat pria itu terus menatapnya tanpa berkedip. Ekspresi lelah yang ia perlihatkan saat tidur sangatlah jelas
Seperti seorang anak kecil yang sudah sangat mengantuk dan ingin segera tidur, akhirnya Yun Mi'an bisa tidur dengan lelap dan damai, tanpa merasakan kesulitan dan gelisah
Melihat wajah lelah itu, pria itu pun membelai wajahnya, tiba-tiba Yun Mi'an Menggosok-gosokkan pipinya ke dada pria itu sambil tersenyum. Sontak saja hal itu membuat pria itu terkejut dengan wajah yang memerah.
"Astaga!!! Wanita ini...!! Kenapa setiap kali aku menyentuhmu, kau selalu meresponnya...?! Bahkan saat tidur sepuas ini sekalipun..!!", ujar pria itu dengan senyum kesalnya.
" Lebih baik aku tidak mengganggunya lagi, dia sudah sangat lelah, dan sekarang aku malah menggangu istirahatnya... ", ujarnya dalam hati, merasa kasihan.
" Sekali lagi, selamat tidur Yun Mi'an...!!! ", ucapnya lirih.
°°Pukul 1 dini hari
" ...(membuka mata, lalu melihat Yun Mi'an)... Apa yang sebenarnya dia mimpikan?? ", pikir pria itu.
Karena rasa penasaran yang kuat, pria itu berniat untuk melihat apa yang diimpikan oleh Yun Mi'an. Kemudian ia menempelkan keningnya ke kening Yun Mi'an, kemudian memejamkan matanya
°°Selang beberapa menit
Pelan-pelan pria itu membuka matanya dengan sedikit air mata yang mengalir. Tiba-tiba, mencium kening Yun Mi'an yang masih tidur dipelukannya.
"Maafkan aku Yun'er, aku bersalah padamu, dulu dan sekarang... Semua itu salahku, tanpa mencari tahu kebenarannya... Aku langsung menghukummu...!! Sekali lagi... MAAF!!! Maaf telah membuat mu menderita...", ujarnya dengan penuh penyesalan.
Pria itu pun memeluk Yun Mi'an dengan sangat kuat namun juga lembut
Tiba-tiba, matanya memandang lurus ke depan, dengan ekspresi dingin dan mengintimidasi yang kuat
"Sekarang...aku harus membuat mereka mengerti, apa akibatnya menyinggung seseorang yang seharusnya tidak mereka singgung...", ujarnya lirih.
pria itu pun bangun dari tempat tidur, dan berniat pergi, namun tangan Yun Mi'an kembali menarik jarinya, pria itu hanya tersenyum. Kemudian, ia kembali mengecup kening Yun Mi'an. Sekali lagi, muncul cahaya aneh yang membuat Yun Mi'an tidur dengan pulas
"Tetaplah di sini, tidurlah dengan nyenyak, kau sudah lama tidak tidur se-lelap ini. Kau pasti sangat lelah, aku akan segera kembali setelah tugasku selesai...", bisiknya pada telinga Yun Mi'an, sembari mengusap-usap kepala Yun Mi'an.
Seketika Yun Mi'an melepas jari pria itu begitu saja seolah-olah ia mendengar dan mengertiapa yang dikatakan oleh pria itu
Pria itu kembali tersenyum saat melihat tingkah Yun Mi'an meski saat sedang tertidur pulas
__ADS_1
Kemudian dia berbalik, seketika itu senyuman dengan tatapan mata yang lembut yang terlihat saat memandang Yun Mi'an langsung hilang, dan berubah dengan tatapan tajam dengan wajah dingin yang mampu menekan udara disekitarnya. Pria itu mengambil langkah besar dan pergi meninggalkan Yun Mi'an dengan kekuatannya yang melindungi Yun Mi'an.
*****