MENJEMPUT PERMAISURI RAJA NERAKA

MENJEMPUT PERMAISURI RAJA NERAKA
PERUBAHAN JENDRAL YUN LIU


__ADS_3

*Episode Sebelumnya....


" Belum sempat sang kakak menjelaskan bahwa dia melakukan itu di luar kendalinya. "


" Sang adik langsung berlari menjauh dan bersembunyi di balik batu besar yang ada di goa itu. "


.


......................


.


" Melihat sang adik yang takut padanya, membuat sang kakak tertegun dan hatinya terguncang karna dirinya yang hampir membunuh adik tercintanya dan membuatnya ketakutan. "


" Karena sang adik yang terus bersembunyi di balik batu besar dengan tubuhnya yang masih gemetar ketakutan. "


" Sang kakak memutuskan untuk pergi meninggalkan adiknya sediri dulu, agar bisa menenangkan hatinya. "


" Namun, sebelum dia pergi... dia masih memberi janji pada adiknya. "


" Mia tenang saja, kakak tidak akan mendekatimu. Kakak pasti akan menjaga jarak darimu, agar kakak tidak menyakitimu! Kakak juga akan tetap menjagamu dari samping... "


" Kakak keluar dulu, kakak ingin mencari makanan untuk Mia. Mia pasti lapar 'kan?? "


" Kata-kata itu dia ucapkan dengan wajahnya yang tersenyum dan air mata yang menetes ke pipinya. "


" Meskipun sang adik masih berusia 5 tahun, namun saat dia melihat sang kakak yang berbicara dengan ekspresinya saat itu membuat sang adik merasa sedih, namun dia masih takut pada kakaknya yang tiba-tiba berubah menjadi sangat menakutkan. "


" Setelah sang kakak pergi untuk waktu yang lama, sang adik mulai cemas dan khawatir. "


" Sejenak dia berpikir, apakah kakaknya baik-baik saja atau... di pergi meninggalkan adiknya sediri karena merasa sedih. "


" Sang adik mulai panik dan banyak berpikir. Apakah kakaknya berubah kembali menjadi iblis? Apakah kakaknya tidak akan kembali lagi dan bersamanya? Atau, apakah kakaknya memang sengaja meninggalkan dia seorang diri di hutan?! "


" Ada begitu banyak pertanyaan di dalam hatinya. Akan tetapi, sang adik masih mempercayai kakaknya. Ia terus menuggu sang kakak untuk kembali. "


" Namun, sampai langit mulai gelap, sang kakak tak kunjung kembali. Akhirnya dia memutuskan untuk keluar mencari kakaknya. "


" Setelah mencari sang kakak untuk waktu yang lama dan menyusuri hampir seluruh hutan, sang adik masih belum menemukan sang kakak. "

__ADS_1


" Semakin panik dan khawatir, dia juga mulai sedih. "


" Setelah pencarian yang cukup lama dan jauh dari goa itu, tanpa di duga sang adik mala bertemu dengan para penduduk Desa Ling Long dengan jumlah yang banyak. "


" Masing-masing dari mereka membawa senjata tajam dan obor, dengan sorakan seseorang yang membuat para penduduk mengamuk. "


" BUNUH ANAK INI!! DIA DAN KAKAKNYA SEORANG SILUMAN!! MEREKA ADALAH IBLIS KEJAM YANG SUKA MEMBUNUH!! ", teriak seorang pria dari salah satu kerumunan.


" YA!! BUNUH MEREKA!! ATAU KITA YANG AKAN MATI!! ", ujar pria lain.


.


" Lalu, apa yang terjadi pada sang adik? Apa dia melawan? ", tiba-tiba Qin Xuan berbicara sambil menatap Yun Mi'an.


"...(menggelengkan kepala)... Tidak... "


" Kenapa? Bukankah dia sudah tau jika dirinya seorang Dewi? Seharusnya dia bisa mengalahkan orang-orang itu, lagipula mereka hanya penduduk biasa ", ujar Xuan bingung sembari memiringkan kepalanya.


Yun Mi'an hanya tersenyum tipis pada Qin Xuan


" Suami-ku..!! ", panggil Yun Mi'an sembari menatap wajah Qin Xuan.


" Hem..!? ", sahutnya balik menatap Yun Mi'an.


" Tentu saja dia akan membunuh dirinya sendiri. ", jawabnya dengan sedikit bingung.


" Kenapa seperti itu? "


" Dia akan membunuh dirinya sendiri katena dia ingin melawan seseorang yang sudah berada di atasnya dengan kemampuannya yang masih baru. "


" Sama seperti sang adik saat itu. "


" Dia hanya seorang manusia biasa, meskipun dia sudah mendapatkan kekuatannya kembali dan mengetahui identitas aslinya, dia tetap tidak akan bisa mengalahkan semua penduduk itu karena dia belum bisa mengendalikan kekuatan itu ", tuturnya.


" Terlebih lagi dia hanya seorang gadis kecil yang belum malkukan pelatihan. "


" Tidak seperti kakaknya. Meskipun kakaknya sulit untuk mengontrol dan mengendalikan kekuatannya, tapi dia memiliki pelatihan kecil meski hanya pelatihan fisik. "


" Sang kakak pun yang sudah memiliki pelatihan fisik, tidak bisa mengontrol kekuatannya. Apalagi sang adik yang tidak pernah memiliki latihan baik fisik atau energi spiritual ", jelas Yun Mi'an.

__ADS_1


Sejenak Qin Xuan terdiam


" Lalu apa yang terjadi pada sang adik? Apakah dia melawan atau tidak? "


" Dia melawan, namun kekuatan yang besar dalam tubuhnya yang hanya seorang manusia biasa membuatnya terluka parah karena kekuatan yang tiba-tiba kekuatannya menyerangnya balik. "


" Lalu siapa yang membuat semua warga berpikir jika mereka seorang monster? Bukankah hanya para penatua licik itu yang mengetahuinya? "


" Karna ternyata... "


" Salah satu diantara penatua itu berhasil lolos dari pandangan sang kakak. "


" Ketika sang kakak melawan para penatua dengan kulivatir yang cukup tinggi, penatua yang barada di tahap menengah itu melarikan diri ke belangjang goa dan memanggil para penduduk untuk membunuh kedua saudara itu. "


" Ketika penatua itu sedang menyerap jiwa suci milik si adik yang sedang terluka tiba-tiba ia diserang oleh seseorang. "


" Dan orang itu adalah sang kakak. "


" Benar! "


" Si penatua itu sangat marah pada orang yang menyerangnya. Padahal tinggal sedikit lagi ia berhasil menyerap seluruh jiwa suci milik si adik. "


" Sementara sang kakak, dia yang melihat adiknya terluka parah dan terkapar di tanah, membuatnya semakin marah pada para penduduk desa Ling Long ketika dia juga melihat para penduduk desa Ling Long yang membawa sejata tajam dan obor bersama-sama menyerang adiknya. "


" Dan... "


" Secara bertahap, wujud sang kakak berubah kembali sepeti saat di dalam goa. "


" Namun, ada yang berbeda dari perubahan sebelumnya. "


" Tubuh sang kakak tiba-tiba bertambah tinggi, seolah-olah usianya sudah bertambah. Tanduk yang tadinya kecil juga bertambah besar seolah-olah mengikuti tumbuh kembang tubuhnya. "


" Dan matanya semakin merah dari sebelumnya. "


" Dalam sekejap sang kakak yang tadinya seorang anak berusia 9 tahun, berubah menjadi seorang remaja berusia belasan tahun. "


" Rambutnya, juga menjadi panjang dan berwarna putih. "


" Amarah yang sudah tak terbendung lagi membuatnya membunuh semua penduduk desa Ling Long. "

__ADS_1


.......


...*****...


__ADS_2