MENJEMPUT PERMAISURI RAJA NERAKA

MENJEMPUT PERMAISURI RAJA NERAKA
BERTEMU YANG MULIA (Part 2)


__ADS_3

*Episode sebelumnya...


...โ€œ ๐™ฉ๐™š๐™ฃ๐™–๐™œ๐™ก๐™–๐™...๐™™๐™ž๐™– ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™š๐™œ๐™š๐™ง๐™– ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฉ ๐™ข๐™ช ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™ž๐™ฉ๐™– ๐™จ๐™š๐™ข๐™ช๐™–... โ€.


Suara yang tiba-tiba muncul entah dari mana mengejutkan Dosen Liu, sontak saja dia tersadar kerena tenggelam oleh pikirannya sendiri


" YANG MULIA!!! ", lantangnya, langsung berdiri tegak.


......................


Kemunculan suara itu disertai munculnya kupu-kupu malam (biru-hitam), Dosen Liu pun bangkit dari tempat duduknya dan mencari pemilik suara itu, namun tak ada siapapun di ruangan itu, meskipun Dosen Liu tau dari mana asal suara itu, namun ia tak dapat menemukan pemiliknya


" Jangan mencari ku lagi!! Aku disini..."


" ...๐™†๐˜ผ๐™†๐˜ผ๐™† ๐™„๐™‹๐˜ผ๐™!! ", sambungnya.


Dosen Liu pun berbalik dan melihat seorang pria yang misterius berdiri di belakangnya, ia lantas berlutut di hadapan pria misterius itu


" Salam Yang Mulia...!! ", ujarnya menghormati.


" Jangan terlalu sungkan, kita sekarang keluarga. Adik mu adalah istri ku, jika dipandang sebagai keluarga, seharusnya aku lah yang membungkuk hormat padamu bukan sebaliknya... ", jelasnya


" Jangan seperti itu Yang Mulia, di sini aku adalah bawahan mu, jadi aku harus berlutut padamu sebagai bawahan mu... ", sahutnya.


" Tapi aku berdiri disini sebagai adik ipar mu... ", sambungnya.


"Tapi Yang Mulia... !!! ", kukuh.


" Huff!! ...(menghela nafas)...!! Sudahlah... terserah kau saja, jangan berdebat lagi... aku tidak bisa menang dari mu, dan... kedatangan ki kesini karena ingin mendiskusikan sesuatu padamu... ", mengalah.


" Maaf Yang Mulia!? ", pintanya.


" Tidak apa... ", memaafkan.


" Sekarang berdirilah...!! ", perintahnya.


" Terima kasih Yang Mulia... ", ujarnya sembari berdiri


" Yang Mulia... ", mencoba berbicara.


" Ya... ", jawabnya singkat.


" Maaf jika hamba lancang. Bolehkah hamba bertanya sesuatu?? ".


" Katakan ", sahutnya.


" Apakah Yang Mulia sedah bertemu dengan Ratu atau belum?? ", memberanikan diri.


" Aku sudah bertemu dengannya, namun... DIA belum bertemu dengan ku... ", jawabnya, terbayang wajah Yun Mi'an.


" ...(berpikir sejenak)... Aku mengerti... ", mengangguk.


" Lalu... apa yang ingin Yang Mulia diskusikan dengan hamba?? ", tanyanya mengalihkan topik.


" Selama aku tidak ada disisinya, aku harap kau akan menjaganya dengan baik...!! ",ujarnya mulai serius.


" Maksud Yang Mulia??! Hamba pikir setelah Yang Mulia datang, Yang Mulia yang akan melindungi Mia??!",kurang paham.


"Aku merasakan bahaya disekitar Yun'er, ada kekuatan yang sangat besar yang mengelilingi rumah Yun'er saat ini. Tapi aku masih belum bisa menemukan kekuatan apa yang sebenarnya ada di sisi Yun'er selain kekuatan ku, dan darimana kekuatan itu berasal, aku masih tau...!! " , jelasnya serius


"Jadi... selama ini ada seseorang yang selalu mengikuti Mia!! ", ujarnya sedikit terkejut, sekaligus khawatir.


" BENAR!!! Tapi aku masih belum menemukan apa yang salah, aku juga tidak tau siapa orang itu!! ...(berpikir)... Apa kau tau siapa saja yang dekat dengan Yun'er?? ", tanyanya.


"...Sepertinya ...(berusaha mengingat)... tidak ada, selama aku berada di sini, aku memang selalu mendengar para manusia ini menyebutkan nama Mia, namun yang aku dengar dari para mahasiswa, mereka menyebutnya Mia sebagai siluman kelelawar karena dia tidak bisa tidur. Hanya itu saja, juga tidak pernah melihat Mia dekan dengan siapapun di kampus ini selama aku bekerja di sini. Mungkin karna rumor mengatakan bahwa dia adalah siluman kelelawar, itu sebabnya dia tidak memiliki teman, malah banyak yang membencinya...(berpikir)...!!!", tiba-tiba terkejut.


Tiba-tiba raut wajah Dosen Liu berubah, ia ketakutan karena teringat akan sesuatu dan membuatnya terkejut.


" ASTAGA...!! Aku lupa jika dia masih di sini, sekarang aku merasa sangat dingin, aku rasa aura membunuhnya muncul lagi, dia pasti sudah mendengar apa yang baru saja aku katakan... ", ujarnya dalam hati, ketakutan.


Kemudian, secara perlahan, dengan memberanikan diri, Dosen Liu melirik ke arah pria misterius itu, setelah melihat raut wajah pria itu, ia semakin ketakutan.


Wajah pria itu berbah menjadi sangat menakutkan, auranya menekan udara disekitarnya, wajah suramnya saat itu akan membuat siapapun tidak berani melihatnya bahkan tidak berani untuk berkata-kata.


" Pria ini bukanlah tipe orang yang akan melepaskan siapapun yang telah menyinggung dia, baik menyinggungnya secara langsung atau menyinggung seseorang yang penting baginya contohnya... adikku... Mia!! ", ujarnya lagi dalam hati, bingung karena takut.


" Huff...!! ...(nafas mendalam)... Jadi... sekarang aku minta padamu, apapun yang terjadi, jangan pernah tinggalkan Mia sendiri! Dan, ingatlah semua orang yang dekat dengannya, siapa saja yang dekat dengannya, laporkan semuanya pada ku. Baik itu tua, muda wanita, Anak-anak... TERUTAMA PRIA!!! ", ujarnya tegas.

__ADS_1


" APAA!!! DIA MELEPASKAN MEREKA BEGITU SAJA??!! ", pikirnya, heran dan terkejut.


" Aku tidak tau apa tujuan mereka, entah karena dia tau akan kedatangan ku atau memang ada tujuan lainnya. Aku akan terus memeriksanya, terus jaga Mia sampai ulang tahunnya yang ke-17 tahun. MENGERTI!! ", ujarnya tegas.


" Mereka??! ", bingung.


" Mereka tidak hanya seorang diri, ada beberapa orang dengan energi spiritual yang berbeda, aku bisa merasakannya... ", jelasnya.


" ...(mengangguk)... Yang Mulia, kenapa tidak kau saja yang melindunginya?! Akan lebih aman jika kau yang melindungi Mia...?! ", bingung.


" Bukannya aku yang tidak mau, tapi... aku tidak bisa. Sebelum umurnya cukup, dia tidak bisa melihatku, itu membuat ku tidak nyaman, aku ada disisinya, namun dia tidak bisa melihat ku,hal itu benar-benar menyakitkan untuk ku...", sedih.


" Tunggu sampai usianya 17 tahun, maka aku yang akan melenyapkan orang-orang yang menyakitinya dan melindunginya dengan nyawaku..!! Untuk sekarang, tugas melindungi Mia ku serahkan padamu, kau juga merindukannya 'kan? Aku memberimu waktu untuk bersama adik mu, sampai saat usianya nanti cukup... maka kau tidak akan ada kesempatan lagi untuk dekat dengannya. Karna kau tau apa konsekuensinya jika aku sudah bersama Mia, namun kau menjadi pengganggu..!!! ", tegasnya, dengan tatapan memperingati.


" Ehk!! ...(takut)... Hamba mengerti Yang Mulia... ", ujarnya yang ketakutan saat menatap mata pria misterius itu.


" Baiklah, sampai disini dulu, aku masih ada urusan. Temui aku dimana Yun'er berada nanti malam, ada yang ingin ku katakan padamu, aku tidak bisa mengatakannya sekarang... ", pintanya sembari membelakangi Dosen Liu.


" Baik Yang Mulia..!! ", jawabnya sembari membungkuk hormat.


" Satu hal lagi...!! ", menunjukan jari telunjuknya.


Dosen Liu yang bingung hanya memiringkan kepalanya


" CATAT SEMUA ORANG YANG MENGATAKAN YUN'ER-KU SILUMAN!!! DAN BERIKAN NAMA-NAMA ITU PADAKU SAAT PERTEMUAN KE-DUA KITA!!! AKU AKAN MEMBUAT MEREKA MENJADI SILUMAN SESUNGGUHNYA!!! ", ujarnya menatap Dosen Liu dengan tajam.


"...(gemetar karena ketakutan)...!!! Sudah ku duga, orang-orang itu tidak akan lolos di tangannya... ", pikirnya dengan senyum tak berdaya.


" Sesuai perintah mu Yang Mulia... ", ujarnya, pasrah.


Pria misterius itu pun menghilang bersama dengan kupu-kupu malam itu.


" ...(membuka mata)...!! Apa aku tertidur?! ", ujarnya Dosen Liu saat membuka tersadar dari tidurnya.


" ...(melihat sekeliling)... Ini sudah sore?! ", bingung


" Apa itu tadi mimpi?? ", pikirnya bingung.


" Jadi... aku bertemu Yang Mulia dalam mimpi? ", pikirnya lagi.


" Dan pesan tadi...?? ", semakin bingung.


" Aku tau kau akan berpikir bahwa kau baru saja bermimpi bertemu dengan ku, jadi aku mengirim pesan lewat kupu-kupu malam ku ini. Lakukan saja apa yang harus kau lakukan sesuai yang kita bicarakan tadi... ", suara pria itu muncul dari kupu-kupu malam itu.


" INGAT!! JANGAN SAMPAI MELAKUKAN KESALAHAN!! ", memperingati


Suara yang tiba-tiba berubah menjadi tajam dan berat, juga mengubah warna kupu-kupu malam itu menjadi hitam pekat dan menyebarkan aura membunuh pria itu dan menekan udara di sekitar ruangan yang membuat Dosen Liu gemetar ketakutan


" MENGERTI!!? ", tegasnya.


" Mengerti Yang Mulia... ", menjawab dengan cepat karena takut, sembari menganggukkan kepala.


" Dukk!! ", suara benturan.


" Aduh.. kepala ku!! ", dengan suara pelan, memegang kening yang terbentur.


" Bagus jika kau mengerti, lanjutkan tugas mu sebagai guru, ingat untuk malam ini kau harus menemui ku, dan ingat... (ragu) ...sembuhkan luka di kepalamu, dan...jangan sampai kelelahan... ", ujarnya dengan nada cuek.


" Terima kasih atas perhatian Yang Mulia... ", sahutnya senang.


" Jangan salah paham!! Aku hanya tidak ingin Yun'er tau jika kakaknya bekerja untuk suaminya sampai kepalanya terluka!! Jika dia tau kau bekerja untuk ku sampai terluka, maka aku tidak bisa menemuinya dengan mudah!! ", sambungnya tegas.


"...(seketika raut wajah berubah datar)... Ehk!! Ternyata tidak berubah, hanya aku yang berpikir berlebihan. Dia tidak akan baik kepada siapapun kecuali Mia... ", ujarnya dalam hati tak berdaya.


" Ya... Yang Mulia... ", ujarnya, senyum terpaksa.


" Baiklah, itu saja...!! Ingat untuk datang menemui ku malam ini!! ", mengingatkan kembali.


" Ini sudah yang ke dua kalinya kau meningkatkan hal ini pada ku, sejak kau mengirim kupu-kupu malam ini. Apakah kau pikir aku orang yang mudah lupakan sesuatu??! ", ujarnya dalam hati, kesal.


" Baik Yang Mulia.. hamba akan mengingatnya.. ", sahutnya, kesal namun tetap tersenyum.


" Kalau begitu, aku pergi dulu!! Nikmati pekerjaan mu... ", ujarnya.


kemudian, kupu-kupu malam itu lenyap di sapu udara


Jika bukan karena kau suami adik ku, aku akan melawan mu tujuh hari, tujuh malam... ", ujarnya mengeluarkan kekesalannya.

__ADS_1


......................


โ€ข malam hari


ยฐยฐ Universitas Long, (Ruangan Dosen Liu)


Dosen Liu yang sedang menulis di ruangannya, kemudian melirik ke luar jendela. Langi sudah gempa, pertanda hari sudah larut, lalu ia melihat jam yang ada di pergelangan tangannya.


" Sepertinya aku harus pergi sekarang... ", ujarnya.


" Tempat di mana Mia berada ya..??? ", berpikir sembari memegang kepala.


" Seharusnya di rumahnya 'kan? ", pikirnya.


" Lebih baik aku lacak saja, agar lebih pasti. Jika aku salah lokasi dan terlambat datang, maka aku akan mati ditempat... ", keluhnya.


Dosen Liu kemudian memejamkan matanya, tiba-tiba ada enegi spiritual yang keluar dari keningnya. Ia pun membuka matanya dengan segera ketika semua energi spiritual itu berkumpul. Seketika, cahaya berwarna hijau berkumpul di bola matanya dan membuat matanya bersinar.


Ia melihat dengan seksama dimana Yun Mi'an berada, kemudian ia melihat Yun Mi'an yang sedang membaca di perpustakaan kampus


Kemudian, Dosen Liu mencoba mencium aroma Yun Mi'an dengan energi spiritual yang ia kumpulkan. Saat hampir tiba di perpustakaan, ia mencium dia aroma yang berbeda,


" Kenapa tiba-tiba ada dua aroma yang berbeda di sini?? Tadi aku hanya mencium satu aroma!?? ", pikirnya bingung.


" Aku tau yang satunya milik Mia, tapi... yang satunya lagi milik siapa...?? ", pikirnya lagi.


"...(teringat)... Jangan-jangan..!! ", menebak.


Dosen Liu pun mempercepat langkahnya menuju ruang perpustakaan. Saat sampai di pintu perpustakaan, ia melihat ruang perpustakaan berubah, dekorasi dan isinya berbeda dari sebelumnya, juga ada kupu-kupu malam yang tidak asing baginya


Aroma yang ia cium tadi semakin lama semakin kuat, dan itu terasa tidak asing.


" Ini... (mencium dengan seksama)... Ini aroma MILIKNYA, bagaimana dia bisa ada di sini? Apa yang dia lakukan di perpustakaan, sampai harus merubah ruang perpustakaan ini?? ", pikirnya, tidak mengerti.


.


ยฐยฐtiba-tiba teringat


" Temui aku dimana Yun'er berada nanti malam.. ", mengingat apa yang dikatakan pria itu


ยฐยฐkembali sadar


" Sekarang aku baru mengerti, apa yang dia maksud dengan kata-kata itu, tapi.... apa Mia tidak pulang dari kampus? Atau... ini hanya alasannya saja, bilang untuk menemuinya dimana Mia berada, padahal di yang membawanya dari rumah ke kampus...?! ", pikir dosen Liu, kesal.


Namun, ketika Dosen Liu melangkah lebih dekat, ia mendengar suara pria itu, sedang yang bersenandung dengan beberapa bait puisi yang dia kenal


" ๐๐ฎ๐ซ๐ง๐š๐ฆ๐š ๐ข๐ง๐๐š๐ก ๐ค๐ข๐ง๐ข ๐ญ๐ž๐ซ๐›๐ž๐ง๐ญ๐š๐ง๐ ... ๐‚๐š๐ก๐š๐ฒ๐š๐ง๐ฒ๐š ๐ฆ๐ž๐ง๐ฒ๐ž๐ฅ๐ข๐ฆ๐ฎ๐ญ๐ข ๐ค๐ž๐ ๐ž๐ฅ๐š๐ฉ๐š๐ง ๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ก๐š๐ญ๐ข๐ค๐ฎ... ๐€๐ค๐ฎ ๐ฆ๐ž๐ซ๐š๐ฌ๐š๐ค๐š๐ง ๐ค๐ž๐ก๐š๐ง๐ ๐š๐ญ๐š๐ง ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฅ๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐ญ, ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฆ๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐š๐ญ๐ค๐ฎ ๐ง๐ฒ๐š๐ฆ๐š๐ง ๐๐š๐ง ๐ฌ๐ฎ๐ฅ๐ข๐ญ ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ฆ๐ž๐ฅ๐ž๐ฉ๐š๐ฌ๐ค๐š๐ง๐ง๐ฒ๐š... ๐’๐š๐š๐ญ ๐ค๐š๐ฎ ๐ฉ๐ž๐ซ๐ ๐ข, ๐ก๐š๐ญ๐ข๐ค๐ฎ ๐ญ๐ž๐ซ๐š๐ฌ๐š ๐ฌ๐š๐ค๐ข๐ญ... ๐’๐ž๐ฉ๐ž๐ซ๐ญ๐ข ๐๐š๐ ๐ข๐ง๐  ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐๐ข๐ญ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ค ๐จ๐ฅ๐ž๐ก ๐ซ๐ข๐›๐ฎ๐š๐ง ๐๐ฎ๐ซ๐ข... ๐๐š๐ ๐š๐ข ๐ฆ๐š๐ฅ๐š๐ฆ ๐ญ๐š๐ง๐ฉ๐š ๐›๐ข๐ง๐ญ๐š๐ง๐ ... ๐๐ž๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐ฌ๐ž๐ฉ๐ข ๐๐š๐ง ๐ฌ๐ฎ๐ง๐ฒ๐ข ๐ก๐š๐ซ๐ข-๐ก๐š๐ซ๐ข ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ค๐ฎ ๐ฃ๐š๐ฅ๐š๐ง๐ข ๐ญ๐š๐ง๐ฉ๐š ๐ฆ๐ฎ... ๐๐ž๐ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐›๐š๐ง๐ฒ๐š๐ค ๐ก๐š๐ซ๐ข ๐š๐ค๐ฎ ๐ก๐ข๐๐ฎ๐ฉ ๐ญ๐š๐ง๐ฉ๐š๐ฆ๐ฎ, ๐ฆ๐ž๐ง๐ž๐ฅ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ซ๐ข ๐ฎ๐ฃ๐ฎ๐ง๐  ๐ก๐š๐ซ๐ข ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ฆ๐ž๐ง๐œ๐ž๐ซ๐ข๐ฆ๐ฎ... ๐Š๐ž๐ญ๐ข๐ค๐š ๐š๐ค๐ฎ ๐ฆ๐ž๐ง๐ž๐ฆ๐ฎ๐ค๐š๐ง๐ฆ๐ฎ,๐š๐ค๐ฎ ๐›๐ž๐ซ๐๐ข๐ซ๐ข ๐๐ข๐ก๐š๐๐š๐ฉ๐š๐ฆ๐ฎ, ๐ง๐š๐ฆ๐ฎ๐ง... ๐Š๐š๐ฎ ๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐ฆ๐ž๐ฅ๐ข๐ก๐š๐ญ ๐ค๐ฎ, ๐ก๐š๐ญ๐ข๐ค๐ฎ ๐ฌ๐ž๐ฆ๐š๐ค๐ข๐ง ๐ฉ๐ž๐๐ข๐ก ๐๐ž๐ง๐ ๐š๐ง ๐ค๐ž๐ง๐ฒ๐š๐ญ๐š๐š๐ง ๐ข๐ง๐ข... ๐ƒ๐š๐ง, ๐ค๐ž๐ญ๐จ๐ค๐š ๐ค๐ข๐ญ๐š ๐ฌ๐ฎ๐๐š๐ค ๐›๐ž๐ซ๐ฌ๐š๐ฆ๐š ๐ค๐ž๐ฆ๐›๐š๐ฅ๐ข... ๐‰๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐ฉ๐ž๐ซ๐ง๐š๐ก, ๐ค๐š๐ฎ ๐ฉ๐ž๐ซ๐ ๐ข ๐ฅ๐š๐ ๐ข ๐๐š๐ซ๐ข ๐ค๐ฎ... ".


Suara pria misterius itu membuat siapapun yang mendengarkannya akan terlena dan terpaku padanya. Ia membacakan puisi itu untuk orang yang tertidur pulas di pelukannya. Bahkan, orang wanita dengan gaun merah yang sedang tertidur pulas di pelukannya pun meneteskan air mata setelah mendengarkannya


Wajah yang datar namun menunjukkan ekspresi sedih terukir di wajah wanita yang di peluk oleh pria misterius itu. Air mata kesedihan tak terbendung lagi, sehingga menetapkan ke bawah pipinya. Hal itu juga membuat pria misterius itu menunjukkan ekspresi sedih, kemudian ia menghapus air mata wanitanya


Dosen Liu yang melihat momen itu dari belakang juga merasa tersentuh. kemudian, ia menghela nafas panjang dan dengan perlahan ia mendekati pria misterius yang memeluk wanita bergaun merah itu


Selangkah demi selangkah ia mulai mulai dekat dengan kedua krang yang duduk di kursi dengan ekspresi sedih itu, Dosen Liu juga perlahan-lahan merubah penampilannya setiap ia melangkah mendekati kedua orang itu


Kini, ia lebih mirip dengan seorang Jendral Perang yang ada di alam buku dan tv


" Jenderal Yun Bai Liu memberi salam kepada Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu, Panjang Umur untuk Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu, Semoga Terus Bahagia Selamanya!! Harap Terima salam hamba Yang Mulia..!!! ", ujarnya sembari berlutut.


" Terima kasih atas doa mu untuk kami...! Bangunlah!!", sambutnya sembari membalikkan badan.


Rupanya, Dosen Liu adalah seorang Jendral kepercayaan Raja Neraka yang terkenal dengan kesadisannya


"Ehmm... ", gumam wanita yang tertidur di pelukan pria itu, sembari memeluk erat pria itu


Ternyata, wanita yang ada dalam pelukannya adalah Yun Mi'an, wanita yang selalu di di awasi oleh pria misterius itu di rumahnya dan yang di rumorkan sebagai seorang siluman kelelawar karena tidak pernah tidur.


Sedangkan, pria yang memeluknya adalah Raja Neraka, Raja alam bawah yang di segani dan di takuti oleh 5 alam...


Dia tertidur dengan nyenyak di dalam pelukan pria itu sama seperti sebelumnya. Tangannya menggenggam erat jari telunjuk pria itu, layaknya seorang anak kecil yang dihidupkan oleh ayahnya dan memeluk erat ayahnya


Pria itu hanya tersenyum saat melihat tingkah laku, Yun Mi'an yang tertidur seperti seorang anak kecil


Begitu juga dengan Dosen Liu yang memperhatikan wajah polos Yun Mi'an yang tertidur


" Dia tidak berubah sekalipun, masih sama seperti dulu... ", ujar Jendral Liu.

__ADS_1


" Dia tidak akan pernah berubah! Karena... dia adalah Yun'er-ku dia Yun Mi'an milik Raja Neraka, bagaimana di bisa berubah... ", sahutnya sembari tersenyum menatap Yun Mi'an.


...*****...


__ADS_2