MENJEMPUT PERMAISURI RAJA NERAKA

MENJEMPUT PERMAISURI RAJA NERAKA
SEMUA DEMI YUN'ER


__ADS_3

* Episode Sebelumnya...


..." Dia tidak berubah sekalipun, masih sama seperti dulu... ", ujar Jendral Liu.


" Dia tidak akan pernah berubah! Karena... dia adalah Yun'er-ku dia Yun Mi'an milik Raja Neraka, bagaimana di bisa berubah... ", sahutnya sembari tersenyum menatap Yun Mi'an.


......................


Usai perbincangan itu, kedua orang itu diam. Suasana menjadi sunyi, pria yang selalu di panggil Yang Mulia oleh Dosen Liu itu tampak melamun sembari menatap Yun Mi'an dan mengusap-usap kepala Yun Mi'an.


Jendral Liu yang memperhatikannya bingung dan penasaran


" Yang Mulia!? Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiran anda? Saya perhatikan, Abdan kelihatan sangat gelisah...", mencoba bertanya.


" Benar!! ", jawabnya singkat.


" Apakah hal itu yang mengganggu pikiran Anda?? ", tanyanya lagi.


" Hm.. ", sedikit mengangguk.


" Kalau saya boleh tau...?? ", belum selesai bicara.


" Ini tentang Yun Mi'an...!! ", ujarnya memotong pembicaraan Jendral Liu.


"...!!!, Tentang Mia?!! ", terkejut.


Pria itu hanya menganggukkan kepalanya


" Apakah hal ini yang membuatmu memintaku untuk datang menemui mu malam ini??! ", tanyanya mencari tahu.


Kini pria itu hanya diam, yang berarti 'iya'. Melihat ekspresi pria itu yang hanya diam saja, Jendral Liu kembali bertanya


" Hal apa yang sedang kau pikirkan itu?? ".


" Ada sesuatu yang salah dengan rumah yang di tempati Yun'er saat ini... ", jawabnya sambil terus berpikir.


" APA..!!? ", kaget.


" Aku... mencium aroma yang sama namun juga berbeda... ", sahutnya.


" Maksud Yang Mulia?! ", bingung.


" Maksud ku, ada tiga Energi Spiritual yang berbeda, aku pikir energi spiritual itu berasal dari klan Dewi seperti yang Yun'er punya. Namun, ketika aku mencium aroma spiritual itu, aku menemukan ada energi spiritual yang aku sendiri tidak tau darimana asalnya, yang jelas itu bukan milik Yun'er. Yun'er merupakan keturunan Dewi terakhir yang paling murni yang mewarisi darah ibunya, dia memiliki energi spiritual suci yang berwarna putih dengan bentuk bunga persik yang bisa bercahaya. Sedangkan yang dua energi spiritual lagi masih belum ku pastika itu milik klan Dewi atau klan manusia. Aku punya firasat, salah satu pemilik energi itu, milik seorang Dewi yang asalnya sama dengan asal usul kau dan Yun'er


namun, yang satu lagi aku tidak bisa memastikan iyu milik klan manusia atau Dewa, karena aku merasakan ada sedikit aroma spiritual klan manusia... ", jelasnya, serius.


" Namun, aku merasakan kekuatan spiritual ini sangat besar dan kuat, mungkin sama dengan milikku tapi juga lebih besar dari ku. Akan tetapi, ada yang aneh dengan aroma dan bentuk energi spiritualnya!! Aku pikir ketika aku merasakan kekuatan yang begitu besar, itu mungkin milik seorang master, tapi...ketika aku melihat aroma dan bentuknya, aku mengetahui bahwa itu bukan yang seharusnya milik seorang master. Aroma dan bentuk energi spiritual itu lebih mirip milik seorang dari klan manusia biasa?!...", sambungnya, dengan wajah bingung.


" Jadi maksud mu, ada dua orang lagi yang tinggal di rumah itu?? ".


" TIdak!!", tegas.


"Lebih tepatnya, ada orang lain yang melindungi Yun'er... ".


" APA!!! ".


" Berarti, untuk sementara ini Yun'er akan aman jika dia terus tinggal disini?? ", ujarnya.


" Belum tentu, kita harus tau dulu siapa pemilik kedua energi spiritual itu. Jika dia ada di pihak kita, Yun'er akan aman dan kita memiliki satu pendukung lagi. Namun, jika dia "Serigala Berbulu Domba", itu akan berbahaya bagi Yun'er dan kita juga memiliki satu musuh lagi... ", sahutnya.


" Sebenarnya aku tidak peduli apakah musuh kita akan bertambah, atau kawan kita yang akan bertambah. Aku hanya tidak ingin Yun'er terluka lagi! Apalagi sampai harus kehilangan dia lagi dan lagi, dia sudah cukup menderita karena para tua bangka itu... ", sambungnya, sambil menatap Yun Mi'an dengan ekspresi sedih dan kesal bersamaan.


" Kau benar!! Yang terpenting sekarang adalah, mengetahui siapa pemilik energi itu. Jika dia musuh kita, kita bisa menghadapinya,. Tapi jika dia kawan kita, itu adalah keuntungan kita... ", sahutnya, menatap Raja Neraka sambil mengangguk.


Jendral Liu menatap Yun Mi'an dengan penuh kasih sayang yang mendalam di ikuti dengan senyuman tipis yang ringan namun penuh makna kasih sayang terhadap sang adik tercinta. Tiba-tiba ia terpikirkan sesuatu...


" Xuan... ", memberanikan diri memanggil sang Raja dengan namanya, sambil menatapnya.


" Apa!! ", jawabnya dingin.

__ADS_1


" Bolehkah aku... membelai adik ku...??! ", tanyanya, terus menatap Sang Raja.


Pria berkuasa yang sering dipanggilnya 'Yang Mulia' itu hanya menatapnya dengan wajah datar


" Bod*h...!! ", jawabnya dingin.


Jendral Liu hanya mengekspresikannya dengan kesedihan dan kekecewaan, saat mendengar ucapan pria itu


" Dia adik kandung mu, kenapa kau harus meminta izin pada ku? Apa aku suami yang sangat kejam sehingga tidak mengizinkan kakak ipar ku menyentuh adiknya sendiri?! Kau adalah keluarga ku, untuk apa kau meminta izin... ", sambungnya kesal.


Mendengar jawaban pria itu, membuatnya sedikit terkejut


" Terima kasih adik ipar... ", tersenyum dengan wajah imut.


"...(kaget melihat ekspresi Jendral Liu)... Jangan perlihatkan ekspresi itu kepada ku... (Menyebalkan (dalam hati) ) ", jengkel.


" Baiklah Yang Mulia Raja Xuan... ", ujarnya sambil tersenyum.


Pria berkuasa bernama Xuan itu hanya cuek kepada Jendral Liu karena masih jengkel. Jendral Liu yang membelai kepala Yun Mi'an dan Raja Xuan yang berpikir membuat sasana di ruangan itu sunyi sejenak


" Ada satu hal lagi... ", kembali berbicara sambil berpikir.


" Hemm..?! ", menatap Xuan dengan bingung.


" Alasan Yun'er tidak bisa tidur, karena... dia sering mengalami mimpi buruk... ", ujarnya sambil menatap Jendral Liu.


" Mimpi buruk?? ".


" Iya!! ".


" Bukankah, Yun'er tidak bisa tidur karena... kau tidak ada disampingnya?? ", tanyanya, sembari menggaruk kepala.


" Tidak!! Meskipun aku tidak ada disampingnya, dia masih bisa tidur dengan nyenyak... ".


" Hahh??! ", bingung.


" I-Iya... ".


" Saat aku tau bahwa dia tidak pernah tidur sampai dia bertemu dengan ku. Aku memberinya sebuah kalung pertama berwarna biru, yang merupakan warna favoritnya... "


" Didalam kalung itu, aku melepaskan sepertiga jiwa ku agar dia bisa tidur dengan nyenyak sama seperti manusia lainnya. Dengan kalung permata itu di sampingnya, akan sama seperti aku berada di dekatnya. "


" APAAA!!! ", terkejut


" KAU MELEPAS SEPERTIGA JIWAMU!!? ".


" Apa kau tau apa akibat dari melepas sepertiga aja!? Apa lagi dengan kondisimu saat ini...!! ".


" Aku tau, kalung itu hanya sebagai pengganti ku saja...!! Jika aku sudah bisa bersama Yun'er, aku akan mengambil kembali sepertiga jiwa ku yang berada di dalam permata itu... "


" Meskipun begitu, luka mu akibat perang saat itu belum sembuh sepenuhnya, dan kau memberikan sepertiga jiwamu pada Mia, untuk waktu yang lama!! Apa kau sudah gila!!! ", ujarnya kesal.


" Ini semua demi Yun'er... ", sahutnya dengan santai.


" TIDAK PEDULI ITU DEMI MIA ATAU DEMI APAPUN, JIKA TERJADI SESUATU PADA MU BAGAIMANA AKU HARUS MENGATAKAN PADA MIA KETIKA DIA MENGINGAT KEMBALI SEMUANYA!!? ", marah.


" Apa kau pernah jatuh cinta!? ", sahutnya dingin.


Jendral Liu hanya diam tak berkata


" Atau... Pernahkah kau merasakan kehilangan seseorang yang paling kau sayangi di dunia?? ", tanyanya lagi, dengan aura yang semakin kuat.


Seketika ia tertegun mendengar pertanyaan dari pria bernama Xuan itu


" Apa kau tau...? Setiap kali aku merasakan Yun'er dalam bahaya, aku akan selalu teringat ketika dia menjadi perisai, menghadang panah beracun yang seharusnya menancap di dada ku... ", ujar pria itu, memeluk erat Yun Mi'an yang tidur di pelukannya


" Dia tertembak panah di hadapan ku dan mati di pelukanku ku!! Sementara aku, hanya bisa melihatnya menutup mata pelan-pelan dan tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkannya... ", mengepalkan tangannya sampai gemetar karena marah pada diri sendiri.


" Aku pernah berjanji padanya apapun yang terjadi, aku akan melindunginya dengan nyawaku sendiri. Tapi pada akhirnya, dia mengorbankan nyawanya dan masih harus berkata agar aku hidup dengan BAIK dan harus BAHAGIA... ".

__ADS_1


"...(menunduk dengan wajah suram)... Bagaimana perasaan mu, jika seseorang yang kau cintai meminta mu untuk hidup dengan baik dan bahagia, sementara... dunia mu sendiri sudah hancur di hadapan mu... ", mendongak tiba-tiba, lalu menatap Jendral Liu dengan wajah serius namun ekspresinya sedih.


Jendral Liu terpaku dengan apa yang dilihat dan didengarnya saat itu. Suasana kembali hening, yang terdengar hanya suara hembusan angin yang ada di luar jendela. Mata mereka saling memandangi satu sama lain, ekspresi Jendral Liu masih seperti sebelumnya, terpaku pada perkataan Yang Mulia-nya. Sementara Raja Xuan, begitu banyak ekspresi yang tergambar di wajahnya, dingin, suram, dan marah. Ada juga kesedihan yang tergambar di kedua bola matanya


Setelah keheningan yang cukup lama, Jendral Liu pun mulai bicara, ia menarik napas panjang dan berkata...


" Hamba tau apa yang dirasakan oleh Yang Mulia, hamba juga demikian merasakan perasaan di kala itu...", membungkuk hormat.


" Namun, apa yang hamba rasakan tidak sebesar yang dirasakan Yang Mulia. Adik hamba yang merupakan permaisuri yang dicinta Yang Mulia harus mati di hadapan Yang Mulia. Sedangkan hamba, hanya melihat jenazah adik hamba terkapar di dekapan Yang Mulia ketika hamba kembali dari medan perang di tempat lain... "


" Hamba juga tidak tau apa yang harus hamba lakukan saat melihat Yang Mulia diam sambil memeluk erat tubuh tanpa jiwa adik hamba... "


"Suatu kehormatan bagi adik hamba di cintai dan di sayangi oleh Yang Mulia, sampai Yang Mulia mau mempertaruhkan nya Yang Mulia... ", duduk, kemudian berdiri


" Tapi... ", mendekati Raja Xuan.


" Xuan... ", memegang pundak Xuan dengan


" Jangan selalu mempertaruhkan nyawamu untuk Mia... "


" Bukan aku melarang mu, tapi...",


" Jika Mia tau apa yang kau lakukan untuk melindunginya saat dia menjadi manusia, dia akan mengira bahwa apa yang dilakukan... "


" π™ƒπ˜Όπ™‰π™”π˜Ό π™Žπ™„π˜Ό-π™Žπ™„π˜Ό π™Žπ˜Όπ™…π˜Ό...!!!"


" Mungkin... Mia akan melakukan hal yang sama π™‡π˜Όπ™„π™‰ π™’π˜Όπ™†π™π™ ", serius.


Perkataan Jendral Liu, mengejutkan Xuan yang tertunduk sembari menatap Yun Mi'an


" Sesuai karakter Yun'er, dia memang akan melakukan hal yang sama dua, tiga kali atau bahkan lebih. Sebelum apa yang di lakukan berhasil dia tidak akan menyerah untuk mencobanya terus, dan terus sampai berhasil... ", pikirnya.


" Dan... jika terjadi sesuatu yang tak di inginkan darimu, aku khawatir tidak ada yang sanggup untuk melindungi Mia, seperti dirimu... ", sambungnya.


"...(menatap Jendral Liu dengan bingung)... Maksudmu?? "


" Yah... seperti yang kau tau. Di dunia ini mungkin hanya kau saja yang mampu melindungi adikku Mia, karena... hanya kau yang mengenal dan memahami sifat sebenarnya adikku. Mungkin aku kakak kandungnya, namun aku tidak pernah tau bagaimana atau seperti apa dia sebenarnya. Kau mengenalnya lebih baik dari ku... ", tersenyum.


Xuan hanya diam mendengar kata-kata Jendral Liu


" Kau benar... ", sambutnya.


" Tidak ada yang mengenal Yun'er lebih baik dari ku, karena dia adalah YUN'ER-KU...!! ".


" Dan... Hanya aku yang bisa melindunginya... ", menatap Yun Mi'an sambil tersenyum.


Melihat Xuan yang kembali tenang, Jendral Liu pun ikut tersenyum


" Sedetik yang lalu auranya menekan seluruh udara di ruangan ini, belum lagi ada aura membunuh yang kuat yang dia pancarkan hingga aku merasa tertekan. Tapi...Sedetik kemudian kau kembali tenang dan tersenyum... ", ujar Jendral Liu dalam hati, tak berdaya


" Memang benar apa yang meraja katakan!! Hanya kamu seorang yang mampu mengubah-ubah dan mengontrol emosinya... ".


" MIA...!! ", tersenyum.


" Dia hanya menunjukkan ekspresi dingin-nya kepada orang lain, tapi dia menunjukkan semua emosinya kepada mu seorang. Mungkin... ".


" Juga sama seperti ku.... ", tersenyum.


" Semua yang dia lakukan, hanya demi YUN'ER-NYA... ".


" Aku harus menjaga baik-baik diri ku, agar aku bisa terus melindungi mu... YUN'ER!! ", ujar raja Xuan dalam hati.


" Apa yang kau katakan benar!! Aku harus menjaga diriku sendiri agar aku bisa terus melindungi Yun'er... ", ujarnya serius.


" Benar-benar anak yang sulit untuk di tangani... ".


" Dia baru mau mendengarkan hanya saat menyebut nama Mia. Jika tidak maka, dia tidak akan mau mendengarkan siapapun, kecuali semua itu demi Mia... ", ujarnya dalam hati, tak berdaya sembari menggelengkan kepala.


... ******...

__ADS_1


__ADS_2