MENJEMPUT PERMAISURI RAJA NERAKA

MENJEMPUT PERMAISURI RAJA NERAKA
DESA LING LONG dan MASA LALU


__ADS_3

*Episode Sebelumnya...


" Tapi... setahu saya, jika seseorang Dewa-Dewi tingkat tinggi seperti Yang Mulia dan Yang Mulia Ratu terkena racun dingin, hal itu tidak akan terlalu parah jika memiliki jiwa Ketujuhnya. Namun, jika terkena racun dingin setelah kehilangan jiwa Ketujuhnya, maka... ", terhenti sejenak.


" Racun dingin itu akan membahayakan nyawa penderitanya... ", sambungnya.


" Dan saya memiliki asumsi bahwa, Yang Mulia Ratu terkena racun dingin setelah pelepasan jiwa Ketujuhnya ".


................


.


*Kembali ke Kenyataan...


Mendengar cerita Xuan, Jendral Liu langsung berlutut lemas. Ia tidak hal yang menyakitkan seperti itu akan dialami oleh adik tercintanya dan dia sebagai kakaknya, tidak tau apapun tentang itu.


Derai air matanya tak terbendung lagi


Ia tidak mampu membayangkan penderitaan seperti apa yang dirasakan adiknya


" Kenapa kau tidak memberitahu ku..?! "


" Aku ingin, tapi adikmu tidak ingin..!! ", menatap Jendral Liu.


" Apa maksud mu?!! ", ia terkejut dengan ucapan Xuan dan menatapnya dengan serius.


" Awalnya aku ingin memberitahu mu, tapi... ", sejenak Xuan berhenti bicara, kemudian ia mengambil nafas panjang.


" Mia meminta, agar aku tidak memberitahu mu tentang keadaannya ", ujarnya melanjutkan ucapannya.


" Kenapa? "


" Karna kau... sedang menjalankan tugas yang ku berikan selama 3 bulan. "


" Mia tau... jika kau kembali sebelum kau berhasil, atau kau gagal dalam misi hanya karena dia. Kau akan dihukum mati!! ", ia menjelaskan ucapannya sebelum Jendral Liu bertanya.


" Bahkan dia juga meminta pada ku agar berita tentangnya tidak tersebar luas, agar kau tidak khawatir. "


" Dia ingin memberitahukan keadaannya sendiri padamu setelah kau kembali. Namun... ", menatap Yun Mi'an sembari membelai wajahnya.


" Akhirnya, dia tidak memberitahu ku... ", sambung Jendral Liu menebak pikiran Xuan dengan sedih.


" Itu karena melihat kebahagiaan mu... ", sahut Xuan.


" Hahh!? ", bingung.


" ketika dia melihat mu kembali dengan kemenangan ditangan mu... "


" Dia berpikir bahwa dia tidak seharusnya menghancurkan senyuman indah mu, dia tidak ingin membuat mu sedih. "


" Dia pernah bilang mengatakan sesuatu padaku tentang dirimu. "


.


.


*Mengingat kembali...


Qin Xuan terus menatap Yun Mi'an yang sedang melihat kakaknya yang berbincang dengan rekan-rekannya dengan bahagia


" Aku akan memanggil kakak mu ke sini!! ", melangkah maju.


Yun Mi'an tersentak mendengar suara Xuan yang tiba-tiba berbicara, ia pun menoleh ke samping dan melihat Xuan sedang berdiri tepat di sampingnya


"...(menggenggam pergelangan tangan Xuan)... Jangan!! ", ujar Yun Mi'an.


Dia menghentikan Xuan yang berjalan hendak menghampiri Jendral Liu yang sedang bersenang-senang bersama teman-temannya


Sontak Xuan kaget dan bingung


" Kenapa? ", bingung.


" Apakah... kau... mau memanggil Kakak? ", tanyanya balik.


"...(mengangguk polos)... Hmm!! "


" Jangan!! ...(menggelengkan kepala)


" Kenapa?! Bukankah... Kau ingin mengatakan pada Liu apa yang telah kau alami? Kenapa sekarang kau menghentikan ku? "


" Karena... ", Yun Mi'an terus menatap Jendral Liu yang sedang tertawa bahagia bersama orang-orang.


" Aku masih ingin melihat senyum Kakak ku ", sambungnya sambil tersenyum ringan.


Mendengar jawaban itu, Xuan terus menatap Yun Mi'an yang tersenyum menatap kakaknya. Ia tengelam dalam pikirannya saat melihat senyuman Yun Mi'an


" Jangan terus menatapku... ", ujarnya tiba-tiba.


Seketika, Xuan tersadar dari lamunannya


Ia pun memeluk Yun Mi'an dari belakang secara tiba-tiba


" Kenapa tiba-tiba...? ", tanya Yun Mi'an, sembari memegang tangan Xuan yang melingkar di lehernya.


" Apa kau lelah? ", tanya Xuan mengabaikan pertanyaan Yun Mi'an.


" Lumayan... ", jawab Yun Mi'an dengan senyuman kecilnya.


Kemudian, Xuan menarik sebuah kursi dengan kekuatannya. Ia pun duduk di kursi itu sembari memangku Yun Mi'an di pelukannya


" Qin'er... ", panggil Yun Mi'an dengan manja, sambil menggenggam tangan Xuan yang memeluknya.


" Hmm...? " jawab Xuan dengan lembut pula, menyandarkan keningnya di pundak Yun Mi'an.

__ADS_1


" Kau kenapa? "


" Kenapa apa? "


" Kenapa tiba-tiba jadi manja? "


" Apa kau tidak melihatnya? "


" Hemm? ", bingung.


" Kau terus memperhatikan kakak mu dan mengabaikan ku. kau bahkan tidak menyadari aku berdiri di samping mu tadi, 'kan? ", jelasnya.


" Maaf, aku terpesona dengan senyuman kakak ku untuk sejenak, sampai aku tidak menyadari kehadiran mu. Sekali lagi aku minta maaf... ", sahutnya sambil tersenyum dan menatap Jendral Liu.


Mendengar jawaban Yun Mi'an dengan terus menatap lurus kakaknya, membuat Qin Xuan semakin kesal


Ia pun memeluk Yun Mi'an dengan erat dan menundukkan kepalanya di bahu Yun Mi'an


Merasakan pelukan yang semakin erat dan melihat tingkah Qing Xuan, membuat Yun Mi'an tersenyum tipis


" Suamiku... ", memegang tangan Xuan dengan erat.


" Hemm!! ", sahutnya kesal.


" Apa kau... cemburu?? ", seketika pertanyaan itu terlintas di benak Yun Mi'an.


" ...(kaget)... Menurut mu!? ", ujarnya kesal.


" Pufff!! ", menahan tawa.


" Apa yang lucu?! ", tanya Xuan semakin kesal.


" Kau bahkan cemburu dengan kakak ku... ", sahutnya sambil tersenyum.


" Mau bagaimana lagi? Kau sendiri tau bagaimana sifat ku, 'kan? ", ujarnya mengeluh.


Yun Mi'an pun bersandar pada Xuan


" Ada apa? "


" Aku hanya ingin melihat senyum kakak ku. "


" Ini pertama kalinya aku melihat dia tertawa lepas.. "


" Maksudmu? " heran.


" Selain berwajah dingin terkadang kakak tidak memiliki ekspresi apapun terhadap orang lain, dia hanya akan merasa waspada terhadap orang asing yang ada disekitarnya "


" Terutama yang ada di dekat ku!! "


" Dia akan berwajah dingin saat ada seseorang yang berada di samping ku... ", jelasnya.


" Kenapa? "


" Karena... ", terhenti.


Sontak Xuan terkejut saat mendengar jawaban Yun Mi'an


" Apa kau ingin mendengar sebuah cerita? ", menoleh dan menatap Xuan.


" Cerita apa? ", balik menatap Yun Mi'an.


" Cerita seorang kakak polos yang mempertaruhkan nyawanya demi melindungi adiknya...? "


.


.


" Dahulu kala, ada seorang kakak yang berusia 7 tahun, dan seorang adik yang berusia 5 tahun. Mereka berkelana ke berbagai tempat mencari tempat tinggal yang tetap untuk di tinggali ", mulai bercerita sambil mengenang masa lalu.


" Akhirnya, kakak beradik itu tiba di sebuah desa ", tergambar sebuah bayangan masalalu Yun Mi'an saat menceritakan kisah itu


" Rumor mengatakan bahwa, desa itu dulunya desa yang makmur, maju dan sejahtera. "


" Namun, kemakmuran desa itu tak berlangsung lama. Hal itu terjadi ketika mereka mengganti pemimpin desa... "


" Beberapa tahun setelah kepala desa baru diangkat... "


" Rakyat mulai mengalami kesulitan, banyak rakyat yang tidak mendapatkan keadilan, banyak rakyat yang kelaparan, bencana juga sering terjadi di desa itu. "


" Suatu hari, kakak beradik itu berjalan menyusuri hutan yang ada di belakang desa itu untuk mendapatkan sesuatu yang berguna untuk membuat Desa Ling Long kembali seperti semula. "


" Mendapatkan makanan yang cukup untuk penduduk desa, mencari sesuatu yang bisa dijual ke pasar. "


" Di tengah hutan, mereka menemukan goa yang tersembunyi di balik semak belukar. Karena penasaran, mereka pun masuk ke dalam goa itu... "


" Siapa sangka... "


" Mereka akan bertemu dengan sesuatu yang sangat berharga... "


" Benda itu adalah sebuah Batu Berlian berwarna setengah biru dan setengah merah, yang memancarkan cahaya yang menyilaukan. "


" Sang kakak merasakan ada kekuatan yang sangat besar yang berasal dari Batu Berlian itu. "


" Awalnya, sang kakak tidak ingin memberitahukan tentang Batu Berlian itu kepada para penatua. "


" Namun, setelah beberapa minggu, sang kakak memutuskan untuk mengatakannya... "


" Hal itu dikarenakan sang kakak tidak ingin berbohong kepada para penatua yang sangat peduli padanya. "


" Dia tidak tega membohongi orang yang dia percayai hanya karena hatinya merasa tidak tenang. "


" Saat pertama kali dia menemukan Batu Berlian itu, dia merasa akan terjadi sesuatu yang buruk jika dia memberitahukan hal itu kepada kepala desa dan para penatua. "

__ADS_1


" Namun, hatinya luluh setelah dia melihat para penatua dan kepala desa itu memperlihatkan kasih sayang mereka kepada para penduduk Desa Ling Long. "


Sejenak, Yun Mi'an berhenti bercerita


" Hehh!! ", ia melanjutkan cerita itu dengan senyuman pahitnya.


" Sayangnya, kepercayaan sang kakak langsung dipatahkan oleh para tua bangka itu... "


" Setelah mereka mengetahui keberadaan Batu Berlian, mereka langsung mengambil Batu Berlian dari tempatnya. "


" Ternyata, selama itu... "


" Kebaikan merekah hanyalah kepalsuan dan kebohongan belaka. Mereka berpura-pura baik dan peduli. "


" Kedatangan mereka sejak awal, memang untuk Batu Berlian itu. "


" Mereka menginginkan kekuatan yang ada dalam Batu Berlian itu. "


" Sayangnya, untuk mendapatkan kekuatan itu, mereka harus mencari sebuah wadah agar kekuatan gelap yang ada di Batu Berlian lenyap dan tidak membahayakan orang yang akan mengambil kekuatan suci yang ada di batu itu. "


" Para penatua dan kepala desa tidak ada satupun yang mau mengalah. "


" Tiba-tiba salah satu dari mereka, memikirkan sesuatu yang di luar dugaan. "


" Apa kau tau apa yang mereka lakukan... Suami ku? ", tanya Yun Mi'an kepada Xuan sembari menatap wajahnya, dengan mata berkaca-kaca.


" Mereka menggunakan sang adik? ", tebak Xuan, juga terlihat sedih.


Yun Mi'an tersenyum pahit mendengar jawaban Xuan, kemudian ia mengangguk sedih. Xuan langsung memeluk Yun Mi'an yang sedih saat mengenang masa lalunya


Yun Mi'an kembali melanjutkan ceritanya sembari memandang kakaknya yang sedang berbincang


" Para penatua itu tau, mereka tidak akan bisa menjadikan sang kakak sebagai wadah. Karena, mereka tau jika sang kakak memiliki ilmu bela diri yang baik. "


" Jadi, mereka memutuskan untuk menangkap sang adik. "


" Kedua saudara itu berjuang agar tidak di jadikan sebagai alat untuk tujuan mereka, namun apalah daya... "


" Mereka masih seorang anak yang belum dewasa. Pada akhirnya, mereka tertangkap. "


" Sang kakak di ikat agar tidak mengganggu mereka, sedangkan sang adik dijadikan sebagai alat untuk wadah kekuatan iblis itu. "


" Sang kakak yang hanya bisa melihat dan mendengar jeritan kesakitan sang adik yang disiksa oleh kekuatan gelap yang masuk ke tubuhnya, dia merasa seolah-olah dunia sedang mencabik-cabik dagingnya. "


" Memang sakit, namun apa yang bisa dia lakukan? Tidak ada perlawanan dan tidak bisa menyelamatkan sang adik. "


" Hanya pasrah melihat adiknya disiksa oleh para pembohong yang keji itu. "


" Air matanya terus mengalir tanpa henti, amarah dan kebenciannya mulai meluap didalam hatinya seiring dengan suara adiknya yang perlahan mulai lenyap. "


" Dan... ketika adiknya sudah tergeletak di tanah tak berdaya dengan matanya yang tertutup... "


" Sang kakak berlari ke arah adiknya dan mecoba membangunkannya, namun itu sia-sia. Dia tidak bisa bangun lagi setelah siksaan yang dia terima. "


" Hal itu membuat sang kakak menyalahkan dirinya sendiri, karena tidak pernah mendengarkan adiknya yang selalu meminta agar dia tetap waspada bahkan pada orang yang di percayai sekalipun. "


" Isak tangis dan kata maaf terus mengalir dari mulutnya. Penyesalan yang sudah terlambat hampir membatunya gila ", air mata Yun Mi'an jatuh tepat di atas punggung tangan Xuan saat menceritakan kesedihan itu, dan Xuan terus memeluknya, mencoba menenangkan hatinya.


" Namun tiba-tiba... "


" Sebuah keajaiban muncul di tengah kondisi kritis sang adik. "


" Ada dua cahaya yang muncul dan menyilaukan mata. Cahaya yang pertama muncul dari tubuh sang adik, sedangkan cahaya yang kedua muncul entah darimana "


" Cahaya yang berasal dari sang adik semakin terang dan membuat sang adik melayang ke udara dan... "


" Dia berubah... "


" Berubah menjadi seorang wanita yang sangat cantik bak seperti seorang Dewi. "


" Disitulah dia mengetahui identitas asli, yang memang merupakan seorang Dewi. "


" Dewi yang bersembunyi dalam tubuh seorang anak kecil. "


" Sedangkan sang kakak... "


" Ia juga mendapatkan kekuatan besar yang muncul dari cahaya kedua. Dan kekuatan itu masuk kedalam tubuhnya dengan cepat. "


" Begitu kekuatan itu masuk ke dalam tubuh sang kakak, dia berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda. Tidak sama seperti sang adik yang berubah menjadi Dewi. Sang kakak malah berubah menjadi Iblis dengan mata berwarna merah dan dua tanduk kecil yang tiba-tiba tumbuh di kepalanya. "


" Aura membunuhnya juga sangat kuat. "


" Kemudian... Tanpa aba-aba, dia menyerang semua orang yang ada di sana di depannya. "


" Amarah dan kebencian yang begitu dalam telah menutupi hatinya hingga tidak mengenali siapapun lagi. "


" Usai menumpas semua orang yang ada di hadapannya, dia berbalik ke belakang dan menatap tajam sang adik. "


" Sang kakak berbalik dan hendak menyerang sang adik yang sedang terduduk lemas. "


" Dia dengan cepat mendekati sang adik dan mencekiknya. "


" SlHal itu membuat sang adik ketakutan mulai berteriak dengan lantang. "


" KAU BUKAN KAKAK KU!! PERGI KAU!! AKU TIDAK INGIN MELIHAT MU!! MENJAUH LAH DARI KU!! "


" Mendengar jeritan sang adik membuat sang kakak langsung tersadar dan kembali normal. "


" Ketika kesadarannya kembali dan melihat adiknya yang kehabisan nafas karena dicekik, sang kakak pun segera melapaskan cengkeraman tangannya dari leher sang adik. "


" Belum sempat sang kakak menjelaskan bahwa dia melakukan itu di luar kendalinya. "


" Sang adik langsung berlari menjauh dan bersembunyi di balik batu besar yang ada di goa itu. "

__ADS_1


.......


...*****...


__ADS_2