
Episode Sebelumnya...
" Sekalinya aku keluar, aku jamin... ", tiba-tiba Jendral Liu mendekatkan wajahnya ke wajah Qin Xuan
.
......................
.
" Kau tidak akan bisa bertemu Mia lagi!! ", tegasnya sambil menatap tajam Qin Xuan.
" Pria iniii...!!! ", batin Qin Xuan mengepalkan tangan karna kesal.
" Juga.. bukan aku yang tidak bisa menaklukkan para wanita itu! Tapi mereka yang tidak cukup layak untuk ku!! ", sahut Jendral Liu kesal.
" Dan lagi... Aku tidak tertarik pada mereka! Dan mereka, tidak akan bisa membuat ku tertarik. "
" Cih! Kita lihat saja nanti! Aku sangat penasaran wanita mana yang akan mau bersama pria seperti mu. "
" Sayangnya, kau tidak akan pernah melihat pemandangan seperti itu. Karna aku, tidak akan pernah jatuh cinta pada wanita selain Mia. Mengerti! ", sahut Jendral Liu dengan tegas.
" Hei, dia itu adik mu.. "
" Memangnya kenapa jika dia adikku? Aku hanya akan memberikan perhatian, kasih sayang dan cinta untuk adik ku seorang. "
" Jadi, kau tidak akan jatuh cinta pada siapapun? "
" Ya! ", jawab Jendral Liu dengan tegas.
" Benarkah!? ", tanya Qin Xuan dengan ekspresi datar
" Kenapa? Kau tidak percaya? "
__ADS_1
" Tidak! "
" Terserah, jika kau percaya atau tidak. "
" Baiklah jika begitu. Bagaimana... jika kita bertaruh?! "
" Bertaruh?? ",
Qin Xuan hanya menganggukkan kepalanya
" Apa taruhannya?! ",. tanya Jendral Liu penasaran.
" Yang kalah akan melakukan apapun kepada yang menang. "
" Tanpa Syarat! ", jawabnya sambil memandang Jendral Liu.
" Bagaimana!? ", lanjutnya sambil mengangkat alis.
Jendral Liu terdiam saat mendengar jawaban Qin Xuan, ia terus menatap Qin Xuan dengan tatapan curiga
" Hehh! Lihatlah caranya bicara. Jangan berlagak seolah-olah kau yang akan memenangkan taruhan ini. "
" Bukan berlagak, tapi pasti aku yang menang. "
" Benarkah? Kau begitu kita lihat saja nanti. "
" Baik. Jadi, bagaimana aturan mainnya? "
" Pertama, aku akan menyebutkan semua nama wanita yang pernah berteman dengan mu atau yang dekat dengan mu. "
" Menyebut semua nama wanita yang pernah dekat dengan ku? "
" Ya. "
__ADS_1
" Memangnya kau mengenal mereka? Aku bahkan tidak pernah menceritakannya pada siapapun atau memberitahu pada siapapun. Bagaimana kau bisa menyebut nama mereka semua? ", ujar Jendral Liu bingung dan heran.
" Kau yakin kau tidak pernah memberitahu pada siapapun? ", tanya Qin Xuan.
" Ya! Aku tidak pernah memberitahu pada siapapun... "
" Kecuali Yun'er! Benar? ", sambung Qin Xuan yang memotong pembicaraan Jendral Liu.
Mendengar ucapan Qin Xuan, Jendral Liu tersentak kaget, ia hanya menghela nafas dengan kesal
" Jadi... Mia yang memberitahukan semuanya pada mu? "
" Kalau bukan dia, siapa lagi? Apa masih ada orang yang mengerti dan memahami lebih baik tentang dirimu daripada adik mu? "
Jendral Liu hanya diam ak bersuara dengan pandangan mata yang teraralihkan seperti sedang memikirkan sesuatu
" Siapa yang lebih mengeti dan memahami ku dari Mia? Apakah mungkin dia bisa memahami ku juga? Seperti halnya Mia memahami diriku?", batin Jendral Liu.
" Ada apa? ", tanya Qin Xuan yang sedang memperhatikan Jendral Liu
Namun, Yun Bai Liu tidak mendengar apa yang dikatakan Qin Xuan, dia masih asik melamun
" Hei! Apa kau mendengar ku...??! ", panggil Qin Xuan sekali lagi.
" Jika benar dia memahami ku, lalu kenapa dia menghilang tanpa kabar? ", batinnya.
" Kakak ipar... ", suara Qin Xuan yang samar-samar terdengar Jendral Liu.
" Ataukah... dia tidak memahami ku sama sekali?", batinnya, sembari mengerutkan kening.
" YUN! BAI! LIUU!!! "
" !!! "
__ADS_1
Jendral Liu tersentak kaget, ketika Qin Xuan berteriak memanggil namanya