MENJEMPUT PERMAISURI RAJA NERAKA

MENJEMPUT PERMAISURI RAJA NERAKA
BERTEMU YANG MULIA (part 1)


__ADS_3

•Keesokan harinya


" APAAAA!!! ", teriak Yun Mi'an


Pagi hari hampir lewat, Yun Mi'an baru terbangun dan ketika ia menatap ponselnya, ia terkejut bukan kepalang. Liburan musim panas sudah berlalu dan kemarin adalah hari terakhir libur musim panas, yang berarti di hari itu ia kembali ke kehidupan sebagai seorang mahasiswi lagi.


"YANG BENAR SAJA!!!", teriaknya terkejut. BAGAIMANA AKU BISA TIDUR SAMPAI SE-SIANG INI!!!?", lantangnya dengan bingung.


"Hari ini aku memiliki tugas yang harus di berikan kepada para dosen s*lan itu. Jika mereka menemukan kesalahan kecil ku dihari pertama masuk kampus, maka aku akan di hukum sampai aku tidak bisa merasakan tubuh ku sendiri?!!", gumamnya kesal, bergegas turun dari ranjang.


"Ada apa dengan ku hari ini, kenapa aku bisa tertidur sampai siang...??!", pikirnya, sembari bolak-balik kesana-kemari mempersiapkan bersiap-siap.


"Tunggu!!! ...(tertegun)...!!", tiba-tiba menghentikan langkah.


"Aku... Bisa tidur dengan nyenyak tanpa mimpi buruk??", berpikir.


"...(mengingat)..."


" Iya!!", teringat.


"Aku memang bermimpi buruk tadi malam...!!! Tapi... Bagaimana aku bisa tidak terbangun dari mimpi? Biasanya aku akan terbangun karna mimpi itu dan tidak bisa tertidur lagi?? ", berpikir keras, sambil memasukkan buku ke dalam tas.


"Dan... Aku tidur sangat nyenyak??! Ada apa dengan ku??! ", pikirnya lagi semakin bingung


"Aah!! Sudahlah... Jangan di pikirkan lagi. Aku akan terlambat jika tidak segera berangkat".


Setelah berlari kesana-kemari, akhirnya Yun Mi'an selesai berkemas dan bersiap untuk pergi ke kampus


Setelah memastikan tidak tertinggal sesuatu, Yun Mi'an pun keluar dengan terburu-buru


Pria yang tidur bersama dengannya dan menghilang dimalam hari, kini muncul kembali disamping pintu rumah Yun Mi'an. Dia hanya tersenyum melihat Yun Mi'an yang berdiri di sampingnya


"Ini aneh...?! Sejak aku menemukan kotak peti itu, aku selalu merasa ada yang mengawasi ku?!", pikirnya, sembari melirik ke kanan, ke kiri.


Pria misterius itu, hanya tersenyum kecil. Lalu, dengan tiba-tiba dia mendekat dan...


"Huff...!!!", meniup telinga Yun Mi'an.


"...!!!!? ", terkejut sehingga telinga memerah.


"Kau benar, aku selalu mengawasi mu agar tidak ada yang berani menyakiti mu...", sahutnya tersenyum.


Yun Mi'an pun menoleh ke samping, namun tidak melihat ada seseorang di sampingnya


"Siapa yang meniup telingaku??", pikirnya bingung, sembari memegang telinganya.


"...(menggelengkan kepala)... Mungkin hanya halusinasi ku saja!?", pikirnya.


Ketika Yun Mi'an berbalik dan hendak pergi, tiba-tiba langkahnya terhenti oleh sesuatu


"...(mencoba bergerak, namun tidak bisa)...!! Kenapa aku tidak bisa bergerak??!", pikirnya terkejut.


Pria itu seketika berada didepan Yun Mi'an dan membuat Yun Mi'an tidak bisa bergerak


"Karena kau melupakan sesuatu Yun'er... ", bisik pria itu, tiba-tiba mendekat ke telinga Yun Mi'an.


Tanpa aba-aba, pria itu langsung mencium kening Yun Mi'an


"Kau lupa ciuman perpisahan seperti janji mu...!! Kau harus menepati janji mu Yun'er...", bisiknya lagi.


Kemudian, pria itu membatalkan mantra yang membuat Yun Mi'an bisa kembali bergerak,sehingga Yun Mi'an bisa kembali bergerak. Yun Mi'an yang merasakan ciuman itu, hanya terdiam dia kembali berjalan dengan linglung dan wajah yang merona


"...(linglung)...!!! Kenapa aku merasa ada seseorang yang mencium kening ku??!", pikirnya.


"...(menggelengkan kepala sekuat tenaga)... Apa yang aku pikirkan? Bagaimana ada seseorang yang mencium ku, sedangkan aku hanya sendiri??", pikirnya lagi.


Ia pun terus berjalan menuju kampus, namun pria misterius itu terus menatapnya Yun Mi'an senyuman nakalnya. Namun, ketika Yun Mi'an mulai menjauh dari pandangannya, ekspresi diwajahnya seketika berubah sedih


***


.


•Universitas Long


...Setelah sampai di kampus, Yun Mi'an terus berlari menuju kelas. Setibanya dia di sana, Yun Mi'an terkejut karena semua mahasiswa sedang mendengarkan pengajaran dari seorang Dosen yang baru ia temui


Yun Mi'an yang tiba-tiba muncul di depan pintu, membuat salah seorang mahasiswi yang membencinya melihat bahwa dirinya terlambat masuk kelas, dan dengan sengaja menghinanya

__ADS_1


"Yun'er? Itu kau..? Bagaimana kau bisa sangat terlambat?? Kau tidak pernah terlambat sebelumnya!? Apa kau baik-baik saja?", tanya seorang mahasiswi kasihan, bermaksud menyindir dengan suara sedikit keras


Mendengar perkataan mahasiswi itu membuat semua orang terus menatapnya termasuk Dosen baru itu


"Hei! Aku tau kau bermaksud menyindir ku, jadi jangan berpura-pura baik padaku...!!! Sudahlah... Aku malas meladeninya!!", ujarnya dalam hati dengan ekspresi tidak senang.


Dosen baru itu hanya menatapnya dengan serius


"Sepertinya dia sudah datang... ", pikir Dosen yang mengajar.


“...(melirik kearah dosen)... Apa dia Dosen baru yang diberitakan akan mengajar dan menjadi wali kelas kami?? Sepertinya sedikit sombong dan wajahnya... ”


“ Sangat TAMPAN... Benarkan?!”, pikirnya.


“ Benar-benar BIASA SAJA!!”, sambung Yun Mi'an dingin


“ Ehk!! ”, sakit di dalam hati.


“bagaimana dia bisa mengatakan bahwa wajah ku bisa saja, saat aku harus menghadapi ribuan wanita yang menghadang jalan ku ketik aku baru masuk ke kampus ini?? ”, pikirnya bingung dengan senyum tak berdaya.


“ meskipun begitu dia adalah seorang Dosen, dia guruku, aku harus tetap menghormatinya. Lihat bagaimana dia akan menghukum ku nanti. Jika itu ringan dan sesuai dengan peraturan, aku akan anggap dia adalah guru yang baik, namun jika itu keterlaluan maka aku tidak akan sungkan terhadapnya...”, pikirnya lagi serius.


Mendengar apa yang dipikirkan Yun Mi'an terhadapnya, membuat dosen itu terkejut, panik dan sedikit takut


"Maafkan Yun'er Dosen Liu, Yun'er terlambat...", membungkuk.


"...(terkejut)...!! Hei! Jangan membungkuk pada ku, jika dia tau... Aku akan mati...!!!", ujar Dosen Liu dalam hati dengan panik.


"Hehehe... Tidak apa-apa!! Ini juga hari pertamamu terlambat ...(santai saja dan (dalam hati))... ", ujarnya dengan senyum profesional.


"Kau bisa duduk sekarang ...(cepatlah berdiri atau aku akan mati (dalam hati)...", takut.


Yun Mi'an pun duduk di kursinya, kemudian Dosen Liu melanjutkan tugasnya mengajar siswa


Tak lama setelah itu, pelajaran pun berakhir. Semua siswa mulai keluar kelas untuk membeli makan, namun Yun Mi'an pergi ke ruang dosen menemui Dosen Liu sesuai pesannya


.


*flashback


"Baik Dosen Liu...", sahut Yun Mi'an.


.


•Ruangan Dosen Liu...


" Tok... Tok... Tok... ", suara ketukan pintu.


" Pak...!!! Ini Yun'er, apa Yun'er boleh masuk? ", tanya Yun Mi'an.


" Masuklah! Pintunya tidak di kunci!! ", jawab Dosen Liu.


" Krekk!! ", suara pintu terbuka.


Yun Mi'an pun masuk ke dalam, ia melihat Dosen Liu sedang duduk menunggu di kursinya


" Ada apa Pak Dosen manggil Yun'er?? ", tanyanya.


" Apa kamu bisa mengatakan kenapa kamu bisa terlambat??


"Ooh, jadi pak Liu ini hanya berpura-pura baik didepan kelas tadi? Dia melepaskan ku di depan para mahasiswa dan kemudian memanggilku ke ruangannya agar dia bisa menghukum ku? Benar-benar Dosen yang baik... ", pikirnya dengan ekspresi datar dan tatapan menyindir.


"...Hahh!? Gadis ini benar-benar! Hei nak, aku tau apa yang kau pikirkan!! Dan... Apa maksud tatapan mu itu. Juga... Aku hanya ingin memastikan apakah dia benar-benar sudah datang atau belum!! Jadi ku mohon jangan salah paham! Aku tidak akan menyakiti mu dan aku tidak akan berani untuk melakukannya.... ", ujarnya dalam hati saat melihat tatapan Yun Mi'an dengan ekspresi kesal.


"...(mengambil nafas)... Yun'er...!! Aku tidak bermaksud menghukum mu, aku hanya ingin tahu apa yang membuatmu terlambat. Karena... Sebelumnya kau tidak pernah terlambat hingga jam pelajaran akan berakhir. Mungkin jika kau hanya terlambat setelah aku atau dosen yang lain telah masuk ke kelas mu, kau tidak akan di tanyakan. Naum saat ini berbeda, kau terlambat hampir satu jam...", jelasnya


"Apa yang dikatakan Pak Dosen masuk akal juga! Jika hanya terlambat beberapa menik mungkin tidak terlalu ditanyai, namun... Sekarang aku terlambat hampir dua pelajaran? ! Sepertinya aku yang terlalu banyak berpikir", pikirnya lagi.


"Ya... Benar 'kan?! ", ujarnya dalam hati tersenyum lega.


"Tapi...aku rasa dia akan tetap menghukum ku, meski itu bukan hukuman yang berat!? Bagaimana jika aku mendapat tugas selama satu bulan sebagai hukumannya?!!", pikirnya curiga.


" Hahh!!! ", terkejut


"...(menghela nafas dalam-dalam)... Baiklah! Apakah kau... Terlambat ke kampus karena... Kau juga... Terlambat bangun??! ", tanyanya menebak.


"...!!!? Bagaimana dia bisa tau??! ", pikir Yun Mi'an terkejut.

__ADS_1


" Sepertinya benar.. ", pikir Dosen Liu saat melihat ekspresi Yun Mi'an.


" Iya... ", jawab Yun Mi'an.


" Sesuai dugaan ku... ", ujarnya dalam hati, tersenyum tak berdaya.


" Lalu? Apakah kau.... Bertemu dengan seseorang?", tanyanya lagi.


"Bertemu seseorang?? ", ucapnya lirih dengan bingung dan berpikir.


"...(bingung)... Maksudku... Apa kau pernah bertemu dengan seorang pria baru-baru ini? ", menyelidiki.


"...(menggelengkan kepala)... Tidak!! ", masih bingung.


“ Tidak?? Apa mereka belum bertemu?? ”, pikirnya ikut bingung.


" Eee... Pak Liu!? Bagaimana kau bisa tau kalau aku terlambat bagun?? ", tanyanya penasaran


" Hehe... Soal itu ya...?! ", tersenyum canggung


" Kau tampak berbeda dari biasanya saja. Dan... Aku hanya asal menebaknya saja... ", jawabnya sedang canggung.


" Oooh begitu ya... ", ikuti tersenyum.


" Hehe... Iya... ", sahutnya terus tersenyum.


“ Tidak masuk akal!! ”, ujarnya dalam hati.


“ Ehh...!!! ”, dalam diam hati tersakiti.


"Ya...!! Baiklah!! Kalau begitu kau boleh keluar sekarang... ", ujarnya.


“ Hah?! Benar-benar hanya bertanya kenapa aku terlambat? Ku pikir dia akan menghukum ku karena terlambat setelah aku mengatakan alasan ku terlambat? ”, pikiran tidak percaya.


“...(membeku)... Sudah ku bilang 'kan? Aku hanya bertanya alasan keterlambatan mu dan tidak ada niat untuk menghukum mu, apa kau masih tidak percaya padaku??”, pikirnya kesal namun tak berdaya.


.


•Disisi lain


(Kamar Yun Mi'an)


"Sepertinya kau sudah tau akan kedatangan ku...!!".


Seorang pria misterius tersenyum melihat dosen Liu yang dilihatnya melalui sebuah cermin besar yang tercipta oleh sebuah kekuatan besar


" Kalau begitu, aku akan memberimu sebuah kejutan", ujarnya tersenyum.


.


•Ruangan Dosen Liu


"Karna sudah selesai, saya permisi dulu Dosen Liu... ", ujarnya senyum terpaksa.


" Ya.. Ya... Kau bisa keluar... ", sahutnya berusaha tersenyum.


“ apakah dia sedang mengusirku?? ”, ujarnya dalam hati kesal, namun tetap tersenyum.


“ aku tidak sedang mengusirku, tapi aku sedang mencoba bertahan hidup!! Tolong jangan selalu salah paham!! OK!!! ”, ujarnya dalam hati dengan kesal juga tatap tersenyum.


" Baik kalau begitu, saya permisi dulu pak!? ", membungkuk hormat.


Dosen Liu hanya tersenyum meskipun terpaksa dan menganggukkan kepalanya. Yun Mi'an pun keluar dari kantor Dosen Liu, setelah kedua orang itu sangat terlepas satu sama lain mereka saling menghela nafas lega.


“ hufff!!! Akhirnya...selesai...!! ”, ujar Yun Mi'an dan Dosen Liu serentak dari tempat yang berbeda.


“ kenapa aku selalu merasa kenal dengan Dosen Liu? Bukankah kami baru saja bertemu dikelas tadi?! Bagaimana aku memiliki perasaan akrab padanya? Apa aku pernah bertemu dengan Dosen Liu sebelumnya?? ”, pikir Yun Mi'an bingung.


“ ini sudah lama, dan sekarang kau bahkan tidak mengingatku lagi. Tapi... Kau masih seperti dulu, kau masih orang yang sama....MIA!!! ”, ujarnya dalam hati tertunduk sedih.


“ 𝙩𝙚𝙣𝙖𝙜𝙡𝙖𝙝...𝙙𝙞𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙜𝙚𝙧𝙖 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙞𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙢𝙪 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙞𝙩𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖... ”.


Suara yang tiba-tiba muncul entah dari mana mengejutkan Dosen Liu,sontak saja dia tersadar kerena tenggelam oleh pikirannya sendiri


"YANG MULIA!!! ", teriaknya lantang.


***

__ADS_1


__ADS_2