
Malam hari.
Kezia telah siap di depan pintu kamar kostnya. Ia begitu cantik dengan dress di atas lutut berwarna biru laut. Tak lama kemudian datanglah seseorang dengan mobilnya.
'Tin' ia membunyikan klakson nya.
Kenzo pun keluar dari mobil dan menghampiri Kezia.
"Kau sudah siap?" tanya Kenzo.
"Hemm" ucap Kezia. Lalu ia mengunci kamar nya.
"Ayo" ucap Kezia lagi.
Mereka pun berjalan dan memasuki pintu mobil masing-masing.
Keduanya tak lupa memakai sabuk pengaman nya.
"Kita akan kemana?" ucap Kezia.
"Bagaimana, kalau ke cafe, disana tempatnya lumayan nyaman" ucap Kenzo.
"Oh, baiklah" ucap Kezia.
30 menit perjalanan. Mereka sampai di sebuah cafe, bernuansa milenial ala anak muda. Tempatnya yang nyaman, dengan hiasan lampu warna-warni.
"Duduklah, apa kau suka tempatnya?" tanya Kenzo.
"Hemm. Ini sangat indah" ucap Kezia tersenyum antusias.
"Kau ingin pesan apa?" ucap Kenzo.
"Apa saja rekomendasi makanan disini?" ucap Kezia.
"Baiklah, biar aku yang pesankan" ucap Kenzo.
Ia pun memanggil waiters dengan tangan nya.
"Pesan apa, tuan?" ucap waiters.
"Sajikan, rekomendasi makanan ter'favorit disini" ucap Kenzo.
"Baik, tuan" ucap sang waiters. Ia pun mengundurkan diri untuk kembali ke dapur.
30 menit kemudian. Makanan pun datang.
__ADS_1
"Silahkan. Selamat menikmati" ucap waiters.
"Terima kasih" ucap Kezia.
waiters pun tersenyum dan kembali ke belakang.
"Wah, sepertinya enak enak" ucap Kezia.
"Tentu saja, kau harus mencoba ini" sambil menyodorkan makanan pada Kezia.
"Ini adalah ayam geprek cabe ijo. Dan ini menu favorit di sini" ucap Kenzo.
"Benarkah? aku akan mencobanya" ucap Kezia.
"Cobalah" ucap Kenzo.
Kezia pun mencoba makanan nya.
"Eumh. Ini enak sekali" ucap Kezia antusias.
Kenzo pun tersenyum melihat tingkah Kezia. Mereka pun makan dengan tenang dan lahap. Sesekali Kenzo memandangi Kezia yang sedang serius dengan makanannya. Entahlah ia begitu senang melihatnya. Ada rasa lain yang belum pernah ia rasakan pada teman gadis lainnya.
Mereka pun selesai dengan makannya.
"Ini cafe teman ku, Rian" ucap Kenzo.
"Ia. Nanti aku kenalin kamu" ucap Kenzo.
Lalu, ada seseorang mendekat.
"Hai, bro. Udah lama Lo?" ucap Rian.
"Eh, nongol juga lo. Dari mana? gue udah selesai" ucap Kenzo.
"Biasa..." ucap Rian.
"Siapa nih?" tanya Rian.
"Kenalin, ini, Kezia. Kezia, ini Rian pemilik cafe ini" ucap Kenzo memperkenalkan mereka.
"Kezia" .
"Rian" ucap mereka berkenalan dengan saling melempar senyum.
"Udah udah" ucap Kenzo menarik jabatan tangan Rian.
__ADS_1
"Ya elah. Posesif Lo" ucap Rian.
"Punya gue" ucap Kenzo.
Sedangkan Kezia hanya tersenyum malu.
Mereka pun berbincang bincang sebentar.
🌸
Di Kostan Ardi.
Terlihat Ardi sedang melihat foto seseorang di ponselnya dengan pandangan sendu. Dan masuklah Reno ke dalam kamar dan menghampiri Ardi.
"Kenapa, Lo?" ucap Reno.
"Sepertinya, ucapan lo benar" ucap Ardi tanpa mengalihkan pandangannya.
"Ucapan yang mana" ucap Reno santai.
"Jangan bilang, lo suka sama Kezia, dan Lo baru sadar?" ucap Reno.
"Hemm" ucap Ardi.
"Hufhh.. gue bilang juga apa, harusnya lo terima dia waktu itu. Pasti ia gak bakal pergi kan" ucap Reno mendengus.
"Gue, hufh..gue ga tau bakal galau begini di tinggalin dia" ucap Ardi.
"Ya udah. Sabar aja lo. Kalau jodoh pasti balik lagi" ucap Reno, menepuk pundak Ardi sekali.
"Hemm" Ardi hanya berdehem.
'gue yang nolak lo, gue juga yang dilema, yang benar saja,heh' ucap Ardi mendengus dalam hati, sedikit lucu dengan dirinya.
Berbeda dengan Ardi yang dilanda dilema. Di sisi lain Kezia sudah mulai melupakan Ardi, semenjak ia datang ke kota Jakarta, ia bertekad melupakannya.
Dan apakah ia akan mendapatkan pengganti nya???
🌸 Ikutin terus next episode.
Dukung author dengan Like, vote, comments ya...
Selamat membaca readers ❤️
Jadikan novel ini favorit kamu 💙
__ADS_1
Please Like 👍