Menolak Cintanya

Menolak Cintanya
Bab 2 Hari Pertama Bekerja


__ADS_3

Hari ini pertama kalinya Ardi bekerja di sebuah restoran.


Seorang kepala pelayan membawa Ardi untuk memperkenalkan nya pada pelayan yang lainnya.


"Perhatian semuanya, ini Ardi pelayan baru disini. Bekerja samalah dengan baik" ucap Teh Rina kepala pelayan di restoran itu.


"Silahkan perkenalkan dirimu Ardi. Dan mulailah bekerja. Semoga kau betah disini" ucapnya lagi.


"Terima kasih teh" ucap Ardi tersenyum.


Lalu ia memperkenalkan dirinya.


"Namaku Ardi. Mohon bantuannya" ucapnya.


"Tenang saja. Kami akan membantu mu" ucap Reno ramah.


Ia tak sadar ada seorang gadis yang terpesona dengan nya. Cinta pandangan pertama.


"Kau, Reno. Beritahu pekerjaan nya dan bantu dia agar mengerti" ucap teh Rina.


"Siap teh" ucapnya.


Mereka pun bubar dan mulai bekerja dengan tugas masing-masing.


Ardi memulai pekerjaan nya dengan dibantu Reno. Usia Reno 2 tahun lebih tua darinya. Reno adalah teman yang mengajak nya bekerja disini. Mereka tinggal satu kost bersama.


Waktunya istirahat makan siang. Para pelayan bergantian untuk makan siang. Saat akan menyimpan piring ke wastafel Ardi tak sengaja menabrak seseorang.


"Maaf" ucap Ardi.


"Ya tidak apa-apa. Kau Ardi kan? Kenalkan namaku Kezia" ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


Ya yang ia tabrak adalah Kezia, gadis yang menyukainya dalam pandangan pertama.


"Ardi" ucapnya menjabat tangan Kezia.


Kesan pertama nya pada Kezia yaitu, manis.


"Ok, aku akan melanjutkan pekerjaan ku. Sampai nanti Ardi" ucap Kezia dengan senyuman nya.


"Iya" ucap Ardi juga tersenyum tipis.

__ADS_1


Lalu keduanya kembali melanjutkan pekerjaan masing-masing.


Waktu menunjukan pukul 4 sore. Waktunya berganti shift.


Diluar restoran terlihat Kezia dan Reno sedang berbincang.


"Ka Reno" panggil Kezia.


"Kenapa Kez?" tanyanya.


"Apa Ardi temanmu, kak?" tanya Kezia.


"Iya dia temanku. Kami tinggal satu kost" ucapnya.


"Kenapa? apa kau menyukainya?" goda Reno.


"A-ah tidak. Jangan menggodaku" ucap Kezia dengan muka merah.


"Aku sudah cukup mengenalmu,kau tahu" ucap Reno.


Kezia hanya tersenyum lebar.


"Bagi nomornya dong" ucap Kezia.


"Minta saja sendiri" ucap Reno lalu mengacak rambut Kezia.


Reno sudah menganggap Kezia seperti adiknya sendiri. Ia begitu gemas dengannya. Kezia adalah sosok yang ceria dan menyenangkan menurutnya.


"Huuu pelit" ucap Kezia sambil membenarkan rambutnya.


"Ha ha ha" Reno tertawa renyah melihat Kezia memanyunkan bibirnya cemberut.


"Sudah sana pulang gadis kecil" titahnya.


"Ya ya baiklah. Aku menunggu Siska" ucap Kezia.


Tak berapa lama Siska pun datang menghampiri Kezia dan Reno.


"Sore ka Reno" sapa Siska.


"Sore Siska" jawab Reno tersenyum.

__ADS_1


"Pulang yuk, Kez" ajaknya sambil mengendarai motor matic nya.


"Dari tadi juga mau pulang. Nungguin kamu tahu lama banget sih" ucap Kezia sambil memakai helm nya.


"Sorry. Sakit perut tadi" ucapnya.


Lalu Kezia duduk di belakang Siska.


"Ka Reno, kita duluan ya" ucap mereka bersamaan.


"Ya hati hati" ucap Reno.


Motor Siska pun melaju ke jalanan.


Lalu datanglah Ardi.


"Lama banget, Lo" ucap Reno.


"Sorry, tanggung tadi" jawab Ardi.


"Yaudah, yuk balik" ucap Reno lagi.


Mereka pun pulang bersama dengan motornya masing-masing.


Reno dan Ardi sampai di kostan nya. Mereka turun dari motor dan duduk di depan rumah kost khusus putra itu.


"Ngomong ngomong, ada gadis yang sepertinya menyukaimu" ucap Reno.


"Siapa?" tanyanya heran.


"Kezia Larissa. Kau sudah mengenalnya?" tanya Reno.


"Kezia?", gumamnya.


"Oh.. Ya kami sudah berkenalan tadi" ucap Ardi.


"Sepertinya dia menyukaimu" ucap Reno.


"Sudahlah, kau ini konyol sekali" ucap Ardi lalu masuk ke dalam kamar kostnya bersama Reno.


Reno pun ikut masuk kamar kost dan mereka pun berbincang bincang sambil main game online di ponsel nya.

__ADS_1


__ADS_2