Menolak Cintanya

Menolak Cintanya
Bab 7 Satu tahun kemudian


__ADS_3

Satu tahun kemudian.


Hari hari terus berlalu. Tak terasa sudah satu tahun kemudian.


Sampai saat ini Kezia masih tetap dengan perasaan nya pada Ardi. Begitu pun dengan Ardi yang masih menutup hatinya.


Sudah dua bulan Ardi sendiri. Ia telah putus dengan pacarnya. Kini, Kezia, akan mengungkapkan perasaannya.


Pukul 4 sore.


"Ardi, aku mau ngomong sama kamu" ucap Kezia.


"Ngomong apa, Kez?" tanya Ardi.


"Ngomong di taman aja gimana? biar enak!" ucap Kezia.


"Ok, yu naik" ucap Ardi.


"Hemm" Kezia pun naik motor Ardi.


10 menit kemudian, mereka sampai di taman.


Mereka duduk di bangku taman.


"Mau ngomong apa, Kez?" ucap Ardi.


' deg deg deg. Ko gue deg deg an ya' ucapnya dalam hati.


"Aku tahu, kamu pasti udah tahu. Tapi aku mau ngomong lebih jelas" ucap Kezia serius.


Ardi mendengar nya.


"Aku menyukaimu, emm tidak. Lebih tepatnya, aku mencintaimu" ucap Kezia.


"Kez?" ucap Ardi tersentak.

__ADS_1


"Aku tahu kamu tak menyukai ku. Tapi aku ingin dengar sendiri dari mulutmu. Jadi bicaralah" ucap Kezia serius.


"Jangan mencintai ku, Kez. Kau akan terluka. Cukup sampai disini. Aku tak mencintaimu" ucap Ardi serius..


'tess' air mata Kezia lolos dengan sendirinya.


'Ternyata mendengar nya lebih jelas, lebih terasa sakitnya' ucap Kezia dalam hati.


"Maaf" ucap Ardi.


Kezia mengusap air matanya dan tertawa.


"Hahaha, tak apa Ar. Aku sudah tahu. Tapi masih kekeh ingin mengatakan nya padamu" ucapnya tertawa sendu.


"Terima kasih, sudah menjawabnya" ucap Kezia.


"Aku akan mengantarmu pulang. Ayo" ucap Ardi.


"Hemm" ucap Kezia mengangguk.


Ia pun naik. Dan tanpa suara, ia menangis di belakang dengan menunduk.


Sesampainya di depan kost, Kezia turun dan mengusap air matanya.


"Terima kasih, aku akan masuk" ucapnya tersenyum hangat.


"Masuklah. Jangan menangis lagi. Maaf kan aku, hemm" ucap Ardi.


"Hemm, tak apa" ucap Kezia, lalu berjalan masuk ke kamar nya.


Sejenak, Ardi memperhatikan langkah kaki Kezia yang menjauhinya.


Di dalam hatinya, entah mengapa ada sesuatu yang tercubit.


'Ah apa ini?" ucapnya, lalu ia menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Ia pun pulang ke kostan nya.


Di kamar Kezia. Ia menangis karena cintanya bertepuk sebelah tangan.


"Ternyata selama setahun ini, ga berarti apa apa" ucapnya.


"Ok, aku akan melupakan kamu. Mulai detik ini kamu bukan apa-apa untuk ku" ucapnya, lalu menghapus air matanya.


Keesokan pagi nya, ia datang ke ruangan atasannya. Ia mengatakan resign dari pekerjaannya.


"Resign? kenapa?" ucap Bu Rita sang manajer.


"Saya sudah tak nyaman disini. Ada satu konflik yang terjadi" ucap Kezia.


"Sayang sekali. Bagaimana jika kamu pindah ke restoran cabang satu" ucap Bu Rita.


"Baiklah,Bu" ucap Kezia.


"Ok. Mulai besok kamu kerja disana. Ini alamat nya. Kamu temui saja manajer disana dan bilang kamu rekomendasi dari saya" ucap Bu Rita.


"Baik,Bu. Saya permisi" ucap Kezia.


Setelah keluar ruangan. Ia pamit pulang pada Siska.


"Aku pulang duluan" ucap Kezia.


"Loh, kenapa? ini masih pagi?" ucap Siska.


"Ga enak badan" ucap Kezia, lalu pergi.


"Ok. Istirahatlah" ucap Siska.


Ya, Kezia memang terlihat lesu. Ia juga lihat matanya sembab. Ia belum bertanya kenapa, Kezia sepertinya masih belum mau bercerita.


Sampai di kost, Kezia membereskan baju bajunya. Menulis surat untuk Siska. Dan pergi ke tempat lain.

__ADS_1


"Selamat tinggal" ucapnya, melihat sekeliling kamar nya.


Selamat membaca readers 💙


__ADS_2