Menolak Cintanya

Menolak Cintanya
Bab 12 Kandas


__ADS_3

Di sisi lain, seorang pria masih dengan kegalauan nya. Dilema, karena perasaannya. Mulut nya berkata tidak mencintai Kezia, namun hatinya resah saat ia pergi dari sisi nya. Mulut nya mencintai kekasihnya, tapi hatinya nyatanya hampa.


Ardi bingung dengan perasaannya.


'Mengapa begini?' desahnya dalam hati.


Ardi memang bekerja seperti biasanya, tapi tidak dengan hatinya.


🌸


Malam hari.


'tring', pesan dari Nadia.


"Sayang, jadi kan kita jalan?" ucap Nadia.


Ardi pun mengetik sesuatu dan mengirim nya.


"Iya, Nad. Aku jemput kamu." ucap Ardi.


Ardi pun pergi menjemput kekasihnya, Nadia. Ya, sampai saat ini mereka masih sepasang kekasih.


Hanya menempuh waktu kurang dari 5 menit, ia sampai di tempat kost Nadia. Tentu saja, karena jarak kost mereka yang dekat.


Nadia pun langsung duduk di jok belakang.


Mereka pun pergi ke taman kota dan duduk di sebuah bangku yang di sediakan.


"Kamu mau minum?" tanya Ardi.


"Boleh." ucap Nadia.


"Tunggu sebentar. Aku akan segera kembali." ucap Ardi, dan ia pun pergi setelah mendapat anggukan kepala dari Nadia.


Nadia pun memainkan ponsel nya, sembari menunggu sang kekasih.


"Ini." ucap Ardi, memberikan minuman coklat dingin.


"Terima kasih, Di." ucap Nadia tersenyum.


"Hemm." Ardi berdehem.


Hening.

__ADS_1


Tak ada percakapan antara mereka. Sebenarnya beberapa bulan terakhir, Ardi sedikit...berubah. Dan Nadia merasakannya.


Akhirnya, Nadia pun membuka suara dengan menanyakan..... kenapa ia sedikit berubah. Menjadi diam.


"Di...?" ucap Nadia memecah keheningan.


"Hemm?" ucap Ardi menoleh.


"Kenapa akhir-akhir ini kamu seperti berubah? tidak seromantis dulu, dan ketika jalan berdua kamu juga hanya diam jika aku tak mengajak mu bicara? apa yang terjadi?" ucap Nadia sendu.


'deg. Apa aku seberubah itu?' ucap Ardi tersentak.


"Aku tidak apa-apa. Mungkin hanya perasaanmu." jawab Ardi dengan senyum menenangkan.


"Ini bukan perasaan ku saja. Jika hanya perasaan ku mungkin hanya sekali dua kali. Tapi beberapa bulan terakhir ini, kau tetap sama." ucap Nadia lagi.


"Apa kau sudah bosan dengan ku?" ucap Nadia lirih.


"Maaf Nad." ucap Ardi.


Ardi pun meminta maaf dan membawa Nadia ke dalam pelukannya.


Nadia pun menangis dalam dekapan Ardi.


Setelah merasa tenang, Nadia pun melepaskan pelukan Ardi.


Ardi mencium kening Nadia.


"Jika seperti ini terus, aku tidak bisa. Lebih baik, kita akhiri saja hubungan ini." ucap Nadia.


"Nad.." ucap Ardi, tak percaya bahwa Nadia berniat mengakhiri hubungannya.


"Untuk apa, Di? untuk apa kita bertahan jika kamu sudah tak mencintai ku?" ucap Nadia tersenyum sendu.


"Maaf." ucap Ardi.


"Lebih baik kita pulang saja" ucap Ardi.


"Tapi, Di..." ucap Nadia ingin kembali bicara.


"Tenang kan dulu diri kamu, ya. Kita bahas lain kali." ucap Ardi.


"Aku ingin sekarang." ucap Nadia.

__ADS_1


Ardi pun terlihat bingung. Ia pun menghembuskan napas nya.


"Maaf, Nad. Aku tidak tahu kenapa, tapi rasa ku untuk mu... 'Ardi menjeda' ... sudah tidak ada lagi." ungkap Ardi.


"Deg" . Seperti tertusuk jarum. Hati Nadia sakit mendengar nya.


"Kenapa, Di?" ucap Nadia dengan tangisnya.


"Apa salahku?" tanya nya lagi.


"Kau tidak salah. Aku juga tidak mengerti. Jadi, maafkan aku." ucap Ardi.


Nadia pun menangis sesegukan. Hatinya sakit.


Ardi hanya bisa memeluknya erat. Merasa bersalah pada Nadia.


Ia hanya mengucapkan kata-kata maaf.


Satu jam kemudian. Nadia pun berhenti dari tangisnya. Walau isakan kecil masih sesekali terdengar.


"Baiklah, Di. Aku mengerti. Maaf membuat baju mu basah." ucap Nadia.


"Aku yang salah. Aku minta maaf padamu." ucap Ardi.


"Aku mengerti. Tapi kita masih bisa berteman kan?" tanya Nadia sendu.


"Ya, tentu saja." ucap Ardi tersenyum.


Ia pun mencium kening Nadia dan memeluknya untuk terakhir kali ia lakukan sebagai kekasih.


"Aku antar pulang ya. Sudah malam." ucap Ardi.


"Hemm." Nadia berdehem sambil tersenyum dengan mata yang sembab.


Mereka pun pergi dari taman yang menyaksikan kandasnya hubungan mereka sebagai pasangan kekasih.


'Kalau sudah tak cinta ya mau bagaimana lagi' ucap Nadia dalam hati, dengan hati yg masih dipenuhi kesedihan.


🌸


Di sisi lain Kezia sedang bahagia bersama kekasihnya, Kenzo.


Dan di sini, Ardi tengah kandas dalam hubungannya.

__ADS_1


🌸


Maaf lama update...


__ADS_2