
Setelah menunggu Reno mandi. Ardi dan Reno pun pergi ke sebuah warung makan Nasi Padang. Kebetulan mereka sudah kelaparan.
Mereka pun memesan makanan, dan makan dengan lahap dengan sesekali berbincang kecil.
Tepat ketika akan kembali ke penginapan nya. Reno tiba-tiba melihat ke arah sebrang. Disana terlihat seorang perempuan yang mereka kenal bergandengan tangan dengan mesra menuju mobil. Mereka baru saja keluar dari kedai ice cream.
"Di, lihat itu. Bukannya itu Kezia?" ucap Reno sambil menepuk pundaknya.
"Dimana?" ucap Adit sambil mengedarkan pandangannya.
"CK, itu di seberang. Kedai ice cream." ucap Reno.
Ardi pun langsung melihat ke sebrang. Dan benar saja, ternyata gadis yang ingin dia temui sedang bermesraan dengan pria lain.
Ardi melihatnya nya dengan mata tajam. Ia dan Reno pun mengikuti arah mobil yang di tumpangi Kezia dan seorang pria di dalamnya itu.
20 menit kemudian, mobil pun berhenti di sebuah gang. Keduanya turun dari mobil. Karena gang yang sempit hanya cukup untuk jalan motor saja. Makanya mobilnya di tinggal di depan gang.
Kenzo mengantar sang kekasih sampai pada depan pintu kos nya.
"Jangan lupa mandi ya sayang. Ini sebentar lagi malam." ucap Kenzo.
"Iya sayang." balas Kezia tersenyum manis.
Dengan gemas Kenzo mengacak rambut Kezia.
"Gemes banget sih." ucap Kenzo.
"Ish kamu ya." ucap Kezia mencebik.
"Maaf sayang. Ya sudah, sana masuk. Aku juga akan pulang." ucap Kenzo.
"Hemm. Hati-hati di jalan Ken." ucap Kezia.
__ADS_1
"Iya sayang." ucap Kenzo tersenyum manis.
Lalu ' cup cup' Kenzo mencium pipi kiri Kezia dan juga sedikit ******* bibir Kezia.
"Ah Ken." ucap Kezia tertahan. Mukanya memerah malu.
"Bye sayang. Aku pulang" ucap Kenzo melambaikan tangan Lalau berbalik pergi menuju mobilnya.
"Hemm." ucap Kezia dengan gumaman.
Ia memegang kedua pipinya yang memanas.
"Ya ampun Ken. Kamu manis sekali." ucap Kezia dengan senyum lebarnya.
Hati keduanya berbunga-bunga. Kenzo mulai melajukan mobilnya. Sedangkan Kezia masuk ke dalam kamar kosnya.
Sedangkan di sisi lain, ternyata dari tadi ada yang memperhatikan sepasang kekasih yang dimabuk asmara itu.
Ya, dia adalah Ardi dan Reno yang mengikuti kemana Kezia pergi. Dan ternyata apa yang mereka lihat begitu mencengangkan. Terutama bagi Ardi.
Tunggu.
Apakah ini karma karena telah menolak nya dulu. Dan berpacaran dengan gadis lain ?
"Hah" Ardi menghembuskan nafas beratnya.
"Sabar bro." ucap Reno.
"Ternyata dia udah punya cowok, Ren. Dia udah lupain gue." ucap Ardi menunduk sambil mengepalkan tangannya.
Ia menyesal karena terlambat menyadari perasaannya, hingga kini Kezia dimiliki pria lain. Dan di depan matanya mereka berc*uman.
"Terlanjur bro. Lo samperin aja Kezia. Bilang apa yang Lo rasain ke dia. Ga ada kata terlambat kalau lo mau usaha." ucap Reno.
__ADS_1
"Tapi gue ga bisa rebut dia dari yang lain. Gue ga mau jadi tukang tikung." ucap Ardi.
"Lo cuma perlu ungkapin perasaan Lo aja. Habis itu terserah Lo." ucap Reno.
Beberapa saat mereka mengobrol berdua. Lalu Ardi pun menerima saran Reno untuk menemui Kezia.
Tok tok tok.
Tok tok tok.
Ardi mengetuk pintu. Lalu ada sahutan dari dalam.
"Tunggu sebentar." ucap seseorang dari dalam.
🌸Di dalam kosan, Kezia baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil yang melilit rambutnya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
"Duh siapa sih." ucapnya.
"Tunggu sebentar." ucapnya setengah berteriak.
Ia pun memakai pakaian terlebih dahulu dengan secepat kilat. Mana mungkin ia keluar hanya menggunakan handuk di tubuhnya bukan?
Lalu ia melangkah ke pintu dan membukanya.
"Cari siapa?" tanya Kezia pada seorang pria yang membelakangi pintu.
Pria itu pun berbalik.
"Ardi." ucap Kezia lirih.
"Kez." ucap Ardi dengan sorot mata yang berbeda.
🌸🌸🌸
__ADS_1
next...