
Semakin hari Kezia dan Kenzo semakin dekat. Kini, Kezia sudah tahu, bahwa Kenzo adalah pemilik Restoran mewah ini. Ia tahu dari temannya, Nina.
Lalu menanyakan pada Kenzo, apakah benar ia pemilik Restoran? Ternyata jawabannya adalah , iya. Kezia sempat jaga jarak dengan Kenzo. Karena ia rasa mereka hanyalah karyawan dan atasan. Ia tak enak terlalu akrab dengannya. Tetapi, Kenzo merasakannya. Ia berkata..
" Jangan jaga jarak dariku. Aku tidak ingin jauh darimu" ucapnya waktu itu ketika pulang dari restoran.
"Maaf. Aku hanya tidak ingin ada gosip, kalau aku dekat dengan pemilik restoran" ucap Kezia.
"Jangan dengarkan mereka. Aku serius sama kamu. I love you Kezia. Aku sayang kamu" ucap Kenzo.
"A-apa?" tanya Kezia kaget.
"Aku mencintaimu Kezia. Bisakah kita memulai hubungan mulai sekarang?" ucap Kenzo.
"Tap-tapi, kita berbeda. Aku hanya seorang pelayan" ucap Kezia.
"Aku tidak masalah. Aku mencintaimu apa adanya" ucap Kenzo.
"Tapi, bagaimana dengan keluarga mu? mereka tidak akan setuju" ucap Kezia.
"Siapa yang bilang? mereka tak mempermasalahkan dengan siapa aku memilih" ucap Kenzo.
Kezia hanya diam membisu.
"Bagaimana? maukah kau menjadi kekasihku?" tanya Kenzo.
"Hemm.. Beri aku waktu" ucap Kezia.
"Baiklah. 3 hari" ucap Kenzo.
"Hemm" ucap Kezia.
Kezia pun pulang ke kost nya.
Ia memikirkan kembali perkataan Kenzo padanya. Tak bisa dipungkiri, ia pun memiliki rasa pada Kenzo. Ya, ia dengan perlahan sudah menggeser tempat Ardi di hatinya.
3 hari berlalu. Kini ia ada di dalam mobil bersama Kenzo. Mereka akan pergi ke sebuah cafe.
__ADS_1
"Bagaimana?" ucap Kenzo, memecah keheningan.
"Hemm?" ucap Kezia bingung.
"Bagaimana jawabanmu?" ucap Kenzo, to the point" ucap Kenzo.
"Eumh.." ucap Kezia ragu ragu..
Kenzo pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Ia membuka seat belt nya, dan menghadap Kezia.
"Lihat aku" ucap Kenzo, lembut sambil meraih tangan Kezia.
Kezia pun menatap mata Kenzo.
"Bagaimanapun jawabanmu?" tanya Kenzo, serius.
"Apa kau serius denganku?" tanya Kezia.
"A-apa menikah? Ken jangan bercanda" ucap Kezia tak percaya.
"Aku serius" ucap Kenzo.
Kezia melihat keseriusan di mata Kenzo.
"Baiklah, aku menerimamu. Aku mau jadi kekasihmu" ucap Kezia tersenyum.
"Benarkah?" ucap Kenzo.
"Hemm" ucap Kezia mengangguk.
"Terima kasih, sayang" ucap Kenzo, lalu memeluk Kezia.
Kezia hanya mengangguk tanpa bersuara, dan ikut memeluk Kanzo.
"Aku akan segera mengenalkan mu pada orang tua ku" ucap Kenzo.
__ADS_1
"Apa tidak terlalu cepat" ucap Kezia.
"Tidak" ucap Kenzo.
"Tapi aku belum siap menikah saat ini. Bisakah kita berpacaran dulu" ucap Kezia.
"As you wish, honey" ucap Kenzo tersenyum manis.
'Cup' Kenzo mencium bibir ranum Kezia dan sedikit **********.
Kezia hanya diam mematung.
"Ini tanda kita sebagai kekasih" ucap Kenzo mengusap bibir Kezia.
"emm" ucap Kezia dengan wajah memerah.
"Baiklah, sayang. Kita akan makan dimana?" ucap Kenzo.
"Bagaimana kalau kita makan martabak di ujung sana?" ucap Kezia.
"Baiklah" ucap Kenzo tersenyum senang.
Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan.
Kini sepasang kekasih ini makan martabak manis di dalam mobil.
🌸
Maaf author jarang update.. ga bisa mikir cepat nih...
hehehe
jangan lupa like, vote, n comments ya...
jadikan novel ini favorit kamu 💙
please Like 👍
__ADS_1