Menolak Cintanya

Menolak Cintanya
Bab 19. Penjelasan


__ADS_3

"Siapa ?" tanya Kenzo.


Kezia pun balik bertanya kepada Kenzo setelah melihat foto di ponselnya.


"Kamu dapat darimana foto itu?" ucap Kezia.


Ia tidak tahu Kenzo dapat darimana fotonya dengan Ardi. Yang jelas orang itu ingin membuat mereka bertengkar.


"Seseorang mengirim nya padaku. Jadi dia siapa, bisakah kau jelaskan?" ucap Kenzo dengan raut wajah dingin.


Kezia sedikit bingung harus bagaimana menjelaskan nya. Apakah harus menceritakan kisahnya dari awal ?


Kezia pun menghela nafas pelan.


"Aku akan jelaskan. Ayo duduklah." ucap Kezia.


Kenzo pun menurut. Ia duduk di kursi teras berdampingan dengan Kezia.


"Hemm. Dia Ardi teman kerja aku di Bandung sebelum aku pindah kesini. Dulu aku sempat menyukainya dan ia menolak perasaan ku.Sore tadi ia mencariku kemari karena ia ingin minta maaf padaku atas sikap cueknya." ucap Kezia.


"Lalu. Kau masih mencintainya?" ucap Kenzo .


" Iya, jujur saja. Maafkan aku." ucap Kezia menundukkan wajahnya.


Sedangkan Kenzo mengusap kasar wajahnya. 'Heuh', ia tersenyum smirk.


"Bagaimana dengan perasaan mu padaku? " ucap Kenzo.

__ADS_1


"Aku sudah nyaman dengan kamu. Tapi untuk cinta aku belum tahu." ucap Kezia.


Kenzo terdiam.


"Maaf. Jika kamu ingin pergi dariku aku akan terima. Tapi sungguh aku tidak berniat kembali padanya setelah ada kamu." ucap Kezia.


"Benarkah?" ucap Kenzo.


"Hemm, ya." ucap Kezia.


Kenzo pun tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya.


Kezia pun pasrah jika Kenzo marah dan pergi darinya. Ia memejamkan matanya dengan wajah menunduk.


Ternyata Kenzo menarik bahunya untuk berdiri dan membawanya ke dalam pelukan.


Kezia pun terkesiap, ia tak menyangka Kenzo akan menariknya ke dalam pelukannya.


Ia membalas pelukan Kenzo dengan melingkarkan tangannya di punggung Kenzo.


"Ken, terima kasih." ucap Kezia.


Mereka pun berpelukan dengan lumayan lama.


Sedangkan di sisi lain ada.seoramg wanita yang melihat keduanya berpelukan. Ia sengaja mengintip di seberang sana.


"Oh sial. Kenapa baikan sih. Harusnya kalian itu putus tahu. Pak Kenzo juga kenapa masih aja mau sama tuh cewek sasimo. Mending sama saya loh pak." ucap Sasi menggerutu.

__ADS_1


Sasi pun dengan wajah badmood nya pergi kembali ke dalam kamar kosnya.


Setelah urusannya dengan Kezia selesai, ia pun langsung pulang karena hari sudah malam.


🌸


Sedangkan di sisi lain, Ardi tengah membereskan tas bawaanya. Ia dan temannya Reno, akan pulang esok hari ke Bandung.


Setelah selesai dengan tas yang ia bawa, kini ia duduk di balkon sambil menghisap rokok di bibirnya.


Datanglah Reno dengan 2 cangkir kopi di tangannya. Ia menemani Ardi di balkon. Ia tak mengganggu Ardi dengan kegalauannya. Ia pun membuka ponselnya lalu bermain game.


Selang satu jam Ardi telah selesai menghabiskan beberapa batang rokok dan kopinya. Mini ia kembali ke dalam kamar dan menaiki ranjangnya. Tak lama kemudian ia pun terlelap.


"Sial. Aku kalah." ucap Reno menggerutu.


Ia pun meminum kopinya yang sudah dingin. Ia pun menengok kesisi nya ternyata Ardi sudah tidak disana.


"Loh, kemana dia. Kenapa aku tidak melihatnya masuk." ucap Reno sambil menggaruk kepalanya.


Ia pun kembali ke dalam kamar dan melihat Ardi telah tertidur pulas.


"Dasar lu. Udah gue temenin malah ninggalin gue di luar." ucap Reno menggerutu.


Ia pun naik ke ranjangnya dan tidur menyusul Ardi ke alam mimpi.


🌸🌸🌸

__ADS_1


next.


__ADS_2