Menolak Cintanya

Menolak Cintanya
Bab 18. Siapa ?


__ADS_3

"Kezia". Batinnya menggeram.


Baru saja ia pulang dari tempat kos Kezia, tapi sampai di rumah ia mendapatkan pesan gambar dari nomor tak dikenal. Ia pikir hanya orang iseng, tapi ternyata di dalamnya terdapat foto Kezia, kekasihnya, berpelukan dengan pria lain.


Marah ?


Cemburu?


Tentu saja, pria mana yang tak marah dan cemburu melihat kekasihnya berpelukan dengan pria lain.


Kenzo pun memasuki kamarnya dan melempar asal ponselnya di tempat tidur. Ia membuka seluruh pakaiannya lalu masuk ke kamar mandi untuk mendinginkan api cemburu nya.


🌸 Kembali pada Kezia dan Ardi.


Ardi pun melepaskan pelukannya dan pamit pulang.


"Aku pamit." ucap Ardi pada Kezia masih tetap dengan wajah sendu.


"Iya. Kamu hati-hati di jalan. Semoga kamu dapat wanita lain lebih dari aku." ucap Kezia tersenyum tipis.


"Entahlah." ucap Ardi.


Kezia pun tak menjawab lagi.


"Bye. Semoga lain waktu kita bisa bertemu kembali." ucap Ardi.


"Bye." ucap Kezia tersenyum manis.


Ardi pun berbalik pergi dari kos Kezia tanpa menoleh kembali ke belakang. Kezia pun memandang kepergian Ardi dengan wajah sendu dan air mata yang menetes di kedua pipinya.


Ia pun berbalik masuk ke dalam kamarnya.


Di balik pintu, ia pun menangis. Mengeluarkan rasa sesak yang mendera di dada. Ya, bagaimana bisa ia tak bersedih. Sedangkan rasa cinta masih tumbuh dalam hati.


Andai saja, Ardi sadar dengan cintanya pada Kezia. Andai saja ia menerima Kezia dulu, maka semuanya tidak akan rumit seperti ini.


Kezia tidak bisa mengabaikan Kenzo yang sekarang menjadi kekasihnya. Ia tidak ingin jadi egois dengan menerima Ardi dan memutuskan hubungannya dengan Kenzo. Ia tak salah apapun.

__ADS_1


Ya, semoga ini keputusan tepat yang ia ambil. Semoga tidak ada penyesalan karena melepas cinta pertama nya.


'Bukankah cinta tak harus memiliki ?' batin Kezia.


Tenang saja. Jika ia memang jodohmu, maka kalian akan dipertemukan kembali oleh-NYA.


🌸


Di sisi lain.


Ardi kembali menaiki motornya. Reno yang sedang duduk di pinggir jalan pun bertanya.


"Gimana, bro ?." ucap Reno.


Ardi menggeleng.


"Yok, balik." ucapnya dengan wajah patah hati.


"Lo ditolak?" ucap Reno.


Ardi mengangguk lesu.


"Ya sudahlah. Sabar ya bro." ucap Reno menepuk pundak Ardi memberi semangat.


"Awas. Biar gue yang bawa. Lo lagi galau begitu, yang ada nanti kenapa-napa lagi." ucap Reno.


"Hemm." ucap Ardi.


Reno pun membonceng Ardi. Mereka kini kembali ke penginapan. Besok mereka akan kembali pulang ke Bandung.


Malam hari.


Kenzo pun berniat untuk pergi menemui Kezia di kos an nya. Ia penasaran dengan siapa ia berpelukan. Ia tidak mau menunggu besok pagi, karena perasaannya tidak lepas dari kecemburuan nya. Ia pun pergi menaiki motornya agar lebih cepat sampai.


"Tok tok tok." terdengar suara ketukan pintu di kamar Kezia.


Kezia yang baru saja mandi pun terdiam.

__ADS_1


'Siapa ya?' pikirnya.


Cepat-cepat ia memakai pakaiannya.


"Tok tok tok." terdengar lagi suara ketukan.


'Deg. Siapa sih ngetok pintu tapi ga manggil. Bikin takut aja' batin Kezia.


Ia pun mengendap pada jendela kamar dan mengintip sedikit pada tirai.


"Kenzo. Mau ngapain?" ucapnya.


Ia pun membuka pintu kamar.


"Kenzo ? kamu ngapain kesini malem-malem ? ko ga ngabarin dulu ? bikin takut deh". ucap Kezia ketika membuka pintu.


Kenzo hanya menampilkan wajah datarnya. Ia sama sekali tidak seperti biasanya. Memberi kabar terlebih dahulu dan juga sangat manis ketika bertemu.


"Ken ?" tanya Kezia lagi, karena Kenzo tak menjawab pertanyaannya. Ia sedikit mengernyit heran.


'Kenapa diam saja ?' batin Kezia.


Kenzo memerhatikan wajah kekasihnya. Ia terlihat biasa saja, tapi berbeda dengan matanya yang memerah. Seperti telah menangis.


"Ken? mau duduk?" tanya Kezia lagi.


Kenzo tak menghiraukan pertanyaan Kezia. Ia mengambil ponsel di saku celananya. Lalu menunjukan gambar di ponselnya.


"Siapa ?" tanya Kenzo dengan netra menyorot serius pada Kezia.


Kezia terkesiap melihatnya. Ia sedikit melebarkan matanya.


Kenzo melihat riak wajah Kezia mengalami perubahan.


Bagaimana selanjutnya ?


🌸🌸🌸

__ADS_1


next...


__ADS_2