Menolak Cintanya

Menolak Cintanya
Bab 4 Memperhatikannya


__ADS_3

Esok hari di restoran. Kezia dan Siska yang bekerja satu shift berangkat kerja bersama. Begitu pula dengan Ardi dan Reno.


Mereka berganti pakaian kerja di ruang ganti.


Lalu memulai pekerjaan mereka.


"Hi, Ardi" ucap Kezia dengan senyum senang menyapa Ardi ketika berpapasan.


"Hemm" ucap Ardi dengan senyum tipis.


"Kau mengantar pesanan ke meja berapa?" tanyanya.


"Meja 10. Sampai nanti" ucap Ardi singkat.


"Oh,ok" ucap Kezia. Lalu ia pergi ke dapur untuk memberikan catatan pesanan pada chef.


"Chef, ini pesanan meja 12" ucapnya.


"Ok" jawab chef Aldo.


"Ini kau antarkan ke meja 8" ucap chef Aldo.


"Baik, chef" ucapnya. Lalu pergi membawa nampan pesanan.


"Selamat menikmati nona" ucap Kezia ramah.


"Terima kasih" jawab sang pelanggan.


Kezia pun berbalik pergi dan ia mencuri pandang pada Ardi yang berada di meja depan.


'Hah.. Aku mencintaimu' ucapnya dalam hati.


Lalu Ardi melirik Kezia, mata mereka bertemu. Kezia memberikan senyum secerah mentari padanya. Ardi hanya mengangguk lalu pergi. Di dapur ia bertemu Reno.


"Hei bro" ucap nya menepuk pundak Ardi.


"Ciee... Roman roman nya ada yang naksir loe tuh" ucap Reno. menggoda.


Ardi hanya mengedikan bahu.


"Kau tak suka padanya?" tanya Reno.


"Entahlah" ucap Ardi.

__ADS_1


"Dia cantik. Jangan sampai di tikung orang. Apalagi asetnya. Uhhh.. mantap bro" ucap Reno sembarang.


"Jaga bicaramu" ucap Ardi lalu pergi bekerja kembali.


'Ck.. Ada ada saja' ucap Ardi dalam hati.


Sepanjang bekerja ia merasa selalu diperhatikan. Ternyata dimanapun Kezia melihatnya, ia selalu diperhatikan. Lama lama risih juga.


'Wanita itu. Lama lama membuat ku risih. Ia seperti psikopat yang menargetkan mangsanya. Hiii' Ardi bergidik seram membayangkan.


Ya dimana Kezia melihat Ardi, ia selalu memperhatikan gerak geriknya.


'Ardi, aku menyukai segala tentang mu. Ahh, ku pikir aku sudah gila' ucapnya dalam hati. 'Memandangmu itu menyenangkan' ucapnya dalam hati cengengesan.


'Sudahlah jangan gila. Kau terobsesi padanya Kezia' ucapnya dalam hati. Lalu menggeleng kan kepalanya.


'Ah tidak tidak. Aku mencintai nya' ucapnya dalam hati.


Batinnya saling berperang.


Waktu istirahat tiba.


Seperti biasa para pelayan istirahat makan siang bergantian. Ardi makan bersama Reno dan teman temannya. Begitu pun Kezia dan Siska bersama teman wanitanya.


"Kezia kau lihat siapa. Cepat habiskan makanan mu" ucap Meli teman nya.


"Ah , ya baiklah, hehehe" ucap Kezia sambil cengengesan.


"Kau menyukai Ardi pelayan baru itu?" tanya Meli.


"Ah, tidak" ucap Kezia menyangkal.


"Kau tak bisa bohong. Wajahmu menjelaskan semuanya" ucap Siska memutar bola matanya jengah.


"Kenapa dengan wajahku" tanya Kezia polos.


"Kau begitu polos, kau tahu" ucap semuanya.


Lalu mereka tertawa renyah bersama.


Ya. Kezia terlalu polos. Ia tak bisa berbohong. Sikapnya selalu menunjukkan kejujuran. Maka ketika ia menyukai seseorang itu sangat kentara terlihat.


Sedangkan di tempat para pria.

__ADS_1


"Lihatlah, sepertinya Kezia melihat ke arah mu terus Ar" ucap Reja.


Ardi dan yang lainnya menengok.


"Ya,kau benar. Dia kentara menyukaimu Ar" ucap Jamal.


"Biarkan saja" ucap Ardi sambil meneruskan makannya.


"Kau tak tertarik padanya? Dia cantik dan Body nya mantap bro" ucap Alip dan disambut tawa teman temannya.


"Ck.. " ucap Ardi berdecak dengan senyum miring.


"Dia itu gadis baik baik kau tahu. Jangan macam macam" ucap Reno pada Alip.


"Itu kan kebenaran. Lagian aku juga mau jadi pacarnya jika dia ingin" ucap Alip dengan tampang si cool nya.


"Loe mah mesum kan maunya" ucap Reja sambil menoyor kepala Alip.


"Hehehe" Alip cengengesan.


Dan mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka hingga sore menjelang.


Di parkiran motor karyawan.


"Ardi, tunggu" ucap Kezia sedikit berteriak.


"Ya?" ucapnya.


"Ini untukmu" ucap Kezia memberikan 2 buah coklat.


"Untukku?" ucap Ardi mengernyitkan dahi.


"Hemm" Kezia mengangguk antusias.


"Kez, cepatlah" ucap Siska sedikit berteriak.


"Aku datang" ucapnya.


"Ok. Aku duluan ya. Sampai jumpa. Dahh" ucap Kezia.


Ardi hanya mengangguk.


"Harusnya pria memberikan wanita coklat. Kenapa malah aku yang diberikan coklat?" ucapnya heran dengan kelakuan Kezia.

__ADS_1


'Gadis aneh' ucapnya dalam hati.


Akankah Ardi juga menyukai Kezia???


__ADS_2