Menolak Cintanya

Menolak Cintanya
Bab 20. Pernikahan Reno dan Susan


__ADS_3

Kini Ardi dan Reno pun telah kembali bekerja seperti biasanya.


Ardi pun sedikit demi sedikit menata kembali hatinya. Ia berusaha move on dengan cinta yang datang terlambat nya.


Walaupun ia tak memungkiri penyesalan yang datang setelah ia kehilangan Kezia di hidupnya.


Ia kini rajin dengan pekerjaannya, selain jadi waiters, iya pun kini menyibukkan diri dengan bermain sosial media dengan aktif. Dan followersnya lumayan, setiap harinya ada followers baru.


Hari demi hari yang ia lakukan hanyalah bekerja dan bekerja.


Sesekali pada hari libur, ia refreshing dengan berlibur ke pantai atau tidur seharian di dalam kamar.


Banyak teman wanita yang kini mulai pendekatan dengannya. Tapi Ardi dalam waktu dekat ini tidak ingin berpacaran terlebih dahulu. Setidaknya sampai ia bisa melupakan Kezia atau sampai ada orang baru yang meluluhkan hatinya.


Berbeda dengan Reno, sahabatnya yang kini rajin gonta-ganti pasangan.


Tak terasa hari berganti begitu cepat.


Satu tahun berlalu.


Kini Reno tengah mengadakan pesta pernikahan nya di Bandung tempat tinggalnya.


Akad nya ia lakukan pada pagi hari dan dilanjutkan dengan acara resepsinya pada siang hari . Dan kini ia dipertemukan dengan Kezia yang juga hadir dalam pernikahan Reno.


Ardi kini berada bersama teman - temannya di meja makan yang tersedia. Mereka sedang makan di prasmanan.


Tibalah Kezia dari pintu masuk gapura pengantin.


Ia melangkah menuju arah pelaminan dengan mengenakan pakaian kebaya berwarna Lilac, yang nampak anggun di tubuhnya.


Ardi pun melihatnya dengan terpana. Kezia pun langsung dihampiri teman-teman nya.


"Kezia. Lo kemana selama ini? jahat banget sih, ganti nomor." ucap Siska mengomel.

__ADS_1


Siska pun memeluk temannya itu.


"Hem, sorry." lirih Kezia.


"Gue kangen tahu. Pokoknya nanti kita ngobrol-ngobrol,ok?" tanya Siska.


"Iya." ucap Kezia tersenyum.


"Ya sudah. Salaman dulu yuk sama pengantin." ajak Siska.


Kezia pun mengangguk. Ia dan Siska kini berjalan menuju pelaminan. Siska yang sudah memberikan selamat pada pengantin pun kini balik lagi menemani Kezia.


"Selamat ya, ka Reno." ucap Kezia ketika sampai di pelaminan. Ia memberikan salam untuk berjabat tangan.


"Terima kasih Kez, sudah sempat buat datang." ucap Reno sambil menjabat tangan Kezia.


"Iya kak. Kebetulan aku juga lagi pulang aja ke rumah." ucap Kezia tersenyum.


"Oh ok." ucap Reno.


"Iya. Terima kasih." Susan pun tersenyum.


"Foto dulu, yuk." ucap Siska.


"Ya sudah, ayo." ucap Reno.


Kini mereka pun siap berfoto.


Fotografer pun sudah standby.


Mereka foto 3 kali. Pertama formal, dan seterusnya bebas.


Reno celingukan mencari Ardi. Tadinya ia ingin mengajaknya foto bersama dengan Kezia. Tapi batang hidungnya tidak kelihatan.

__ADS_1


"Langsung makan aja ya. Ayo di cicipi hidangannya." ucap Reno pada Kezia dan Siska.


"Siap ka. Tenang aja makanannya entar aku habisin, hehe." ucap Siska dengan sedikit tertawa.


"Boleh kok, Sis. Paling entar gue kasih bill. haha" ucap Renon juga dengan sedikit tertawa.


"Enak saja, gak mau." ucap Siska.


"Yasudah, yuk Kez, kita makan. Ini pasukan usus gue udah pada demo." ucap Siska.


"Iya iya." ucap Kezia.


"Yuk,ka. Duluan ya." ucap Kezia pamit.


"Ok, ok." ucap Reno.


Kezia dan Siska pun berjalan menuju prasmanan. Pertama mereka mengambil nasi dan lauk pauk yang lain. Dan membawanya ke meja yang sudah di siapkan. Mereka juga mengambil beberapa jajanan yang juga disediakan. Ada baso, mie ayam, siomay Bandung, Batagor, dan minuman es. Semuanya sudah ada di meja.


"Hem, karedok sama rendang nya enak banget loh." ucap Kezia.


"Iya nih, parah banget enak." ucap Siska sambil mengunyah.


"Ini gurame nya juga enak loh. Lo cobain deh." ucap Siska.


Kezia pun mencomot sedikit gurame di piring Siska. Tadi ia memang tidak mengambil bagian ikan.


"Hem, iya enak loh." ucap Kezia.


Mereka pun terus saja melahap semua makanan dengan tenang dan sesekali memberikan komentar pada makanan yang di makan.


Sedangkan tak jauh dari meja mereka, ternyata Ardi memperhatikan Kezia. Rasa di hatinya, ternyata masih ada. Walaupun ia tak serapuh dulu. Kini ia senang bisa bertemu kembali dengan cintanya yang ia tolak dulu.


"Kezia, kenapa gue masih seneng lihat lo." batin Ardi.

__ADS_1


🌸


next.


__ADS_2