Menolak Cintanya

Menolak Cintanya
Bab 8 Kepergian Kezia


__ADS_3

Jam pulang kerja.


Siska pulang ke kostan nya. Ia membuka pintu.


'ceklek. ceklek'


"Loh ko dikunci sih, Kezia kemana?" ucapnya.


Ya mereka memiliki kunci masing masing.


Ia pun mengambil kuncinya, dan membuka pintu kamarnya.


Dan ternyata memang kosong. Dia kamar tak ada siapapun.


Ia pun menyambar handuk dan mandi.


20enit kemudian ia telah selesai dengan mandi nya dan juga berpakaian.


"Kezia, belum pulang juga? Kemana dia? katanya ga enak badan" ucap Siska bermonolog.


Lalu ia duduk berniat mengeringkan rambutnya. Tetapi matanya melihat sebuah surat.


"Surat apa, nih?" ucapnya.


Ia pun membuka nya dan membacanya.


Isinya adalah.


Aku pergi. Aku berhenti bekerja di sini. Maaf aku tak bisa memberi tahu mu. Aku butuh waktu sendiri untuk menyembuhkan kegalauan ku. Hehehe


Kezia.


"Ah, Kezia. Kenapa kamu pergi? Kenapa tidak bilang padaku?" ucap Siska, sedih.


Ia pun menelepon Reno.


"Halo" sahut orang dibalik telpon.


"Halo. Reno, Kezia pergi dari kost, ia juga berhenti kerja di sini. Aku gak tahu dia kemana. Bagaimana ini?" ucap. Siska.


"Apa?" ucap Reno.


"Bagaimana?" ucap Siska.


"Ya, mau bagaimana lagi. Itu keputusan nya" ucap Reno.


"heh.Ini karena teman mu itu" ucap Siska mendengus kesal.


"Ya sudah, aku tutup telponnya" ucap Reno.


"Ya. Jangan lupa, bilang pada teman mu itu, Kezia pergi" ucap Siska.


'tut Tut tut' lalu sambungan pun terputus.


Keluar lah Ardi yang baru saja membersihkan dirinya.


"Ar..." panggil Reno.


"Ada apa?" ucap Ardi.


"Kezia pergi dari kost. Tanpa pamit pada siapapun, ia juga berhenti bekerja di resto" ucap Reno.

__ADS_1


"Apa?" ucap Ardi.


"Ia mungkin patah hati karena Lo. Lo Apain dia?" ucap Reno.


"Hufhh" Ardi pun menghela nafas.


"Kemarin, dia ngungkapain perasaannya ke gue" ucap Ardi.


"Dan..?" ucap Reno.


"Gue nolak dia" ucap Ardi.


"Gila Lo. Pantas aja dia pergi. Kenapa ga Lo terima aja sih? udah setahun dia suka sama lo" ucap Reno.


"Gue..." ucap Ardi menunduk.


"Kenapa Lo? Sebenarnya, lo juga suka kan sama Kezia?" ucap Reno.


"Entahlah" ucap Ardi, lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia menatap langit langit kamar. Dan berpikir. 'Apakah benar, aku menyukai Kezia?' ucapnya dalam hati.


🌸Di sisi lain.


Kezia sampai di Jakarta. Kini, ia sedang mencari tempat kost yang dekat dengan tempat kerjanya. Dan untungnya, masih ada kamar kosong di sana. Kostan nya sudah dengan fasilitas lengkap.


Ia pun memasuki kamar nya setelah mendapat kan kuncinya.


'Ceklek' ia membuka pintu.


'Assalamuallaikum' ia mengungkapkan salam pertama kali ketika memasuki kamar yang akan ia tinggali itu.


Ternyata, ruangannya bersih dan terawat. Walaupun tidak ada yang menempati, pemilik kost sering membersihkannya setiap hari.


"Huhh.. lelahnya" ucap Kezia, sambil merebahkan dirinya di atas kasur. Ia memejamkan matanya sejenak untuk melepas penat.


"Selesai" ucapnya.


Lalu ia membuka ponselnya yang sejak kepercayaan nya ia matikan.


Banyak sekali pesan dari Siska, yang menanyakan kepergiannya. Begitu pula dengan Reno.


Tapi tak satu pun pesan dari Ardi untuknya.


"Apa yang kau harapkan, Kezia" ia menggelengkan kepalanya.


Ia membalas pesan Siska.


"Aku baik-baik saja. Jangan khawatir" ucapnya pada Siska.


"Benarkah? aku mengkhawatirkan mu kau tahu. Awas jangan macam-macam hanya karena patah hati" ucap Siska.


"Tentu saja tidak" ucap Kezia.


"Dimana kau?" ucap Siska.


"Untuk saat ini aku tak bisa bilang padamu" ucap Kezia.


"Ya, ya, baiklah" ucap Siska.


"Jaga dirimu" ucap Siska lagi.


"Hemm. Kau juga. Ajaklah teman lain untuk satu kamar kost dengan mu" ucap Kezia.

__ADS_1


"Ya. Akan kupikirkan" ucap Siska.


Setelah itu, Kezia menyimpan ponselnya.


Ia hendak keluar kamar untuk mencari makan malam. Kebetulan ia belum makan sejak siang hari.


Ia tiba di warung pecel Ayam, lalu memesannya.


Ia duduk di bangku yang masih kosong.


Pesanan pun datang.


"Silahkan, neng" ucap Abang pelayan.


"Terima kasih, bang" ucap Kezia.


Baru saja ia akan memulai makannya, tiba-tiba ada seseorang berbicara.


"Permisi" ucap seorang pria memakai setelan casual ya.


"Ah.. ya, tuan?" ucap Kezia.


"Apakah kau suka ikan?" ucapnya.


"Ya.." ucap Kezia mengangguk heran.


"Bisakah kau menukar makanan mu? Adikku ingin makan ayam disini, tapi tinggal ikan yang tersisa. Bisakah kita bertukar?" ucap Pria itu.


Terlihat disamping pria itu, ada seorang anak gadis berusia sekitar 10 tahun. Ia tersenyum.


"Oh, tentu saja" ucap Kezia.


"Silahkan" Kezia menyodorkan makannya pada Anak gadis itu.


"Terima kasih, nona" ucap pria itu.


"Terima kasih,kak" ucap adiknya.


"Ya, sama-sama" ucap Kezia tersenyum.


Mereka pun duduk di hadapan Kezia.


"Perkenalkan, namaku Kenzo Alfian" ucap nya mengulurkan tangan.


"Kezia" ucapnya menjabat tangan Kenzo.


"Aku, Kaila" ucap adiknya tersenyum cantik.


"Kezia" ucap Kezia membalas senyuman Kaila.


'Cantik' ucap Kenzo dalam hati.


Makanan yang dipesan Kenzo pun datang.


Mereka pun makan bersama.


🌸


Tolong dukung author dengan like ya .


jadikan novel ini favorit kamu ya 💙

__ADS_1


Selamat membaca, readers❤️


Ingat! Jangan lupa Like 👍 n comments.


__ADS_2