Menolak Cintanya

Menolak Cintanya
Bab 3 Bertukar Nomor


__ADS_3

Malam tiba.


Ardi dan Reno sedang makan malam di sebuah warung nasi goreng seberang kost an. Dan ternyata berdekatan dengan 'kost putri'. Ya, tentu saja Kezia dan Siska tinggal di kostan itu. Kost itu yang paling dekat dengan resto, dengan keadaan lingkungan bersih. Hanya 20 menit jika naik motor.


"Bang, nasi goreng gila 2 ya" ucap Kezia.


"Makan disini aja bang" tambah Siska.


"Siap neng. Silahkan duduk" ucap Abang jualan.


Kezia dan Siska pun masuk dan mencari tempat duduk yang masih kosong. Ternyata berada di pojokan.


"Hai, kak Reno. Makan disini juga?" ucap Kezia tersenyum semangat. Lalu duduk di depan Ardi, dengan Siska di depan Reno.


"Loh, Kezia,Siska. Makan juga. Yaudah barengan aja" ucap Reno tersenyum.


Ardi hanya tersenyum.


Pesanan mereka pun datang bersamaan.


"Ini pesanan nya A, Neng" ucap Abang jualan, Dimas namanya.


"Terima kasih bang Dimas" ucap Kezia dan Siska. Ya, mereka sudah saling mengenal karena sering makan di tempat itu. Dimas adalah anak pemilik warung nasi goreng ini. Ia bekerja disini membantu bapaknya.


"Wah double date nih ceritanya, ya A?" goda Dimas.


"Ah bisa aja Dim" jawab Reno tertawa menanggapi godaan Dimas.


"Yasudah, Dimas permisi" ucap Dimas lalu pergi kembali.


"Ok Dim" ucap Reno.


Lalu mereka pun makan bersama dengan sesekali sambil mengobrol kecil. Kezia selalu menunjukkan sikap semangat pada Ardi. Dan semuanya menyadarinya, ternyata benar Kezia menyukai Ardi.


Mereka pun selesai makan. Kezia menghabiskan 2 gelas es teh manis. Ia memang selalu makan dengan 2 gelas minuman. Bahkan bisa lebih jika makanan nya pedas. Sebelum makan saja ia sudah mebghabiskan minumnannya hingga setengah gelas, berbeda dengan orang lain yang hanya meminum nya seteguk saja di awal.


'cukup unik' gumam Ardi dalam hati.


'Hei, apa apaan. Kenapa kau memperhatikan nya Ardi' ucapnya lagi dalam hati.


Selesai makan. Mereka pun hendak pulang setelah mengobrol.


"Hei, kita bahkan belum bertukar nomor" ucapnya pada Ardi.


"Baiklah, kemarikan ponselmu? ucap Ardi datar, lalu bertukar nomor dengan Kezia.

__ADS_1


"Denganku tidak?" ucap Siska.


"Tentu saja kau juga. Kita kan teman" ucap Ardi tersenyum.


'Padaku dia tidak tersenyum, kenapa pada Siska ia tersenyum' protes Kezia dalam hati. 'Tak apa Kezia, yang cold lebih menantang. Hahaha' ia tertawa dalam hati.


Setelah bertukar nomor mereka pun pulang ke kostan masing-masing.


🌸


Di kamar kost Kezia dan Siska.


Kezia terlihat senang dengan bersenandung kecil dan senyum merekah di bibirnya.


Siska memperhatikannya.


"Hei, ada apa denganmu? kau terlihat sangat senang" ucap Siska.


"Tentu saja aku senang. Aku bertemu Ardi tadi" ucap Kezia sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Wait.. Biar ku tebak. Kau menyukainya,? benarkah?" ucap Siska.


"Hehehe" Kezia hanya tersenyum cengengesan.


"Sudah kuduga" ucap Siska.


"Memangnya kenapa? aku memang menyukai nya. Oh tidak. Sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama" ucap Kezia sambil menjerit.


Siska hanya menggelengkan kepala. Ia tak habis pikir dengan kelakuan temannya itu. Lalu ia juga ikut merebahkan dirinya saat sudah berganti pakaian.


Kezia mengambil ponselnya. Ia mengetik pesan singkat untuk seseorang.


"Kau sudah sampai Ar?" ketiknya.


Ya, ia mengirim pesan pada Ardi.


"Sudah" balas Ardi.


"Kau sudah siap tidur?" ketiknya.


"Iya" balasnya.


'Irit sekali' gumam Kezia.


"Bolehkah akau bertanya?" ketik Kezia.

__ADS_1


"Katakanlah" balas Ardi.


"Apa kesan pertama mu padaku?" ketik Kezia.


"Kau ceria, bersemangat, dan cukup manis" balas Ardi.


'Kezia terpekik senang dalam hatinya'


"Baiklah selamat tidur. See you tomorrow ☺️" ketiknya.


"Ya. See you" balas Ardi.


Kezia pun memejamkan mata laku tidur dengan hati senang.


🌸Ardi POV


Ting. Suara ponsel Ardi berbunyi. Ia baru saja dari toilet dan mengganti pakaiannya.


Lalu ia merebahkan diri di ranjang dan melihat siap yang mengirim nya pesan.


'Kezia' Ardi mengernyitkan dahi.


"Kau sudah sampai Ar?" Kezia.


"Sudah". Send.


"Kau sudah siap tidur?" Kezia.


"Iya". Send.


Lalu ia berbalas pesan sebentar dengan Kezia.


Ia merasa sedikit heran. Baru kali ini ada wanita yang mengirim nya pesan lebih dulu hanya untuk berbasa basi dengan nya.


"Ya. See you". Send.


Setelah itu ia mematikan ponselnya. Hari sudah malam dan waktunya beristirahat.


🌸POV end.


Ardi belum merasakan risih. Ini masih permulaan. Entah bagaimana dengan esok harinya...😁


Selamat membaca readers 💙


Tolong dukung author ya guys❤️

__ADS_1


Thank you 😊


__ADS_2