
Vivi emosinya tak tertahan lagi karena dia tidak tahu apa apa soal edi dan lestari.
**********
Vivi pun tak sabar untuk menegur edi karena dia ga terima di kata katain yang ga sopan oleh mantan pacar nya edi.
" Res neu cepat lama sekali "...vivi mengetuk ngetuk kamar ganti wanita itu
"iya bentar " ...teriak mereka berdua
"cepat ihh dari tadi res neu bisa cepat ga sihh kalain ini "...teriak vivi yang meninggikan suaranya
"iya ihh bentar lagi jangan ngegas vi santai kaya di pantai "...canda resti
" cepat lambat sekali"...vivi terus menggedor gedor pintu kamar ganti
Sedangkan nia dia tak ikut bicara dia hanya melihat vivi yang sedang emosi meluap luap amarah yang sudah ada di ujung tanduk.
akhirnya resti dan aneu pun keluar dari kamar ganti
"Nah gitu dong keluar dari tadi"...vivi langsung masuk tanapa melihat kedua sahabat nya itu
Nia pun masuk ke dalam kamar ganti bareng bersama vivi.vivi langsung bergebas membersihkan badan nya dan langsung terburu buru mengganti baju
"Vi sabar janagn marah marah gitu"...nia memberi saran kepada vivi
Vivi hanya melihat nia tanpa membuka mulutnya
" Vi kalau kamu nanti berbicara sama edi jangan pake emosi ya" saran dari nia
"Nia kamu kan tadi lihat komenannya pacar nya si edi lihatkan dia menjelek jelekan aku dia nyebut aku ini lah itu lah padahlakan aku ga tau apa apa.."
"iya yang sabar vi sabar"
"mau sabar gimana hah coba kamu ada di posisi ku hah" teriak vivi
" vi iya iya aku akan bantu kmu ko tenang aja"nia mendukung vivi
Setelah selesai vivi bersama nia pun keluar vivi langsung berjalan di depan dengan langkah yang sangat terburu buru sedangkan resti dan aneu cuman melihat emosi di muka vivi
__ADS_1
"Nia kenapa tuh si vivi" ....kata aneu
"Nanti juga kamu tau ko"...nia tersenyum kepada kedua sahabatnya itu
"Apaan sih ga ngerti"...resti mengerutkan dahinya
"Ikutin aja si vivi kemana pun dia melangkah" ....nia berlari kecil menghampiri vivi
Sesampainya di bus vivi mencari keberadaan edi tapi edi entah sedang dimana tidak ada di bus vivi pun menanyakn kepada semua sahabat edi tapi tidak ada yang tau
"Sial di mana dia!"...gumam hati vivi
Vivi pun mencari edi di sekitar pantai dan di sekitar bus tapi tidak ada,vivi pun pergi ke dalam bus dan duduk menahan amarah dan emosinya.
"Vi gimana ada?"...sahut nia menatap vivi penuh harap
Vivi hanya diam dan menggelengkan kepalanya
"Udah nanti dia juga balik ke bus ini kan"...nia tersenyum kepada vivi sembari menenagkan hati sahabtanya itu
Resti aneu dia ganya terdiam dan melihat vivi yang sedang emosi meledak meledak,mereka bertanya tanya di dalam hati nya kenapa dengan vivi apa yang terjadi dengannya.tapi niat mereka untuk bertanya di tahan dulu sampai emosi vivi sedikit mereda.
Vivi melihat edi dan langsung berdiri menghampiri edi.ipan pun yang mengerti maksud vivi untuk bicara kepada edi,ipan langsung pindah ke bangku paling belakang
"Edi"...kata vivi
Edi pun langsung melihat vivi yang berada di depan bangku nya
"apa maksudnya hah pacar elo ngatain gue seperti perempuan perebut lah pelakor lah wanita yang ga punya malu ".... vivi menaikan nadanya
semua yang berada di dalam bus pun sontal melihat amarah vivi dan sedangkan resti dan aneu hanya mematung melihat vivi
Edi hanya terdiam mematung mendengar perkataan vivi di pikir edi dia tidak akan tahu dengan komenan lestari.
"hah apa maksud nya apa edi terus apa perkataan makan wanita seperti aku apa"...vivi menangis ketika menyebutkan makan wanita seperti ku**
Nia resti dan aneu yang melihat vivi menangis langsung menghampiri vivi dan mengelus punggung lestari.
"Edi coba kamu jelasin sama vivi dia tidak tahu apa apa soal kamu dengan lestari kenapa vivi yang jadi imbasnya kenapa vivi yang di caci maki sama si lestari pacar kamu" ....sahut nia yang sudah dari tadi tak sabar menahan pertanyaan kepada edi nia tak mau melihat sahabat nya di gituin sama orang lain
__ADS_1
"iya vi maafin aku dan maafin atas komenan lestari bukan maksud aku mau menjelek jelekan kamu vi sekali lagi maafkan aku" ....edi hanya bisa meminta maaf sama vivi edi bingung harus di jelaskan dari mana dulu dan kalau edi menjelaskan takut emosi edi tak terkontol lagi karena sebelum edi ke bus edi sedang berdebat sama lestari
flashback on
Edi yang membaca komenan lestari tentang menuduh vivi yang macem macem.emosi edi langsung naik hingga ke ubun ubun
"pan ayo ikut" ...tepak edi ke ipan
"kemana"
Edi langaung melangkahakn kakinya menuju ke luar dan di ikuti ipan dari samping kiri edi
Edi pun langaung menuju ke tempat bus yang di naiki lestari.edi yang melihat lestari sedang duduk sembari memaikn hp nya edi pun langaung menarik tangan lestari menuju luar dan melepaskan lestari mereka berada di belakang bus
"lepasin edi sakit"...edi pun langsung melepaskan leatari
"heh apa makaudnya kamu komen tentang vivi yang tidak tidak"...teriak edi
"emang iya kan dia udah ngerebut kamu dari aku dia yang udah ngerusak hubungan aku sama kamu dan dia juga yang udah buat kamu berubah"...teriak leatari yang tak kalah dengan edi
"heh wanita yang tidak tau diri denger vivi itu tidak tau apa apa dia tak bersalah asal kamu tau aku begini karena aku ga pwrsang suka dari dulu sama kamu dan kamu harus ingat hubungan aku sama kamu udah berakhir tidak ada sangkut paut nya sama si vivi"
"ahh gue ga terima kamu sama wanita pelakor yang udah ngerusak hubungan gue sama elo gue ga terima"...teriak lestari
" terserah lo jangan pernah deketin vivi dan jangan pernah lo muncul lagi di kehiduapn gue.denger perkataan aku vivi dia tidak tau apa apa soal hubungan gue sama lo.elo tari yang wanita ga tau malu gue nyesel pernah jadi pacar lo gue nyesel"...edi nunjuk njunjuk jari nya ke muka lestari
"kamu bilang nysel pernah pacaran sama aku"...lestari membelototkan bola matanya
"iya gue nysel pernah pacaran masa lo dan untung nya gue ga suka sama lo.lo itu cuman di jadikan waktu kosong doang sama gue"
Lestari langsung mematung mendengar perkataan edi dia selama ini cuman di jadilan sebagai pengisi waktu kosong edi
"gue benci sama lo edi gue benci gue kan mengusik si vivi ingat itu"...lestari langsung meninggal edi
"terserah"... edi mengangkat tangan nya dengan sontak mau menampar lestari tapi lestari keburu lergi meninggal dirinya
ipan yang berada di dekat edi langsung menarik tangan edi dan pergi ke bus nya
flashback of
__ADS_1
Tak lama guru pun masuk ke dalam bus dan memberi pengarahan bahwa hari ini akan pulang.edi yang berada di belakang vivi tak sanggub untuk menatap lagi vivi.