Menunggu Dia Kembali

Menunggu Dia Kembali
17


__ADS_3

"Halo vi"


"Siapa sih ganggu malam malam begini!"...vivi langsung mematikan hp nya


"Udah malam malam geni ganggu tapi siapa ya bodo ah"


Vivi meletakan hp nya dan ingin kembali tidur,tapi sekarang vivi tak bisa tidur kepalanya semakin sakit,vivi mencoba untuk mengambil obat di atas meja dekat meja belajar yang berada dekat dengan vivi berbaring



Mata hari mulai bersinar cerah memasuki celah celah jendela kamar,burung berkicau dengan merdunya angin menggelebu dengan halus nya..


"Kaka bangun udah pagi"....Kiki membangunkan vivi yang sedang tidur


"Ehh ki "


"Kaka mau sekolah apa engga"


"Eumm kayanya kaka engga sekolah hari ini deh kepala kaka masih sedikit pusing"


"Ahhh kaka vivi mah aku berangkat sekolah sendiri dong"...rengek kiki


"Iya ga papa kan besok janji kaka sekolah lagi dehh,eumm iya ki apa kaka boleh minta tolong ga sedikit?"


"Minta tolong apa"


"Tolong kasih surat sakit kak ke sekolah kaka ya ke pa satpam aja yang jaga di gerbang,nanti kaka kasih upah edh mau ga!"


"Eumm iya deh mau tapi 10000 ribu ya hahah"


"Iya boleh lah"


"Mana surat nya"


"Tapi jangan bilang bilang kalau surat nya kaka yang bikin ya."


"Ok"...kiki sembari mengedipkan bola matanya sebelah


"Udah gih sanah siap siap sekolah"


Kiki langusng berlari untuk bersiap siap sekolah.tak butuh waktu lama vivi menulis surat sakit milik nya,


Vivi terpaksa menulis surat sakit sendiri karena ibu nya sudah dari subuh berangkat kerja sedangkan kaka vina nginep di rumah an nya untuk bekerja kelompom.


"Ka vivi udah siap kiki mau berangkat nih!"...kiki menuju kamar vivi


"Ohh iya nih surat nya ingat ya kasih ke pa satpam bilang ka vivi sakit,kelas 9D ok jangan lupa"


"Ok siap uangnya?"


"Nih ambil"


"Hahha maksih"


Kiki langsung bergegas ke sekolah dan mengasih surat sakit ke pa satpam penjaga gerbang.


Edi yang mengetahui vivi sakit dia merasa hawatur dengan ke adaan vivi.dia merasa tidak tenang kecemasan edi tergamabr jelas di mukanya.

__ADS_1


Edi terus mencoba mengirim pesan kepada vivi menelpon tapi tak kunjing di balsa oleh vivi kecemasan edi semaksin bertambah


Ke esokan harinya vivi membaik dia pun mulai bersekolah kembali melakukan aktivitas seperti biasanya berjemur di pagi hari di bawah trik matahari sebelum berangkat itu lah rutinitas vivi di pagi hari.


Vivi pun bergegas untuk bersiap pergi sekolah berama adiknya kiki


Vivi yang sudah berada di dalam kelas duduk di bangku ketiga, Edi yang melihat keberadaan vivi dia tersenyum manis terlihat kebahagian terpancar di mukanya


"Vi kamu kemarin sakit apa?"...tanya edi


"pans "...tembal vivi


"Sekarang udah membaik"


"udah "...singkat vivi


"Eeum syukur kalau udah vi.udah sarapan belum udah minum obat"


"Udah"


Tak lama teman teman vivi hadir


"Viviiiiiiiiii"...teriak anak semua yang berada di kelas langsung melihat aneu


Vivi yang mendengar teriakan aneu dia langsung menutup telinga


"Aneu biasa aja kali ga usah teriak teriak iiii"


"Habis nya kamu kemarin ga sekolah sih,emang kemarin kamu sakit apa sih?"


"Cuman panas doang"


"Res kenapa sih "...vivi langsung menghentikan resti yang sedang meraba keningnya


"Udah mendingan iii aku mah"...rengek vivi


Nia yang melihat ke hawatiran sahatnya itu tentang ke adaan vivi nia bersyukur di beri teman yang seperhatian seperti mereka


Bel pun tak terasa sudah berbunyi tandanya untuk mausk kelas dan mulai pelajaran


Ibu Aminah bahasa indonesia pun masuk membahas pelajaran dan bertanya bagaimana studitur kemarin


Semua murid bergemuruh semuanya berbicara tentang apa saja yang sudah di alami mereka


Bel istirahat pun berbunyi semua keluar kelas untuk kekantin.


Vivi yang ingin pergi ke kantin di halangin oleh edi dan ipan


"Vi tunggu dulu aku mau bicara sesuatu"...Edi sembari memegang tangan vivi


"Ada apa biacara aja"...vivi sembari melepaskan tangan edi


"Kalin pergi aja "...kata ipan kepada resti aneu dan nia


"Vi ga papa kita duluan"...timbal aneu


"Engga kalain duluan aja"

__ADS_1


Resti dan aneu pergi meninggalkan edi tapi nia mengunggu vivi


"Mau apa sih lapasin ga tangannya"...suara vivi mulai afak sedikit naik


"Vi sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan!"


"Apa bicara aja"


"Vi maaf sebelumnya "


"Vi sebenarnya aku suka sama kamu aku ingin kamu jadi pacar ku, aku tau ini semua terlalu cepat vi, kamu mau terima atau engga itu semua terserah kamu vi tapi aku udah menyatakn perasaan ku ke kamu vi"...edi menghentikan bicaranya


"Ga papa kamu ga jawab sekarang juga aku ga maksa kamu untuk jadi pacar aku vi"..edi terseyum kepada vivi dengan penuh harapnya kepada vivi


Untunglah di dalam kelas hanya ada mereka berempat.


Vivi menoleh ke arah nia,nia yang mengerti kegemetaran vivi karena ini pertama kalainya vivi di tembak sama laki laki


Vivi langsung berlari meninggalkn edi di dalam kelas tanpa ada kata kata sedikitpun,nia pun langsung mengejar vivi dan meninggalkn edi dan ipan


Edi ikut berlari mengejar vivi tapi di halang oleh ipan


"Jangan di kejar biar dia berpikir dulu jangan tegesah gesah"


"Tapi pan"


"Iya gue juga ngerti biar dia berpikir dulu sejenak"


Nia yang mencoba menenangkan vivi yang sok atas pernyataan edi tentang cintanya kepada vivi


"Nia gimana ini?"...vivi bersender di bahu nia.vivi dan nia duduk di lapangan


"Itu gimana hati kamu aja vi, terserah kamu vi mau di terima silahkan mau engga juga ga papa edi juga akan ngerti ko nantinya"..nia mencoba membrikan solusi kepada vivi


"Ahh aku ga tau aku pusing nia aku malu"


"Malu kenapa vi,malu sama edi"


Sebelum vivi melanjutkan bicaranya bel istirahat sudah abis waktunya untuk belajar kembali


Vivi dan nia pun masuk kedalam kelas.vivi yang ragu ragu masuk kelas.hatinya mulai berdebar kencang pipi yang capi mulai merah merona wajah


"Ya tuhan rasanya ingin pergi ke dasar tanah yang paling dalam kalau harus begini mah,jantung ku berdebar kencang rasanya ingin copot saja"...gumaman di dalam hati vivi


Bu trisna pun masuk memberikan materi.


Edi yang terus melihat vivi dan sesekali memanggil vivi untuk meminta jawaban darinya.


Vivi tak pokus memperhatikan materi yang di berikan bu trisna, vivi hanya melamun memikirkan apa yang akan di jawab kepada edi.


"Vi gimana jawabanya"..vivi tak merespon edi


Waktu pun menunjukan pukul 12.00 wara siswa dan siswi mulai berhamburan untuk pulang.


Edi yang menunggu vivi di gerbang sekolah untuk mengetahui jawaba nya langsung


Tak lama kemudian vivi pun datang dan di hadang oleh edi

__ADS_1


"Vi gimana di terkma apa engga"


__ADS_2