
"Hey kalian"...Vivi menubruk para sahabatannya yang sibuk bergibah
"Astaga kamu Vi biasa kali jangan negas"...sahut Resti semua yang berada di dalam kelas melirik ke arah Vivi
"Kalian kapan mau kerja kelompok Seni budaya seminggu lagi"
"Pulang sekolah aja kita kerja kelompoknya"...Edi yang mendengar itu memberi pendapatnya
"Setuju"...sahut mereka
"Ok pulang sekolah ke rumah Resti"
**********
Sesampainya di rumah Resti, di sambut dengan rama oleh Ibunya Resti.
"Barang-barang apa yang harus di pakai"...kata Ipan
"Kan katanya harus kereativ ya mending seperti botol yang di kasih batu,ember "...timbal ViVi
__ADS_1
Tanpa pikir panjang Resti langsung mengambil barang-barang yang di butuhkan
Satu minggupun berlalu.semua murid mengumpulkan hasil vidio yang mereka rekam dan di kasihkan ke geru Seni budaya.
Ujian sekolah pun selesai.Edi mempersiapkan untuk pindahannya ke kota kelahiranya.sebelum Edi berangkat Edi mengajak Vivi ketemuan di suatu tempat yang sepi di dekat rumah Edi.
"Vi aku mau pindah,aku mau sekolah di sanah di kota X ga akan di sinih lagi,aku mau pindah bersama Ayah ku Vi kamu tau kan kalau Mamah ku sama Ayahku sudah pisah".
ViVi tak mampu berkata kata lagi hanya air mata yang berlinang di pipi yang lembutnya
"Jangan nangis Sayang, aku janji sama kamu aku akan berusaha ke sini lagi untuk menemui mu kamu yang sabar ya"...Edi langsung memeluk Vivi yang diam mematung di hadapanya.
"Tinggal 3 jam lagi menuju sore,aku sore berangkat Vi"...Edi mencium puncak kepalanya vivi
Di dalam kehangatan pelukan Edi,Vivi menangis sejadi-jadinya memukul dadanya Edi dengan sangat kasar
Edi hanya menerimanya karena Edi mengerti dengan keadaan kalau dia harus LDRan.
Edi menghapus air berlian yang jatuh mengenai kulit putih Vivi dengan sanagat lembut.
__ADS_1
"Jaga diri baik-baik di sanah jangan macem-macem ya jaga kesehatannya "...Vivi mengemgam tangan Edi.
Edi membalas dengan pelukan hangat,Edi merasakan ada benjolan dua yang sanagat kenyal hingga membangunkan junirnya.
Nafsu Edi tak tertahankan karena si juniornya meronta ronta,Edi mulai sedikit- sedikit meraba gunung kembar milik Vivi yang cukup agak besar sedikit dengan kelembutan tangan Edi.awalnya Vivi menolak dan hampir melepaskan pelukakanya dari Edi tapi dengan tenaga Edi yang besar beda dengan Vivi yang bertubuh kecil.
"Lepaskan "
Edi berbisik "Biarkan aku merasakan sedikit aja Vi sebelum aku pergi aku sangat menyayangimu vi aku janji aku ga akan tinggalin kamu"
Vivi yang mendengar itu sedikit luluh dengan perkataan Edi
Edi dengan ganasnya memulai aksinya yang di luar dugaan Edi mulai meraba setiap inci tubuh Vivi dengan lembutnya tanpa ada yang terlewatkan.
Edi membuka baju Vivi sedit demi sedikit dan mencium bibirnya Vivi dengan sangat lama tapi tangan Edi meraba dam membuka baju dan celana milik Vivi
"Jangan lakukan ini Edi sadar Edi sadar "...Vivi menangis dengan sejadi jadinga mencoba menyadarkan Edi tapi Edi tak mendengar semua yang di katakan Vivi dia melanjutkan semua aksinya.
Edi berhasil membuka semua pakayain Vivi dan melihat tubuh Vivi yang tanpa busana
__ADS_1
Dengan gelapnya edi langsung melancarkan aksinya.
"Ahhhuhhh"..Edi berhasil mengenai selaput keperawaan Vivi