Menunggu Dia Kembali

Menunggu Dia Kembali
18


__ADS_3

"Vi gimana terima apa engga"


Vivi hanya terdiam melamun vivi merasa takut karena ini pertama kalinya vivi di tembak.


"Vi"...edi membuyarkan lamunan edi


"Ehh iya iya"


"Gimana"...edi berharap vivi menerimanya


Vivi mengangguk.dengan sepontan vivi menerima edi.


"Hah yang benr vi kamu nerima aku jadi pacar kamu? ini ga becanda kan"


"Iya"


Entah apa yang membuat hati dan pikiran vivi menerima edi.


"Ya tuhan apa aku ga salah kan menerima edi"...gumam vivi di dalam hati


"Terimakasih vi,terimakasih banyak"...edi tak bisa lagi membenung kebahagiaanya lagi dia bersyukur bisa memiliki vivi.


"Vi aku anter ya pulangnya?"


"Ga usah bisa sendiri"....vivi meninggalkan edi


"Ini aku bener pacaran sama si edi ga bohongkan"...vivi mencubit tanganya sendiri dia tak percaya bahwa dia sekarang pacaran dengan edi


Sesampainya di rumah vivi membersihkan dirinya,lalu vivi duduk di kursi ruang tamu kesetika vivi melamun dia tak petcaya bahwa dirinya pacaran


"Kenapa gue nerima si edi sih jelas jelas kan si edi baru putus sama si lestari,gimana kalau gue di sebut perebut pacar orang,sial gue ga mikir ke sanah.ahh nanti gue putusin lagi si edi sebulan tau dua bulan gue pacaran sama si edi, gue juga kan ga punya rasa sama si edi"


Tak lama hp vivi berdering ada pesan masuk


✉✉✉


"Hey vi"..


"Tuhkan nomor ini lagi siapa sih ganggu banget"...ocehan vivi, vivi tak merespon lesan tadi

__ADS_1


"Vi ini aku edi"..


"Oh iya"....(Vivi)


"Lagi apa"...(edi)


" duduk"( vivi)


Vivi pun mulai chatan sama edi,walau pun vivi membalasnya singkat esi terus saja menanyakan ini dan itu kepada vivi


Ke esokan hari nya lestari yang mengetahui edi pacaran sama vivi gosip pun menyebar luas, lestari merah besar hingga lestari menabrak vivi datang ke kelasnya dan memarahi vivi


"Heyyyy lu wanita ja**ng elo ngerebut edi dari gue dasar wanita an**ng munafik"...lestari menjambak rambut vivi


semua yang berada di dalam kelas melihat vivi dan lestari berantem tak ada yang berani memisahkan mereka berdua


"Lupasin gue,gue ga ngerebut si edi dari lo kalau lo mau si edi ya ambil saja"...vivi pun tak mau kalah vivi menjambak rambut lestari


"Ahh dasar lo munafik an**ng lu ga laku ya jadi lo ngambil pacar orang"


"Elo yang munafik mana harga diri lo sebagai cewe jelas jelas laki nya ga mau sama lo terus lo paksa di dasar wanita ga punya harga diri"


"Ahh lo munafik an**ng wanita ja**ng"


Vivi ga tahan lagi dan tak terbendung lagi emosinya vivi menampar lestari dengan keras


Edi memeluk vivi dan meredahkan emosinya tapi emosi vivi tak tertahan lagi.


"Kalau lo mau si edi ambil aja"...teriak vivi dan mendorong edi yang berada di pelukannya


"Sudah cukup"...Teriak edi


"Kamu lestari seharusnya kamu malu,kamu itu udah bukan siapa siapanya aku lagi hah pikir, gue mutusin lo itu gue ga ada rasa sama lo inget itu gue udah berapa kali bilang sama lo jangan ganggu gue sama vivi,dia tidak tau apa apa soal kita,sekarang kamu minta maaf sama vivi minta maaf"...terik edi,dan mulai terpancing emosinya


"Elo edi ngebela dia hah ga salah ni gue,elo itu masih pacar gue edi masih,gue ga akan minta maaf sama si wanita an**ng ini"...


"Sadar lestari sadar gue bukan lagi pacar lo gue udah mutusin lo.gue ingetin sama lo sekalai lagi gue udah ga ada hubungan lagi masa lo gue sama lo udah putus"...edi menyered lestari pergi dari kelasnya


"Edi tolong janagn gini edi gue masih sayang sama lo edi"...tangisan lestari

__ADS_1


"Jangan ganggu gue sama vivi lagi kalau gue lihat lo deketin vivi lihat apa yang akan gue lakukan ke elo"


Edi menghampiri vivi dan melihat ke adaan vivi yang terlihat lemas,sokk dengan kejadian tadi, wajah vivi lerlihat pucat karena vivi baru bangun dari sakit


"Vi kamu ga papa kan mana yang sakit mana"...edi hawatir dengan ke adaan vivi


Vivi hanya menatap edi dan mengluarkan air mata.


"Udah jangan nangis vi,maaf dengan kejadian ini aku minta maaf vi,aku ga nyangka kalau ini bakal seperti ini vi"...edi mengusap air mata vivi


"Aku mau putus"


Edi terdiam kaku mendengar perkataan vivi yang ingin putus dari nya.


"Kenapa vi aku mohan jangan"...edi memohan agar vivi tak memutuskan cintanya


"Kalau kita lanjutkan hubungan ini pasti semuanya aga akan benar aku ga mau aku bahagia di atas penderitaan orang lain edi aku juga wanita"...tangisan vivi mulai menderasi pipi yang cabi


"Tapi aku mohon vi beri aku kesempatan sekali ini saja vi".


Tak lama kemudian bel pun berbunyi tanda masuk kelas.


Edi pun pindah kebangkunya dengan berat hati.


Sedangkan lestari dia menangis di pangkuan sang sahabtnya riri.


"Ri kenapa edi secepat ini ri dia bisa berpacaran dengan wanita lain ri sedangkan gue masih sayang sama si edi ri"


"Udah sabar tari udah sabar jangan nagis lagi,biarkan tari edi bukan yang terbaik untuk mu,dia bisa melakukan ini sama kamu dan nanti juga si vivi akan di perlakukan sama seperti kamu tari"...riri menenangkan lestari yang berderai air mata


"Gue sakit ati melihat edi ri dia lebih ngebela wanita munafik iti dari pada gue,gue di sered ke luar sama edi"....Lestari menjadi jadi dia terus terusan menangis tanpa henti


Riri hanya bisa menenagkan tanpa ada kata kata lagi.


"Gue janji gue akan membuat hubungan mereka hancur dan mereka harus ngerasain apa yang gue rasain saat ini"...janji lestari


"Iya tari bener lo harus semangt jangan nagis gini lagi"...dukungan riri


"Lihat aja waktu mainnya"...lestari mengusap pipi yang basah karena air matanya.dia sekarang bersemangat untuk menghancuri hubungan mereka

__ADS_1


Edi terus terusan memohan agar vivi bisa melanjutkan hubungan nya kembali,edi terus membujuk vivi tapi vivi maish kokoh dengan pendiriannya dia ingin putus dari edi.walaupun hubungan mereka baru sehari tapi edi sangat sayang dan tak ingin kehilangan vivi,karena prinsip edi


Kalau sudah masuk jangan harap bisa ke luar,walau pun ingin keluar tak ada celah untuk pintu keluar.


__ADS_2