
Di saat orang lain tertidur lelap bahkan nia yang berada disebelah vivi pun tertidur lelap bersandar di kursi.
Vivi di saat tengah malam hanya melamun kan kejadian tadi perdebatan yang tak di sangka sangka karena ini pertama kali nya vivi di bentak di sebut wanita munafik oleh orang yang baru di kenal. vivi melamunmun dan meneteskan air mata karena sakit hati oleh perkataan lestari dan prilaku nya, vivi sebenarnya iba melihat percintaan lestari yang bertepuk sebalah tangan kepasa sang laki laki,vivi membayangkan bagimana posisi vivi berada di posisi lestari mungkin vivi akan melakukan hal yang sama dengan lestari bahkan lebih
"Kenapa semua seakan akan salah aku kenapa emang gara gara aku edi menginggal kan lestari?"....vivi bergumam di dalam hati nya
"Apa semuanya salah aku? edi meninggalkan lestari gara gara aku apa gara gara foto bareng sama aku,kenapa aku mau foto bareng sama edi jadinya mereka putus gara gara aku"...vivi terus berkata di dalam hati nya dan terus menerus menyalahkan dirinya sendiri
Air mata pun jatuh membasahi pipi.tanpa di sadari vivi edi belum tidur edi terus terusan melihat vivi dari celah jendela edi menyadari bahwa vivi sedang menangis pelan agar tidak ketahuan orang lain
Edi ingin menghibur vivi tapi edi tak sanggup untuk berbicara kepada vivi edi merasa malu atas apa yang telah terjadi barusan.
"Ini salah gue.kenapa semuanya terjadi harusnya gue ga harus membawa bawa vivi harus nya gue yang nyelesaikan ini semua,aku minta maaf vi aku minta maaf "...edi berbicara di dalam hati nya
Malam pun sudah larut makam.vivi melaun sembari menahan air mata tak lama pun vivi ketiduran edi pun sama entah sejak kapan edi pun sama ketiduran.
Malam pun sudah berlalu kini semua para siswa dan siswi di bangunkan dari tidurnya untuk melaksanakan sholat subuh terlebih dahulu.
Vivi aneu resti dan nia pun turun dari bus untuk melaksanakan sholat subuh bersama.
Setelah melaksanakan sholat subuh bersama mereka pun pergi ke bus.
"Pagi pa bu".. sapa vivi
"Pagi juga vi"...bu trisna menyapa balik vivi
"Ibu masih jauh "...kata resti
"Engga ko bentar lagi juga sampe mungkin cuman 2 jaman lagi"...jawab bu trisna
"Eumm"...kompak vivi nia resti aneu
"Iya,kita nanti sebelum sampe sekolah kita sarapan dulu,terus beli salak buat oleh oleh ke rumah kalau ada yang mau itu juga"...kata bu trisna
"Ya mau lah bu kalau di traktir sama ibu"....goda vivi
"Hahah aduhh kalin ya ibu kali yang di traktir sama kalian.udah ahh kalin duduk sebentar lagi mau berangkat ni"...bu trisna menyuruh duduk
Mereka pun duduk di bangku masing maisng dan tak ada perbincangan di antara mereka.mereka hanya terbawa lamunan mereka masing masing
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Dari kejadian perdebatan kemarin,vivi berpura pura ceria di hadapan teman nya sedangkan lestrai hanya terbawa sedih dan lestari sesekali terbawa menangis mengingat perilaku edi kepadanya.
Dari kejadian kemarin lestri jadi pemurung dan tak banyak berbicara lagi.lestari terpukul atas perilaku edi yang menyakiti dirinya.
"Edi vivi aku ga akan lupa dengan perbuatan kalain kepada gue dan gue akan balas dendam kepada kalain sakit hati gue harus kalin bayar"...gumam hati lestri
"Edi kau juga harus jadi milik gue kalau gue ga bisa dapatkan elo orang lain pun ga bisa dapatkan elo.edi gue sayang sama lo gue cinta sama lo edi"...lestari berkata di dalam hati nya dan mengeluarkan air mata untuk ke sekian kalinya
"Gue janji gue akan mengusik kehidupab elo vivi karena elo edi ninggakin gue demi lo dasar wanita munafik wanita berengsek wanita a****g"...gumaman hati lestari
Amarah emosi ancaman semua tercampur aduk menjadi satu lestari stres gara gara satu laki laki.
Lestari terus terusan mengirim pedan kepada edi tapi tak ada respon dari edi satu pesan pun ga di balsa sama edi.
Bus telah berhenti di suatu tempat rumah makan.vivi nia resti aneu edi dan ipan pun bersama sama memilih tempat makan untuk mereka ber 6,edi yang berada di sisi vivi tanpa di sadari ada sepadang mata yang mengintei mereka berdua .
"Vi kamu mau makan apa biar aku yang ambilin"...tanya edi
__ADS_1
"Ciee cie"...kompak para sahabtnya
"Engga biar aku aja yang ambil punyaku"...talak vivi
"Ga boleh biar aku aja"....paksa edi
"Yaudah kalau gitu sama aja sama kamu"...jawab vivi dengan muka datar
"Ok"..edi langsung mengambil makanan
Lestari yang mengikuti edi dari belakang dan menghampiri edi yang sedang mengambil makanan
"Edi"...tepuk lestari
Edi terkejut dengan sapaan lestari dia hampir menumpah kan makanan yang baru dia ambil
"mau apa lagi"...edi menjawab dengan muka datar
"Ya mau ambil makanan lah"...timbal lestrai
Edi langusng bergegas meninggalkn lestari tapi lestari mengikuti edi dari belakang dan menghampiri meja makan yang sama dengan edi,vivi yang melihat lestari berada satu meja dengan nya vivi merasa risih tak nyaman.
"Vi ini punya mu"...edi langsung memberikan makanannya kepada vivi edi langsung duduk di dekat vivi dan lestari duduk di sebelah edi
"Lestari kenapa malah di sinih sanah lergi ini bukan tempat makan kamu"...bentak edi
"Ga papa kali ikut gabung kan"
Mendadak Selera makan vivi menjadi tak ada lagi.vivi merasa emosi dia ingin cepat cepat meninggalkan tempat makan ini
"kenapa sih si lestari ke sinih"...gumam hati vivi
"Edi aaaaaa"...lestari memberikan satu sendok makanannya kepada edi tapi edi menepis suapan dari lestari
__ADS_1
Vivi sudah tak tahan lagi dengan keberadaan lestari,vivi langsung beranjak dari tempat duduk nya dan pergi menimggalkan para sahabat nya itu
"Vi mau kemana ini makan dulu?"..teriak nia
Vivi tak mendengarkan ucapan nia dia terus melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu
Leatari tersenyum tipis atas rencanany membuat vivi terusik berhasil
Edi yang melihat vivi meninggalkan tempat makan itu,edi langsung berlari mengejar vivi
"Vi vi vi"...teriak edi
Tapi vivi tak mendengarkan teriakan edi dia terus melangkah dengan cepat
"Vivi tunggu sebentar vi udah berhenti"..teriak edi sekali lagi
Vivi langsung berhenti dan melihat ke arah edi
"Mau apa?"...bentak vivi ke edi
"Udah jangan marah ayo duduk dulu"...edi langusng mengajak duduk vivi
"Udah vi jangan marah lagi"...edi menggenggam tangan vivi
"Engga"...singkat vivi
"Masa engga marah gitu"...goda edi
"iya"
"Vi maafkan aku soal kemarin maaf sebesar besarnya karena aku kamu jadi kebawa bawa ke dalam urusan aku"
"Tolong vi jangan marah lagi ,maafkan aku sekali lagi maaf"...edi menunduk di hadapan vivi
__ADS_1
Vivi tak merespon perkataan edi,dia sebenarnya sudah memaafkan edi tapi vivi hanya ingin edi meminta maaf secara langsung