Menunggu Dia Kembali

Menunggu Dia Kembali
4


__ADS_3

edi pun langsung mengambil alih motor untuk di kendarainya vivi langsung duduk di belakang edi mereka pun berjalan menuju pasar


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~


di perjalanan mereka hanya ada keheningan tak ada percakapan di antara mereka berdua


"vi" edi mencoba memecahkan keheningan di antara mereka berdua


"iya" vivi melihat edi dari kaca sepion motor.


"kamu mau ikut studitur ke jogya" edi terus pokus kepada jalanan sesekali edi melihat vivi dari kaca sepion


"ga tau" vivi memalingkan mukanya pokus melihat ke depan


" ko ga tau "edi pun terus bertanya kepada vivi tapi tak ada respon dari vivi.vivi hanya melihat jalanan


"yess akhirnya gue bisa sedekat ini dengan si vivi rasa nya jantung gue mau copot kenapa hati gue cenat cenut kalau lihat kamu jenapa jadi gini sih ".... edi terus terusan berbicara di dalam hati nya sambil melihat vivi dari kaca sepion


"apa lo lihat lihat pokus aja ke jalan" vivi melihat edi terus terusan mencuri curi pandangan ke kaca sepion


edi pun salting lalu mengencangkan motornya agar ga terlalu malu di hadapan vivi


"ediiiiiiiiiii" vivi berteriak kepada edi sambil memegang bajunya edi dengan erat


" apa vivi" edi menjawab dengan santai sambil senyum senyum sendiri


"pelanin kamu cari mati apa" vivi teraik teriak kepada edi tapi edi malah menjadi jadi dengan kecepatan tinggi.edi tak merespon perkataan vivi


cekittt................................


edi mengerem dadakan.dengan refles vivi memeluk edi dengan sangat kencang


"hemmmmmm......." edi mendehem vivi pun langsung berbegas turun dari motornya


" udah sampai nona mutiara vivi cantika" sahut edi sambil menatap vivi


"iya" vivi memutar bola mata malas


vivi duluan masuk pasar edi mengikuti vivi dari belakang


"nih bawa" vivi menyodorkan bebera kantung keresek yang isinya sayuran


" banyak banget berat pula sih vi" edi langsung bergegas mengambil bahan masakan yang beli vivi

__ADS_1


" baru segitu juga di bilang berat" vivi terus berjalan tanapa melihat edi


" vi tunggu napa cepat banget jalannya"edi berlali kecil menghampiri vivi


vivi tak merespon ocehan edi


" udah cukup mungkin ya ini sayuran udah minyak udah penyedap rasa udah tempe tahu udah apa lagi ya yang belum" vivi sambil melihat lihat belanjanya


"hati aku yang belum kamu bawa" edi menjawab dengan polusnya


vivi melotot kepada edi dengan tatapan sinis


" ayo pulang aku udah cape nih" sahut edi dengan memasang wajah datar


mereka pun pulang dengan kecepatan yang tinggi dan sepeti tadi edi mengerem dadakan hingga vivi memeluk lagi edi


"cie cie cie wit wiwwwww ahh" nia aneu resti ipan pun sontak mengejek edi sama vivi


edi dan vivi langsung masuk rumah memberikan bahan masakan yang sudah di beli kepada sahabatnya.edi pun menghampiri ipan dan duduk di sebelahnya


"ciee ahhh ada yang lagi berbunga bunga kayanya "ipan berbisik kepada edi dengan cengengesan


edi menggelengkan kepala tersipuh malu dengan perkatan ipan memang bener hati edi sekarang lagi berbunga bunga


"hahha mau turutin " edi menepuk nepuk bahu ipan dengan keras


"apa elo mau gue jodohin sama cewe agar lo ga jomlo terus gitu sama resti atau aneu " edi berbisik kepada ipan agar ipan tidak mengejek nya terus


ipan terdiam mendengar perkataan edi ipan lalu bergegas melangkahkan kakinya dia menghampiri semua perempuan dan melihat resti dan aneu ipan terus terusan tersenyum melihat mereka berdua entah apa yang di pikirkam ipan tentang perkataan edi barusan


" eh lu ipan dari pada bengong mending bantuing kita napah lihat lihat doang" nia membuyarkan lamunan yang menatap resti dan aneu


" i i i iyahh" ipan langsung mendekatin aneu dan membantu aneu yang sedang mengupas wortel


resti nia vivi aneu dan ipan terus terusan tertawa tanpa henti karena ipan menceritakan hal kanyol yang di lakukan edi


" ehh kalain tau ga si edi pernah di godain sama si lestari pas masuk kels 2 smp" ipan terus terusan menceritakan edi. sedangkan edi sedang ada di luar rumah vivi dia sedang asik memainkan game


" wihhh gimana godainya lain sekarang edi sama si lestari pacaran kan" sahut aneu yang penasaran dengan cerita ipan


" gini ya pertama tama si edi tuh perkenalan di depan kelas ya dengan muka pucet ga tau tegang kan si edi pindahan dari kota bandung ke jakarta terus si lestari deketian si edi di bangkunya dia minta no hp si edi terus sama si edi di kasih si lestari terus deketin si edi sampai akhirnya mereka jadian gitu hahaha" ipan tertawa sangat keras karena menceritakan sahabatnya itu


" lah ko kenapa cewe yang deketian cowo kan harusnya cowo yang deketian cewe dasar cewe cewe" nia menggelengkan kepalanya karena dia batu tahu si edi udah punya pacar

__ADS_1


" dasar edi kamu mau deketin si vivi terus kamu masih punya pacar awas aja ya emang nya hati wanita untuk di permainkan apa" nia berbicara pada hati nya dia keseal dengan tingkah laku si edi


" kenapa gue ga suka dengerin si edi udah punya pacar" vivi melamun dan terus berbiacara pada hati nya karena dia ga suka ngedengerin perkataan ipan tentang edi dan lestari


setelah beres memasak mereka pun makan bersama di teras luar rumah vivi tapi edi terus menatap vivi yang sedang makan vivi sesekali melihat edi dan edi pun berpura pura tidak melihat vivi


" ihh kenapa si edi terus terusan lihat gue" vivi berbisik kepada nia dan nia pun sontak melihat edi ternyata bener edi sedang menatap vivi yang sedang makan


" biarin saja vi cuek aja" nia pun membisikan ke telinga vivi


dan vivi pun mengangguk dengan perintah nia


tak beberapa lama mereka pun selesai makan edi dan ipan duduk di teres rumah vivi sedangakn vivi nia resti dan aneu membersiahkan piring piring kotor mereka bersama sama mencici piring


" ehh vi seru sekali hari ini jangan kapok kapaok ya nanti kita masak masak bersama" sahut resti kepada vivi


" heheh iya engga lah resti kalain juga jangan kapok ya main ke rumah ku" vivi tersenyum kepada sahabatnya


" maksih bangak ya vi" resti pun membalsa senyuman vivi


" udah sore kita pulang yu" sahut nia kepada sahabtnya


" ayuu" mereka semua kompak menjawab


vivi pun mengantar mereka ke gerbang pintu rumah nya tapi ipan dan edi belum pulang


" ehh kalian ga pulang apa udah sore nih" vivi memegang kedua tangannya dan menatap mereka berdua


" eumm kita mau di sinih dulu vi" hasut ipan kepada vivi dengan cengengesan


" mau apa" vivi pun duduk di sebelah edi


"vi sebenrnya kita tuh mau bicara" ipan menatap vivi dengan serius


" bicara apa"vivi penasaran dengan dengan ipan


" vi boleh mi mi minta no aneu ga" ipan menekukan kepalanya karena dia mau


edi pun menatap wajah ipan dengan serius dia ga percaya dengan di katakan ipan


"hah apa ga salah dengar " vivi mengerutkan kedua halisnya


" aku ga mau ngasih kamu minta aja sendiri nanti aneu marah sama vivi. vivi ga mau itu." vivi memasang wajah darar

__ADS_1


" yaelah vi ga mau ngasih ya udah ahh kita pulang ediii" ipan dan edi langsung pulang tapi edi menatap wajah vivi dengan 1000 penuh arti.edi berjalan menuju gerbang dan menatap vivi hingga ta terlihat lagi vivi yang berada di depan terasnya


__ADS_2