
Vivi yang terus mendengar perminta maafan edi dia tiadak tega melihat edi yang terus terusan berusaha minta maaf kedirinya.
"Baik aku maafkan"
"Benar vi serius"
"Iya"
"Maaf ya vi aku udah melukai hati mu"...edi menunduk di hadapan vivi
"Vi mari kita makan lagi"
"Engga aku ga lapar kamu aja aku mau duduk di sanah"...vivi menunjuk bangku kosang yang berada di dekat nya
Edi langsung menarik tangan vivi dan duduk berdua di bangku yang tadi di tunjukan vivi
" Vi lihat ke atas langit deh"
Vivi pun melihat ke atas langit dengan di warnai malam yang sangat indah bintang yang sangat cantik angin malam yang seakan akan mengiringi lagu romantis untuk mereka berdua
"Vi Bintang nya kaya ada yang kurang ya!"
"Maksudnya kurang gimana!"
"Iya ada yang kurang ,soalnya bintang yang satunya lagi jatuh di sebalah ku😆"...edi menggoda vivi
"Hahahah gombal ya pa "
Tawa canda gombalan edi dan vivi mengisi waktu malam malam mereka hingga saat nya mereka kembali ke dalam bus mereka,
"Nia"...Kata edi
"apa edi jangan ganggu ahh"...nia memasang muka datar sembari memainkan hp
"Eumm gantian dong aku di sebelah vivi kamu di sini"...edi memohon kepada nia
Nia melihat vivi dan vivi pun menganggukan kepalanya itu tandanya sebagai boleh edi duduk di sebelahnga
Edi langsung dengan semangat nya dia pindah bangku bersama vivi
"Ipan lihat deh temen lo itu"...nia berbisik ke ipan
"udah biarin aja nia toh itu mau nya jangan di ganggu jahhaha"
Edi langsung memasang wajah tersenyum termanis nya.vivi hanya tersenyum tipis kepadanya
"Hey vi"...sapa edi
Vivi tak merespon edi dia hanya sibuk melihat jalan di sebelah kaca
"Eumm vi bolehkan aku duduk di sinih"
__ADS_1
Vivi hanya mengangguk tak melihat edi
"Vi boleh nanya"
"Nanya apa"
"Sebenarnya kamu kenapa sih cuek sama gue"...edi bertanya ingin tau kenapa vivi sangat cuek ke dirinya
"Ga tau"
"Boleh bertanya sesuatu lagi"
Vivi hanya mengangukan kepala sebagai tanda boleh
"Kamu kamu sebenarnya udah pu pu punya pacar"
"Aduhh kenapa jadi gugub begini sih"...gumam hati edi
"Apa sih tanya tanya gitu"...vivi mengerutkan alisnya
"Engga pengen tau aja emang ga boleh gitu"...timbal edi
Vivi membelototkan mata malasnya.
Nia dan ipan yang mendengar perbincangan edi dan vivi tertawa geli mendengar lontaran lontaran pertanyaan edi yang sedikit tak penting untuk di tanyakan
Malam semakin sunyi para siswa dan siswi yang berada di bus sudah mulai terlelap tidur.tapi berbeda dengan edi dia masih terjaga melihat vivi yang sudah terlelap tidur melihat wajah vivi yang begitu polusnya ketika tidur raut wajah yang sangat cantik memancar kulit putih pipi yang tembem membuat edi tak bosan memandang.
Malam pun sudah berlalu kini pagi yang sangat cerah mata hari bersinar di pagi hari. bus studitur yang sudah berhenti di depan halaman sekolah para siswa siswi dan guru turun membawa barang barang mereka.
vivi dan kawan kawan beserta edi dan ipan turun dan mereka berkumpul di depan bus sembari menunggu jemputan mereka masing masing
"Hey semaunya aku duluan ya"...kata vivi
"Ehh vi emang nya ga nunggu jemputan apa"...timbal resti
"Engga soal nya kan rumah aku dekat jadi bisa lah jalan kaki"
"Aku duluan ya dahhh"...vivi melambaykan tangannya
Semua kawan kawannya pun melambaykan tangannya kepada vivi
Sesampainya vivi di rumah,tak ada siapa siapa di dalam rumah.vivi duduk di kursi menyimpan barang barangnya dan vivi merebahkan tubuh nya di atas kurusi.
"Ahh sial kenapa badanku terasa lemas begini rasanya tulang pada remuk"....vivi sembari memijat tangannya sebelah,hingga vivi terlelap tidur di atas kursi
Tak lama seorang laki laki yang bertubuh kecil duduk di sebelah vivi dan membuka salah satu tas milik vivi
"ka ka"
Vivi yang mendengar suara yang sudah tak asing lagi di dengar olehnya dengan sontak vivi langsung membuka matanya dan duduk di sebelah laki laki itu
__ADS_1
"Apa sih ki bisa ga bangunin kaka pelan pelan ga usah terik teriak gitu"....omel vivi ke sangadik nya
"Hehe maaf😅kak mana oleh oleh nya"...kiki sembari melihat lihat dan membuka salah satu tas melik vivi
"Ambil aja terserah kamu aja ki ahh kaka mau tidur lagi badan kaka agak lemas"...vivi langsung melangkahkan kakinya menuju kamar
Kiki langsung membuka semua tas dan kantung pelastik milik vivi
Vivi langsung berbaring di atas kasur dan kembali tidur
Jam sudah menunjukan pukul 15.00 sore ibu nur sudah pulang dari kerjanya dan melihat vivi yang sedang tidur di kamar nya lalu bu nur menghampiri vivi dan membangunkan vivi
"Vi bangun vi "
"Lah ko badannya panas gini vi bangun"...vivi pun bangun
Vivi tersenyum kepada ibu nur,ibu nur yang hawatir dengakn ke adaan putrinya ibu nur langsung meraba raba lehernya vivi
"Badan kamu pans vi kamu sakit"
"Ga tau ibu badanku rasanya sakit lemas "...keluh vivi
"Ibu kompres ya mungkin kamu kecapean"...ibu nur langsung mengambil wadah yang berisi air hangat dan handuk kecil
"Kamu udah makan vi"...kata bu nur sembari menempelkan handuk kecil
Vivi menggelengkan kepalanya
"Kenapa makan du ya"
Ibu nur langsung mengambil makanan kedapur dan menyuapi ke vivi
Ibu nur hhawtir dengan ke adaan vivi yang sedang sakit demam tinggi
"Ibu udah ah makan nya aku mau tidur lagi"
Ibu nur mengangukan kepalanya dan ibu nur melihat oleh oleh yang di bawa vivi
"Vi ini semua kamu yang beli"..vivi melihat ke ke arah tas nya yang sudah di buka semua oleh adiknya vivi
"Iya ibu"
Ibu nur langsung membereskan barang barang vivi yang sudah di buka oleh kiki
Vivi terbangun di tengah malam.dan mengambil ponsel miliknya dan melihat banyak pesan dari nomor yang tidak di kenal vivi tak ingin membuka pesan dari nomor yang tak di kenal itu.
Vivi pun kembali tidur tak lama vivi tidur ponsel vivi pun berdering vivi terbangun dan meraih punselnya dan ternyata nomor yang tak di kenal itu menelponnya
"Siapa sih ganggu mulu"
"hllah siapa "
__ADS_1
"Hey vi "