
"Vi aku mohon jangan begini jangan putus dari ku aku sayang sama kamu aku cinta sama kamu,tolong maafkan aku vi maaf"...edi tertunduk di hadapan vivi memohon agar vivi tidak meninggalkannya
"Vi beri kesempatan edi sekali lagi kesihan dia,ini juga kan bukan ke inginann edi mantan pacarnya datang ke sini"...nia mencoba membantu edi
Vivi melihat ke arah sahabat nya dan para sahabat nya cuman menganguk seperti memberi saran agar bisa menerimanya edi kembali.
"Alasan apa lo mau sama gue?"...vivi membuka mulutnya
"Aku sayang sama kamu vi,aku cinta sama kamu,aku janji sama kamu ini ga akan terjadi lagi aku mohon vi beri aku kesempatan sekali ini saja"
"Buktinya apa lo kalau lo sayang sama gue"
"Kamu mau bukti apa vi"
"Terserah"...vivi meninggalkan edi,melangkahkan kaki menuju lapangan
Para sahabatnya vivi pun berlari mengejar vivi
"Vi tunggu"...Resti menepuk bahunya vivi,vivi berhenti membalikan badan nya ke arah teman temannya
"Vi jangan gini,jangan lari dari masalah,hadapi masalah mu vi karena kalau kamu menghindar dari masalah masalah itu akan semakin besar kalau ga di hadapi"...timbal resti
"aku malu res aku malu dengan ke jadian ini"...air mata vivi mulai berlinang berkaca kaca
"Kamu yang sabar vi,mungkin ini ujian buat kamu."...aneu mengusap air mata yang jatuh
"Vi ayo duduk dulu tenang kan hati mu dan pikiran mu"...nia mengajak duduk di lapangan dekat kursi yang kosong
Nia resti dan aneu menenagkan vivi,sedangkan edi dia langsung datang ke kelas lestari untuk mengindrogasi atau menabrak lestari. emosi edi tak tertahan lagi dia saat mengingat ke jadian saat tadi pagi.
"Lestari"...edi berteriak menunjuk lestari,semua orang yang berada di dalam kelas sontak melihat kedatangan edi yang membawa emosi berteriak kepada mantan kekasihnya
Lestari hanya tersenyum mengangkat bibirnya dengan penuh kelicikan,bukan rasa cinta lagi yang berada di dalam hatinya melainkan rasa benci dendam yang menyelimuti hati lestari sekarang.
" Gara gara elo gue"...sebelum edi menyelesaukan bicaranya lestari memotong perkataan edi
"Apa hahahah putus ya sama wanita ****** itu"...leatari tersenyum dengan penuh kelucikan..."Udah edi balik aja sama gue,dari pada bersama wanita yang kaya gitu cantik juga kaga bener ga kawan"....
"Jaga bicaramu ,lihat dirimu terlebih dahulu,emang elo ngerasa paling cantik gitu ngerasa elo yang paling sempurna gitu...edi membantingkan bangku yang berada di depannya
"Elo itu harusnya intropeksi diri dulu sebelum bicara ini itu.gue ninggalin elo karena sikap elo sikap egois lo dan "....edi menghentikan bicaranya
"Dan gue juga tau, sebenarnya lo selingkuhkan sama si Randika .gue tau semuanya gue tau gue hanya diam gue ga perdulu lo mau ngapain juga"..
Lestari terdiam mematung tak sanggup bicara lagi, karena rahasia dia menduakan edi terbongkar.tapi edi tak membalsa perbuatanya lestari kepadanya.
__ADS_1
Ipan yang berada di belakang edi.menarik tangan edi untuk pergi meninggalkn kelas lestari karena kalau di teruskan bisa berujung ke ruang BK.
"Udah sabar kendalikan dirumu edi"...bisik ipan
sedangkan vivi masih marah dengan edi dia masih kokoh dengan pendiriannya untuk putus dengan edi..
pulang sekolah pun tiba. ipan yang berada di rumah edi. untuk menemani edi dan memikirkan bagaimana edi bisa bersatu dengan vivi kembali.
"Pan tolonglah aku gimana aku bisa kembali lagi bersama si vivi kembali"...Edi merengek ke ipan seperti anak yang minta uang ke ibunya.
"Nanti aku pikirkan lagi"...ipan yang rebahan di atas kasur
"Cepet bantu aku"
"Mana nomor telpin si vivi pujaan hati mu itu"
"Buat apa"
"Jangan banyak bacot sini"
Edi pun memberikan nomor hp vivi ke ipan
"Awas aja kalau buat nikung aku"...jitak edi
"Tenang aja"
"Ini nomir siapa sih ko banyak banget tak di jawab"...gumam hati vivi
Tak lama pun nomor yang sama menelpon vivi.
📞📞📞📞📞
"Halo ini siapa ya"...vivi menjawab dengan suara yang lemah lembut.
"Uuuu akhirnya di angkat juga"....uceh ipan
"Iya siapa ya maaf baru di angkat"
"Vi ini aku ipan"
"Ohh mau apa ya"
Edi yang mendengarkan telponan ipan dan vivi yang tidak tau apa maksud ipan menelpon vivi
dengan rasa sedikit cemburu
__ADS_1
"Vi boleh nanya ga"...ipan melihat ke arah edi lalu edi mengerutkan alisnya
"Apa"...suara datar vivi
"Vi maaf sebelumnya.terima sekalai lagi edi dia kesihan dia benar benar cinta sama kamu vi aku serius baru kali ini aku lihat si edi seserius ini sama kamu vi beri kesempatan. buat edi kembali lagi sama kamu vi."
"Hah beri kesempatan lagi buat apa"
"Jangan gitu vi kesihan si edi vi.itu terserah kamu vi mau terima atau engga juga itu hak kamu tapi setidaknya beri kesempatan sekali lagi buat edi vi.kesihan dia"
"Nanti aku pikirin lagi ipan,kalau dia benar benar mau balikan lagi sama aku, suruh dia telpon balik ke gue"...vivi langsung mematikan telpon
Edi yang mendengar perkataan vivi dan ipan dia sedikit lega karena masih ada celah untuk memperbaiki hubungan yang sudah di buat dalam satu hari.
"Tuhan semoga aku ga salah untuk menerima edi kembali,aku kesihan padanya melihat tadi pagi dia membelaku seperti itu."...gumaman hati vivi,vivi siap kembali menerima edi kembali menjadi pacarnya.
Tak lama telpon pun berdering dari layar telpon tertera nama edi,vivi langsung bergegas mengangkat telpon tersebut.
"Vi"...edi langsung memulai percakapan dengan vivi
"Hemm"...singkat vivi
"Vi tolong maafkan aku kasih aku kesempatan untuk balik lagi sama ku vi aku mohon"...edi yang langsung tudepoin tanpa basa basi terlebih dahulu
"Kenapa"...suara lembut vivi
"Aku suka sama kamu vi aku cinta sama kamu,tolong lah vi veri aku kesemlatan lagi"...suara edi yang penuh harap agar vivi kembali kepadanya.
Vivi menarik napas panjang"baik aku terima kamu kembali "
"Hah yang bener vi serius"...edi berteriak
"Biasa aja ihhh sakit telinga aku tau"
"hehhe maaf vi habisnya aku seneng kamu nerima aku kembali"
"Iya"
"Terimaksih banyak ya vi,"
"Iya sama sama"...vivi terseyum "entah kenapa hati ku ikut senang juga seakan akan beban yang di pikul sangat berat sekarang menjadi ringan"
"Udah dulu ya aku mau tidur dulu cape"...kata vivi
"Ohh iya vi silahkan selamat tidur siang heheh terimaksih ya sekali lagi"
__ADS_1
"Iya"...vivi langsung mematikan telponnya