
Tanpa di sadari vivi,nia memberi imformasi kepada edi tentang segala hal yang engga di sukai vivi bahkan sampai yang di sukai vivi
pada hari libur sekolah edi pergi ke rumah sahabat nya dia niatnya mau curhat kepada sang sahabatnya itu
"ipan ipan ipan" teriak edi di rumah ipan
"iyaaaaaa tunggu bentar" teriak ipan di dalam rumah sembari melangkahkan kakinya menuju edi
"pan lo sibuk ga" basa basi edi kepada ipan
"engga lah bro emang ada apa tumben lo kesini" menatap edi sambari mengajak duduk di kursi depan rumah
"gini ya ipan yang baik hati tidak sombong sahabat gue yang paling putih padahal sebaliknya gue mau cerita tentang si vivi"edi duduk dengan wajah yang engga ada auranya
"elo mah mau curhat apa mau ngehina gue sih" ipan kesal dengan perkataan edi yang menyebutkan kulit putih sebaliknya
"hahah canda pannn gitu juga marah"edi cengengesan ke ipan melihat ipan yang agak sedikit kesal
"mau cerita apaan" sahut ipan dengan wajah malas
"pan sebenernya gue ini punya rasa ke si vivi tapi di sisi lain gue punya pacar si lestari gue bingung,gue ga punya rasa sama si lestari gue macarin si lestari cuman untuk ngisi waktu kosong gue doang ga lebih"edi mencurahkan isi hatinya ke ipan
lestari adalah pacarnya edi mereka menjalin hubungan sudah 5 bulan tapi edi tidak memiliki rasa sedikit pun kepada lestari.
"hah yang bener lo jadi lu pacaran sama si lestari engga memiliki rasa sama sekali" ipan terkejut mendengar perkataan edi
__ADS_1
"iya gue udah nyoba buat punya rasa sama si lestari tapi hasilnya bertolak belakang dengan hati gue"edi menundukan kepalanya dengan wajah prustasinya
"hahha gila lo yah gue ga nyangka sama lo terus kenapa kalau lo ga punya rasa sama si lestari lo pacarin" ipan berkata dengan nada tinggi kepada edi
"karena gue cuman buat ngisi waktu kosong doang itu aja.tapi gue malah punya rasa sama si vivi yang cuek judes marah nya ga ke tolong,tapi gue melihat si vivi itu bawaanya adem terus ga pernah bosen sama wajah yang cantik pipinya tembem matanya yang indah di pandang gue mau sama si vivi kalau ga ngelihat dia di sekolah serasa sepi hari hari gue apa ini yang di namakan jodoh"edi mencurahkan isi hatinya ke ipan
"terus si lestari mau di kemanain bangke"melihat wajah edi dengan mata melotot
"gue juga bingung"edi perustasi dengan hatinya yang tak karuan
"mending lo edi bin edi putusin si lestari kesihan dia itu anak orang "saut ipan memberikan saran
"iya gue juga maunya gitu tapi gimana caranya coba sedangkan gue mutusian dia,dia pasti mohon mohon ke gue engga mau putus sama gue sama seperti dulu mohon mohon sama gue ga mau putus terus nangis pingsan deh pingsannya juga boongan"edi sebenrnta iba melihat lestari yang mohon mohon kepadanya seperti waktu dulu
"hahaha terserah lu aja ahh gue mah pusing dengan cerita elo,udah jangan di pikirin mending sekarang kita maen ke warnet yu"ipan mengajak edi pergi ke warnet agar ga ke pikiran soal percintaanya yang super duper rumit
"edi" saut ipan ke edi
"hemm" hanya kata itu yang keluar dari mulut edi
" pulang yu udah sore" ipan sembari melihat jam yang menunjukan pukul 17.00
"ayoo bosku gue juga mau pulang udah laper"edi langsung berdiri melangkahkan kakinya menghampiri pemilik warnet untuk membayar
mereka pun pergi ke rumah masing masing
__ADS_1
sesampainya edi di rumah membaringkan tubuhnya di sopa edi melamun berpikir agar cepat cepat memiliki vivi.
"susah banget dapetin si vivi harus dengan cara apa gue dapetin si vivi takut di embat sama orang lain"...edi berbicara di dalam hatinya
"vivi seandaynya kamu tau aku suka sama kamu vi" edi terus berbicara di dalam hatinya sembari menghayalkan vivi menjadi kekasihnya
tak lama kemudian hp edi berbunyi
edi pun mengangkat hp nya
"hallo kamu lagi di mana sih aku udah kirim pesan beberapa kali ke kamu ga ada balesannya"ya siapa lagi kalau bukan lestari pacarnya edi yang nelpon menanyakn kabar edi
" iya aku di rumah ada apa"...edi menjawab dengan nada malas
"aku tuh hawatir sama kamu" lestari berharap edi mengerti perasaannya kalau dia hawatir sama edi
"iya aku ga papah ko udah dulu aku mau mandi dulu"
"ohh ya udah sana jangan lupa makan ya jaga kesehatan kamu jangan terlalu kecapean nanti kamu sakit"lestari memberikan perhatain kepada edi tapi edi malah cuek ke lestari
"hemmm" edi langsung bergegas mematiakn ponselnya karena edi malas mendengar suara lestari yang agak sedit lebay menurut edi.
edi berdiri melangkahkan kakinya untuk membersihkan diri beres membersihkan dirinya edi mengambil pakayan yang berwarna abu abu polos dan celana hitam. edi lalu pergi kedapur untuk makan. beres makam edi membaringkan dirinya di atas kasur dan melihat foto foto vivi yang diam diam dia ambil saat vivi sedang tidak sadar bahwa edi mengambil foto foto vivi
hati edi terus senang saat melihat vivi dengan sunyuman yang manis bibir tipis pipi tembem kemerah merahan. tapi di sisi laian edi bingung dengan hubungan lestari apa harus bertahan dengan perasaan tidak mencintai lestari atau pergi meninggalkan lestari dan mengejar orang yang di cintai nya...edi mulai perustasi memikirkan perasaanya yang rumit itu
__ADS_1
edi tidak memikirkan perasaan lestari jika lestari tau bahwa lelaki pujaan hatinya memiliki perasaan cinta kepada wanita lain bahkan ingin memiliki wanita itu.bukan lestari yang ada di dalam hatinya bahkan wanita lain
hargailah orang yang susah payah memberikan perhatain memberikan cinta dan kasiah sayang yang tulus kepada kita,karena kita ga tau kapan orang itu akan berhenti memperdulikan kita,banyak orang yang bilang jika kalau sudah pergi baru terasa kehilangan.maka darai pada itu rawatlah sebelum pergi jaga sebelum hilang 😊