
Vivi pun langsung memberontak melepaskan tangan nya dari dekatan tangan ya siapa lagi kalau bukan lestari mantan pacar nya edi.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Vivi terus memberontak agar tangan nya bisa di lepaskan dari genggaman lestari tapai lestari terus menyered vivi dan edi.
"Tari lepaskan!"...edi menghentikan langkah nya
Lestari berhenti dan menatap edi dengan punuh amarah dan kekecewaan.
Lestari pun melepaskan tangan vivi dan edi
"Mau apa lagi hah?"....bentak edi
Lestari hanya tersenyum tipis kedapa edi dan vivi
"Ohh jadi ini wanita yang kamu sukai edi ga salah kamu rela ninggalin aku demi wanita ini?" .....tunjuk lestari kepada vivi
"Apa maksud mu !".... timbal vivi
"Apa kamu bilang apa maksud ku jangan so munafik lah jadi orang"...teriak lestari kepada vivi
"Tari udah cukup jangan bawa bawa vivi dia ga salah ini urusan kita berdua"...tunjuk edi
"Jangan so ngebela lah edi, jelas jelas gara gara wanita ini elo ninggalin gue elo tega sama gue hah gue sayang edi sama lo gue cinta sama lo gue cinta,tapi gara gara wanita ini masuk kedalam hidup mu kamu tega ninggalin gue"...air mata lestari teumpah sudah tak terbendung lagi
Vivi hanya diam tak bisa berkata kata lagi entah apa yang bisa di ucap kan karena vivi tak tau soal masalah edi dan lestari.
"Jangan salah kan vivi dia tak tau soal apa apa, asal kamu tau tari gue sudah cape sama lo mau sampai kapan gue ngebohongin diri gue sendiri mau sampai kapan ? gue dari dulu sampai sekarang ga punya rasa sedikitpun sama kamu tari, dan ingat gue mutusin lo ga ada sangkut paut nya sama vivi"...edi mencoba menjelaskan kepada lestrai
"Ahh jangan bohong kamu edi.gara gara wanita munafik ini kamu tega sama aku?"...lestari semakin menjadi jadi untung lah mereka jauh dari orang orang
" Apa maksud mu manggil aku wanita munafik hah? heh kamu lestari gue ga pernah merasa merebut edi dari lo"...vivi mulai terpancing emosi nya karena dari tadi vivi di sebut sebagai wanita munafik
"Hahahah emang iya elo munafik elo ngerebut edi dari gue gara gara elo edi ninggakin gue"...takalah emosi lestari pun meledak ledak
PLAK . "Lestari"...Vivi menapar lestari emosi vivi sudah meledak ledak
Lestari pun mau menapar balaik vivi tapi tangan lestari keburu di pegang oleh edi
"Sudah hentikan tari.gue udah bepara kali bilang sama elo vivi tidak tau apa apa soal kita.dan kamu ingat tari ini bukan salah vivi ini udah ke putusan gue dari dulu gue hanya mencari momen yang pas untuk mutusin lo dan ini gue udah mutusin lo."
"Jadi mulai sekarang kamu jangan ganggu gue lagi dan jangan manggil vivi sebagai wanita perebut atau pun munafik.gue udah engga mau lagi kenal sama lo dan gue juga engga mau melihat elo lagi mulai selarang.geu nyesel pernah jadikan lo sebagai pacar gue"...kata edi menegaskan kepada lestari
__ADS_1
Edi menarik tangan vivi dan meninggal kan lestari sendiri,lestari hanya berdiri diam mematung melihat edi dan vivi meninggalkan nya sendiri.hati lestari bertambah hancur atas perkataan edi hati lestari hancur berkeping keping rasa sakit kecewa bercampur aduk hanya air mata yang keluar mewakili hati lestari saat ini
Vivi dan edi pun menghampiri sang sahabat nya itu yang tengah asik melihat salah satu teman kelas kami sedang bernyanyi di atas panggung.
Nia melihat ke arah vivi dan edi nia mereasa ada sedikt yang berbeda di antara mereka berdua
"Vi kamu kenpa ko mukanya kaya yang kesal sih?" kata nia
Semua sahabt nya sontak melihat ke arah vivi dan juga edi
Edi hanya mengangkat bahunya seakan akan tidak ada masalah apa apa
Vivi hanya menggelengkan kepala
"Yang benar vi coba cerita ada masalah apa"..sahut resti
"Engga ada masalah apa apa ko"...jawab vivi
"Edi sebenar nya ada apa sih ko muka kalain kaya yang sudah marah apa kalain berantem"...sahut ipan kepada edi
"Engga ko ga ada masalah apa apa kalin kenpa sih"...edi dan vivi menutupi masalah yang barusan terjadi
"Udah ahh aku ngantuk aku mau ke bus ya hehhe " ...vivi langsung berdiri dari kursi dan berjalan menju bus nya
"Sama ahh aku juga"...resti dan aneu pun kompak menyusl vivi dan nia
Edi dan ipan hanya diam melihat vivi nia resti dan aneu meninggalkan mereka
"Sebenar nya ada apa sih"...ipan penasaran tentang sahabt nya ini
"Biasa pan si lestari membuat onar"...edi tersenyum tipis
"Buat onar gimna"...ipan tak mengerti apa maksud edi
"Udah ahh nanti aja gue ceritain gue mau ke bus dulu ya"...edi meninggalpan ipan
" Sial aku juga ikut"
Semapai nya edi dan ipan di bus edi melihat vivi memejempakn mata nya sembari bersandar di kaca bus ingin sekali edi memindahkan kepalanya vivi ke bahu nya tapi apa daya kalau edi melakukan nya takut nya vivi menolak
Edi pun duduk di bangku nya edi melihat vivi dari celah celah jendela di belakang.
"edi"..sahut nia
__ADS_1
Edi pun langsung melihat nia dan mengerut kan dahinya
"Sebenar nya ada apa sih?"...nia penasaran tentang apa yang telah terjadi kepada sang sahanat nya itu
"Engga ada apa apa ko santai saja"...edi tersenyum
"Yang benar edi?"..timbal aneu
"Iya ihh ga ada apa apa"
"Awas kalau terjadi apa apa sama vivi kamu orang pertama yang aku cari"..timbal resti sembari menunjukan kepalan tangan kepada edi
Edi mengangguk tersenyum kepada mereka.edi mengerti atas kehawatiran mereka kepada sahabatnya.
"Nia"..edi mencolek bahunya nia
"Apa"
"Ganti posisi kamu di sini sama ipan aku sama vivi"
"Engga mau"
"Cepat lah nia kan kamu mah baik ya kamu ngerti kan maksud aku"..edi mengangkat halisnya itu
"Ga"...singkat nia
Edi terus terusan memaksa nia agar nia mau pindah ke bangku belakang.
Vivi sebenar nya tidak tidur dia hanya berpura pura memejamkan matanya.vivi mendengar apa yang di ucapakn sahabat nya itu dan di ucapkan oleh edi.vivi hanya memilih diam tak mau berbicara karena yang di butuhkan vivi sekarang hanyalah ketenangan.
***Jangan lah membuat hati wanita menangis.jagalah wanita, hormati lah wanita, karena hati wanita kalau sudah sayang akan tetap sayang.jika hati wanita di sakiti seperti kaca yang sudah pecah ga akan sama seperti semula walaupun sudah di ganti dengan yang sama tetap akan ber beda.
.
.
.
Jangan lupa kasih like,komen dan vote .
Terimaksih banyak.
Maaf kalau penulisannya kurang bagus atau kurang rapih banyak kata yang kurang pas mohon di maafkan π***
__ADS_1