Menunggu Dia Kembali

Menunggu Dia Kembali
8


__ADS_3

Edi pun duduk di dalam bus dengan penuh emosi dan amarah begitu pula lestari yang sama emosinya meledak meledak.


"Kenapa" ..tanya ipan kepada edi


Edi hanya diam dan menahan amarah nya


" lah di tanya malah diem aja kenapa ada masalah" ...ipan penasaran dengan sikap edi yang jadi emosi


" si lestari tiba tiba datang dan marah sama gue.gue gue ga tau kenapa dia nuduh gue seperti itu kami di depan masjid berdebat "...edi menceritakan kejadian tadi ke pada sang sahabatnya.


Ipan mencerna perkataan edi


" emang sih gue akhir akhir ini dingin kepadanya karena gue heheh kamu juga taukan gue suka sama yang di depan bangku" ...edi sembari mengarahkan matanya ke arah bangku vivi


" jangan gitu bro kalu kamu mau sama vivi selesaikan dulu urusan mu dengan si lestari jangan kau embat keduanya mereka itu punya perasaan dan hati. Elo juga punya ibu kan gimana kalau ibu elo di gituin"...ipan menasahati edi


Edi hanya diam dan mimikirkan kata kata ipan barusan


" ok lah kalau gitu aku akan mengurus si lestari dulu" edi langsung mengambil hp di saku celananya dan melihat belasan pesan dari lestari


Edi dan lestari pun perang chtandi dalam hp


✉✉✉


(Lestari)...." jujur aja deh lu suka kan sama cewe lain "


(Edi)... "hey tau dari mana lo hah kalau gue suka sama cewe lain geu dari dulu udah mutusin lo"


(Lestari)...." buktinya apa hah"


(Edi).... " bukti apa udah lah gue cape dengan sikap manja lo gue cape sama sikap ini itu ke gue aku mau putus"


Lestari mengeluarkan air mata berlian nya hati lestari hancur berjeping keping dengan kata kata edi yang mau putus dari nya.


" hey kenapa tari" tanya rara yang berada di samping lestari


" rara" tangisan lestri menjadi jadi


" kenapa jangan nangis coba cerita " rara menenangkan lestari


" edi ra edi dia mau purus sama gue "


" hah ko bisa emang nya kalain berantem" rara terkejut dengan perkataan lestari


Lestari pun menceritakan semuanya kepada rara.rara hanya mendengarkan cerita lestari dengan baik


" sabar ya tari nanti aku bantu kamu bicara sama edi"


Lestari hanya mengangguk dan memeluk rara


Akhirnya mereka sudah sampai di jogya di canda borobudur


Vivi nia aneu resti mereka berjalan berama dan mendengarkan pengarah dari guru dan yang membing bing mereka ke candi


Vivi hanya melihat candi yang sanagt dan tersenyum

__ADS_1


" nia alhamdulilah kita udah sampe di sini lihat semuanya bagus dan indah aku ga sabar mau ke atas sanah" ...bisik vivi kepada nia


" iya vi sama"


Vivi nia resti aneu mereka pun berjalan mengelilingi candi di atas sana mereka sibuk berpoto


" Tolong potoin aku" sahut aneu kepada resti.resti pun memotin aneu


" aku juga " sembari mengasihakn hp nya kepada aneu


Untung lah vivi dan nia membawa tongsis jadi mereka berpoto bebas tanpa menyuruh orang.


" kita foto berempat yu jangan sendiri mulu " kata vivi semua sepontan melihat ke arah vivi dan langsung mendekat ke vivi


"Ayo" semua kompak menjawab


" satu dua cis, satu dua cis" itu lah kata kata yang di keluarkan mereka


setelah merasa puas berfotodan mengelilingi candi mereka pun turun ke bawah karena ga kuat dengan cuacanya yang sangat panas.mereka pun turun ke bawah di saat turun jalan nya sanagt penuh sama orang yang ada naik dan turun vivi nia restari aneu pun berpisah karena berdesak desakan.


Vivi berada sudah sampai di bawah yang perata vivi menunggu sang sahabatnya untuk turun tapi belum juga turun turun.lestari melihat teman masa kecil nya ya itu rita.vivi pun menghampiri rita


"Ritaaaaaaa" teriak vivi


Ita mencari sumber suara yang memanggilnya


"rita" tepak vivi


" hey vi" rita tersenyum kepada vivi


" ta cape banget panas aussss" rengek vivi kepada rita


" sama vi rasa nya mau rebahan aja kalau udah gini mah"


" vi kita ke sanah yu" rita menunjuk ke arah yang lebih dingin banyak pepohonan


Mereka pun berjalan yang di tunjuk rita


"Ta foto yu bagus tempatnya" vivi dan rita pun berpoto bersama


Tak lama kemudian nia resti dan aneu menghampiri vivi dan rita


" lama amat sih" kata vivi kepada ke 3 sahabat nya itu


" berdesak desakan" kompak mereka


pengarahan pun datang kepa mereka untuk kembali ke bus.


mereka pun berjalan mengikuti yang lain.mereka takjub melihat semacam benda benda peninggaln dahulu merea memoto benda benda yang berada di sanah. setelah berjalan mereka pun sudah sampai di dekat bus


" vi semuanya aku kembali ke bus ku ya dahh" sahut rita kepada semuanya karena rita beda bus


" iya" kompak meraka


vivi nia resti dan aneu masuk ke dalam bus dan mereka di kasih senk makan siang mereka lahap memakan senk itu

__ADS_1


"vi kemana kedua laki laki itu "tanya resti kepada vivi


" laki laki siapa" vivi mengrutkan halisnya


" itu si edi sama si ipan"


vivi langsung menengok ke belakang


" ga tau" vivi menjawab dengan muka datar


" kenapa tanya dia" sahut aneu kepada resti


" engga biasanya kan mereka selalu dekat dengan vivi" resti melihat vivi


vivi hanya membelototi resti dengan muka datar


" udah udah jangan tanya kedua laki laki itu mungkin dia ada di tempat yang biasa meroko" timpah nia


" hahah bener juga ya" cengengesan aneu


vivi ta menghiraukan sahabt nya itu dia hanya pokus makan.


setelah selesai makan mereka membuang bekas senk itu ke luar bus yang sudah ada di sediakan tempat sampah.


di saat vivi mau kembali ke bus vivi melihat edi dengan segelombolan teman nya.dan benar saja mereka sedang meroko di tempat yang di per bolehkan. vivi tak mau ambil pusing dia langsung kembali ke bus nya


lestari yang melihat edi dengan kawan kawannya yang sedang meroko.lestari menghampiri edi dan menarik edi yang sedang mengobrol dengan kawan nya


" apa apaan sih" edi mencoba melepaskan tangan lestari


"kamu gila ya kamu ngeroko gimana kalau kamu ketahuan ngeroko sama guru" lestari menariakn suaranya


" terus kamu mau apa hah" edi pun tak kalah menaikan suaranya


" aku bilangin sama guru " ancam lestari


" silahkan" edi langsung meninggal kan lestari.


lestari hanya mematung melihat edi yang tak ramah kembali kepadanya.lestari pun meninggalkan tempat itu dan kembali ke bus


" kenapa edi dia" sahut salah satu kawan edi


" ga tau" mereka pun kembali mengobrol


lestari hanya menagis lagi di pelukan rara. rara hanya menengkan hati lestari yang sedang patah


.


.


.


.


jangan lupa like and comenet dan kasih vote ya terimakasih banyak 😊

__ADS_1


__ADS_2