
" kamu kenapa queen? kita lihat dari pagi sering melamun sambil tersenyum... pasti lagi mikirin laki laki ya..."
" bukan... bukan...kamu pasti lagi mikir mesum ya." kata yola menimpali ucapan Airin
yang lain menunggu jawaban queen dengan penasaran.
queen mengernyit bingung dengan pertanyaan Yola.
" mesum??"
" ohh...emmm itu mesum itu..."
" pikiran yang berbau dewasa begitulah intinya queen." jawab Jesica yang melihat temannya kebingungan.
wajah queen bersemu merah, walaupun ia tak sedang memikirkan hal mesum tapi ia sedang memikirkan seorang pria.
" tidak..."
" terus??"
queen memindai wajah para teman temannya, muka para temannya sangat lucu bila sedang penasaran.
" oke oke akan aku ceritakan."
mereka langsung menegakkan duduknya serius.
flash back
" nona muda...di depan ada seorang pria tampan mencari." ucap Carrol yang berjalan dari arah pintu depan menuju dapur.
queen sedang belajar memasak masakan Indonesia, berbagai buku resep makanan khas Indonesia berada didepannya.
queen memang paling hobby memasak, apalagi masakan khas negaranya. bermodal mencuri curi waktu saat kedua orangtuanya tidak dirumah queen belajar memasak dengan dibimbing koki rumahnya secara langsung.
tak ayal ia sering mencuri-curi waktu, karena bila kedua orangtuanya melihat putrinya satu satunya itu berasa di dapur ia yakin para pelayan dan koki akan terkena imbas kemarahan kedua orangtuanya.
queen yang masih menghias piring yang berisi gado gado makanan Indonesia yang paling ia sukai itu pun menengok kearah Carrol sebentar yang sudah berada di sampingnya.
" siapa?" ucapnya pelan dan melanjutkan hal mengasikan menurutnya itu.
" pria itu bernama Alwi nona."
queen yang mendengar nama pria itu pun kegirangan langsung berlari meninggalkan dapur
Carol yang melihat itu terheran, kenapa nona mudanya itu begitu bersemangat saat mendengar nama seorang pria.
Carol tak bodoh, karena ia juga pernah mengalami masa muda seperti itu. masa dimana dia mengenal cinta.
__ADS_1
ia merasa harus memberikan informasi pada nyonya nya itu. karena ia tak ingin kecolongan,ia merasa beban besar karena nyonya dan tuannya menitipkan permata keluarganya pada dirinya.
Carol segera meninggalkan dapur menuju ruang belakang untuk menelfon majikannya.
" hai...." sapa queen saat sudah berada di teras rumah pada pria yang hanya terlihat punggung kokohnya itu karena posisi pria itu membelakanginya.
pria yang tak lain Gus Alwi itu membalikan badannya kearah suara. melihat gadis itu sejenak lalu langsung menunduk
" assalamualaikum..." salam Gus Alwi dengan suara bass nya yang begitu **** di telinga queen.
hanya mendengar suaranya saja queen merasa merinding.
" ooiiyya...wa... waalaikum salam" jawab queen gugup, ia salah tingkah bisa bisanya ia sampai lupa dengan salam karena saking semangatnya kedatangan pria depannya itu.
" ini..."
Gus Alwi menyodorkan kamus bahasa pada queen dengan jantung berdebar, ia juga sangat gugup tapi ia mencoba sebisa mungkin menampakkan biasa saja, ia begitu elegan menyembunyikan debaran itu.
" terimakasih mas Alwi...maaf merepotkan."
Queen menerima kamus tebal itu lalu mendekapnya dengan senang. bukan karena kamus itu yang membuat hatinya berteriak senang, itu karena kedatangan pria depannya itu yang sudah lama ia nantikan.
entah kenapa setelah pertemuan mereka di toko buku waktu itu membuat queen tak berhenti memikirkan pemuda matang itu, wajah tampan nan teduh selalu terlintas di pelupuk matanya. dia tak berhenti memikirkan pria itu, dan setelah berhari-hari ia menunggu bertemu lagi dengan pria itu dengan berdalih buku kamus tapi ia sangat menantikan itu.
" tidak apa, maaf mas baru kesini soalnya banyak hal yang harus mas kerjakan." ucap Gus Alwi sambil sesekali melirik gadis depannya itu, setelah beberapa hari tak bertemu ia merasa gadis depannya bertambah berkali kali lipat cantiknya.
" tidak masalah...ayok silahkan duduk mas."
" mas sendri??"
" tidak...mas dengan kawan mas, dia sedang menunggu di mobil."
" kenapa tak diajak kesini mas?? kasian sendirian di mobil." ucap queen yang akan bergegas menuju mobil untuk mengajak teman Gus Alwi.
" dek...tidak perlu... dia sedang tidur di mobil." Alwi mencegah queen yang akan mulai berjalan.
" ohh... begitu... baiklah."
Queen duduk kembali ditempatnya, ia begitu bingung dan grogi berada didekat pria depannya.
" mana mungkin aku rela orang lain melihat wajah cantikmu, apalagi mengagumi wajahmu di depanku...aku pasti gak bisa menahan untuk tidak cemburu." batin Gus Alwi
" silahkan diminum tuan.." ucap Carol menyuguhkan minuman teh hijau kehadapan Gus Alwi.
queen yang melihat kebingungan Gus Alwi mengulum senyumnya, ia yakin Gus Alwi tak paham apa yang dikatakan Carol, karena Carol memakai bahasa negaranya.
" silahkan diminum mas." ucap queen
__ADS_1
" ohh iya terimakasih..." jawab Gus Alwi pada Carol
dan Carol tersenyum dan meninggalkan nona mudanya bersama dengan tamunya.
Gus Alwi meminum teh hijau itu sedikit, ia menatap teduh wajah queen yang masih tersenyum begitu cantik sedari tadi.
queen yang ditatap seperti itu oleh Pria yang membuat berdebar pun menjadi salah tingkah dan wajahnya pun memerah.
" mau kah kamu mengajariku bahasa negaramu??" tanya Gus Alwi lalu menunduk kembali, ia tak bisa berlama-lama menatap wajah ayu itu terlalu lama. takut khilaf.
" tentu saja..."
kemudian mereka saling belajar bertukar ilmu bahasa dari negaranya masing-masing, mereka begitu asik saling bertanya dan menjawab apapun yang mereka kurang tau.
sampai waktu lumayan lama, hampir satu jam tak terasa sudah duduk di sana.
" sudah paham kan??"
" sudah... sedikit paham...nanti mas akan belajar lagi sampai menguasai, itung itung untuk persiapan.
" persiapan?? apa mas Alwi akan berkunjung ke negaraku??"
" iyaa ... insyaallah dalam waktu dekat. semoga Allah SWT meridhoi langkah yang mas akan ambil." terang Gus Alwi
" semoga lancar semua urusannya ya mas."
" Amin..." jawab sambil tersenyum , kali ini ia memandang queen agak lama...tak pernah bosan ia memandang wajah elok itu.
" ohh iya sebentar ya mas... queen ambil sesuatu dulu." ucap queen langsung berlari kecil masuk rumahnya tanpa menunggu balasan Gus Alwi.
" ya Allah,,, lancarkan segala keinginanku ini." gumam Gus Alwi
" semoga sebelum umurku 30 tahun sudah bisa menjadikanmu istriku...amin..." batin Gus Alwi sambil masih memandangi punggung gadis yang ia selalu jaga di setiap doanya.
ia menghela nafas panjang, lalu merogoh kantong celananya mengambil Smartphone miliknya.
" assalamualaikum Gus..." ucap laki diseberang sana.
" waalaikum salam, kamu kalau jenuh bisa menunggu di warung kopi pinggir tempatmu parkir itu kang."
" ohh baik Gus...
" pesan saja yang kamu mau kang nanti biar saya yang bayar."
" baik Gus... terimakasih."
" yaa.... assalamualaikum "
__ADS_1
" waalaikum salam..."
Gus Alwi mengantongi kembali smart phone miliknya itu di saku , lalu menunggu gadis yang entah sedang apa didalam.