
" Berarti bule ya ?" tanya Abah
" Iya dia bule, tapi dia beragama muslim bah dan seluruh keluarganya juga beragama muslim." terang Alwi, yang sedari tadi sudah mencari tau semua tentang keluarga queen.
iseng ia mencari di salah satu situs internet, pencarian nama gadis itu,,, eh tak taunya muncul dibeberapa foto dan identitas keluarga nya.
Tapi hanya biodata lengkap saja dan beberapa informasi tentang keluarganya. karena yang privasi tidak akan ada tercantum di situs mana pun keluarga queen begitu menutup informasi yang menyangkut privasi.
" Abah mau liat fotonya??" tawar Alwi, karena dia kemarin sengaja mengambil foto di media sosial nya queen kemarin saat mencari datanya.
Umma dan Abah yang begitu penasaran pun mengangguk.
" Tapi dia belum berkerudung Uma Abah, pakaian nya pun belum bisa dikatakan sopan. tp Alwi janji kl memang berjodoh, Al akan membimbing dia bah."
Kata Alwi bertekad, sambil mengeluarkan handphone nya dan membuka galeri foto yang ia simpan di folder sangat tersembunyi.
Alwi menyodorkan handphone nya pada kedua orangtuanya setelah foto queen memenuhi layar handphonenya.
anggap saja pusarnya ketutup yaa...lupa gak aku crop fotonya.
Abah dan Umma melotot melihat potret gadis cantik yang ia yakini sudah mencairkan gunung es putranya.
Alwi yang melihat reaksi keduanya hanya tersenyum lebar, iya juga melakukan hal yang sama saat pertama bertemu gadis itu.
" Apakah gadis ini yang ada di mimpimu Al?"
Tanya Abah yang masih memandangi calon menantu masa depannya dengan takjub. Abah sampai lupa dengan dosa terlalu mengagumi fisik yang bukan mahramnya.
Alwi hanya mengangguk dengan masih tersenyum bangga, karena tak sia sia dia menjomblo sampai usia matang seperti sekarang, tapi Allah menakdirkan seorang gadis yang istimewa untuknya.
" Saking cantiknya sampai seperti boneka ya bah??" kata umma yang masih melihat foto itu bersama suaminya.
" Sudah bawa sini bah , jangan lama-lama memandanginya."
Pinta Al sambil menengadahkan tangannya meminta handphone miliknya.
" Cek, pelit amat!!" kata Abah kesal, sambil memberikan handphone pada putranya.
Alwi menerima dan memasukkan ke dalam saku baju Koko nya.
" Diselidiki dulu keluarga nya Al, kalau kamu mau melangkah maju." nasehat Abah
" Iya bah, Al sudah mencari tau keluarganya yang berada di Uzbekistan, Al akan menghubungi atau datang langsung ke orang tua nya untuk meminta putri satu satunya untuk Al."
Jawab Al panjang lebar agar keduanya paham.
" Jadi dia putri satu satunya?? apa boleh Al nanti umma takut kamu malah kecewa." ucap Umma
" Al akan berusaha umma jangan khawatir."
Ucap Alwi pelan, sejujurnya ia juga khawatir dengan itu semua.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sedangkan di belahan bumi lain, di sebuah rumah besar menyerupai istana terdengar perdebatan suami istri.
Terlihat seorang laki paruh baya yang masih sangat tampan dan terlihat awet muda itu duduk di sofa sambil bersandar. Mata hanya memandang sosok perempuan paruh baya yang masih terlihat sangat cantik depannya itu yang sedang mengeluarkan suara yang begitu nyaring.
__ADS_1
Ia menghela nafas pasrah ketika sang istri sudah mengeluarkan pidatonya dan beberapa dalil yang membuat ia tak berkutik.
"ngomong Ded, jangan diam saja!" ucap perempuan yang tak lain mommy almesh dengan nada kesal sambil menatap tajam suaminya.
Deddy Sam hanya menghela nafas panjang menanggapi ucapan istrinya itu, ia bingung mau menjawab apa, karena dia hanya takut kalau sampai salah bicara nanti akan menghambat kesenangan malamnya.
" Ded!!" suara mommy Almesh begitu menggelegar memenuhi ruangan itu, sampai para maid pun terperanjat kaget.
Walaupun sudah terbiasa mendengar suara keras majikannya itu saat ngomel dengan suaminya tp tetap saja mereka akan kaget karena sangat tiba-tiba.
" Baiklah, Ded akan mencoba menerima yang penting istri Ded tak marah lagi" kata Ded Sam pasrah.
Mommy almesh menghampiri suami dan memeluknya, dan itu membuat Ded gemas dengan sang istri.
Ded Sam mencium pucuk kepala mommy almesh yang sedang bersandar di dadanya serta memeluk erat.
Ini yang Ded Sam suka dari perempuan yang sudah dia jadikan istri selama bertahun-tahun, istrinya walaupun sudah berumur dan menjalani rumah tangga yang begitu lama tapi sang istri masih saja bersikap manja dengannya.
"Apa Deddy yakin?" ucap mommy almesh yang masih bersandar pada dada ternyaman baginya.
"Kenapa mendadak Queen ingin mengambil kedokteran?" tanya Ded Sam tanpa menjawab pertanyaan sang istri.
" Queen tidak pernah berbicara soal itu dengan mommy sebelumnya, tapi mommy tau putri kita memang sedari kecil sangat menyukai semua yang mengenai dunia medis, Ded ingat kan queen dari kecil selalu bilang ingin jadi dokter setelah dewasa nanti?". terang mommy almesh
Ded mengangguk mengiyakan, ia juga mengingatnya.
"Tapi kenapa harus diam diam, tidak berbicara dulu dengan kita soal dia akan mengambil kedokteran".
mommy almesh memutar bola matanya jengah, lalu menegakan tubuhnya menatap wajah sang suami.
"Ded itu lupa ingatan atau pura pura lupa!" ucapnya dengan jengkel
"Deddy yang selalu menyuruh queen belajar tentang bisnis, sampai sering bawa queen ke kantor waktu libur nasional" kata mommy almesh
" Cek!!, itu kan biar queen tau berapa kaya Deddy nya saja, tak lebih". sangkal Deddy Sam
"Mommy rasa Queen takut Deddy tak mengijinkan bila dia mengambil kejuruan sesuai keinginannya" ucap mommy almesh menerka
"Apa itu alasan dia tak ingin mengambil perguruan di negaranya?" tanya Deddy Sam
" Mommy rasa juga begitu Ded, tapi kalau queen tidak belajar bisnis bagaiman dia meneruskan usaha kita?" tanya mommy almesh, setelah pikiran itu terlintas diotak nya.
" Deddy masih mampu mengurus semuanya sampai menunggu cucu laki-laki kita yang akan meneruskannya sayang, tak perlu khawatir" terang Deddy Sam.
"Mommy juga masih kuat sampe pewaris kita mau menggantikan posisi kita". ucap mommy almesh
" Thanks you darl...love you" lanjut nya sambil mencium pipi Ded Sam.
Deddy Sam yang sudah tidak tahan dengan tingkah menggemaskan istrinya langsung menggendong mommy almesh seperti koala dan menuju lift yang akan mengantarkan mereka menuju kamarnya.
Para maid atau pekerja dirumah itu sangat senang dengan kedua majikannya itu, yang saling melengkapi.
Sang nyonya dengan karakter yang sedikit bar bar cara mengungkapkan bila tak sesuai yang ia inginkan dan tuan besarnya yang selalu sabar dan mengalah berusaha melakukan yang istrinya inginkan, karena saking bucin nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" Nona, masuklah kedalam, udara malam tak baik untuk kesehatanmu"
Queen yang sedang melamun terjingkat kaget mendengar suara bass milik seorang yang sudah berdiri di belakang tubuhnya. Ia mendengus sebal melihat muka datar dan tanpa expresi itu dan sialnya malah terlihat sangat tampan
__ADS_1
Tapi bagi outhor yaa buka queen.
" Eiii, mengagetkan saja!" ucap queen jengkel
" Maaf nona" sambil menundukkan sedikit tubuhnya.
"Kalau menurutmu bagaimana laki laki tampan yang kemarin."
Tangan pria itu langsung terkepal kuat, mendengar nona mudanya bertanya soal laki laki itu. ia sangat tak suka, baginya nona mudanya masih terlalu kecil belum saatnya ia mengenal laki laki manapun.
" Hey! aku berbicara denganmu."
" Aku merasakan sesuatu yang aneh di tumbuhku saat dekat dengannya." lanjutnya
"Aneh bagaimana nona." tanyanya dengan nada masih datar
" Emmm pokoknya aneh!, dada berdebar keras trs merasa hangat kalau liat dia tersenyum. Apakah itu aneh?" terang queen sambil memegang dadanya yang sekarang berdebar kencang hanya dengan membicarakan saja.
Kemudian tersenyum cantik saat mengingat pertemuan dengan laki laki kemarin.
Tetapi tidak baik-baik saja pria yang sedang diajak bicara itu.
Tangannya sudah terkepal sangat kuat sampai uratnya terlihat, wajahnya sudah merah padam menahan gejolak yang dia rasakan sekarang.
Wanita pujaannya sedang membicarakan pria lain, dan jatuh cinta dengan pria itu.
Segala umpatan ia lontarkan didalam hatinya, umpatan untuk dirinya yang dengan lancangnya mempunyai hati untuk nona mudanya itu.
Ia merasakan sangat sakit dihatinya, rasa cinta yang tak pernah bisa diungkapkan dan diwujudkan itu rasanya berkali kali lipat sakitnya.
Dia merasa ini sudah sangat melewati batasnya, ia mencoba menenangkan hati dan pikirannya.
pria itu menghela nafas panjang, sangat panjang berkali-kali, mengenyahkan rasa yang sedang menyiksa dirinya.
Queen yang melihat tingkah itu mengerutkan keningnya aneh, dan tetap masih menunggu jawaban dari pertanyaan tadi.
Saat semua sudah stabil, pria yang tak lain bodyguard yang sudah queen anggap sebagai kakaknya itu pun membalas tatapan mata queen dengan lembut, ini pertama kalinya pria itu menatap seseorang dengan pandangan yang berbeda, hanya dengan queen sang pujaannya.
"Lumayan." ucapnya singkat
Queen melongo mendengar satu kata yang keluar dari mulut laki laki itu, perasaannya sangat jengkel. Jawabannya tak sesuai dengan keinginannya. Jadi maksudnya saat ini dia aneh begitu??
Dengan perasaan sangat jengkel, Queen berjalan memasuki rumah dengan menghentak kakinya. Sungguh saat ini ia sangat ingin menggigit telinga pria itu sampai terputus!.
" Dasar es batu!, pria dingin!, pria aneh!, tidak bisa apa berbicara lebih dari 5 kata, tidak pernah tersenyum. Awas nanti mukanya cepat keriput karena tak pernah tersenyum."
Queen ngedumel panjang lebar yang berisi umpatan untuk pria yang masih berdiri dengan posisinya sambil melihat punggung wanita cantik itu berlalu.
Ada seutas tarikan senyum walaupun tipis dari pria itu karena tak tahan dengan tingkah gadis itu yang sangat menggemaskan.
Pria itu segera masuk kedalam rumah sambil menggeleng kepala pelan tak habis pikir kenapa ada makhluk seimut itu.
💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥
sampe sini gimana,,,,
dapet gak feeling nya...
membosankan kah...
__ADS_1