MENUNGGU JODOH

MENUNGGU JODOH
6


__ADS_3

Queen kalau ngobrol dengan orang Indonesia dia akan berbicara memakai bahasa Indonesia, tapi kalau ngobrol dengan sesama orang negaranya akan memakai bahasa negaranya.


" Siapa pria tadi, kenapa melihatku begitu? seperti melihat hantu. Apa aku begitu aneh??."


Gumam queen sambil berdiri didepan kaca besar di kamarnya, menatap wajahnya lekat mencari di mana keanehan wajahnya, tapi sayang tak menemukan.


" Permisi nona muda, makan malam sudah siap." ucap maid yang ia bawa dari negaranya, bernama Carrol.


" Sebentar bibi, saya akan sholat magrib terlebih dahulu ya?"


" Baik nona, bibi permisi dulu."


Queen mengangguk mengiyakan dan bergegas menunaikan kewajibannya sebagai umat yang taat agama.


Walaupun queen dan keluarganya tak memakai pakaian syar'i atau berkerudung tapi mereka memakai pakai yang sopan, dan sholat itu wajib baginya.


Cuma tadi dia sangat ceroboh keluar rumah hanya memakai tank top saja, karena dia pikir sedang tak ada bodyguard nya, bodyguard nya sedang mengurus keperluan di kampusnya.


Tapi tak tau nya malah kepergok manusia tampan yang begitu aneh baginya. Tapi begitu queen sadar sedang kepergok seseorang, Queen langsung berlari masuk kerumahnya, alhasil hanya pria tampan itu saja yg melihat penampakan queen yang sedang mengumbar aurat.


Entah itu rejeki atau apes queen tak tau dan tak ambil pusing dengan masalah tadi.


Setelah menunaikan ibadah sholat, queen segera ke meja makan sederhana yang sudah dipersiapkan oleh bibi Carrol dan makan bersama ditemani bibi Carrol dan bodyguard tampan putra bibi Carrol bernama Ahmed.


Mereka makan malam dengan diselingi candaan dari mulut sexy queen dan hanya di tanggapi oleh bibi Carrol karena Ahmed memang begitu irit berbicara, ia hanya akan mengeluarkan suara bila di tanya saja.


Tetapi queen juga tak mempermasalahkan itu semua, karena selama ini ia begitu nyaman bila di kawal pemuda itu, ia merasakan terlindungi sebagai seorang adik.


Tapi tidak untuk pemuda itu, pria bernama Ahmed itu menyimpan rapat rapat rasa cinta untuk nona mudanya untuknya sendiri, tanpa diketahui satu orang pun.


Ia tak ingin dikatakan pria tak tau malu, yang mencintai gadis begitu tinggi tahtanya, tak sebanding dengan dirinya.


Baginya nona mudanya gadis yang sangat mempesona dan lemah lembut, jadi tak sulit siapa saja akan jatuh cinta dengannya tak terkecuali Ahmed sendiri yang memang sudah mendampingi nona mudanya dari dia sekolah tingkat pertama.


Tapi ia tak ingin lancang mengejar yang tidak seharusnya dikejar, baginya mendampingi dan melihatnya setiap hari sudah cukup untuk dirinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sedangkan di pesantren Al Fallah suasana sangat ramai, para santri putra putri berhamburan keluar dari masjid setelah menunaikan ibadah sholat magrib, mereka bersiap untuk makan malam.


Banyak Satri putri yang curi pandang atau cari perhatian pada para ustadz muda ataupun pada Gus nya dengan memperlambat melipat mukena agar bisa tetap memandang para pria dewasa itu, tapi tak pernah di gagas.


Hanya santri laki laki yang begitu cepat keluar masjid karena sudah tak sabar untuk makan malam, sebelum mengantri.


Abah yai dan ummi juga sudah meninggalkan masjid itu setelah abdi ndalem memberitahu kalau sedang kedatangan tamu.

__ADS_1


Hanya tinggal para ustadz muda entah itu sudah berkeluarga atau belum sedang menunggu Gus Alwi wirid.


Dengan sabar mereka menunggu Gus Al sambil ngobrol kecil.


" Ehh ada apa ini, tumben kumpul di masjid?."


Tanya Gus Alwi pada para ustadz yang berada di sana setelah menyelesaikan wiridnya.


" Nunggu sampean Gus." ucap salah satu ustadz disana.


Alwi hanya mengangguk mengiyakan lalu ikut duduk bergabung dengan para ustadz muda itu.


" Ada perlu dengan saya??" ucap Gus Alwi setelah duduk dan bersila didekat salah satu ustadz yang bernama ustadz Fahri.


Mengamati wajah didepannya satu persatu, ia yakin yang ada keperluan dengannya cuma satu orang dan yang lainnya hanya KEPO.


" Ini Gus, ada banyak titipan proposal ta'aruf dari beberapa gadis, kebanyakan putri kyai-kyai besar untuk Gus Alwi, Monggo di pilih Gus."


Ucap ustadz Maulana sambil mengeluarkan beberapa map yang berisikan proposal ta'aruf.


Ia tersenyum tengil saat Gus Al menatap cangok dirinya, ia bersiap kena Omelan UN faedah dari teman kecilnya atau Gus nya itu.


" Kenapa sebayak ini??" tanya Gus Al heran sambil mengambil map itu dan melihat satu persatu, ada sekitar 4 map.


Ustadz Fahri yang berada pas disampingnya itu juga ikut melihat beberapa kandidat calon dari Gus nya itu.


Kata ustadz Fahri sambil masih mengamati foto gadis yang ada di proposal itu.


Ustadz lainnya juga kepo ingin melihat, dan merapat mendekati Gus Al yang masih membaca.


" Nah ini ...ni Gus, putrinya kyai Usman asal Banyumas, dia juga pendakwah, cantik banget orangnya. Lulusan Mesir pula, jamin gak akan rugi sampean kali beristrikan dia Gus. Aku pernah liat orangnya langsung."


Ucap ustadz Fahri dibumbui sedikit promosi sambil memberikan map biru kehadapan Gus Alwi.


Alwi segera membaca map itu , meneliti dan melihat fotonya. ya kesan pertama yang ia lihat dari fotonya yaitu gadis yang cantik dan anggun, putri kyai besar pula.


" Coba yang ini Gus, ini kan Ning Fauzia putri kyai Rahmat yang sering dibawa kyai Rahmat kesini kan ya??"


Tanya ustadz Maulana setelah melihat salah satu foto di map itu, ia merasa tak asing dengan gadis yang di foto itu. Dan menyodorkan kepada pemuda yang sedang fokus membaca salah proposal ditangannya.


Gus Alwi hanya mengangguk pelan, mengiyakan ucapan temannya itu setelah melirik sebentar foto yang ustadz Maulana maksud


" he'em..." ucapnya singkat


Ustadz yang lainnya juga ikut membaca sebagian proposal yang masih nganggur.

__ADS_1


" Terus sampean mau yang mana Gus??"


Tanya ustadz Rizal menatap wajah Gus Al yang sedang fokus membaca.


" Gak mau yang manapun."


Jawab Gus Al dengan entengnya tanpa pertimbangkan lagi.


Bagi Gus Alwi, tak ada yang bisa menggetarkan hatinya, padahal ia sudah melihat fotonya para gadis tadi.


" Cekk, Gus ...mbok pilih salah satu biar cepat kawin loo, gak jomblo terus, sampean itu udah tua, gak pengen apa merasakan surga dunia."


Ucap Gus Maulana nerocos karena terlampau gemas dengan Gus temannya itu. Tak habis pikir kenapa temannya satu itu tak pernah merasakan hasrat atau tertarik dengan lawan jenis.


Ia sejenak bergidik ngeri setelah membayangkan sesuatu yang terlintas diotak mesumnya.


Ustadz yang lain hanya melongo mendengar rekannya berbicara agak ngegas pada Gus nya, cek... sungguh berani pikir mereka.


Gus Al yang melihat reaksi temannya itu segera menepuk kepalanya dengan map yang ia pegang.


Ia tau apa yang sedang temannya pikirkan tentang dirinya sekarang.


Menatap datar pria yang cengengesan didepannya itu lalu menghela nafas pelan.


" Saya masih normal, dan masih suka dengan perempuan."


Ucap Alwi yang tau isi pikiran dari temennya itu.


" Dan saya sudah menemukan gadis yang saya mau, jadi nih buat kalian saja, siapa tau mereka jodoh kalian." lanjutnya


Mereka mengangguk pelan setelah mendengar ucapan Gus Al, memang gak munafik mereka juga pernah berfikir sama dengan yang tadi ustadz Maulana pikirkan, tetapi tak berani mengungkapkan secara lisan, hanya didalam hati saja.


Gimana gak berfikir menyimpang dengan keadaan Gus nya yang sudah berumur 30 tahun belum pernah dekat atau berbicara membahas tentang perempuan.


" Cekk, bisa bisanya kalian berfikir saya suka pisang juga, kalian juga apa hilang ingatan!!, gak sadar berapa umur kalian?? kalian kan seumuran dengan saya dan masih belum merasakan surga dunia juga."


Gumam Gus Al panjang lebar sambil merapikan kertas yang ada ditangan, lalu bangkit dari duduknya sambil melanjutkan berkata yang membuat para ustadz terperanjat kaget mendengar ucapan fulgar yang keluar dari mulut Gus nya.


" Saya masih suka donat gula ketimbang pisang, assalamualaikum....!!"


Para ustadz terbengong mendengar ucapan itu, sampai lupa membalas salam dari pria yang sudah berjalan keluar pintu masjid.


Mereka masih tak percaya Gus nya itu bisa mengeluarkan kata yang menjerumus ke arah mesum bagi yang mendengarnya.


Sekarang mereka baru sadar, bahwa Gus nya itu juga bener manusia biasa yang gak selamanya lurus. Terbukti sudah sekarang.

__ADS_1


Akhirnya mereka bubar setelah tersadar dari muka bodohnya sambil membawa map satu persatu secara tak sadar.


__ADS_2