
Cast perempuan yang ada di mimpi Alwi, sosok gadis cantik bak boneka.
Muhammad Alwi Husein.
Pria matang berumur 30 tahun, begitu tampan dan lulusan S2 Kairo Mesir. Calon penerus pemimpin pesantren Al Fallah, pesantren turun temurun yang begitu bonafit untuk para generasi muda untuk mendalami Islam. Ada juga jenjang pendidikan dari SD sampai perguruan tinggi milik pesantren Al Fallah.
Sosok gadis jelita bermanik warna abu bercampur biru cerah yang dapat menyorot mempesona yang dapat memikat kaum Adam, gadis asal Uzbekistan berumur 18 tahun yang bernama Queenara Fernando. Putri satu satunya dari Samuel Fernando dan almesh Abbas. Ayah Queen seorang penguasa tersukses di Uzbekistan serta pengusaha terkaya se-dunia dan almesh ibu dari Queen adalah pengusaha sukses di bidang perhiasan, permata. Kedua pasangan suami istri itu emang terlahir dari sendok berlian.
Jadi bisa dibayangkan berapa kaya nya dia??
Sangat kaya !!
Menghalau jangan tanggung-tanggung.hehe
Meleyot gak tuh liat visualnya wkwkwkw.
💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥
Percakapan bahasa Uzbekistan
Disebuah hunian yang seperti istana yang begitu megah terdengar suara perdebatan dari penghuninya.
Suara seorang laki-laki sungguh berwibawa hanya dengan mendengar saja tanpa melihat. dan ditimpali suara perempuan yang begitu terdengar tegas dan lugas.
Terlihat gadis jelita yang sangat cantik bak manekin hidup itu sedang duduk di sebuah sofa megah sambil menatap kedua orang tuanya dengan nanar, ia sedih, keinginannya tak dapat dituruti oleh kedua orang tuanya.
Menghela nafas panjang sambil mengusap air mata di ujungnya matanya, dia pasrah keinginan tak terpenuhi. Sejujurnya ia sangat kecewa dengan kedua orang tuanya, tapi memang dasar sifat dia yang penurut dan lembut jadi tak bisa lebih memaksa kehendak.
Queen gadis yang sangat lembut dan santun dan begitu penurut, ceria dan sangat ramah. Entah dia menurun dari siapa, karena kedua orangtuanya tak seperti itu, kedua orangtuanya begitu tegas.
" Huft...baiklah, Queen tetap kuliah di sini, Deddy mommy senang??"
Ucapnya sambil menyenderkan tubuhnya di sandaran sofa empuk itu, memijit pangkal hidungnya yang terasa agak ngilu.
Menatap kedua orangtuanya yang sedang menatap dirinya juga. Sejenak saling menatap dan hening.
Queen tau kedua orangtuanya tak akan dengan mudah mengabulkan keinginannya yang sangat tinggi itu karena alasan keselamatan, dan dia sangat paham dengan perasaan orang tuanya.
Dia akan mencoba mengubur impiannya itu mulai sekarang, dia akan menuruti kedua orangtuanya. Toh kuliah di negaranya pun tak buruk.
Sebenarnya dia hanya ingin mencoba hidup yang sedikit bebas, tak selalu dibuntuti oleh bodyguard, dia lelah hidup dengan banyaknya penjilat.
__ADS_1
Orang yang hanya akan menghormati dan mendewakan yang bertahta tinggi saja.
Dia ingin berbaur dengan setiap orang tanpa embel-embel putri dari orang bertahta.
" Apa tak ada negara lain selain Indonesia? yang lebih dekat mungkin? ."
Tanya Deddy Samuel sambil memandang putri satu satunya itu. Setelah beberapa saat berperang otaknya tentang keinginan putrinya.
Queen segara menegakkan tubuhnya dengan semangat, ada binar kebahagiaan di wajah cantiknya itu mendengar ucapan Deddy nya.
Sepertinya sang Deddy sudah memberikan lampu hijau walaupun masih remang-remang belum nampak jelas.
Ia yakin masih ada kesempatan untuk mewujudkan keinginannya itu, tinggal di rayu sedikit pasti Deddy nya akan luluh.
" Tidak bisa ded !! mommy tak setuju. Queen harus tetap di sini titik !!."
Mendengar ucapan mommy nya barusan, tubuh queen lemas kembali, ia menatap Deddy dengan pandangan memohon.
Mommy almesh meninggalkan sepasang anak dan ayah itu, ia tak ingin luluh nanti kalau lama lama menatap wajah putrinya yang teramat sangat disayangi itu.
Ia tak ingin anaknya jauh dari pandangnya, apalagi berniat meninggalkan negaranya itu. Ia takut akan terjadi sesuatu yang membahayakan putrinya karena putrinya tak pernah jauh dari kedua orang tuanya, bagi ia putrinya masih kecil dan butuh pengawas ketat.
Ayah dan anak itu hanya menghela nafas pelan melihat mommy almesh pergi.
Deddy Sam jadi bingung akan berpihak dengan siapa, karena keduanya orang yang paling ia cinta dan sayang.
Sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal Deddy Sam kembali menatap putrinya yang sedang menampilkan wajah cemberut, begitu menggemaskan !!
" Biar Deddy yang bicara dengan mommy mu, persiapkan saja barang dan kebutuhan yang queen akan bawa."
Queen begitu girang mendengar ucapan Deddy nya, dengan mata berbinar dan senyum lebar ia mendekati sang Deddy, bergelayut manja di lengan Deddy Sam, ia sangat bahagia sekarang.
" Benarkah?? thanks you ded, queen sayang Deddy mommy... muach."
Deddy Sam tersenyum lebar melihat wajah bahagia dan senyum lebar putrinya.
Biarlah ia yang akan membujuk dengan segala rayuan Kepada istrinya nanti asal putrinya bahagia.
" Sudah sana persiapkan dirimu, Deddy akan bujuk mommy mu dulu."
" Siap,"
Queen meluncur ke kamarnya dengan kaki jenjangnya yang begitu mulus dan pulen bila di pandang mata siapapun yang memandang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" Siapa dirimu sebenarnya, kenapa selalu datang setiap malam di mimpiku."
__ADS_1
Batin Alwi sambil menatap hamparan hijau, tumbuhan padi di depannya yang begitu menyejukkan mata bila dipandang.
Hatinya berdebar kencang hanya karena dengan mengingat wajah elok perempuan yang muncul di mimpinya akhir akhir ini.
" Bagaimana bisa hanya dengan mengingat mu tanpa melihat langsung aja bikin jantung ku gak sehat." gumamnya pelan sambil memegang dadanya yang berdetak kencang.
" Belum tentu juga beneran ada di dunia ini gadis secantik dia, huft." lanjutnya...
Hembusan nafas Alwi begitu pelan menadahkan ia begitu putus asa memikirkan gadis di mimpinya itu. Tak bisa terpecahkan siapa gadis itu dan apa arti mimpi itu.
Tiba tiba seseorang membuyarkan lamunannya.
" Assalamualaikum... melamun saja Gus??
Alwi menjawab salam itu sambil menatap pria depannya dengan senyum mahalnya.
Pria depannya membalas senyum Gus nya dengan senyum tengil, ia bersiap untuk menggoda Gus nya itu.
" Pasti mikirin gadis kan Gus...dosa Gus, eling eling. Tak bilangin Abah lo gus Al sudah berani memikirkan perempuan, biar Ndang dikawinkan saja."
Eling / ingat
Ndang / andang / cepat
Pria bernama Maulana itu nyerocos berbicara, dia salah satu ustadz di pesantren nya dan dia juga teman kecilnya.
"Ayo Kondo, gadis mana yang sudah bikin temenku hampir kesambet demit sawah." Lanjutnya....
Kondo / bilang
Demit / setan
Sawah / Lahan untuk menanam padi.
" Bukan gadis, tapi bidadari."
Jawab Alwi sambil tersenyum lebar, menepuk pundak Maulana sambil melangkah pergi.
Maulana hanya melongo seperti orang bodoh melihat Gus Al tersenyum begitu lebar, karena baru pertama kali melihat senyuman Alwi yang begitu lebar sepanjang dia kenal dengan makhluk dingin itu.
Apalagi ia tersenyum karena membahas seorang gadis, dan sialnya dia malah menanggapi. Tidak biasanya Gus dingin itu seperti itu mau menanggapi bila sedang membahas perempuan.
Otak kecil nan sedikit mesum nya itu berfikir hebat, ia penasaran apakah temannya sekaligus Gus nya itu pernah melihat bidadari??.
Tapi di mana??
" Eyy Gus...enteni aku...Ojo banter banter to lek mlaku."
__ADS_1
Eyy Gus... tunggu saya...jangan cepat cepat kalau jalan.
Ustadz Maulana segera berlari mengejar langkah Gus Alwi yang sudah agak jauh dari nya.