MENUNGGU JODOH

MENUNGGU JODOH
3


__ADS_3

Percakapan bahasa Uzbekistan


" Please mom... queen tak ingin bawa banyak pengawal atau maid !." Ucap gadis jelita itu dengan muka cemberut.


Ia tak habis pikir kenapa mommy nya memberikan banyak pengawal dirinya. Akan gagal masa kebebasan yang akan ia segera nikmati kalau banyak pengawal yang membuntutinya.


Dia sendiri kan juga bisa menjaga dirinya sendiri, queen sudah dibekali dengan beberapa trik mengecoh lawan dengan cara halus dan kasar.


Walaupun dirinya lemah lembut tapi tak ada yang tau dia bisa beladiri, kecuali keluarganya.


Selain untuk berjaga-jaga ia juga bisa digunakan saat menolong orang yang membutuhkan kesulitan.


" Sudah lah mom, kita percayakan saja sama putri kita, ded tau queen pandai menjaga dirinya." Ucap Ded Sam


Mommy menarik nafas panjang dengan pasrah, dia melangkah memeluk putri satu satunya itu dengan erat, seakan tak rela putrinya pergi dari jangkauan.


Biarkanlah dikatakan lebay, ia tak perduli !!


Yang iya pikiran sekarang ini hanya keselamatan putrinya, karena ia tau akan banyak manusia jahat mengincar keselamatannya karena selain putrinya pewaris kekayaan keluarga Abbas, ia juga putri seorang terkaya se-dunia.


Sambil berlinang air mata mommy menangkup wajah boneka putrinya yang begitu mirip perpaduan antara dirinya dan sang suami, memandang dengan puas wajah malaikat yang selalu membuat hidupnya berwarna.


Queen menyeka air mata mommy dengan jempol tangan halusnya, mata ia juga berkaca kaca, sungguh itu berat baginya meninggalkan orang yang begitu dicintai walaupun untuk sesaat.


" Bawa maid dan bodyguard satu ya sayang, mommy akan merasa sedikit lega." ucap mommy Al


Queen mengangguk mengiyakan sang mommy dengan pasrah, tak ada pilihan lain selain menuruti dari pada nanti mommy nya berubah pikiran.


" Mom, queen akan sering pulang kalau masa libur kuliah, queen akan selalu memberikan kabar Ded, mom."


Mommy menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum tetapi air mata mommy tak berhenti.


Deddy Sam memeluk kedua perempuan tercintanya itu dengan sayang, sampai mereka dikagetkan dengan suara langkah tegas dari asisten sang Deddy Sam bernama Jef.


Mereka melerai pelukannya dan memandang kearah pria tampan besar berjas dan berdasi itu yang sedang memberikan hormat.


" Semua sudah siap sir...!" ucap pengawal tersebut. Deddy Sam hanya mengangguk.

__ADS_1


" Pergilah sayang...Ded dan mom akan usahakan mencari agenda untuk berkunjung ke Indonesia untuk menjenguk Putri mom ini." ucap mommy


Queen mengangguk senang, senyum tak pernah luntur dari bibirnya, sudah tak ada beban lagi di hatinya sekarang perjalanannya nanti akan lebih menyenangkan karena kedua orangtuanya begitu mendukung.


Queen memeluk serta mencium kedua orang tuanya sekali lagi untuk berpamitan.


" Paman Jef, tolong jaga selalu Ded dan mom ya, ingatkan kalau mereka lupa makan, istirahat dan sholat."


Perintah queen dengan suara halus tetapi tegas, untuk asisten Deddy nya yang masih membungkuk berada di depannya.


Yaa... memang keluarga besar queen semua beragama Islam, dari kakek neneknya dan saudaranya semua semua beragama Islam.


" Siap putri."


Deddy dan mommy tersenyum melihat itu, putrinya yang selalu mengingatkan itu semua di sela sela kesibukan mereka berdua, yang akan menjaga pola makan serta istirahat.


" Mom Ded...ingat ya pesan queen tadi !."


Sekali lagi Queen mengingatkan kedua orang tuanya akan beberapa pesan tadi.


Ia tak ingin kedua orang tuanya sakit dan lupa dengan yang maha menciptakan kita, karena kesibukan keduanya.


" Jangan lupa kabari mom kalau sudah sampai ya sayang?." ucap mom


" Apa kamu yakin mau kuliah di Jogjakarta? kenapa tidak di kota besar saja, seperti di Jakarta mungkin?" lanjutnya...


Queen menggeleng cepat, ia tak mau di Jakarta, ia mau kota yang masih asri dan tenang jauh dari hiruk pikuk kehidupan dan banyaknya polusi udara.


Ia ingin hidup di daerah yang banyaknya tumbuhan. Dan setelah mencari informasi, hanya kita Jogjakarta lah yang memenuhi standar keinginannya.


Dan ia akan ber kuliah di sebuah kampus bonafit di kota jogjakarta.


Walaupun disana akan ada berbagai banyak bahasa yang ia yakini akan sulit dimengerti dirinya nanti karena dirinya hanya bisa berbicara bahasa Inggris dan Indonesia pun belum begitu lancar, hanya bahasa Indonesia baku yang ia pahami.


Tetapi ia akan berusaha belajar lagi seiring berjalannya dia disana.


" Queen mau di Jogjakarta mom, Ded tak mau yang lain, queen juga sudah mencari tempat tinggal disana."

__ADS_1


" Baiklah... selalu baik baik saja sayang...mom Ded sayang kamu."


Queen mengangguk menyalami kedua orangtuanya serta menguap salam lalu menarik kopernya keluar dari istana megah itu, diikuti satu pengawal pria berbadan tegap dan satu maid juga menarik kopernya masing-masing.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sedangkan di kota jogjakarta, di sebuah lapangan yang begitu luas sudah dipenuhi jamaah muslim yang akan ikut mengaji, hari ini sedang diadakan acara pengajian Akbar peringatan hari santri seluruh Indonesia yang akan diisi oleh beberapa pendakwah dan salah satunya Gus Alwi.


Sosok Gus tampan dan berkarisma itu memakai gamis putih dan sorban putih menutupi kepalanya menambah kadar ketampanan dan terlihat semakin bersinar.


Dia hanya satu satunya pendakwah termuda diantara 4 pendakwah yang lain yang akan mengisi pengajian itu. Dan yang pasti hanya dia yang masih singel.


Suara lantunan sholawat dan diiringi rebana begitu menggema, bercampur dengan suara ukhti muslimah muda yang menjerit histeris karena melihat sosok pria Sholeh ber gamis putih yang sedang duduk bersila di paling ujung bersama dengan pendakwah lainnya sedang ngobrol satu sama lain, menunggu giliran untuk mengisi tausiyah.


Berbeda dengan para santri putra yang sedang begitu menikmati alunan sholawat dengan mengangguk kepalanya seiring irama Hadroh. Ada yang ikut bersholawat pula walaupun hanya dengan suara pelan.


Pendakwah lainnya hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat betapa hebohnya para ukhti menjerit kan nama Gus tampan itu.


Tak habis pikir, dari yang remaja sampai ibu ibu pun begitu tergila gilanya. Dan yang bikin keki Gus nya tak menggubris sedikitpun. Hanya menunduk menjaga pandangannya.


" Cekkk, gus ..!! fans mu gak main main. Kalau aku jadi Gus Alwi pasti sudah memilih salah satu dari ukhti itu."


Decak salah satu pendakwah disana yang bernama ustadz Furqon, yang lain hanya tersenyum serta mengangguk mendengar ucapan rekannya, membenarkan.


Gus Al menengok kearah lawan bicaranya sambil tersenyum tipis dan itu membuat seisi lapangan yang diisi mayoritas ukhti itu bertambah heboh karena melihat Gus pujaannya tersenyum tipis.



" Belum ada yang bikin berdebar ust." ucap Gus Al pelan.


" Dadi wong ganteng mah bebas ya Gus, tanding milih, mau ukhti yang model kaya apa aja banyak yang mau."


Ucap ustadz Ilham yang tak habis pikir dengan pria depannya itu, kenapa memiliki rupa yang begitu mempesona seperti keturunan timur tengah, padahal di keluarganya tak ada keturunan timur tengah, konon katanya Gus Alwi mirip Mbah buyut nya yang emang keturunan timur tengah.


" Kalau banyak yang mau aku gak mungkin masih sendiri ust Diumur yang udah tua ini." Jawaban Gus Alwi dengan pelan.


" Ikuu karena sampean yang terlalu pilih pilih Gus, apa gak pengen merasakan betapa nikmatnya berumah tangga??." tanya ustadz Farhan.

__ADS_1


" Semua sudah disiapkan sama Allah ust, saya hanya menunggu waktu bertemu saja." ucap Alwi dengan masih tersenyum.


__ADS_2