
" mas sudah berada di dalam pesawat."
bunyi pesan yang ia kirim ke gadis yang sedari tadi menunggu pesan darinya.
ia me non aktifkan ponselnya lalu memasukan kedalam tasnya.
menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kabin yang ia duduki di bisnis class, tangan bersidekap dada dan mata terpejam terlihat sangat cool.
tak henti-hentinya para pramugari yang sedang bertugas menatapnya walaupun sejenak.
mereka begitu terpesona melihat wajah tampan itu. walaupun sudah terbiasa melihat pria tampan bagi pramugari, tapi ada hal yang sangat menarik dan tak bosen untuk menatap wajah pria yang sedang memejamkan matanya.
Gus Alwi tak menyadari dirinya menjadi objek pemandangan indah untuk orang lain pun merasa bodoh amat.
bibir itu terlihat sesekali tersenyum membayangkan betapa hebohnya kemarin kedua orang tuanya saat ia meminta ijin dan restu untuk pergi ke negara kelahiran pujaannya.
apalagi saat mendengar gadis yang ia cintai itu menerima komitmen dirinya, mereka berdua sangat mendukung dan akan selalu mendoakannya. mereka pikir sebentar lagi cucu nya on the way.
tapi Gus Alwi tak mempermasalahkan pikiran kedua orangtuanya itu, yang penting mereka senang dan mendukung itu sudah cukup lega. semua mendukung dirinya itu sudah membuatnya lebih percaya dirinya.
bunyi peringatan untuk meminta mengencangkan sabuk pengaman, melipat meja, dan menegakkan sandaran kursi pun terdengar begitu nyaring.
Gus Alwi yang mendengar itu segera menegakkan duduknya bersandaran , sambil masih mata terpejam tak hentinya dia berdoa semoga perjalanan selamat sampai tujuan.
" bismillahirrahmanirrahim...."
sampai saat pesawat pun mulai lepas landas menembus awan.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
dirumah sederhana tapi terkesan elegan itu terlihat seorang gadis sedang mondar-mandir di kamarnya sambil terus menatap layar ponselnya. sekarang menunjukkan sudah menjelang magrib.
hatinya sedang bimbang sekarang, antara akan menghubungi kedua orangtuanya atau tidak.
__ADS_1
rasa cemas sedari tadi melanda hatinya, ia sangat ingin memberitahu kedatangan seseorang pada orangtuanya tetapi ia sangat takut...takut terkena kemarahan kedua orangtuanya dan berakhir rasa kecewa.
sedari tadi saat pertama kali membaca pesan dari pria yang dia sukai itu hatinya sudah tak tenang memikirkan kemungkinan kemungkinan atau penolakan dari orang tuanya.
tak habis pikir bagaimana mungkin tiba-tiba tak ada angin dan hujan pria itu akan menemui kedua orangtuanya. itu sangat mendadak baginya.
apalagi dia belum memberi tahu sedikit pun pada orang tuanya tentang kedekatan dirinya dengan seorang pria.
" apa begini rasanya kalau punya komitmen dengan laki laki dewasa... bawaannya pengen cepat menikah??" gumamnya pelan sambil menggigiti kuku dijari lentiknya karena gugup.
queen menghela nafas berat, ia mencoba memberanikan dirinya untuk menghubungi kedua orangtuanya, kalaupun hanya ada kekecewaan ia akan menerimanya dan hanya bisa berdoa semoga pria pujaannya itu tak mundur sebelum kata restu dia dapatkan, karena ia tak akan mampu bila saat rasa sudah dihatinya akan berakhir tak sejalan.
bunyi dering pertama terdengar tetapi belum juga di angkat oleh sang mommy.
" kemana sih mommy... biasanya masih ada meeting pun kalau anaknya telfon langsung diangkat."
queen mematikan telfon itu langsung mencari nama sang ayah di kontaknya.
percakapan bahasa Inggris
sudah selama 3 jam mereka menjalankan rapat itu dengan suasana yang mencekam yang biasanya rapat hanya akan dilakukan selama satu jam saja. mood sang pimpinan nampak sangat buruk kali ini.
wajah keras itu sedang menatap tajam para bawahnya yang menggigil ketakutan, tetapi bila diperhatikan, ada banyak kemiripan dengan seseorang yang namanya kini muncul di layar ponselnya.
Ded Sam mengumpat kesal kerena merasa terganggu, dan segera meminta asisten untuk mematikannya.
semua anggota rapat yang ada diruang itu hanya bisa menunduk takut melihat wajah merah padam pria yang sedang duduk di kursi paling ujung itu. sosok pria yang nyaris sempurna walaupun sudah mendekati Kapala lima.
asisten Deddy Sam bernama Jafar, itu sering dipanggil uncle Jeff oleh tuan putri dari tuannya itu segera melihat siapa yang berani menelfon atasannya saat seperti ini. mencari mati..!! pikirnya.
rupanya yang menelpon adalah putri satu satunya pria yang sedang menatap dirinya tajam. jika begini siapa yang berani menekan tombol merah pada ponsel itu.
" Jeff ... rupanya kamu....."
__ADS_1
" ini nona muda...tuan." Jeff segera menyebut nama yang tertera sebelum tuannya menyelesaikan ucapannya.
semua orang tau siapa yang ditakuti tuan penguasa itu, tentu saja istrinya yang bahkan lebih menakutkan dari pada atasannya itu sendiri. dan satu lagi yang menjadi kelemahan pria tegas itu yaitu putrinya sendiri.
" berikan...!!" Ded Sam mengambil kasar ponselnya dari tangan Jeff.
" hallo... sayang..." ucap Deddy Sam sangat lembut.
mereka semua tercengang menatap perubahan drastis yang saat ini mereka saksikan. tak salah lagi, pasti yang menelpon itu tuan putri pewaris semua kekayaan yang keluarga pria itu punya.
" assalamualaikum dulu...Ded!"
" oh ...Ded lupa... assalamualaikum sayang...butuh sesuatu?"
" no..!! queen hanya mau bilang kalau queen sangat rindu dengan Deddy." katanya tulus.
Ded Sam pun langsung melebarkan bibirnya yang membuatnya nampak bertambah menawan. para wanita yang sedang berada di ruang rapat itu pun membeku karena melihat betapa tampannya atasannya itu kalau sedang dalam mode senang. kalau tak mengingat dia bisa berubah menjadi beruang kutub sewaktu waktu pasti dengan senang hati mereka semua akan berani mencari perhatian, mereka akan suka rela walaupun hanya untuk menaiki ranjangnya saja.
tetapi bagi anggota rapat yang berjenis kelamin jantan itu malah terlihat sangat menakutkan sekaligus kagum, dengan sekejap mata atasannya itu bisa berubah sangat lembut hanya pada putrinya. terlihat sangat mencintai dan menyayangi keluarganya.
" Ded...!"
" ahh... ya...Deddy juga sangat merindukan mu baby...sangat." jawabnya masih tersenyum
" baru saja queen menghubungi mommy tapi tak diangkat." ucap queen lesu
" mungkin mom sedang berada di dapur sayang...sejak tadi dia sudah pulang dari kantor." kata Ded Sam memberikan kejelasan pada putrinya
" Ded...emm.... queen ingin berbicara sangat penting dengan Ded apakah Ded sedang sibuk??" ucapnya pelan dan takut takut.
Ded Sam langsung menatap Jeff asistennya, dengan sekali tatapan Jeff tau arti dari tatapan tuannya itu.
" rapat hari ini selesai."
__ADS_1
para anggota rapat melongo mendengar asisten Jeff dengan tiba tiba membubarkan rapatnya. tapi mereka juga sangat senang. tak memerlukan waktu lama semua orang meninggalkan ruangan itu dengan hati lega karena bisa kabur dari kandang beruang kutub.
sekarang hanya menyisakan sepasang tuan san asistennya itu. asisten Jeff tak bisa jauh sedikitpun dari tuannya karena tugasnya menjaga dan menjaga apapun yang tuannya perlukan.