Menyelesaikan Masalah Dan Permasalahan Remaja

Menyelesaikan Masalah Dan Permasalahan Remaja
SUPRISE!!


__ADS_3


(Ilustrasi Kamin Danpachi)


...****************...


Hari sudah larut sore aku masih berada di sekolah karena harus menunggu Mutsuke-chan yang masih ada di ruang club, aku menunggunya diluar sambil meminum coke.


Aku memikirkan kejadian tadi bersama Mei-san, dia itu bukanlah bodoh dalam hal pelajaran melainkan malas. Hehe dia cewek aneh yang pernah ku temui, karena sifatnya itu tidak bisa ditebak kadang dia marah lalu berhati baik lalu menjadi mesum dan juga menjadi anak yang polos, sepertinya dia memiliki banyak kepribadian, karena itulah dia unik.


“Danpach-senpai!” suara nyaring itu memangilku, siapa lagi kalo bukan Mutsuke-chan.


“Apakah kamu sudah menungguku dengan lama?” ucap dia lagi.


“Tidak kok, kamu sudah beres?” ucapku.


“Sudah, ayo pulang senpai!”


Kami berjalan.


Aku mulai membicarakan kejadian tadi pada Mutsuke-chan.


“Ehh jadi senpai berjuang seperti itu demi Reita-senpai ya?” ucap Mutsuke-chan.


“Ya mau bagaimana lagi, ujian sebentar lagi dan kami sudah mepet waktu” ucapku lemas.


“Tidak apa senpai! Aku tau kamu bisa, seperti halnya saat SMP kamu juga sering mengajarkan adik kelas yang akan mengikuti olimpiade saat itu.” ucapnya menyemangatiku.


“Kalau itu sih beda lagi, mereka itu kan memang pintar”


Lalu kami tertawa


Ada hal yang ingin ku bicarakan dengan Mutsuke-chan, sepertinya ini momen yang pas.


“Mutsuke chan?” ucapku memanggilnya.


“Iya senpai kenapa?”


“Untuk pacaran bohongan ini, kita sudahi saja lagian misinya sudah sukses” ucapku.


Lalu dia berhenti berjalan.


Aku juga ikut berhenti dan menatapinya.


“Begitu ya? Ya lagian aku juga tidak menganggapmu pacarku” ucapnya tersenyum.


“Ahh syukurlah, aku juga merasa bahwa aku memang tidak bisa menjadi pacar yang baik” ucapku lalu berjalan kembali.


“Itu tidak benar senpai!” ucapnya menegaskan.


“Benarkah?”


“Senpai dimataku memang aneh tapi itu yang membuatmu istimewa” dia pun tersenyum.


“Ya terimakasih” aku ikut tersenyum tipis.


Matahari mulai terbenam kami berdua masih berjalan di sore hari itu.


...****************...


Lalu aku sampai dirumah.


“Aku pulang....”


Ruangan begitu gelap, akupun menyalakan lampunya.


Lalu...


“Suprise!!!” ucap Kamin-chan memeluk tubuhku. “Lihat ini Onii-chan!”


“Heh? Kamu kah yang membuat ini?” ucapku terpana.


Kamin-chan membuat karaage sendiri aku merasa terharu dia bisa memasak seperti ini, sepertinya dia sudah banyak belajar dirumah.


“Tentu saja Onii-chan! Aku menyebutnya Karaage Pemurnian!!!”


Nama yang diberikan itu seperti karaage yang sudah disucikan.


“Cobalah Onii-chan!” Kamin-chan menawariku.


Aku mencoba karaage yang dibuat Kamin-chan dan ternyata rasanya memang enak sekali.


“Wahh enak sekali Kamin-chan, kamu seperti chef berbakat” pujiku.


Muka Kamin-chan jadi merah karena senang.


“Syukurlah Onii-chan senang dengan ini aku bisa menetralisasi Onii-chan dengan masakan buatanku setiap hari” ucapnya tersenyum.



“Wahh boleh juga tuh makan karaage buatan Kamin-chan setiap hari”


“Bukan hanya karaage Kamin juga bisa membuat telur dadar tebal dan juga sup wortel”


“Benarkah? Kamu belajar darimana?”


“Aku suka melihat di tv tentang acara memasak, jadi daripada jenuh aku belajar memasak saja” ucapnya.


“Wahh baguslah kamu menonton tv yang mendidik seperti itu, kakak mengira kamu sudah terhasut oleh anime bergenre romance”

__ADS_1


“Lagipula tidak ada waktu karena Kamin juga harus belajar untuk ujian”


“Kamin-chan memang hebat” ucapku mengelus kepalanya.


“Ini juga berkat Onii-chan dan ibu yang selalu menyemangati Kamin apapun yang Kamin lakukan, jadi dengan belajar dan terus belajar Kamin berharap bisa membahagiakan Onii-chan walau hanya bisa berdiam didalam ruangan ini” ucapnya terharu.


Aku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa, Kamin-chan yang dulunya seperti anak kecil yang tidak tau apa-apa dan kini berubah begitu cepat dewasanya, sepertinya dia sudah mengerti dengan keadaanya sekarang.


Dan akupun makan sambil menangis.


“Eh Nii-chan? Kamu baik-baik saja kah?”


“Kakak hanya senang kamu sudah bisa berbicara seperti orang normal, mungkin ada suatu saat kamu bisa keluar dan melihat dunia ini” ucapku sambil menangis kembali. Aku ini memang payah.


Lalu Kamin juga memelukku dengan erat.


“Tentu saja, suatu saat Nii-chan”


Kami pun melepaskan keharuan ini dengan berbincang-bincang lebih lama dengan Kamin-chan.


Malam pun tiba dan kami segera beranjak ke kamar masing-masing untuk tidur.


“Selamat Malam Onii-chan” ucap Kamin-chan dengan senyuman manisnya


“Selamat Malam Kamin-chan”


...****************...


Pagi hari seperti biasa aku sarapan lalu pergi menuju stasiun untuk pergi ke sekolah.


Aku pun sampai di sekolah tapi aku merasa seperti ada yang mengawasiku, aku menghiraukannya.


Aku berjalan menuju kelasku.


Di kelas seperti biasanya aku duduk diujung depang sebelah kanan dekat pintu.


Aku merasakan ada yang kurang disini, oh iya Tatsuya si raja kelas tidak menyapaku kali ini, dan sepertinya dia memang tidak ada begitu juga dengan Yokada yang selalu mengejekku dia tidak ada dikelas, aku juga mengecek tas mereka tidak ada. Tunggu dulu, kenapa aku jadi penasaran dengan mereka?


“Takuyaaa!!!” suara itu mengejutkanku.


Itu adalah Wakuda-san.


“Nee Takuya Takuyaa, apa kamu sudah tau?” ucapnya berseri.


“Ada apa?” ucapku dingin.


“Hari ini adalah hari ulang tahunnya Tatsuya loh”


“Aku tidak peduli” ucapku cuek lagi.


Pasti para kakak kelas itu yang membawa Tatsuya untuk merayakan ulang tahunnya di lapangan dan begitu juga yang lainnya ikut.


“Ayo kita lihat Tatsuya”


“Oii! Jangan pergi, Akiko-sensei datang tuh” ucapku yang melihat Akiko-sensei ada disini.


“Heh!! Sejak kapan sensei ada disini” Wakuda-san panik.


“Kemana semua orang? Kenapa sedikit?” ucap Akiko-sensei bingung.


“Mereka pergi ke lapangan untuk merayakan ulang tahunnya Tatsuya” ucapku dengan cuek.


“Apa!!!” aku melihat raut wajahnya yang kesal.


Bagus sekali, sensei pasti mau memarahi dan menghukum orang yang telah bolos di kelas.


“A-apa sensei mau memarahi mereka?” ucap Wakuda-san takut.


“Tentu saja! Kenapa mereka tidak mengajakku juga dalam pestanya Hiba, aku harus segera kesana” ucapnya lalu pergi menuju lapangan.


Oii apa-apaan sensei itu! Aku ternyata salah dia juga penyuka pesta ulang tahun. Sadarlah, sensei tu sudah tua.


“Ehh?? Sensei mau kemana itu??” ucap Wakuda-san yang panik begitu.


“Bukankah kamu tadi bilang ada yang ulang tahun di lapangan” ucapku.


“A-ayo Takuyaaaa kita kesana!!” dia bersikeras mengajakku kelapangan.


“Iya iyaa, ngotot banget” akupun pasrah dan pergi juga.


Lalu kami sudah berada di lapangan dan tidak ada siapa-siapa disini.


“Loh semua orang kemana?” ucap Wakuda-san bingung.


“Mungkin sudah selesai, ayo kembali” ucapku.


“Heh? Kita terlambat ternyata” dia pun murung.


Kami berjalan menuju kelas.


Lalu kami sampai di depan kelas dan aku membuka pintu.


Lalu....


“Selamat Ulang Tahun Takuya Danpachi!!!!” ucap semua orang yang ada dikelas.


Eh?


Aku ulang tahun sekarang?

__ADS_1


Ada kue serta di papan tulis bertuliskan :


"Selamat Ulang Tahun Takuya Danpachi"


Bukannya senang tapi aku sungguh bingung.


“Apa ini maksudnya?” ucapku kebingungan.


“Kamu ulang tahun hari ini Takuya-san” ucap salah seorang cewek yang aku lupa namanya.


“Eh? Perasaan hari ini bukan ulang tahunku deh”


“Jangan pura-pura bohong seperti itu Takuya” ucap Natsumi tertawa.


Lalu mereka semua tertawa.


Cih memang benar ini bukan hari ulang tahunku, tapi mereka membuat kue dan semua ini hanya untukku kah? Aku heran tapi sekaligus senang juga yasudahlah aku ikut saja.


“Tanggal lahirmu berapa Takuya-kun!” ucap seorang cewek yang aku juga tidak tau namanya.


“17 April” ucapku dengan pipi memerah karena cewek itu imut juga hehe.


“Ini kan tanggal 12 Desember, berarti ini memang bukan ulang tahunmu melainkan....”


“SELAMAT ULANG TAHUN DAIKOU!!!” Ucap seluruh kelas disitu dan kemudian pandangan mereka jadi teralihkan ke cewek yang sedang ulang tahun itu begitupun dengan kuenya.


Heh?


Disitu aku hanya terdiam...


“Ka-kalian mengingat ulang tahunku ternyata” ucap gadis itu menangis


“Tentu saja kami itu me-ngeprank dirimu” ucap Natsumi.


“Ahhh kukira kalian lupa, aku sudah mau menangis nih daritadi soalnya kenapa hanya Danpachi yang diberi suprise” ucap cewek itu menangis sekeras-kerasnya.


Aku hanya memandang mereka dengan tatapan kosong.


Lalu Tatsuya memberi kado kepada cewek yang sedang ulang tahun itu.


“Selamat ulang tahun Daikou” ucap Tatsuya tersenyum.


“Awwww terima kasih Hiba-kun!!” ucap cewek itu histeris.


Astagaaaaaa......


Ternyataa aku dipermainkannn oleh gadis-gadis itu!


Harusnya kalian itu briefing dulu lah padaku bg*t!!!!


Aku jadi geer kan, kukira kalian ini memang serius ingin memberikan suprise padaku.


Seperti itulah isi pikiranku sekarang


Benar-benar kalian ini!


“Nee Takuyaa!!” Wakuda-san menghampiriku.


Cih dia juga sama saja dengan mereka.


“Takuya!! Kamu dengar aku?”


“Soal itu aku minta maaf, seharusnya aku bilang dulu padamu tapi semua teman-teman dikelas ingin agar kamu tidak tau juga agar rencananya berjalan lan-” Wakuda-san belum habis berbicara tapi aku memotong pembicaraannya.


“Ah iya tidak apa-apa kok, lagian sudah biasa diperlakukan seperti ini” ucapku dengan senyuman palsu yang ingin sekali menangis rasanya.


Lalu aku duduk di kursiku dan menghiraukan mereka yang sedang merayakan ulang tahun.


Sial hati ini masih sakit!


Ayo Takuya semangat semua orang itu memang jahat, hiraukanlah!


“Ahahahahaha ekspresi Takuya tadi benar-benar bodoh” Yokada-san mengejekku.


“Maaf soal itu Danpachi” ucap Tatsuya.


“Iya iya, tidak masalah bagiku” ucapku yang memandang buku pelajaran.


Setelah semuanya selesai Akiko-sensei kembali ke kelas.


“Hei aku dengar Tatsuya sedang melakukan acara ulang tahun dilapangan, tapi setelah sensei periksa tidak ada siapa-siapa”


“Ahh mengenai itu bukan Tatsuya yang ulang tahun melainkan Daikou dan juga kami hanya me-ngeprank Takuya dan juga Daikou” ucap Natsumi menjelaskan.


“Apa?!!” Sensei mulai marah.


“Kalian semua ibu hukum!!” ucap Akiko-sensei marah.


“Heh?? Kenapa sensei!??” ucap seluruh murid.


“Karena kalian mempermainkan sensei!!”


Alhasil kami kena hukuman sit up hanya karena tidak diajak dalam suprise ulang tahun Daikou.


“Persetan dengan ulang tahun ini!!!” umpat Maruko satu-satunya cowok sangar disini.


...****************...


__ADS_1


🎵Now Playing : 7!! - この広い空の下で (Kono Hiroi Sora no Shita de) / Dibawah Langit yang Sama


__ADS_2