
Pukul 22.02
Aku pun selesai memasak dan segera menyajikan makanannya ke meja ruang tamu, saat ku masuk ke ruang tamu ternyata Fubuki-kun dan Kanaeru juga ada disini untuk makan malam bersama.
Aku merasa senang karena ini yang aku inginkan benar-benar seperti keluarga sungguhan.
“Jangan salah paham, aku disini karena dipaksa oleh Shien jadi jangan harap aku mau menerima mu disini karena masakanmu” ucap Fubuki-kun yang sewot.
“Lagian kamu tidak ada disini juga tidak masalah” ucap Ryuusei-kun yang membalas perkataan Fubuki-kun itu.
“Sebenarnya Shien itu aku, nama asliku Tsukishien Korime! ” ucap Tsuki-san yang berbicara padaku dengan lantang.
“Lagipula tidak ada yang bertanya nama lengkapmu siapa” ucap Fubuki-kun sewot lagi.
“Yaa daripada datang gajelas terus ga perkenalan lebih buruk lagi itu” ucap Ryuusei-kun yang mengompori Fubuki-kun.
Akhirnya mreka berdua pun beradu mulut.
“Dari wangi nya seperti nya masakanmu sangat enak Rien-chan” ucap Tsuki-san yang menghiraukan mereka.
“Jangan menilai dari wanginya saja bisa saja rasanya tidak enak” ucap Kanaeru-san yang berwajah datar itu.
Aku jadi mulai ragu dengan masakanku.
“Yosh kita buka pancinya” ucap Tsuki-san yang semangat.
Saat dibuka mereka semua terkesima.
“Woahhh daging!! ” ucap Ryuusei-kun dan Fubuki-kun bersamaan.
“Ehh kamu membeli daging, inituh sangat mahal tau” ucap Tsuki-san yang bersedih.
“Ehh, habisnya aku bingung mau beli apa jadi aku terpikirkan oleh daging sapi ini dan aku pun membelinya” ucapku bersalah.
“Udahlah jangan banyak bacot kita sikat langsung makanan ini” ucap Fubuki-kun yang tidak sabar ingin memakannya.
__ADS_1
Mereka semua pun makan dengan lahapnya dan membuat hatiku senang.
Aura mereka menjadi senang sekarang tidak seperti sebelumnya aura ketakutan dan kebencian mereka sangat pekat.
Akhirnya aku sudah sejauh ini padahal ini hari pertamaku berada di rumah ini.
Mereka pun selesai makan.
Kanaeru-san pergi ke kamarnya dan kali ini hanya ada Tsuki-san, Ryuusei-kun, dan Fubuki-kun yang masih duduk.
Aku pun mulai membersihkan meja.
“Jangan dulu kemana-mana Rien-chan, ada sesuatu yang ingin ku ketahui” ucap Tsuki-san.
“Eh? apa itu? ” ucapku lalu duduk.
“Sebenarnya kenapa kamu tidak bisa menemukan anak-anak ini disekolah? apakah kamu tersesat? terlambat? atau apa? ” ucap Tsuki-san.
Aku pun bingung harus mulai darimana ceritanya.
“Hah?? Kamu bodoh apa? Emang galiat grup wa, pengumumannya ada di grup jadi disuruh pulang oleh guru dan besok kita akan mulai perkenalannya, gitu aja gatau” ucap Fubuki-kun yang sewot terus.
“Si bodoh ini! Seharusnya bicara lebih sopan kepada orang yang baru kita kenal” ucap Ryuusei-kun yang memarahi Fubuki-kun.
“Kenapa aku yang salah? kan dia yang teledor, lagian aku juga tidak butuh untuk diawasi apalagi sama cewek” ucap Fubuki-kun lalu pergi.
Aku merasa sedih, ucapan Fubuki-kun memang benar seharusnya cewek tidak bisa melindungi cowok.
“Jangan dengarkan anak bodoh itu, aku sangat mengerti kok, besok saat sekolah ayo bersama-sama” ucap Ryuusei-kun bersikap ramah dan membuat pipiku memerah.
Dia ini sangat ahli meluluhkan hatiku :)
“Jadi ini percintaan antar remaja” ucap Tsuki-san yang membuat kita berdua malu.
“Woii jangan bicara aneh-aneh” ucap Ryuusei-kun menjadi gugup.
__ADS_1
“Rien-chan jangan berselingkuh denganku kan kamu sudah janji ingin aku nikahi nan—” tiba-tiba Ryuusei-kun memukul punggung Tsuki-san dengan keras.
“Aww sakit! ” ucap Tsuki-san yang kesakitan.
“Aku sudah bilang jangan bicara yang aneh-aneh, lagian gadis muda mana yang mau sama om om kere seperti kamu” ucap Ryuusei-kun lalu pergi membawa piring kotor.
Perkataan Ryuusei-kun membuat jleb Tsuki-san.
“Om-om.... Kere.... Hiksss” ucap Tsuki-san merengek.
Aku hanya tersenyum.
Lalu aku melihat Ryuusei-kun yang mencoba mencuci piring.
“Biar aku saja yang mencuci piringnya” ucapku tidak enak pada Ryuusei-kun.
“Aku ingin membantumu” ucap Ryuusei-kun.
“Boleh” ucapku senyum tipis.
“Aku ingin membantumu terus, aku tidak menganggap mu sebagai asistenku atau apalah tapi aku yakin suatu saat ada hal buruk pasti akan terjadi pada kami jadi bisakah kamu menolong kami walau sedikit” ucapnya tersenyum manis.
Aku tau hatinya sangat rapuh saat pertama kali aku bertemu dengannya dia sangat penuh dengan ketakutan.
Entah apa, aku ingin tau semua tentang keluarga Korime.
“Tentu saja, apapun yang terjadi aku akan selalu ada untuk kalian semua” ucapku sambil tersenyum.
“Mohon kerja samanya Meijima-san” ucap Ryuusei-kun.
Dirumah ini aura mereka sangat berbeda-beda
Seperti Kebencian, Amarah dan Ketakutan ada disini.
Bibi aku akan menepati janjiku untuk menyelamatkan keluarga Korime dari keterpurukan ini.
__ADS_1
Suatu saat kesedihan ini akan menjadi kebahagiaan.