Menyelesaikan Masalah Dan Permasalahan Remaja

Menyelesaikan Masalah Dan Permasalahan Remaja
Seperti Biasa


__ADS_3


Tak terasa sudah larut malam dan malam ini adalah malam yang panjang, aku begitu larut oleh cerita Azumi-senpai awal pertemuannya dengan Mei-san.


Ditambah sedikit turun salju pada malam hari ini membuat sekujur tubuhku tegang.


“Kenapa kamu memberi tau semua ini kepadaku senpai?” ucapku.


“Karena aku sangat mempercayaimu” ucap Azumi-senpai dengan menatap pemandangan dari bawah jembatan membuat pipiku memerah karena malu.


“Aku tidak menyangka Tatsuya juga teman masa kecil Mei-san. Tapi, kenapa dia selalu bersembunyi jika melihat Tatsuya?” ucapku menjadi risih saat mengatakan Tatsuya.


“Reita tidak mau Hiba-kun tau bahwa dia satu sekolah dengannya karena Reita tau bahwa dengan mendekati Hiba-kun akan menjadi penyakitnya sendiri. Pertama Hiba-kun sangat tau tentang keluarganya dan itu membuat dia malu tentang masa lalunya, dan kedua Hiba-kun merupakan cowok populer. Aku merasa setuju dengan Reita jadi aku menyembunyikan dia dari hadapan Hiba-kun”


“Iyaa kamu benar, lebih baik aku tuntaskan semu—” ucapanku terpotong oleh Azumi-senpai.


“Tolong hindari pertemuan Hiba-kun dan Reita, biarkan waktu yang mempertemukan mereka” ucap Azumi-senpai dengan wajah sedih melihat ke arahku.


Aku sangat mengerti perasaannya, tapi mau sampai kapan mereka harus menjadi orang asing?


“Baiklah, aku tidak akan ikut campur urusan Mei-san dan Tatsuya” ucapku.


“Terimakasih Takuya-kun” ucap Azumi-senpai.


Sebenarnya aku cukup kesal dengan Azumi-senpai karena tidak memperbolehkan aku menghadapi Tatsuya tapi mau bagaimana lagi, jika terjadi apa-apa tentu Azumi-senpai lah yang kena akibatnya.


“Takuya-kun, kamu harus berjanji satu hal padaku, bisakah kamu menemani Reita sampar akhir hayatmu?” ucap Azumi.


Mataku seketika terbelalak, hatiku begitu berdebar, dan nafasku mulai tidak beraturan. Aku tidak tau kenapa yang pasti kata-kata itu sangat menyakitkan bagiku.


“Lebih baik kita masuk ke mobil, di luar sangat dingin” ucapku.


“Ahh benar juga” ucap nya dengan sendu sambil menunduk.


Lalu kami masuk ke dalam mobil.


Masih terlihat Mei-san dan Shouyo-senpai tertidur sangat pulas.


“Nee, Takuya-kun. Kamu belum berjanji loh, bisakah kamu menemani Reita sampai akhir hayatmu?” ucapnya mengulang lagi yang sebenarnya sangat susah ku jawab.


“Pertanyaan yang aneh, lagipula aku dan dia baru saja bertemu tapi senpai malah mengatakan seperti itu, lagipula soal hidup dan mati itu urusan tuhan”


“Hahaha... kamu memang lucu Takuya-kun, aku benar-benar sangat percaya dan suatu saat kamu akan jadi adik iparku” ucap Azumi-senpai senang.


“Tidak akan pernah terjadi” ucapku dengan tegas.


“Heh,, liat saja nanti” ucapnya menggodaku.


Cihh aku kenapa aku jadi salah tingkah begini.


Lalu Azumi-senpai melajukan mobilnya.


Tak lama aku sudah sampai dirumahku karena Azumi-senpai mengantarkanku sampai ke depan rumah.


Aku pun kelur dari mobil itu.

__ADS_1


“Terima kasih senpai“ ucapku.


“Yoo, aku duluan yaa, sampai ketemu besok”


Lalu mobil itu pergi.


Aku pun masuk ke rumah.


...****************...


Keesokan harinya.


Hari ini adalah hari terakhirku sekolah karena besok merupakan liburan musim dingin selama 2 pekan.


Aku duduk termenung di kelas dan melihat Tatsuya sedang tertawa riang dengan yang lain, aku memikirkan bagaimana jika Mei-san dan Tatsuya itu berjodoh? Tentu saja itu akan terjadi mengingat Tatsuya itu tidak akan pernah tertolak oleh cewek-cewek cantik. Tapi aku tidak terima jika Mei-san harus dengannya!!


Aku benar-benar tidak habis pikir dengan pikiranku saat ini.


Kenapa aku jadi cemburu ya? Apa karena tidak terima Tatsuya merupakan teman masa kecil Mei-san? Tapi aku tidak tau perasaan Mei-san terhadap Tatsuya, apakah suka atau tidak tentu saja bukan urusanku.


Lalu Maruko menghampiriku.


“Oii!! Miyari-sensei memanggilmu tuh” ucapnya dengan suara beratnya yang membuatku takut karena dia itu preman kelas disini.


“Ba-baik” ucapku langsung berdiri dan pergi.


Aku pun pergi ke ruang guru.


Dan sampai


“Ahh Takuya kesayanganku” ucap Akiko-sensei.


“Ada apa memanggilku sensei?”


“Sudah lama kita tidak bertemu, aku sangat rindu padamu Takuya” ucapnya menggodaku.


Astagaa wanita tua ini!


“Karena kami sangat itu sibuk belajar” ucapku mengalihkan pandangan pada Akiko-sensei karena pipiku memerah.


“Karena besok sudah mau libur, ayo kita jalan-jalan Takuya” ucap Akiko-sensei.


“Hehh?? Ah- ti- maksudku bagaimana ya” tiba-tiba aku jadi gugup.


“Heh kenapa? Apa Reita-chan akan marah kalau kita kencan?” ucap Akiko-sensei yang tidak tau malu.


Sadarlah kamu ini hanya dianggap seperti ibu olehku!


“Bukan begitu” ucapku malu.


“Heh?? Padahal kamu terlihat sangat mesra waktu itu di lapangan lari, belajar sambil berlari. Hahahaha apa-apaan itu” ucapnya tertawa lepas.


“Sensei lihat kejadian itu” aku benar-benar malu kali ini.


“Tentu saja, aku melihatnya di jendela atas”

__ADS_1


“Sudahh hentikan!! Lagian aku sudah selesai dengannya” ucapku agak kesal karena Akiko-sensei daritadi menggodaku.


“Hehehe, tidak sia-sia aku mempercayakan padamu wahai Dewa Takuya yang agung, dengan ini aku akan menepati janji hadiah yang akan kamu terima!!”


Oii kenapa dia jadi terlihat seperti anak kecil.


“Apa hadiahnya?” ucapku penasaran.


“Kencan denganku!!!!” ucapnya berisik.


“Itu bukan hadiah!!” keluhku.


“Heh?? Padahal aku sangat menantikan ini, Takuya memang jahat kepada cewek pantas saja kamu itu tidak laku”


“Seharusnya sensei berhentilah bersikap seperti seorang gadis” ucapku.


“Apa katamu?!!!!!!” astaga aku membuat dia kesal!


Lalu dia menonjok perutku dengan gaya karate.


Sial sakit sekali!


“Aduhhhh” ucapku kesakitan.



“Kamu itu memang benar-benar kelewatan, padahal ibu hanya ingin membuatmu bahagia”


“Aku minta maaf, baiklah kita akan kencan besok” ucapku.


“Tidak besok, melainkan sudah natal nanti kita akan mengadakan kencan” ucapnya.


“Baiklah baiklah aku terima” pasrahku.


“Sasuga Takuyaa!!! Baiklah kamu bisa kembali”


“Baiklah aku pamit sensei”


Lalu aku keluar dari ruang guru itu.


Sial perutku masih sakit saja.


Aku masih terdiam di koridor dan melihat ponselku untuk melihat jam ternyata belum waktunya pulang hari ini.


Lalu ada isi pesan dari Mutsuke-chan.


“Senpai nanti jemput aku di kelas”


Astaga dia memang benar-benar manja.



...****************...


🎵Now Playing : ダイヤモンドの純度 - Yukino Yukinoshita Ballade (CV. 早見沙織)

__ADS_1


__ADS_2