Menyelesaikan Masalah Dan Permasalahan Remaja

Menyelesaikan Masalah Dan Permasalahan Remaja
Pagi Pertama


__ADS_3

Pukul 05:12


Aku mulai bangun dan pergi untuk mandi.


Setelah setengah jam mandi aku pun mulai ganti baju dan mulai untuk masak untuk membuatkan mereka sarapan.


lalu Ryuusei-kun datang menghampiri ku


“Meijima-san? rajin sekali kamu pagi-pagi begini” ucap Ryuusei-kun yang baru bangun tidur.


“Selamat pagi Ryuusei-kun, aku sedang membuatkan sarapan, jadi kamu pergi mandi dulu saja” ucapku.


“Memangnya masih ada persediaan bahan makanan? ” ucap Ryuusei-kun.


“Saat di supermarket kemarin aku membeli roti dan telur” ucapku.


“Kamu benar-benar seperti seorang ibu” ucapnya.


perkataan Ryuusei-kun membuatku malu.


“Eh? apa aku seperti ibu-ibu? ” ucapku merasa tidak percaya diri.


“Aku salah bicara ya? tidak kok, maksudku kamu sangat perhatian seperti seorang ibu” ucap Ryuusei-kun mengoreksi.


“Oh begitu ya, saat kecil aku memang suka berbelanja dan memasak untuk aku dan bibiku jadi hal ini sudah biasa untukku” ucapku.


“Jadi kemana bibimu sekarang? ” ucap Ryuusei-kun.


Saat ingin ku jawab.


“Hoammm, aroma enak apa ini? ” ucap Tsuki-san yang baru bangun tidur juga.


“Eh aku harus pergi mandi” ucap Ryuusei-kun lalu pergi.


“Selamat pagi, Tsuki-san” ucapku.


“Pagi juga, jadi seperti ini ya rasanya punya gadis dirumah seperti memiliki istri saja” ucap Tsuki-san.

__ADS_1


“Ucapanmu seperti orang mesum yang kebelet ingin kawin” ucap Ryuusei-kun yang nyeletuk.


“Woii bocah bukannya kamu ingin pergi mandi ya!!” ucap Tsuki-san yang kesal.


“Aku tidak pernah melihat kamar Fubuki-kun, dimana memang kamarnya? ” ucapku penasaran.


“Kamar dia itu ditempatkan terpisah di belakang rumah ini” ucap Tsuki-san.


“Eh? kenapa? ” ucapku ingin tau lagi.


“Karena dia yang minta sih, orang anti sosial seperti dia memang wajar sih minta tempat sendiri jadi aku membuatkan kamar spesial untuk Fubuki-chan” ucap Tsuki-san. “Yahh walaupun anak itu sering telat bangun” Tsuki-san mulai khawatir.


“Aku yang akan membangunkannya! ” ucapku.


“Heh? ” Tsuki-san mulai merasa heran.


“Sebentar lagi hampir selesai memasak roti bakar ini” ucapku yang buru-buru.


Aku sekilas mendengar isi hatinya Tsuki-san.


“Gadis yang peduli”


Setelah selesai membuat sarapan aku pun pergi keluar ke belakang rumah ini.


Perasaan gugup menyelimuti ku takutnya aku kena sarkasme dia lagi.


Tapi aku sudah siap.


Aku pun sampai dan melihat ada sebuah rumah kaca kecil itu sepertinya bukan rumah melainkan kamarnya Fubuki-kun kamar itu tampak berbeda dengan rumah kayu miliki Tsuki-san. Kamar itu bagus sekali seperti rumah kacakaca minimalis.



(Kamar terpisah Fubuki Korime)



(Rumah Tradisional milik Tsukishien Korime)

__ADS_1


Aku mulai ragu, sepertinya aku harus kembali ke rumah.


Tapi aku penasaran dengan si Fubuki-kun ini.


Aku pun mulai mengetuk pintu kamar Fubuki-kun.


Tok... Tok...


Tidak lama pintunya terbuka.


Fubuki-kun membuka pintu lalu melihatku dengan wajah datarnya.


“Selamat pagi, tidak bermaksud apa-apa, aku hanya ingin membangunkanmu karena sarapan sudah siap” ucapku berusaha bersikap ramah.


“Bodo amat, aku udah bangun dari tadi” ucapnya yang selalu sewot dan membuatku sedikit kesal.


“Huftt, aku kan hanya memastikan lagipula kamarmu itu terpisah jadi orang tidak tau kamu udah bangun apa belum” aku sudah tidak tahan lagi dengan perilakunya itu makanya aku ikutan sewot juga.


“Cih, siapa juga yang mau dibangunkan oleh orang berkuncir aneh seperti mu” ucapnya.


“Hah? siapa yang kamu maksud berkuncir aneh? Aku” ucapku yang tidak terima.


“Me-memang kunciranmu itu terlihat seperti bocah sd” ucapnya yang gugup tapi masih saja menyatirku.


“Aku ga peduli, kenapa juga aku harus berurusan dengan orang sepertimu” ucapku yang memalingkan wajahku dari pandangannya.


“Hah! orang bermuka dua seperti mu memang ada dimana-mana makanya aku tidak pernah percaya pada manusia, rupanya dugaanku benar terlihat sopan di depan Shien ternyata sangat busuk didepanku, Hahaha” ucapnya yang membuatku sangat muak dengannya.


“Orang sepertimu memang harus diperlakukan secara keras, aku tidak peduli mau bermuka dua atau apa, suatu saat aku bisa meluluhkan hatimu” ucapku yang tidak sadar mengatakan seperti itu.


“Hah?? Ngomong apa kamu ini” muka Fubuki-kun pun berubah menjadi merah.


“Cepatlah mandi, semua sudah menunggu” ucapku yang malu-malu juga, lalu pergi.


“Cih apa-apaan dia itu” ucap Fubuki-kun dalam hati.


__ADS_1


Memangnya kunciran rambutku seperti ini aneh ya, apa aku harus ganti gaya rambutku sekarang🥲


__ADS_2