
“Kenapa bumi itu bulat? Soalnya kalau kotak namanya jadi komi awokwowkwok” - Maida Azumi dengan jokes ngawurnya.
(Ilustrasi Reita Meijima dan Takuya Danpachi)
...****************...
Didalam ruangan diskusi.
“Ayoooo, semangat kalian adik kelasku... Ujian tinggal 1 minggu lagi!!!” ucap Shouyo-senpai yang memberikan kami semangat karena kita sedang berjuang menghapal pelajaran fisika kali ini.
Sebenarnya Shouyo-senpai dan Azumi-senpai hanya sedang berpacaran diruangan ini karena mereka begitu terlihat bermesra-mesraan dihadapan kami, lalu tidak lupa mereka juga selalu menggoda aku dan Mei-san yang membuatku merasa terganggu dengan belajar ini.
“Bukankah senpai juga sebentar lagi ujian? Kenapa aku hanya melihat kalian itu sepertinya pacaran saja daripada belajar?” ucapku sambil melihat Shouyo-senpai dan Azumi-senpai.
Lalu Shouyo-senpai marah.
“Woii, kamu cuman anak kelas 1 mending diam saja!! Kami juga sudah belajar tau di kelas!”
“Benarkah? Aku juga melihat Toruu-san tadi hanya main game saja” Tiba-tiba Mei-san menyekak Shouyo-senpai.
“Ooii, jangan bilang kalian iri pada kami? karena kami selalu terlihat mesra, Iyakan?” ucap Azumi-senpai membela diri.
“Tidak!” aku dan Mei-san berbicara bersamaan.
“Kalian bohong!! Pasti kalian iri yakan??” Azumi-senpai sepertinya tidak ingin kalah dari ini.
Lalu Mei-san berdiri begitupun Azumi-senpai. Kini mereka saling berhadapan.
“Hei Maida-san!! Mau bagaimanapun aku tidak pernah tertarik hubungan kalian itu!” ucap Mei-san memandang jijik Azumi-senpai.
“Apa!!? Kenapa kamu jadi berani berbicara seperti itu hah!” Azumi-senpai mulai marah.
“Bodoh! Aku sudah bilang kan mau sebrutal apapun hubunganmu dengan Toruu-kun aku tidak peduli!” ucap Mei-san yang marah juga.
Kini suasana ruangan jadi gaduh karena Azumi-senpai dan Mei-san sedang bertengkar.
“Cih!! Karena efek anime kamu jadi menjomblo, itulah yang membuat hasratmu menjadi tidak tertarik dengan cowok real!”
“Hah?? Sejak kapan aku menjomblo!”
“Dasar tukang halu sama kartun!”
“Apa kamu bilang!? Menghina karakter favoritku hah?”
“Tentu saja!! Kamu itu memang seperti orang yang sakit jiwa Reita!”
“Justru kamu yang terang-terangan berbuat maksiat dengan Toruu-san!”
“Heh?? Memangnya kamu suci juga hah?”
“Setidaknya aku gak melon*e seperti dirimu!”
“Beraninya sialan!!”
Astagaaa kenapa jadi begini!
Sepertinya aku tidak bisa melerai mereka dengan perkelahian ini karena aku melihat pacarnya Azumi-senpai saja sampai ketakutan.
Baiklah aku juga tidak tahan dengan ini lebih baik aku melerainya.
__ADS_1
Saat aku hendak mendekati perkelahian mereka, tiba-tiba Shouyo senpai menghalangiku.
“Oii, sebaiknya jangan ikut campur” ucap Shouyo-senpai ketakutan begitu.
“Heh? Memangnya kenapa?” ucapku sedikit bingung.
“Mereka itu memang biasa bertengkar seperti itu kok, baik dirumah, dijalan dan dimanapun mereka pasti berdebat masalah sepele” ucapnya tersenyum takut.
Heh? Aku tidak percaya mereka ternyata sering bertengkar.
“Aku belum pernah melihat mereka bertengkar seperti itu sebelumnya, kukira hubungan mereka sangat akur”
“Tapi ini hal biasa juga sih, karena mereka hanya berdebat tidak main fisik juga, tapi jika kamu melarainya maka nanti akan kena imbasnya” Shouyo-senpai benar-benar tidak ingin aku melarai mereka.
“Aku tidak ingin ada keributan disini, jadi lebih baik kucoba saja menghentikan perdebatan mereka” ucapku dengan menelan ludah karena aku sebenarnya juga takut sekali harus berhadapan dengan mereka tapi kucoba meleraikan mereka.
“Ba-baiklah, hati-hati” ucap Shouyo-senpai.
Saat aku hendak mengehentikan mereka tiba-tiba.
“Sudah-” belum sempat berbicara dan aku dibanting oleh mereka berdua.
GEDEBUSHH....
Akupun terjatuh.
Astagaa sakit sekali mereka menonjok kedua pipiku dan berakhir jatuh tepat mengenai pantatku dilantai.
“Takuyaaa!!”
“Takuyaa-kun!!”
“Danpachi!!”
Lalu mereka bertiga menghampiriku.
“Kamu baik-baik saja kan?”
“Apa kamu terluka?”
“Mau kubuatkan kopi?”
Woii satu-satulah pertanyaannya!! Sudah tau lagi sakit seperti ini!
“Kasih dia kursi untuk duduk!” ucap Azumi-san.
Lalu aku duduk.
“Aduhh sakitnya!!” ucapku dengan melihat mereka berdua karena kesal.
“Akukan sudah bilang jangan melerai mereka jadi ini kan akibatnya” ucap Shouyo-senpai berbisik.
“Ma-maaf Takuya-kun, aku sungguh tidak sengaja karena itu begitu refleks aku langsung menghantammu” ucap Azumi-senpai yang merasa bersalah.
“Aku juga minta maaf karena aku juga refleks menghajarmu” ucap Mei-san merasah bersalah juga.
“Cihh! Aku tidak ingin melihat kalian bertengkar seperti ini lagi!” ucapku memandang mereka dengan tatapan menyeramkan.
“Ba-baiklah!” ucap mereka berdua bersamaan.
Suasana yang tegang berubah jadi tawa karena Shouyo-senpai.
__ADS_1
“Ahahaha kamu lucu sekali bisa terjatuh seperti itu” Shouyo-senpai kemudian tertawa begitupun Azumi-senpai dan disusul Mei-san ikut tertawa juga.
Akupun merasa malu karena aku juga begitu kaget dihantam mereka secara bersamaan.
“Jahh, kalau begitu kita ngopi saja bagaimana Takuya-kun!” ucap Azumi-senpai.
“Akan kubuatkan kopi untuk kalian bertiga” ucap Mei-san.
“Ahh, terimakasih”
Dan kini Mei-san dan Azumi-senpai sudah kembali baikan, mereka itu cepat sekali akurnya ternyata.
Lalu kami meminum kopi bersamaan.
...----------------...
Setelah itu kegiatan ini berakhir sudah, kami hendak pulang.
Azumi-senpai dan Shouyo-senpai meninggalkan kami dulu. Dan kini hanya ada kita berdua di koridor ini.
Aku berjalan terlebih dahulu.
“Takuya!” Mei-san kemudian memanggilku.
“Kenapa Mei-san?” ucapku.
“Umm... Be-besok apakah kamu ada acara?” ucapnya malu-malu.
“Ahh tidak sepertinya” Karena besok merupakan hari minggu, sepertinya aku hanya akan melakukan aktivitas seperti belajar lalu menonton anime bersama Kamin-chan hanya itu sih.
“Maukah kamu mengantarku ke suatu tempat besok?” ucapnya malu lagi.
Aku sontak kaget, karena ini pertama kalinya Mei-san mengajakku kesuatu tempat.
“Ehh?? Tumben?” aku sedikit bingung dengan jantungku berdenyut sangat kencang.
“Karena lusa ini Maida ulang tahun, jadi aku mau membelikan dia kado. Ta-tapi kalau kamu tidak mau juga tidak apa-apa kok” ucapnya gugup.
Jantungku benar-benar berdetak sangat cepat sepertinya aliran darahku akan menjadi sangat lancar, jika seperti ini terus bisa-bisa aku mati kena serangan jantung!.
“A-aku mau kok, aku juga mau memberi Azumi-senpai hadiah” begitupun aku juga sangat gugup sekali.
“Eh? Ah... ka-kalau begitu aku tunggu di stasiun Meguro jam 9 pagi” ucapnya lalu pergi meninggalkanku.
“Jangan sampai telat ya!!” ucapnya.
Yuhuuuuuu.....
Aku benar-benar akan merasakan kencan!!
Masa remajaku akan indah kali ini dan aku tidak boleh mengacaukannya seperti saat kencan dengan Mutsuke-chan.
Tapi tunggu dulu?
Sepertinya jika bersama Mei-san bukanlah kencan melainkan hanya menemaninya berbelanja saja, tapi tidak masalah bagiku.
Aku pun tidak tau kenapa aku bisa sesenang ini, yang pasti aku tidak boleh terlihat memalukan dan membuat dia menatapiku seperti seorang pecundang, bisa-bisa kita malah berdebat disana.
(Ilustrasi Takuya Danpachi, Reita Meijima dan Maida Azumi)
__ADS_1
...****************...
🎵Now Playing : Kana Nishino - Best Friend