
“Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik kecuali cintaku padamu” - Toruu Shouyo specialis bucin ke Maida Azumi
...****************...
Musim dingin telah tiba dengan cepat, hari ini benar-benar dingin sekali dan untuk pergi ke sekolah rasanya sangat malas sekali, tapi aku memaksa diri ini agar bisa pergi ke sekolah.
Aku pun segera beranjak dari kasur.
Setelah itu bersiap-siap.
Lalu pergi kesekolah.
Dengan menggunakan mantel serta syal aku berjalan hati-hati ke sekolah agar tidak terpeleset karena es dijalanan begitu licin. Tidak seperti yang kubayangkan ternyata saljunya begitu tebal disini.
Anginnya berhembus kencang.
Astagaaaaa dinginnnyaaa....
Dari ujung rambut sampai ujung kaki semuanya terasa dingin walau sudah memakai mantel tebal juga.
Setelah berusaha berjalan ke stasiun akhirnya sampai juga.
Sepertinya aku bakalan terkena flu deh kalau dingin seperti ini.
Akhirnya aku sampai di sekolahku.
Aku masih berjalan di luaran sekolah, namun ada yang memanggilku.
“Danpachi-senpai!” Mutsuke-chan memanggilku.
“Selamat musim dingin senpai!” ucapnya dengan senyuman manisnya itu.
“Benar-benar dingin sekali” ucapku menggigil.
Kemudian Mutsuke-chan tertawa.
“Aku juga sampai memakai celana training olahraga saking dinginnya” ucapnya dengan tertawa.
“Wahahaha, tapi cocok untukmu” ucapku tertawa juga.
“Senpai! Liburan musim dingin nanti aku akan pergi ke singapura!” ucapnya senang.
“Wahh enaknya bisa liburan” ucapku iri.
“Soalnya ayahku bekerja disana jadi mengajak kami berliburan disana juga” ucapnya senang.
“Jangan lupa bawa oleh-oleh juga nanti buatku” ucapku.
“Ahh tentu saja senpai! Kubawakan oleh-oleh terenak deh”
Akupun tersenyum.
Dan akhirnya aku sampai di kelasku.
Ternyata banyak juga orang terkena flu disini.
Bisa terlihat beberapa orang bersin-bersin.
Lalu seorang cowok yang sekelas denganku tiba-tiba mengahampiriku.
“Oii Takuya! Kamu punya tisu tidak?” ucap cowok yang sok kenal itu, aku tidak tau namanya yang pasti dia satu circle dengan Miruko.
“Ahh iya aku bawa” ucapku mengeluarkan tisu didalam sakuku.
“Sial dingin banget, tau gini aku pake mantel yang tebal” ucapnya.
Lalu aku duduk dan mulai membaca buku.
Tidak lupa juga aku selalu mendengarkan percakapan semua orang disini.
“Bukankah sekolah ini memiliki penghangat ruangan?”
“Ahh benar juga, coba biar aku nyalakan”
“Ternyata tidak mau menyala!”
“Yaampun! Tidak berguna banget sih”
“Tidak ada gunanya memakai penghangat ruangan. Lihat nih aku!!”
“Wahh kamu curang membawa selimut!”
“Memangnya boleh membawa selimut di kelas?”
“Nanti juga jika ada guru tidak akan kupakai kok”
“Kalo begitu aku ikut kedalam selimutmu juga!!”
“Eh?? Apa ini?? Woii sana keluar”
“Wahh aku juga mau ikut”
“Heii, pergi sana!! Ini selimutku! Sakka, Kasashi!!!!!”
Begitu ramai suasananya, tapi tetap saja aku hanya berdiam diri di bangku kesayanganku ini.
Rasanya ingin dibuatkan kopi lagi.
Aku mulai memikirkan hari kemarin.
Sial! Malah kepikiran sama Tatsuya!
Aku melirik ke kursi Tatsuya, ternyata dia sedang berbincang dengan teman-temannya.
Beraharap dia juga melupakan kejadian kemarin, ayolah jangan dipikirkan Takuya!!
Setelah itu,
Jam pelajaran telah usai karena hari ini hanya setengah hari sekolah dan kini aku berada di depan ruangan diskusi.
Aku pun membuka pintu itu
__ADS_1
Set...
“Selamat datang Takuya!” ucap Mei-san.
Aku melihatnya yang tampak cantik memakai mantel dan syal itu.
“Ahh iya”
“Loh, kamu tidak bersama Amano?” ucap Mei-san.
“Seperti biasa dia ke club hijau dulu”
“Ohh begitu ya, kalo begitu ayo keluar” ucap Mei-san sambil merapihkan kursinya.
“Oii, diluar sangat dingin” ucapku.
“Karena itulah! Aku mau keluar melihat salju”
“Bodohnya, nanti kamu terkena flu loh” ucapku tidak percaya dia sebodoh ini!
“Hah! Kamu meremehkanku, aku kan sudah bilang bahwa aku menyukai musim dingin”
Lalu dia pergi.
Aku pun mengikutinya.
“Rupanya kamu ikut juga Takuya” ucapnya dengan wajah malas melihatku.
“Yaa mau bagaimana lagi” ucapku karena penasaran dia akan melakukan apa kali ini.
Lalu kita berdua berjalan keluar sekolah.
Dinginnya.....
Belum lama kita keluar sudah sedingin ini.
“Tuhkan diluar sangat dingin, ayo kembali Mei-san”
“Jangan dulu, ayo kita duduk disini” ucapnya menawarkan duduk.
“Hei! Disini banyak salju, apa kamu sudah gila!” ucapku emosi karena kelakuannya!
“Hah! Kamu lemah sekali, padahal ini belum seberapa dibandingkan cuaca buruk di chiba”
“Tetap saja!! Ini dingin” ucapku menyerah dan memilih untuk kembali masuk ke sekolah.
Lalu...
Dia berdiri dan kemudian berlari begitu cepat.
“Woii Mei-san!!! Mau kemana kamu!?” ucapku teriak.
Dia memang selalu saja begitu berlari dengan sangat cepat, apa tidak capek gitu?
“Kejar aku Takuya lemah! Aku mau pergi ke lapangan lari” ucapnya.
Lalu aku mengejarnya.
Sial!
Badannya itu terbuat dari apasih aku heran sekali.
“Tunggu Mei-san! Jangan berlari!”
Lalu kami sudah berada di lapangan lari di sekolah.
“Jahh, sekarang kamu beri aku sebuah quiz pelajaran sambil berlari”
“I-itu bo-bodoh! Ba-gaimana bi-sa a-ku mem-berikan test dengan ber-lari seper-ti i-ini!!!” ucapku dengan nafas ngos-ngosan.
“Ayolah lemah!!” ucapnya mengejekku.
Baiklah! Aku juga tidak mau kalah darinya.
“Baiklah kamu mau ku beri soal apa!?” ucapku.
“Karena kita sedang berlari di musim dingin akan lebih ekstrim jika kamu memberiku soal matematika!!!”
Sisi masokisnya muncul lagi!
“Kasih aku soal aritmatika Takuyaaa!”
“Ba-baiklah!” ucapku.
Lalu kami berlari lagi sambil memberi soal kepada Mei-san.
“Soal pertama, i-istilah ke-5 dan ke-9 dari seri aritmatika adalah 18 dan 6. Anu... Istilah ke-3 dari urutan adalah!!” ucapku tidak sanggup lagi berlari. “Ayoo cepat jawab!”
“Pertanyaan macam apa itu! Mudah sekali!” ucapnya. “Suku ke-3 barisan itu adalah 24!!”
Aku berhenti sebentar karena lelah, namun Mei-san masih berlari semangat seperti itu.
“Woii tunggu!!” ucapku berteriak memanggilnya. “Jawabanmu benar Mei-san!!” ucapku kewalahan lagi.
Sial dingin sekali! Aku memang harus kembali kedalam sekolah.
Tapi aku juga tidak bisa meninggalkan dia begitu saja. Merepotkan sekali dia itu!
Lalu dia sudah berada di garis finish.
Aku hanya melongo kaget, bisa-bisanya dia sudah selesai berlari 1 putaran di musim dingin ini. Ternyata dia cewek yang sangat aktif juga.
Lalu dia berhenti berlari dan menemuiku.
“Takuyaaa!! Kenapa kamu berhenti berlari bodoh! Quiznya kan belum selesai!” ucapnya marah.
“Habisnya aku tidak tahan dengan cuaca ini, membuatku sesak nafas tau!”
“Lagian kamu tidak berkeringat sama sekali!” ucapnya kesal.
“Bisakah kita kembali ke ruangan diskusi saja? Dan lebih enak jika belajarnya didalam daripada harus di luar seperti ini” ucapku memberi saran.
“Tidak! Lebih baik kita duduk dulu di bangku sana” ucapnya sambil menunjuk bangku yang ada di lapangan ini.
__ADS_1
Salju mulai turun dengan banyak, sore hari ini begitu dingin dengan sedikit angin yang membuat kulit semakin mati rasa.
“Takuya? Kamu lelah?” ucap Mei-san.
“Ahh tentu saja”
“Kalau begitu aku belikan kamu minuman hangat” ucapnya, lalu dia berdiri namun aku menahannya.
“Biar aku saja, kamu disinilah dulu” ucapku karena tidak enak harus Mei-san yang membelikan minuman untukku.
“Heh?” ucap Mei-san kaget.
Lalu aku berdiri dan segera menuju vending machine minuman hangat di sekitar sini.
Aku mulai terbiasa dengan cuaca ini sekarang, jadi tidak terlalu begitu dingin seperti pertama aku keluar dari sekolah ini.
Aku mulai memasukan koin di vending machine itu dan memilih kopi hangat untukku dan teh hangat untuk Mei-san.
Lalu aku selesai.
Akupun kembali ke lapangan lari itu dan Mei-san masih ada disana.
“Ini” ucapku menyuguhkan teh untuk Mei-san.
“Terimakasih Takuya” ucapnya dengan senyuman.
Lalu aku meneguk kopi itu.
“Ahh kopi ini nikmat walau tidak senikmat buatanmu kemarin” ucapku kecoplosan menggodanya.
Seketika wajah Mei-san memerah. Aku keceplosan sial!!
“Ja-jangan mengatakan hal itu bodoh!” dia mulai salting.
“Ah iya maaf tapi wajahmu jadi lucu tuh” akupun tertawa.
“Takuya sialan!” dia pun memalingkan wajahnya padaku.
“Maaf ya Takuya aku jadi merepotkanmu karena harus berlari di musim dingin seperti ini” ucapnya dengan pelan.
“Tidak apa! Lagipula aku jadi sudah terbiasa dengan cuacanya” ucapku.
“Hehe, tadi itu menyenangkan menurutku walau seperti anak kecil” ucap Mei-san malu-malu.
“Aku rasa ini juga pertama kalinya aku bisa berlari panjang di musim dingin” ucapku sambil menatap langit sore yang indah.
“Kamu mau tau alasan sederhana, kenapa aku menyukai musim ini?”
“Kenapa?”
“Karena nama Reita dalam artian china-jepang berarti dingin, karena itulah aku menyukai hawa dingin alami dari musim dingin ini” ucapnya.
“Hebat sekali orang tuamu bisa menamai dalam artian kosakata china jepang” ucapku dengan bereskpresi 'Keren Sekali Mei-san'
“Tidak juga sih, aku juga baru-baru ini bisa keluar menikmati beberapa musim” lalu dia berdiri.
“Heh? Memangnya kenapa?”
“Ayo kita kembali ke ruangan diskusi” ucapnya mengalihkan pembicaraan.
“Woii Mei-san kamu belum menjawab pertanyaanku” ucapku penasaran..
“Itu tidak penting Takuya” ucapnya berjalan meninggalkanku.
“Heh?? Padahal aku penasaran”
Lalu aku dan Mei-san masuk ke dalam sekolah itu.
Rasanya aku ingin sekali tau semua tentang Mei-san, karena dia itu orang yang sangat misterius, tertutup serta tidak mudah ditebak itulah yang membuatku tertarik. Walau sudah hampir 1 bulan aku dekat dengannya, tapi nyatanya aku sama sekali belum mengenalnya dengan betul. Yang awalnya kukira dia itu tipe pemarah ternyata bisa lembut juga, lalu disisi lain yang wajahnya terlihat kalem dan cuek ternyata bisa brutal juga dengan sifatnya yang fujoshi masokis itu.
Dia cewek teraneh yang pernah ku kenal seumur hidupku.
Lalu kami sampai di ruangan diskusi ada Wakuda-san, Shouyo-senpai dan Azumi-senpai disini sekarang.
“Kalian sedang kencan ya?” ucap Azumi-senpai yang menggoda kami berdua.
“Tidak!!” ucap aku dan Mei-san berbicara bareng.
“Habisnya kalian ini seperti orang yang sedang pacaran” ucapnya kecewa.
“Tenang saja kita bisa lebih romantis Azumi-san” ucap Shouyo-senpai yang kemudian merangkul Azumi-san.
Tentu saja aku, Mei-san, Wakuda-san dan begitupun Azumi-san sangat kaget dengan peristiwa ini.
“Jangan melakukan hal aneh di sekolah!!!” ucapku memarahi mereka.
“Ahh iyaa Toruu-kun setelah lulus nanti ayo kita menikah” ucap Azumi-senpai yang menggoda Shouyo-senpai juga.
“Ahhh sial!! Andai saja itu Toruu-san dan Takuya yang sedang bermesraan” ucap Mei-san yang sangat senang dengan kejadian ini karena dia itu fujoshi mesum.
“Woii kenapa malah ke aku! Hentikan khayalanmu itu!” aku memarahi Mei-san juga.
Kemudian Wakuda-san hanya melongo.
“Wakuda-san jangan dilihat terusss!” aku pun membentaknya juga.
Sial! Kenapa selalu saja ada momen yang tidak jelas begini.
“Hachiiiimmmmm!!!” dan kemudian aku bersin karena efek terlaku lama di luar karena musim dingin.
Lalu Mei-san memberikanku minuman hangat yang sudah ia buat.
“Minumlah agar kamu tidak sakit” ucapnya.
Ahh aku sangat menyukai Mei-san yang peduli padaku.
(ilustrasi Maida Azumi dan Toruu Shouyo)
...****************...
🎵Now Playing : Kana Nishino - Best Friend
__ADS_1