
...----------------...
Tahukah kalian? Jika Milky way atau Bimasakti adalah galaxy yang terdiri dari 200 sampai 400 miliar bintang. Bagi manusia seperti kita, jumlah bintang itu sudah sangat banyak. Namun kenyataannya, Bimasakti bukanlah apa-apa jika dibandingkan dengan galaksi lain di alam semesta.
Pasalnya sejauh ini, galaksi terbesar yang pernah ditemukan manusia terdiri dari 100 triliun bintang. Karena alam semesta memiliki ukuran yang tidak terbatas, bukan tidak mungkin ada galaksi lain di luar sana yang memiliki jumlah bintang lebih dari 100 triliun.
Sejauh ini aku sudah sering melihat galaxy menggunakan teleskop, dan di malam hari ini di bersamaan dengan salju yang jatuh membuat fenomena ini sangat unik. Aku kemudian memotretnya karena langit diatas distrik Meguro sangat indah sekarang mengingatkanku seperti wajahnya yang dipenuhi oleh milyaran bintang bercahaya.
Bintang jatuh terlihat dan aku segera membuat permohonan.
Aku berharap pada bintang yang jatuh agar besok dan seterusnya bisa menjadi lebih baik lagi.
...----------------...
Pagi hari pukul 07 : 00
Aku sudah bersiap-siap memakai parfum, memakai baju keren, dan tidak lupa memakai pomade agar rambutku menjadi keren.
Astagaaa aku tampan sekali menurut diriku sendiri.
Tapi kan kita hanya pergi ke mall biasa bukan kencan!!! Kenapa aku berekspetasi tinggi terus!
Dia itu benar-benar merepotkanku!
Lalu aku segera pergi untuk ketemuan dengan Mei-san di stasiun Meguro.
Aku pun sampai di stasiun dan melihat sekitaran dan Mei-san sepertinya belum sampai karena aku berangkat sangat awal saking semangatnya.
Aku menunggunya sudah hampir setengah jam dan membuatku kesal lalu aku memutuskan untuk membeli roti dulu dan kopi panas di sekitaran stasiun Meguro. Ternyata menunggu seseorang itu sangat kesal sekali, aku jadi terpikirkan pada Mutsuke-chan.
Pasalnya dia saat itu menungguku berjam-jam tapi masih bisa tersenyum tanpa menunjukan wajah marah sama sekali terhadapku. Sepertinya Mutsuke-chan itu memang malaikat sungguhan.
Lalu tak lama aku melihat seorang cewek seperti Mei-san yang tampak melongok-longok seperti orang kebingungan sepertinya dia sedang mencari keberadaanku.
Akupun mendekatinya.
“Yoo selamat pagi” ucapku menyapanya.
“Heh!! Ta-takuya” dia jadi gugup
Dia tampak cantik memakai mantel itu, dan ini pertama kalinya juga aku melihat dia memakai baju selain seragam.
“A-apa kamu lama menungguku?” ucap Mei-san yang gugup.
“Tidak juga, aku barusan sarapan dulu disini”
“Ma-maaf aku tadi sempat bingung kamu ada dimana”
“Sepertinya aku memang harus minta nomor hp mu Mei-san” ucapku sambil mengeluarkan hp ku.
“Aku tau kamu cuman mau modus doang, tapi sayangnya tidak akan kuberi” dia pun memalingkan wajahnya.
“Padahal biar enak bisa memberi kabar” aku memandang dia dengan datar.
“Yasudah, ayo kita pergi sekarang” ucapku yang berjalan terlebih dahulu.
“Lebih baik kita pergi ke mall yang dekat di Meguro” ucapnya memberi saran.
“Aku tau tempat yang bagus untuk membeli kado”
“Benarkah? Kukira kamu itu hanya berdiam diri dirumah dan tidak pernah kemana-mana” Mei-san mengejekku.
“Jangan remehkan aku, aku itu lebih tau semua tempat di Meguro”
“Pasti kamu jalan-jalan cuman sendirian tanpa teman”
“Ya.. Soal itu mau sama siapa lagi” ucapku malu.
“Ahahaha, Bodoh banget Takuya”
“Tapi maaf maaf saja, aku bukan anak rumahan seperti kamu yang tidak tau apa-apa”
“Hah?? Tentu saja aku tau! Harajuku yang sering kukunjungi” ucapnya malu-malu lagi.
“Heh?? Keacara otaku itu ya? Atau kamu jadi cosplayer?”
“Tentu saja aku hanya melihat-lihat doang dan membeli beberapa komik, apa kamu juga suka pergi kesana?” ucapnya.
“Aku juga sering ke Harajuku untuk berselfie dengan beberapa karakter figuran dan juga sekalian meminta tanda tangan kepada author manga”
“Kukira kamu kesana hanya ingin melihat paha dan dada cosplayernya” ucapnya tersenyum mengejek.
“Soal itu aku tidak pernah tergoda untuk berselfie dengan cosplayer karena disana terlalu banyak orang yang mau berselfie” ucapku jujur.l
“Banyak alasan!”
Benar saja pertemuan kami itu diawali dengan berdebat. Tapi Aku suka ini.
Tak lama kami sudah sampai di Mall distrik Meguro yang hanya memakan waktu sekitar 10 menit dari arah stasiun.
“Ayo masuk Mei-san.” ucapku.
“Ahh iya”
Lalu kami masuk dan melihat-lihat.
Padahal Meguro sangat bagus tapi kenapa Mutsuke-chan lebih suka ke Shibuya ya? Pikirku.
“Takuyaa ayo mampir dulu kesini” ucap Mei-san yang menghampiri toko bunga.
Aku pun mengikutinya.
Lalu dia mencium bunga itu.
“Wahhh... Indah dan harum sekali, Maida-san pasti suka dengan bunga mawar indah ini”
“Lebih baik kamu tidak usah memberi dia kado bunga, karena bunga tidak bisa dibungkus memakai kado” saranku.
“Ahh benar juga, sayang sekali padahal ini lucu” ucapnya kecewa.
“Kita cari yang lain saja yuk” ucapku menyuruhnya pergi.
Lalu kami berjalan kembali.
Kami sampai di toko yang menjual kaset anime dan manga.
__ADS_1
“Wahhh, ada kaset ova kutukan penyihir yang katanya merupakan limited edition!!!” ucapnya semangat.
“Takuya... Takuyaa... Lihat ini!! Bukankah kamu seorang otaku juga!!” ucapnya memamerkan beberapa kaset anime.
“Tentu saja aku sudah membelinya di Shibuya waktu itu” ucapku dengan sombong.
“Cih! Tidak bilang-bilang” dia pun cemberut.
Lalu mbak-mbak sales ditoko itu menghampiri kami dan mulai menawarkan figuran yang ada disini.
“Kami juga menjual figuran terbaru disini” ucap mbak sales itu.
“Heh!! Figuran dari karakter Liolo yang merupakan edisi terbatas juga!!” ucap aku dan Mei-san barengan.
Saat kita ihat harganya ternyata senilai 12.000 yen (sekitar 1,5 juta)
Kami pun seketika terdiam.
“A-ayo kita pergi ke tempat lain Takuya” ucap Mei-san gengsi saat melihat harganya.
“Ahh iya, sebaiknya kita tidak boleh menghabiskan uang terlebih dahulu sebelum bisa kebeli kado untuk Azumi-senpai” ucapku ragu.
“Iya kamu benar Takuya”
Lalu kami pergi meninggalkan toko itu.
Lalu...
Aku tidak tau kenapa kami bisa berada di toko pakaian dalam.
“Takuyaaa coba lihat” ucapnya menunjukan setelan bikini dan aku melihatnya dengan sangat malu.
“Oii Mei-san! Kenapa kamu menunjukannya padaku” ucapku dengan wajah memerah.
“Heh? Aku kan menunjukkan indah gaun disana” ucapnya polos.
“Heh!!” lalu aku begitu malu kukira dia menunjukan setelan bikini itu!
Mei-san menatapku curiga.
“Sudah kuduga! Kamu dengan sengaja melirik lirik pakaian dalam wanita!” dia pun menatapku dengan jijik.
“Oii aku kan salah lihat! Aku kira kamu menunjukan pakaian itu!” ucapku emosi.
Lalu pertengkaran terjadi.
Dan.
“Ekhem...” ucap salah satu sales yang melerai pertengkaran kami.
Lalu kami berdua menghentikan pertengkaran.
Sambil melihat kearahku.
“Apa anda pasangan yang baru menikah? Jika iya, anda bisa membeli lingerie ini seharga 500 yen saja. Dengan begitu istri anda yang menggunakan lingerie ini dijamin anda akan betah melihatnya sepanjang hari” ucap sales itu menawarkan kami pakaian yang seksi itu!!
Lalu Mei-san begitu tertarik, bisa dilihat dari wajahnya yang mulai menjadi gadis mesum itu.
“Ahahaha, ayo kita masuk dan lihat-lihat” ucap Mei-san melihatku malu-malu.
“Oii!! Kamu mau beli!?” aku benar-benar tidak habis pikir dengannya, dia itu begitu terangsang dengan hal seperti ini!
“Ayo masuk saja!! Aku akan membelikannya untukmu, karena aku ingin melihat kamu memakai lingerie!!” Mei-san mulai gila, gawat aku harus mengeluarkan dia di toko pakaian dalam ini sebelum dia beneran membeliku sebuah pakaian gila ini!
Lalu aku menarik Mei-san dan berlari.
“Maaf mbak kami tidak jadi!!” ucapku yang berlari karena sifat Fujoshi Mei-san kumat lagi
Sales itu menatap kami keheranan.
Akhirnya kami sudah berada di toko boneka.
Aku benar-benar capek setelah berlari tadi.
Aku melihat Mei-san, sepertinya dia sudah tidak kumat lagi, dia sekarang menghampiri toko boneka itu dengan wajah yang tidak bersalah.
“Takuya... Takuyaa.. Lihat boneka musang ini sangat lucu sekali!” ucapnya dengan senang seperti anak kecil.
“Wajah musang itu seperti dirimu” ucapku tersenyum.
Lalu dia menunjukan ekspresi cemberutnya dan sebetulnya memang sangat imut dia ini.
“Jadi teringat oleh Mei kura-chan deh” ucapku mengejekknya.
“Bo-bodoh!! Jangan panggil nama itu!!” dia pun ngeblush.
“Menurutmu aku harus membeli untuk Maida-san yang mana ya?”
“Coba lihat ada mug” ucapku menunjukan rak yang berisi mug.
“Wahhh, lucu... Ah benar juga! Karena Maida-san sangat suka kopi ku beri kado ini saja ya?” ucapnya.
“Kamu benar, dia suka membicarakan jika gelasmu tidak menarik” ucapku mengejek dia lagi.
“Gelas itukan pemberian tentu saja tidak menarik” dia memandang malas diriku.
“Benar juga, walau gelasnya jelek tapi kopi buatanmu memang enak” ucapku.
Seketika wajah Mei-san memerah..
“Ahh iyaa, aku pilih gelas ini deh untuk kado, kamu mau beli apa?” ucapnya.
“Aku sudah memiliki kado untuk Azumi-san”
“Heh!! Kado apa itu?” ucapnya penasaran.
“Nanti juga tau sendiri”
“Cihh curang” dia memandang malas diriku lagi.
Lalu dia pergi menuju kasir untuk membayar.
“Wahh murah juga ya gelas lucu ini seharga 300 yen” ucapnya senang.
Kini kami duduk beristirahat di kursi dekat sini.
“Hei mau makan dulu?” ucapku menawarinya.
__ADS_1
“Tidak perlu, lebih baik kita pulang”
“Padahal masih jam segini, aku traktir deh!”
“Baiklah aku mau!” akhirnya Mei-san setuju.
Kami keluar dari Mall Meguro dan pergi menuju cafe favoritku.
Dan kami sudah sampai
“Gal's Cafe” ucapnya membaca plang cafe itu.
(Gal artinya gadis)
Lalu dia menatapku.
Oii aku baru sadar nama cafenya seperti itu!
“I-iya itu bukan cafe yang aneh-aneh kok, lebih baik kita masuk” ucapku malu.
Kami pun masuk.
“Tuhkan hanya cafe biasa” ucapku.
“Baiklah baiklah, ayo kita duduk” ucapnya.
Lalu kami duduk.
“Mau pesan apa Mei-san?”
“Yang manis-manis, seperti susu kocok”
“Waw dimusim dingin seperti ini kamu mau minuman yang dingin?”
“Aku hanya mau yang manis-manis saja” ucapnya.
“Baiklah, kalau begitu makanannya?”
“Aku boleh pesan makanannya?” ucapnya menatap diriku.
“Tentu saja”
“Kalau begitu pancake!!” ucapnya semangat.
“Ehh, kamu suka yang manis-manis ya?” tanyaku.
“Aku memang hanya ingin yang manis-manis sekarang”
“Baiklah, aku pesan sama sepertimu juga”
“Kukira kamu akan memesan kopi panas”
“Tadi pagi sudah kopi, lebih baik aku juga memakan makanan yang manis disini”
Lalu pesanan kami datang.
“Selamat makan” ucap Mei-san yang melahap pancakenya.
Aku pun mulai makan juga pancake itu, lezat sekali!
Kami pun selesai.
“Mei-san, boleh aku mengatakan sesuatu?” ucapku padanya.
“Boleh kok”
“Sebenarnya apa alasanmu mengajakku untuk menemanimu membeli kado?”
“Heh?? Kenapa kamu bertanya seperti itu?”
“Aku hanya penasaran”
“Sebenarnya alasanku mengajakmu adalah karena Riri saat itu bercerita kepdaku bahwa kamu dan dia pergi kencan di Shibuya, katanya kamu itu sangat suka berbelanja. Makanya itu aku berpikir dengan mengajakmu aku yakin kamu pasti bisa membantuku untuk membeli kado yang cocok, dan hasilnya memang kamu yang memilih mug ini akupun menyukai juga” dia tersipu malu seperti itu. Ternyata Mutsuke-chan juga suka curhat dengan Mei-san.
“Yahh, pada akhirnya kita hanya membeli mug saja” ucapku tersenyum yang sebenarnya jantungku sedang berdebar-debar.
“Tidak apa, lagian aku juga hanya membawa uang pas pasan” ucapnya malu.
“Tidak masalah aku juga sangat senang” ucapku yang berekspresi malu juga.
“Ngomong-ngomong Riri juga memamerkan foto selfinya denganmu, kalian berdua itu memang cocok” ucapnya dengan senyum kecilnya.
“Soal itu, aku tidak tertarik sama sekali padanya”
“Heh?? Benarkah? Jadi kamu tertarik dengan cowok?” ucapnya jadi penuh energi.
“Bukan itu maksudku!! Aku belum memutuskan untuk berpacaran” sial! Apa yang kubicarakan!
“Suatu saat kamu pasti akan bertemu dengan gadis pilihanmu” dia pun melakukan senyuman tulus.
“Aku berharap akan mendapatkan gadis seperti di anime” candaku.
“Jangan menghalu!” ucapnya kesal.
Tak terasa hari pun sudah sore
Kami selesai di cafe itu dan segera pulang.
Lalu aku mengantar dia hanya sampai jalan karena memang keinginannya hanya sampai disini saja.
“Terimakasih Takuya, untuk traktirnya dan juga membantuku memilih kado. Nanti lain kali aku yang akan mentraktirmu deh” ucapnya
“Ahh tidak masalah, jangan lupa untuk belajar juga” ucapku mengingatkannya.
“Tentu saja Takuya yang bodoh” dia pun tersenyum.
“Kalau begitu sampai jumpa” lalu dia pergi.
Aku hanya tersenyum sambil melihat dia sedang berjalan.
Kencanku dengannya tidak buruk juga walau kami selalu berdebat, aku kira pertemuanku dengan Mei-san akan canggung namun aku salah karena memiliki kesamaan itulah yang membuat kami tidak canggung sedikitpun.
Aku juga tidak menyangka akan akur dengannya seperti ini.
Sore hari ini adalah sore terbaikku di musim dingin ini.
__ADS_1
...****************...
🎵Now Playing : Kana Nishino : If