Menyelesaikan Masalah Dan Permasalahan Remaja

Menyelesaikan Masalah Dan Permasalahan Remaja
Memberi Kado


__ADS_3


Pukul 2 siang.


Aku mengajak Wakuda-san untuk ikut denganku ke ruangan diskusi, dia pun setuju.


Lalu kami sudah sampai di ruangan diskusi ini dan melihat ada Mei-san yang tampak sedang merapihkan ruangan itu, mulai dari meja yang tampak seperti ruangan diskusi sungguhan karena terdapat beberapa gelas dan teko. Ini terdengar seperti acara minum bersama daripada disebut ruangan diskusi.


“Mei-san, ada apa ini?” ucapku yang daritadi memperhatikan Mei-san yang tengah sibuk.


“Takuya, Amano. Sejak kapan kalian ada disini?” Mei-san menghentikan aksinya itu.


Dia itu jika sedang fokus jadi tidak pernah melihat keadaan sekitar.


“Aku sudah daritadi melihatmu daritadi sibuk seperti itu”


“Ahh, apakah kamu sudah lupa?” ucap Mei-san.


“Apa?” Ucapku yang tidak tau.


“Hehhh!! Ini kan hari ulang tahunnya Maida-san!”


“Eh?? Benarkah?” ucap Wakuda-san.


“Iyaa benar! Makanya aku membuat ruangan menjadi seperti ini untuk merayakan ulang tahunnya”


“Ta-tapi aku tidak membawa kado” Wakuda-san mulai panik.


“Tidak masalah Wakuda-san, Azumi-senpai akan senang jika kamu ikut merayakan saja” ucapku yang menenangkannya.


“Kalau gitu aku juga ikut membantu Reita-san!” ucap Wakuda-san.


“Boleh saja”


Lalu Mei-san dan Wakuda-san mulai membersihkan ruangan ini bersama.


Dan aku juga ikut membantu mereka, lebih tepatnya membantu mereka menuliskan mata 'Happy Birthday Azumi-senpai' di papan tulis.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai, Mei-san menelpon Shouyo-senpai.


“Toruu-san semua sudah siap!” ucap Mei-sab yang menelpon.


Lalu tak lama mereka datang.


“Selamat siang!!!” ucap Azumi-senpai.


“Eh?? Ada acara apa ini? Seperti acara minum teh saja” ucap Azumi-senpai keheranan.


“Azumi-senpai lihat di papan tulis” ucap Mei-san tersenyum.


“Selamat Ulang Tahun Azumi” ucap Azumi-senpai yang membaca di papan tulis itu.


“Heh!!!” Dia pun kaget.


“Selamat ulang tahun sayangku!” ucap Shouyo-senpai kemudian memeluk Azumi-senpai.


“Terima kasih kalian!!” ucap Azumi-senpai terharu.


“Tidak apa-apa! Kalian ingat saja sudah membuatku senang” ucap Azumi-senpai.


Lalu kami semua duduk.


“Maida-san! Sebelum kamu minum, bukalah kado pemnerianku untukmu” ucap Mei-san yang tampak malu.


“Heh? Kamu membawa kado untukku?” Azumi-senpai kaget lagi.


Lalu dia membukanya.


“Sebuah mug? Tapi ini lucu!!” Azumi-senpai pun merasa senang.


“Kamu bisa memakainya saat minum-minum disini” ucap Mei-san.


“Uwhh, terima kasih adikku yang baik” Azumi-senpai kemudian memeluk erat Mei-san.


“Ahh soal itu aku juga membawa kado untukmu” ucapku.

__ADS_1


Eh??


Semua orang melihatku keheranan.


“Cihh curang tidak bilang-bilang hadiahnya apaan” ucap Mei-san cemberut.


“Astaga kamu bisa peduli juga pada orang” ucap Maida-san.


“Apa menurutmu ini aku terlihat tidak peduli?” ucapku bertanya.


“Hanya saja kamu itu terlihat dingin seperti tidak pernah memperdulikan orang disekitarmu” ucap Maida-san menceramahiku.


“Sekarang aku sudah berubah! Dan aku mohon terimalah kado ku ini Azumi-senpai!” ucapku sambil menundukkan kepalaku.


“Tentu saja! Astagaa ini berat sekali!!”


Lalu Azumi-senpai membuka kado ku.


“Buku persiapan kelulusan?” ucap Maida-san heran.


Lalu Shouyo-senpai tertawa.


“Ahahaha, Azumi-san sepertinya Danpachi menganggapmu bodoh makanya memberi kado buku seperti itu” Canda Shouyo-senpai.


“Diam!” Lalu Shouyo-senpai terdiam.


Sial! Apakah aku salah memberi dia kado seperti itu?


“Maaf senpai, aku tidak bermaksud mengejekmu atau apa. Tapi aku berharap Azumi-senpai dan Shouyo-senpai bisa belajar lebih giat dalam menghadapi kelulusan nanti” ucapku memberi semangat mereka.


“Terima kasih, aku senang kok. Toruu-kun itu memang bodoh jadi jika diberi buku seperti ini terkesan aneh” ucap Azumi-senpai mengejek Shouyo-senpai juga.


Dan Shouyo-senpai merasa malu.


Lalu kami benar-benar bercanda ria dan menikmati kopi panas di musim dingin ini


__ADS_1


__ADS_2